Skip to main content

Musnad Ahmad 25401

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ وَهْبٍ مَوْلَى أَبِي أَحْمَدَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا وَهِيَ تَخْتَمِرُ فَقَالَ لَيَّةً لَا لَيَّتَيْنِ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] telah menceritakan kepada telah mengkabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Habib bin Abi Tsabit] dari [Wahab, pembantu Abu Ahmad] dari [Ummu Salamah] bahwa Nabi shalallahu’alaihi wa sallam pernah menemuinya sementara ia sedang memakai jilbab. Maka ia pun bersabda: “Ikatlah dengan satu ikatan, tidak dengan dua ikatan.”

Musnad Ahmad 25417

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ كَثِيرٍ عَنِ ابْنِ سَفِينَةَ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْنِي خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَجَرَهُ اللَّهُ فِي مُصِيبَتِهِ وَخَلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّيَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ مَنْ خَيْرٌ مِنْ أَبِي سَلَمَةَ صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ ثُمَّ عَزَمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِي فَقُلْتُهَا اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا قَالَتْ فَتَزَوَّجْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sa’ad bin Sa’id] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Umar bin Katsir] dari [Ibnu Safinah, pembantu Ummu Salamah] dari [Ummu Salamah, isteri Nabi shalallahu’alaihi wa sallam] berkata; saya telah mendengar Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang hamba yang tertimpa oleh musibah, lantas ia berdo’a: INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN ALLAHUMMA AJURNI FII MUSHIBATI WAKHLUFNI KHAIRAN MINHA (Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala pada mushibahku, dan gantilah darinya dengan yang lebih baik) kecuali Allah akan memberinya pahala pada mushibah yang menimpanya dan menggantikan untuknya dengan yang lebih baik darinya.” Ia berkata; “Ketika Abu Salamah meninggal, saya berkata; ‘Siapakah orang yang lebih baikdari Abu Salamah, seorang sahabat Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam? ‘ ia berkata; ‘Allah Azzawajalla pun memberi keinginan kepadaku, sehingga aku pun membacanya; ALLAHUMMA AJURNI FII MUSHIBATI WAKHLUFNI KHAIRAN MINHA (Ya Allah, berilah aku pahala pada mushibahku, dan gantilah darinya dengan yang lebih baik).’ Ia berkata; “Akhirnya aku pun menikah dengan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam.”

Musnad Ahmad 25402

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكُمْ تَحْتَكِمُونَ إِلَيَّ وَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ وَلَعَلَّ بَعْضَكُمْ أَنْ يَكُونَ أَلْحَنَ بِحُجَّتِهِ مِنْ بَعْضٍ وَإِنَّمَا أَقْضِي بَيْنَكُمْ عَلَى نَحْوِ مَا أَسْمَعُ فَمَنْ قَضَيْتُ لَهُ مِنْ حَقِّ أَخِيهِ شَيْئًا فَلَا يَأْخُذْهُ فَإِنَّمَا أَقْطَعُ لَهُ قِطْعَةً مِنْ النَّارِ يَأْتِي بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Zainab binti Ummu Salamah] dari [Ummu Salamah] berkata; Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya kalian berhukum kepadaku, sementara aku adalah manusia, dan pasti sebagian kalian lebih kuat hujahnya dari sebagian yang lain. Sesungguhnya aku memutuskan di antara kalian berdasarkan apa yang saya dengar. Barangsiapa yang aku putuskan baginya dengan mengurangi hak saudaranya, maka janganlah ia mengambilnya. Karena, berarti aku memutuskan untuknya dengan putusan dari neraka yang ia akan datang dengannya pada hari kiamat.”

