Skip to main content

Musnad Ahmad 25425

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ابْنِ خُثَيْمٍ عَنْ ابْنِ سَابِطٍ عَنْ حَفْصَةَ ابْنَةِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَ أَبِي وَفِي مَوْضِعٍ آخَرَ مَعْمَرٌ عَنْ ابْنِ خُثَيْمٍ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ امْرَأَةً سَأَلَتْهَا عَنْ الرَّجُلِ يَأْتِي امْرَأَتَهُ مُجَبِّيَةً فَسَأَلَتْ أُمُّ سَلَمَةَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ { نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ } صِمَامًا وَاحِدًا

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ma’mar] dari [Ibnu Khutsaim] dari [Ibnu Sabit] dari [Hafshah binti Abdurrahman] dari [Ummu Salamah], pada tempat redaksi yang lain, Ayahku berkata; [Ma’mar] dari [Ibnu Khutsaim] dari [Shofiyah binti Syaibah] dari [Ummu Salamah] bahwa ada seorang wanita yang bertanya kepadanya mengenai seorang lelaki yang ingin menggauli isterinya dari belakang. Lantas Ummu Salamah menanyakannya kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam. Beliaupun menjawab: “Isteri-isteri kalian adalah lahan yang baik bagi kalian, maka datangilah lahan kalian sekehendak kalian. Hanya saja dari satu lubang.”

Musnad Ahmad 25426

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنِ هِنْدِ ابْنَةِ الْحَارِثِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ مَكَثَ قَلِيلًا وَكَانُوا يَرَوْنَ أَنَّ ذَلِكَ كَيْمَا يَنْفُذُ النِّسَاءُ قَبْلَ الرِّجَالِ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah menceritakan kepada kami [Ma’mar] dari [Azzuhri] dari [Hindun binti Al Harits] dari [Ummu Salamah] berkata; “Setelah Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam salam dari shalat, beliau tinggal sebentar. Mereka (para sahabat) berpendapat hal itu supaya para wanita keluar sebelum para lelaki.”

Musnad Ahmad 25427

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ لَمْ أَرَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى بَعْدَ الْعَصْرِ قَطُّ إِلَّا مَرَّةً وَاحِدَةً جَاءَهُ نَاسٌ بَعْدَ الظُّهْرِ فَشَغَلُوهُ فِي شَيْءٍ فَلَمْ يُصَلِّ بَعْدَ الظُّهْرِ شَيْئًا حَتَّى صَلَّى الْعَصْرَ قَالَتْ فَلَمَّا صَلَّى الْعَصْرَ دَخَلَ بَيْتِي فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ma’mar] dari [Yahya bin Abi Katsir] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari [Ummu Salamah, isteri Nabi shalallahu’alaihi wa sallam] berkata; “Saya sama sekali tidak pernah melihat Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam shalat setelah ashar kecuali sekali. Ketika itu ada sekelompok orang yang mendatangi beliau setelah zhuhur, mereka pun menyibukkan beliau pada sesuatu lantas beliau tidak sempat shalat setelah zhuhur sama sekali hingga datang waktu shalat ashar.” Ia berkata; “Setelah beliau melakukan shalat ashar, beliau masuk ke rumahku dan shalat dua raka’at.”

Musnad Ahmad 25412

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَدْرَكَهُ الصُّبْحُ جُنُبًا فَلَا صَوْمَ لَهُ قَالَ فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَأَبِي فَدَخَلْنَا عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ وَعَائِشَةَ فَسَأَلْنَاهُمَا عَنْ ذَلِكَ فَأَخْبَرَتَانَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ حُلُمٍ ثُمَّ يَصُومُ فَلَقِينَا أَبَا هُرَيْرَةَ فَحَدَّثَهُ أَبِي فَتَلَوَّنَ وَجْهُ أَبِي هُرَيْرَةَ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا حَدَّثَنِي الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ وَهُنَّ أَعْلَمُ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah menceritakan kepada kami [Ma’mar] dari [Azzuhri] dari [Abu Bakr bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam] dia berkata; “Saya telah mendengar Abu Hurairah berkata; ‘Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda: ‘Barangsiapa yang mendapati waktu shubuh dalam keadaan junub, maka tidak sah puasanya’.” Ia berkata; “Saya dan ayahku pun pergi dan kami menemui [Ummu Salamah] dan [Aisyah]. Kami menanyakan hal itu kepada mereka berdua. Mereka berdua mengabarkan kepada kami bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah junub di pagi hari yang bukan karena bermimpi kemudian beliau berpuasa. Kamipun lantas menemui Abu Hurairah dan ayahku menceritakan kepadanya, warna wajahnya pun berubah, lantas ia berkata; “Demikian inilah Al Fadhl bin Abbas menceritakan kepadaku, tapi mereka lebih mengetahui.”

