Skip to main content

Musnad Syafi’i 1707

مسند الشافعي 1707: أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ قَيْسِ بْنِ مَخْرَمَةَ قَالَ: خَطَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «إِنَّ أَهْلَ الْجَاهِلِيَّةِ كَانُوا يَدْفَعُونَ مِنْ عَرَفَةَ حِينَ تَكُونُ الشَّمْسُ كَأَنَّهَا عَمَائِمُ الرِّجَالِ فِي وُجُوهِهِمْ قَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ، وَمِنَ الْمُزْدَلِفَةِ بَعْدَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ حِينَ تَكُونُ كَأَنَّهَا عَمَائِمُ الرِّجَالِ فِي وُجُوهِهِمْ، وَإِنَّا لَا نَدْفَعَ مِنْ عَرَفَةَ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ، وَنَدْفَعُ مِنَ الْمُزْدَلِفَةِ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ، هَدْيُنَا مُخَالِفٌ لِهَدْيِ أَهْلِ الْأَوْثَانِ وَالشِّرْكِ»

Musnad Syafi’i 1707: Muslim bin Khalid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Muhammad bin Qais bin Makhramah, ia mengatakan: Rasulullah berkhutbah. Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang-orang Jahiliyah dahulu berangkat dari Arafah sebelum matahari terbenam, dan (mereka berangkat) dari Muzdalifah sesudah matahari terbit, yaitu di saat matahari seakan-akan seperti serban kaum lelaki di atas kepala mereka. Dan sesungguhnya kami tidak akan berangkat dari Arafah sebelum matahari tenggelam, dan kami berangkut dari Musdalifah sebelum matahari terbit. Tuntunan kita berbeda dengan tuntunan para penyembah berhala dan orang-orang musyrik.”934

Musnad Syafi’i 1722

مسند الشافعي 1722: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ قَالَ: جَلَسْتُ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ فَجَلَسَ إِلَيْهِ رَجُلٌ لَمْ أَرَ رَجُلًا أَطْوَلَ شَعْرًا مِنْهُ، فَقَالَ: أَحْرَمْتُ وَعَلَيَّ هَذَا الشَّعْرُ، فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: «اشْتَمِلْ عَلَى مَا دُونَ الْأُذُنَيْنِ مِنْهُ» ، قَالَ: قَبَّلْتُ امْرَأَةً لَيْسَتْ بِامْرَأَتِي، قَالَ: «زَنَى فُوكَ» ، قَالَ: رَأَيْتُ قَمْلَةً فَطَرَحْتُهَا، قَالَ: «تِلْكَ الضَّالَّةُ لَا تُبْتَغَى»

Musnad Syafi’i 1722: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Nujaih, ia pernah mendengar Maimun bin Mahran mengatakan: Aku duduk di dekat Ibnu Abbas, maka ada seorang lelaki ikut duduk di dekatnya. Aku belum panah melihat seorang lelaki yang rambutnya lebih panjang daripada dia. Lalu lelaki itu berkata. “Aku melakukan ihram, sedangkan rambutku seperti ini.” Ibnu Abbas menjawab, “Ikatlah sebagian darinya yang berada di bawah kedua telinga.” Lelaki itu berkata, “Aku telah mencium wanita yang bukan istriku.” Ibnu Abbas menjawab, “Mulutmu telah berzina.” Lelaki itu bertanya lagi, “Aku melihat ketombe, lalu aku membuangnya.” Ibnu Abbas menjawab, “Itu adalah barang hilang yang tidak usah dicari.” 949

Musnad Syafi’i 1706

مسند الشافعي 1706: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَرْبُوعٍ، عَنْ جُوَيْبِرِ بْنِ حُوَيْرِثٍ قَالَ: رَأَيْتُ أَبَا بَكْرٍ وَاقِفًا عَلَى قُزَحَ وَهُوَ يَقُولُ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ، «أَسْفِرُوا» ، ثُمَّ دَفَعَ، فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى فَخِذِهِ مِمَّا يَخْرِشُ بَعِيرَهُ بِمِحْجَنِهِ

Musnad Syafi’i 1706: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Munkadir, dari Sa’id bin Abdurrahhman bin Yarbu’, dari Juwaibir bin Huwairits, ia mengatakan: Aku pernah melihat Abu Bakar wuquf di Quzah, sedangkan ia berkata, “Hai manusia, ber-istighfar-lah kalian!” Kemudian ia berangkat, dan seakan-akan aku sempat melihat pahanya karena ia memukul unta kendaraannya dengan tongkatnya. 933

Musnad Syafi’i 1721

مسند الشافعي 1721: أَخْبَرَنَا مُسْلِمٌ، وَسَعِيدٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ الْقَاسِمِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَجُلًا، سَأَلَهُ عَنْ مُحْرِمٍ، أَصَابَ جَرَادَةً فَقَالَ: ” يَصَّدَّقُ بِقُبْضَةٍ مِنْ طَعَامٍ، وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: وَلْيَأْخُذَنَّ بِقُبْضَةِ جَرَادَاتٍ، وَلَكِنْ عَلَى ذَلِكَ رَأْيِي “