Musnad Ahmad 25418

حَدَّثَنَا يَعْلَي قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ وَيَزِيدُ قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ صَفِيَّةَ ابْنَةِ أَبِي عُبَيْدٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذُيُولِ النِّسَاءِ فَقَالَ شِبْرًا فَقُلْتُ إِذَنْ تَخْرُجَ أَقْدَامُهُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَذِرَاعٌ لَا تَزِدْنَ عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’la] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] dan [Yazid] dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] dari [Nafi’] dari [Shofiyah binti Abu Ubaid] dari [Ummu Salamah] ia berkata; “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah shalallau’alaihi wa sallam mengenai ekor (kain bawah) wanita.” Beliau menjawab: “Dilebihkan satu jengkal.” Saya bertanya; “Wahai Rasulullah! Kalau begitu kaki mereka masih keluar?” belaiu menjawab: “Ditambah satu hasta, dan jangan kamu tambah lagi.”

Musnad Ahmad 25403

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ أَنَّ عَبْدَ الْحَمِيدِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي عَمْرٍو وَالْقَاسِمَ أَخْبَرَاهُ أَنَّهُمَا سَمِعَا أَبَا بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يُخْبِرُ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّها لَمَّا قَدِمَتْ الْمَدِينَةَ أَخْبَرَتْهُمْ أَنَّهَا ابْنَةُ أَبِي أُمَيَّةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ فَكَذَّبُوهَا وَيَقُولُونَ مَا أَكْذَبَ الْغَرَائِبَ حَتَّى أَنْشَأَ نَاسٌ مِنْهُمْ إِلَى الْحَجِّ فَقَالُوا مَا تَكْتُبِينَ إِلَى أَهْلِكِ فَكَتَبَتْ مَعَهُمْ فَرَجَعُوا إِلَى الْمَدِينَةِ يُصَدِّقُونَهَا فَازْدَادَتْ عَلَيْهِمْ كَرَامَةً قَالَتْ فَلَمَّا وَضَعْتُ زَيْنَبَ جَاءَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَطَبَنِي فَقُلْتُ مَا مِثْلِي نُكِحَ أَمَّا أَنَا فَلَا وَلَدَ فِيَّ وَأَنَا غَيُورٌ وَذَاتُ عِيَالٍ فَقَالَ أَنَا أَكْبَرُ مِنْكِ وَأَمَّا الْغَيْرَةُ فَيُذْهِبُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَأَمَّا الْعِيَالُ فَإِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَتَزَوَّجَهَا فَجَعَلَ يَأْتِيهَا فَيَقُولُ أَيْنَ زُنَابُ حَتَّى جَاءَ عَمَّارُ بْنُ يَاسِرٍ يَوْمًا فَاخْتَلَجَهَا وَقَالَ هَذِهِ تَمْنَعُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ تُرْضِعُهَا فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيْنَ زُنَابُ فَقَالَتْ قَرِيبَةُ ابْنَةِ أَبِي أُمَيَّةَ وَوَافَقَهَا عِنْدَهَا أَخَذَهَا عَمَّارُ بْنُ يَاسِرٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي آتِيكُمْ اللَّيْلَةَ قَالَتْ فَقُمْتُ فَأَخْرَجْتُ حَبَّاتٍ مِنْ شَعِيرٍ كَانَتْ فِي جَرٍّ وَأَخْرَجْتُ شَحْمًا فَعَصَدْتُهُ لَهُ قَالَتْ فَبَاتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ أَصْبَحَ فَقَالَ حِينَ أَصْبَحَ إِنَّ لَكِ عَلَى أَهْلِكِ كَرَامَةً فَإِنْ شِئْتِ سَبَّعْتُ لَكِ فَإِنْ أُسَبِّعْ لَكِ أُسَبِّعْ لِنِسَائِي حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ أَنَّ عَبْدَ الْحَمِيدِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي عَمْرٍو وَالْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَاهُ أَنَّهُمَا سَمِعَا أَبَا بَكْرِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ قَالَتْ فَوَضَعْتُ ثِفَالِي فَأَخْرَجْتُ حَبَّاتٍ مِنْ الشَّعِيرِ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Habib bin Abi Tsabit] bahwa [Abdul Hamid bin Abdullah bin Abi Amru] dan [Al Qasim] telah mengabarkan kepadanya bahwasanya mereka berdua telah mendengar [Abu Bakr bin Aburrahman] mengabarkan bahwa [Ummu Salamah], isteri Nabi shalallahu’alaihi wa sallam telah mengabarkan kepadanya, bahwa ketika ia tiba di Madinah, ia mengabarkan kepada mereka bahwasanya dia adalah puteri Abu Umayyah bin Al Mughirah, lantas mereka pun mendustakannya. Mereka berkata; “Alangkah dustanya orang asing.” Hingga sekelompok orang di antara mereka pergi berhaji, mereka bertanya; “Apa yang engkau tulis untuk keluargamu?” ia pun menulis bersama mereka dan setelah mereka kembali ke Madinah, mereka pun membenarkannya sehingga bertambahlah kemuliaannya di sisi mereka. ia berkata; “Setelah aku melahirkan Zainab, Nabi shalallahu’alaihi wa sallam mendatangiku dan meminangku.” Lantas aku katakan; “Apakah orang seperti ku pantas dinikahi? Aku adalah orang yang sudah tidak bisa punya anak, orang yang mudah cemburu, dan miskin.” Maka beliau pun bersabda: “Aku lebih tua darimu. Adapun kecemburuan, semoga Allah Azza wa jalla menghilangkannya. Adapun kemiskinan, maka kepada Allah dan Rasul-Nya dikembalikan.” Lalu beliau menikahinya dan mendatanginya seraya bertanya: “Dimana Zainab?” hingga pada suatu hari, Ammar bin Yasir datang dan mengambilnya. Ia berkata; “Wanita ini menghalangi Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam.” Setiap kali Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam datang, Ummu Salamah sedang menyusuinya. Beliapun bertanya: “Dimana Zainab?” ia menjawab; “Kerabat binti Abu Umayyah, Ammar bin Yasir telah mengambilnya.” Kemudian Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Aku akan mendatangimu pada malam hari.” Ia berkata; “Aku pun berdiri, dan aku mengeluarkan biji gandum dalam panci dan juga lemak, lantas kau hidangkan kepada beliau.” Ia berkata; “Nabi shalallahu’alaihi wa sallam pun menginap. Ketika di pagi hari, beliau bersabda: “Tatkala pagi telah tiba, sungguhnya keluargamu memiliki kemuliaan. Jika engkau mau, aku akan tinggal selama tujuh hari untukmu. Jika aku tinggal tujuh hari untukmu, maka aku pun tinggal tujuh hari bersama para isteriku yang lain.” Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Habib bin Abu Tsabit] bahwa [Abdul Hamid bin Abdullah bin Abi Amru] dan [Al Qasim bin Muhammad] telah mengabarkan kepadanya bahwasanya mereka berdua telah mendengar [Abu Bakr bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam] bahwa [Ummu Salamah, isteri Nabi shalallahu’alaihi wa sallam] telah mengabarkan kepadanya.” Lalu ia menyebutkan hadis tersebut, hanya saja ia meriwayatkan; “Ummu Salamah berkata; “Setelah aku melahirkan, aku menghidangkan biji-bijian gandum.”

