Skip to main content

Musnad Ahmad 25501

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ وَالَّذِي ذَهَبَ بِنَفْسِهِ مَا مَاتَ حَتَّى كَانَ أَكْثَرُ صَلَاتِهِ وَهُوَ جَالِسٌ وَكَانَ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَيْهِ الْعَمَلُ الصَّالِحُ الَّذِي يَدُومُ عَلَيْهِ الْعَبْدُ وَإِنْ كَانَ يَسِيرًا

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan] telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahwash] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Abu Salamah bin ‘Abdurrahman bin ‘Auf] dari Ummul Mukminin [Ummu Salamah] dia berkata, “Demi Dzat yang telah mencabut jiwanya (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam), tidaklah beliau wafat melainkan shalat yang paling banyak beliau kerjakan adalah dengan duduk, sedangkan amalan yang paling dicintai adalah amal shalih yang dikerjakan seorang hamba dengan rutin walaupun sedikit.”

Musnad Ahmad 25517

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ قِرَاءَةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتْ فَوَصَفَتْ { بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ } حَرْفًا حَرْفًا قِرَاءَةً بَطِيئَةً قَطَّعَ عَفَّانُ قِرَاءَتَهُ

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] dari [Ibnu Abu Mulaikah] dari [Ummu Salamah], bahwa sifat bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (seperti) dalam membaca: BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM, satu huruf satu huruf dengan bacaan yang pelan.” ‘Affan membacanya dengan putus-putus.

Musnad Ahmad 25502

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي الْخَلِيلِ عَنْ سَفِينَةَ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ فِي الْمَوْتِ الصَّلَاةَ الصَّلَاةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ فَجَعَلَ يَتَكَلَّمُ بِهَا وَمَا يَفِيضُ

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Abu Al Khalil] dari [Safinah] bekas budak Ummu Salamah, dari [ummu Salamah], bahwa menjelang wafat, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jagalah shalat, jagalah shalat, dan berbuat baiklah kepada budak-budak yang kalian miliki.” Beliau senantiasa mengucapkannya dan hampir saja (beliau) tidak bisa mengungkapkan.”

Musnad Ahmad 25518

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي الْحَذَّاءَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّهَا كَانَتْ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي لِحَافٍ فَأَصَابَهَا الْحَيْضُ فَقَالَ قُومِي فَاتَّزِرِي ثُمَّ عُودِي

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai’] berkata, telah menceritakan kepada kami [Khalid] -yaitu Al Khadza` dari [Ikrimah] dari [Ummu Salamah], bahwa dirinya bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam satu selimut, tiba-tiba dirinya haid, kemudian beliau bersabda: “Bangun dan ambillah kain sarung, lalu kembalilah kemari.”

Musnad Ahmad 25503

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ ضَبَّةَ بْنِ مُحْصِنٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَيَكُونُ أُمَرَاءُ يَعْرِفُونَ وَيُنْكِرُونَ فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نُقَاتِلُ مَجَارَّهُمْ قَالَ لَا مَا صَلَّوْا

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Dlabbah bin Muhshin] dari [Ummu Salamah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Akan datang para pemimpin yang mereka (kaum muslimin) mengetahui mereka namun mereka akan mengingkarinya, dan barangsiapa mengetahui maka ia telah berlepas diri, dan barangsiapa mengingkarinya maka ia telah selamat. Namun barangsiapa ridla dan mengikuti, ” para sahabat langsung bertanya, “Wahai Rasulullah, tidakkah kita memerangi kezhalimannya?” Beliau menjawab: “Tidak, selagi mereka mengerjakan shalat.”

Musnad Ahmad 25519

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو حَمْزَةَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ رَأَتْ نَسِيبًا لَهَا يَنْفُخُ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَسْجُدَ فَقَالَتْ لَا تَنْفُخْ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِغُلَامٍ لَنَا يُقَالُ لَهُ رَبَاحٌ تَرِّبْ وَجْهَكَ يَا رَبَاحُ

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Hamzah] dari [Abu Shalih] bahwa [Ummu Salamah] melihat kerabatnya meniup tempat sujud waktu hendak sujud, maka ia pun berkata, “Jangan kamu tiup, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepada budak kami bernama Rubah: “Bairkanlah wajahmu berdebu wahai Rubah.”

Musnad Ahmad 25504

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ قَالَ شُعْبَةُ أَكْبَرُ عِلْمِي أَنَّهُ قَدْ قَالَهَا قَالَ وَقَدْ ذَكَرَهُ سُفْيَانُ عَنْهُ وَلَيْسَ فِي بَقِيَّتِهِ شَكٌّ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja’far] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [Manshur] dari [Asy Sya’bi] dari [Ummu Salamah] bahwa jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar rumah, beliau mengucapkan: “Bismillah (dengan menyebut nama Allah).” Syu’bah berkata, “Menurut keyakinanku bahwa Manshur menyebutkan kalimat tersebut.” Syu’bah berkata, “Sufyan juga menyebutkan dari Manshur, namun tidak ada keraguan dengan sisa (lafalz hadis) yaitu: “Ya Allah, aku berlindung diri kepada-Mu dari kesesatan diriku, atau tergelincir, atau membodohi atau dibodohi.”

Musnad Ahmad 25520

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَعِيدٍ يَعْنِي ابْنَ الْمُسَيَّبِ عَنْ عَامِرِ بْنِ أَبِي أُمَيَّةَ عَنْ أُخْتِهِ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصْبِحُ جُنُبًا فَيَصُومُ وَلَا يُفْطِرُ

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Qatadah] dari [Sa’id] -yaitu Ibnu Musayyab- dari [‘Amir bin Abu Umayyah] dari saudara perempuannya, [Ummu Salamah] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah junub di pagi hari, tapi beliau masih berpuasa dan tidak berbuka.”

Musnad Ahmad 25505

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَاقَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلَمَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ مَا مَاتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَانَ أَكْثَرَ صَلَاتِهِ قَاعِدًا غَيْرَ الْفَرِيضَةِ وَكَانَ أَحَبُّ الْعَمَلِ إِلَيْهِ أَدْوَمَهُ وَإِنْ قَلَّ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja’far] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] berkata, aku mendengar [Abu Ishaq] bahwa dia mendengar [Abu Salamah] menceritakan dari [Ummu Salamah] dia berkata, “Tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam wafat sehingga shalat yang paling banyak beliau kerjakan adalah dengan posisi duduk kecuali shalat fardlu, sedangkan amalan yang paling dicintai adalah yang terus menerus walaupun sedikit.”

Musnad Ahmad 25506

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ عَنْ مَوْلًى لِأُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ يُسَلِّمُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja’far] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [Musa bin Abu ‘Aisyah] dari [budak Ummu Salamah] dari [Ummu Salamah] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika selesai salam dari shalat subuh, beliau mengucapkan: “ALLAHUMMA INNI AS ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN WA RIZQAN THAYYIBAN WA ‘AMALAN MUTAQABBALAN (Ya Allah, aku memohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima).”