Musnad Ahmad 25413

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ وَحَدَّثَنِي حَجَّاجٌ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنِ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ قَالَ حَجَّاجٌ امْرَأَةَ أَبِي طَلْحَةَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ الْمَرْأَةُ تَرَى زَوْجَهَا فِي الْمَنَامِ يَقَعُ عَلَيْهَا أَعَلَيْهَا غُسْلٌ قَالَ نَعَمْ إِذَا رَأَتْ بَلَلًا فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ أَوَتَفْعَلُ ذَلِكَ فَقَالَ تَرِبَتْ يَمِينُكِ أَنَّى يَأْتِي شَبَهُ الْخُؤُولَةِ إِلَّا مِنْ ذَلِكِ أَيُّ النُّطْفَتَيْنِ سَبَقَتْ إِلَى الرَّحِمِ غَلَبَتْ عَلَى الشَّبَهِ وَقَالَ حَجَّاجٌ فِي حَدِيثِهِ تَرِبَ جَبِينُكِ

Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah menceritakan kepadaku [Hajjaj] dia berkata; telah mengabarkan kepada kmai [Ibnu Abi Dzi’b] dari [Al Maqburi] dari [Abdullah bin Rafi’], pembantu Ummu Salamah dari [Ummu Salamah] bahwa Ummu Sulaim, [Hajjaj] berkata; ia adalah isterinya Abu Thalhah, ia berkata; “Wahai Rasulullah! Seorang isteri yang melihat suaminya menggaulinya dalam mimpi, apakah ia harus mandi?” beliau menjawab: “Ya, apabila ia melihat ada yang basah (junub).” Ummu Salamah berkata; “Apakah engkau melakukan hal itu?” beliau menjawab: “Beruntunglah kamu, dari mana adanya keserupaan terhadap bibi-bibinya melainkan darinya, yaitu dua air mani yang lebih dulu sampai sampai ke rahim maka ia akan lebih dominan pada keserupaan.” Hajjaj meriwayatkan dalam hadisnya; “Taribat jabinuki.”

Musnad Ahmad 25414

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ زَيْنَبَ ابْنَةِ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ لَكَ فِي أُخْتِي ابْنَةِ أَبِي سُفْيَانَ قَالَ فَأَفْعَلُ مَاذَا قَالَتْ تَنْكِحُهَا قَالَ وَذَاكَ أَحَبُّ إِلَيْكِ قَالَتْ نَعَمْ لَسْتُ لَكَ بِمُخْلِيَةٍ وَأَحَبُّ مَنْ شَرِكَنِي فِي الْخَيْرِ أُخْتِي قَالَ إِنَّهَا لَا تَحِلُّ لِي قُلْتُ فَإِنَّهُ بَلَغَنِي أَنَّكَ تَخْطُبُ دُرَّةَ ابْنَةَ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ ابْنَةُ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ فَوَاللَّهِ لَوْ لَمْ تَكُنْ رَبِيبَتِي فِي حِجْرِي لَمَا حَلَّتْ لِي إِنَّهَا ابْنَةُ أَخِي مِنْ الرَّضَاعَةِ أَرْضَعَتْنِي وَأَبَاهَا ثُوَيْبَةُ فَلَا تَعْرِضْنَ عَلَيَّ بَنَاتِكُنَّ وَلَا أَخَوَاتِكُنَّ

Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dari [Hisyam] dari [Ayahnya] dari [Zainab binti Ummu Salamah] dari [Ummu Salamah] bahwa Ummu Habibah bertanya; “Wahai Rasulullah! Apakah engkau ada keinginan pada saudaraku putri Abu Sufyan?” beliau menjawab: “Apa yang harus aku perbuat?” ia berkata; “Engkau menikahinya.” Beliau menjawab: “Apakah engkau menyukainya?” ia berkata; “Ya, aku bukanlah penghalang bagimu, dan aku lebih senang bila saudaraku mengikutiku dalam kebaikan.” Beliau bersabda: “Sesungguhya dia tidak halal bagiku.” Saya berkata; “Telah sampai kepadaku, bahwa engkau meminang Durrah puteri Abu Salamah.” Beliau bertanya: “Puteri Ummu Salamah?” ia menjawab: “Ya.” Beliau bersabda: “Demi Allah, kalaulah ia bukan sebagai anak ipar dalam pangkuanku tentunya dia tidak dihalalkan bagiku, sesungguhnya dia adalah puteri saudaraku sesusuan, karena Tsuwaibah telah menyusuiku dan ayahnya. Maka jangan engkau tawarkan puteri-puteri kalia kepadaku, dan jangan pula saudara-saudara perempuan kalian.”