Musnad Ahmad 25419

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ الْجَزَّارِ قَالَ دَخَلَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ فَقَالُوا يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ حَدِّثِينَا عَنْ سِرِّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ سِرُّهُ وَعَلَانِيَتُهُ سَوَاءً ثُمَّ نَدِمْتُ فَقُلْتُ أَفْشَيْتُ سِرَّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ فَلَمَّا دَخَلَ أَخْبَرَتْهُ فَقَالَ أَحْسَنْتِ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al A’masy] dari [Amru bin Murrah] dari [Yahya bin Al Jazar] dia berkata; “Salah seorang sahabat Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam menemui [Ummu Salamah], mereka berkata; ‘Wahai Ummul mukminin! Ceritakanlah kepada kami mengenai rahasianya Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam! ‘ ia menjawab; ‘Sesungguhnya rahasia beliau dengan yang tampak sama saja.’ Kemudian aku menyesal, sehingga aku pun berkata; ‘Apakah engkau akan menyebarkan rahasia Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam? ‘ ia berkata; ‘Ketika beliau masuk, dia mengabarkan kepadanya, lantas beliau bersabda: ‘Engkau telah berbuat baik’.”

Musnad Ahmad 25404

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ دَخَلَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ فَقَالَتْ لَهُ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ مِنْ أَصْحَابِي مَنْ لَا يَرَانِي بَعْدَ أَنْ يُفَارِقَنِي قَالَ فَأَتَى عُمَرَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ قَالَ فَأَتَاهَا عُمَرُ فَقَالَ أُذَكِّرُكِ اللَّهَ أَمِنْهُمْ أَنَا قَالَتْ اللَّهُمَّ لَا وَلَنْ أُبْلِيَ أَحَدًا بَعْدَكَ

Telah menceritakan kepadanya [Abdurrazaq] dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Al A’masy] dari [Abu Wa’il] berkata; “Abdurrahman bin Auf pernah menemui [Ummu Salamah], lantas ia berkata kepadanya: ‘Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya di antara para sahabatku akan ada orang yang tidak melihatku setelah kewafatanku’.” Ia berkata; “Lantas ia mendatangi Umar dan menceritakan hal itu kepadanya.” Ia berkata; “Lalu Umar mendatanginya dan berkata; ‘Aku ingatkan engkau dengan Allah, apakah aku termasuk di antara mereka? ‘ ia menjawab; ‘Ya Allah, tidak. Dan aku tidak akan memberitahu kepada seorangpun setelahmu’.”

Musnad Ahmad 25420

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ مُظَفَّرُ بْنُ مُدْرِكٍ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى عَنْ أَبِي سَهْلٍ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ عَنْ مُسَّةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَتْ النُّفَسَاءُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقْعُدُ بَعْدَ نِفَاسِهَا أَرْبَعِينَ يَوْمًا أَوْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً قَالَتْ وَكُنَّا نَطْلِي عَلَى وُجُوهِنَا الْوَرْسَ مِنْ الْكَلَفِ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil Muzhaffar bin Mudrik] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Zuhair] dia berkata; telah meceritakan kepada kami [Ali bin Abdul A’la] dari [Abu Sahl, seorang penduduk Bashrah] dari [Mussah] dari [Ummu Salamah] berkata; “Pada masa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam para wanita yang bernifas duduk (tidak shalat) setelah nifasnya selama empat puluh hari atau empat puluh malam.” Ia berkata; “Dan kami mengecat wajah-wajah kami dengan inai dari warna kehitaman.”

Musnad Ahmad 25405

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَابْنُ بَكْرٍ قَالَا أَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ وَرَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ أَنَّ عَطَاءَ بْنَ يَسَارٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا قَرَّبَتْ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَنْبًا مَشْوِيًّا فَأَكَلَ مِنْهُ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] dan [Ibnu Bakr], keduanya berkata; Saya, [Ibnu Juraij] dan [Rauh], telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Muhammad bin Yusuf] bahwa [Atha` bin Yasar] telah mengabarkan kepadanya bahwa [Ummu Salamah, isteri Nabi shalallahu’alaihi wa sallam] telah mengabarkan kepadanya, bahwasanya ia pernah menghidangkan daging panggang kepada Nabi shalallahu’alaihi wa sallam, lantas beliau memakannya. Kemudian beliau melakukan shalat dan tidak berwudhu lagi.”

Musnad Ahmad 25406

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأُمَوِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَالْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا إِنْ شِئْتِ سَبَّعْتُ لَكِ وَإِنْ أُسَبِّعْ لَكِ أُسَبِّعْ لِنِسَائِي

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa’id Al Umawi] dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] dari [Habib bin Abi Tsabit] dari [Abdul Hamid bin Abdullah] dan [Qasim bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam] dari [Abu Bakr bin Al Harits bin Hisyam] dari [Ummu Salamah] bahwa Nabi shalallahu’alaihi wa sallam bersabda kepadanya; “Jika engkau mau, saya akan tinggal selama tujuh hari untukmu, dan jika aku tinggal selama tujuh untukmu, maka aku juga akan tinggal selama tujuh untuk para isteriku.”