Musnad Syafi’i 1721: Muslim dan Sa’id mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Bukair bin Abdullah, dari Al Qasim, dari Ibnu Abbas: Bahwa ada seorang lelaki bertanya kepadanya mengenai orang yang berihram memperoleh belalang, maka Ibnu Abbas menjawab, “Hendaklah ia bersedekah dengan segenggam makanan.” Ibnu Abbas berkata pula, “Dan hendaklah ia benar-benar mengambil segenggam (makanan) sebagai denda beberapa belalang (yang dibunuh). Tetapi memang demikianlah dendanya menurut pendapatku.” 948

Musnad Syafi’i 1705

مسند الشافعي 1705: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، أَخْبَرَنِي مَنْ، رَأَى ابْنَ عَبَّاسٍ يَأْتِي عَرَفَةَ بِسَحَرٍ

Musnad Syafi’i 1705: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar, telah mengabarkan kepadaku orang yang pernah melihat Ibnu Abbas datang ke Arafah di waktu sahur. 932

Musnad Syafi’i 1720

مسند الشافعي 1720: أَخْبَرَنِي الثِّقَةُ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ زِيَادٍ، مَوْلَى بَنِي مَخْزُومٍ، وَكَانَ ثِقَةً، أَنَّ قَوْمًا حُرُمًا أَصَابُوا صَيْدًا فَقَالَ لَهُمُ ابْنُ عُمَرَ: «عَلَيْكُمْ جَزَاءٌ» فَقَالُوا: عَلَى كُلِّ وَاحِدٍ مِنَّا جَزَاءٌ، أَوْ عَلَيْنَا كُلِّنَا جَزَاءٌ وَاحِدٌ؟ فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ: «إِنَّهُ لَمُغَرَّرٌ بِكُمْ، بَلْ عَلَيْكُمْ كُلِّكُمْ جَزَاءٌ وَاحِدٌ»

Musnad Syafi’i 1720: Orang yang terpercaya mengabarkan kepada kami dari Hammad bin Salamah, dari Ziyad maula Bani Makhzum yang berpredikat tsiqah: Bahwa ada suatu kaum yang sedang ihram memperoleh seekor binatang buruan, maka Ibnu Umar berkata kepada mereka, “Kalian harus membayar dendanya.” Mereka bertanya, “Apakah masing-masing dari kami diharuskan membayar denda, ataukah kami semuanya hanya membayar satu denda?” Ibnu Umar menjawab, “Sesungguhnya kalian ini orang-orang yang terpedaya lagi tidak mengerti, tidak diwajibkan atas kalian kecuali hanya membayar satu denda untuk kalian semua.” 947

Musnad Syafi’i 1704

مسند الشافعي 1704: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَحْوَلِ، وَهُوَ سُلَيْمَانُ بْنُ أَبِي مُسْلِمٍ خَالُ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ وَكَانَ ثِقَةً، عَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ النَّاسُ يَنْصَرِفُونَ لِكُلِّ وَجْهٍ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَصْدُرَنَّ أَحَدٌ حَتَّى يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِ بِالْبَيْتِ»

Musnad Syafi’i 1704: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Sulaiman Al Ahwal, yaitu Sulaiman bin Abu Muslim, paman Ibnu Abu Nujaih dia seorang yang berpredikat tsiqah (terpercaya)— dari Thawus, dan Ibnu Abbas, ia menceritakan hadis berikut: Dahulu orang-orang (setelah selesai haji) pulang ke semua penjuru (yakni ke negerinya masing-masing). Maka Rasulullah bersabda, “Jangan sekali-kali seseorang dari jamaah haji pulang sebelum akhir masanya adalah di Baitullah.’931

Musnad Syafi’i 1719

مسند الشافعي 1719: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي حَرْمَلَةَ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ الْفَضْلِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Musnad Syafi’i 1719: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Abu Harmalah, dari Kuraib dan Ibnu Abbas, dari Al Fadhl, dan Nabi SAW tentang hadis yang semisalnya.946

Musnad Syafi’i 1702

مسند الشافعي 1702: أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ: «رَأَيْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ أَتَى الرُّكْنَ الْأَسْوَدَ مُسَبِّدًا فَقَبَّلَهُ ثُمَّ سَجَدَ عَلَيْهِ، ثُمَّ قَبَّلَهُ ثُمَّ سَجَدَ عَلَيْهِ، ثُمَّ قَبَّلَهُ ثُمَّ سَجَدَ عَلَيْهِ، ثُمَّ قَبَّلَهُ ثُمَّ سَجَدَ عَلَيْهِ»

Musnad Syafi’i 1702: Muslim bin Khalid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Muhammad bin Abbad bin Ja’far, ia mengatakan: Aku melihat Ibnu Abbas mendatangi rukun Hajar Aswad dalam keadaan tidak memakai wewangian, lalu ia menciumnya, kemudian menempelkan kening padanya, lalu ia menciumnya lagi dan menempelkan kening padanya, kemudian ia menciumnya lagi dan menempelkan kening padanya. 929

Musnad Syafi’i 1686

مسند الشافعي 1686: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْأَسْوَدِ بْنِ عَبْدِ يَغُوثَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ مِنَ الشِّعْرِ حِكْمَةٌ»

Musnad Syafi’i 1686: Ibrahim bin Sa’d mengabarkan kepada kami dari Ibrahim bin Syihab, dari Abu Bakar bin Abdurrahman, dari Marwan bin Hakam, dari Abdurrahman bin Aswad bin Abdu Yaghuts bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya diantara syair itu ada yang mengandung hikmah (kata-kata bijak).” 913