Musnad Ahmad 25415

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى قَالَ زَعَمَ لِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّ مُعَاوِيَةَ أَرْسَلَ إِلَى عَائِشَةَ يَسْأَلُهَا هَلْ صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ الْعَصْرِ شَيْئًا قَالَتْ أَمَّا عِنْدِي فَلَا وَلَكِنَّ أُمَّ سَلَمَةَ أَخْبَرَتْنِي أَنَّهُ فَعَلَ ذَلِكَ فَأَرْسِلْ إِلَيْهَا فَاسْأَلْهَا فَأَرْسَلَ إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ فَقَالَتْ نَعَمْ دَخَلَ عَلَيَّ بَعْدَ الْعَصْرِ فَصَلَّى سَجْدَتَيْنِ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أُنْزِلَ عَلَيْكَ فِي هَاتَيْنِ السَّجْدَتَيْنِ قَالَ لَا وَلَكِنْ صَلَّيْتُ الظُّهْرَ فَشُغِلْتُ فَاسْتَدْرَكْتُهَا بَعْدَ الْعَصْرِ

Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Thalhah bin Yahya] dia berkata; [Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah] mengaku kepadaku bahwa Muawiyah telah mengutus utusan kepada Aisyah untuk bertanya kepadanya, apakah Nabi shalallahua’laihi wa sallam pernah shalat setelah ashar?” ia menjawab; “Adapun menurutku, tidak, akan tetapi [Ummu Salamah] telah mengabarkan kepadaku bahwasanya beliau shalat dua raka’at.” Saya bertanya; “Wahai Nabiyullah! Apakah ada wahyu yang diturunkan kepadamu mewajibkan untuk shalat dua sujud ini?” beliau menjawab: “Tidak, akan tetapi setelah shalat zhuhur, aku disibukkan sehingga aku melakukannya setelah ashar.”

Musnad Ahmad 25416

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ الْحَكَمِ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ قَالَ سَمِعْتُ أُمَّ سَلَمَةَ تَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كُلِّ مُسْكِرٍ وَمُفْتِرٍ

Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Al Hasan bin Amru] dari [Al Hakam] dari [Syahr bin Hausyab] dia berkata; saya telah mendengar [Ummu Salamah] berkata; “Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam telah melarang dari setiap yang memabukkan dan melemahkan.”

Musnad Ahmad 25401

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ وَهْبٍ مَوْلَى أَبِي أَحْمَدَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا وَهِيَ تَخْتَمِرُ فَقَالَ لَيَّةً لَا لَيَّتَيْنِ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] telah menceritakan kepada telah mengkabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Habib bin Abi Tsabit] dari [Wahab, pembantu Abu Ahmad] dari [Ummu Salamah] bahwa Nabi shalallahu’alaihi wa sallam pernah menemuinya sementara ia sedang memakai jilbab. Maka ia pun bersabda: “Ikatlah dengan satu ikatan, tidak dengan dua ikatan.”

Musnad Ahmad 25417

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ كَثِيرٍ عَنِ ابْنِ سَفِينَةَ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْنِي خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَجَرَهُ اللَّهُ فِي مُصِيبَتِهِ وَخَلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّيَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ مَنْ خَيْرٌ مِنْ أَبِي سَلَمَةَ صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ ثُمَّ عَزَمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِي فَقُلْتُهَا اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا قَالَتْ فَتَزَوَّجْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sa’ad bin Sa’id] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Umar bin Katsir] dari [Ibnu Safinah, pembantu Ummu Salamah] dari [Ummu Salamah, isteri Nabi shalallahu’alaihi wa sallam] berkata; saya telah mendengar Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang hamba yang tertimpa oleh musibah, lantas ia berdo’a: INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN ALLAHUMMA AJURNI FII MUSHIBATI WAKHLUFNI KHAIRAN MINHA (Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala pada mushibahku, dan gantilah darinya dengan yang lebih baik) kecuali Allah akan memberinya pahala pada mushibah yang menimpanya dan menggantikan untuknya dengan yang lebih baik darinya.” Ia berkata; “Ketika Abu Salamah meninggal, saya berkata; ‘Siapakah orang yang lebih baikdari Abu Salamah, seorang sahabat Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam? ‘ ia berkata; ‘Allah Azzawajalla pun memberi keinginan kepadaku, sehingga aku pun membacanya; ALLAHUMMA AJURNI FII MUSHIBATI WAKHLUFNI KHAIRAN MINHA (Ya Allah, berilah aku pahala pada mushibahku, dan gantilah darinya dengan yang lebih baik).’ Ia berkata; “Akhirnya aku pun menikah dengan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam.”