Skip to main content

Musnad Ahmad 25504

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ قَالَ شُعْبَةُ أَكْبَرُ عِلْمِي أَنَّهُ قَدْ قَالَهَا قَالَ وَقَدْ ذَكَرَهُ سُفْيَانُ عَنْهُ وَلَيْسَ فِي بَقِيَّتِهِ شَكٌّ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja’far] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [Manshur] dari [Asy Sya’bi] dari [Ummu Salamah] bahwa jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar rumah, beliau mengucapkan: “Bismillah (dengan menyebut nama Allah).” Syu’bah berkata, “Menurut keyakinanku bahwa Manshur menyebutkan kalimat tersebut.” Syu’bah berkata, “Sufyan juga menyebutkan dari Manshur, namun tidak ada keraguan dengan sisa (lafalz hadis) yaitu: “Ya Allah, aku berlindung diri kepada-Mu dari kesesatan diriku, atau tergelincir, atau membodohi atau dibodohi.”

Musnad Ahmad 25520

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَعِيدٍ يَعْنِي ابْنَ الْمُسَيَّبِ عَنْ عَامِرِ بْنِ أَبِي أُمَيَّةَ عَنْ أُخْتِهِ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصْبِحُ جُنُبًا فَيَصُومُ وَلَا يُفْطِرُ

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Qatadah] dari [Sa’id] -yaitu Ibnu Musayyab- dari [‘Amir bin Abu Umayyah] dari saudara perempuannya, [Ummu Salamah] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah junub di pagi hari, tapi beliau masih berpuasa dan tidak berbuka.”

Musnad Ahmad 25505

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَاقَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلَمَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ مَا مَاتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَانَ أَكْثَرَ صَلَاتِهِ قَاعِدًا غَيْرَ الْفَرِيضَةِ وَكَانَ أَحَبُّ الْعَمَلِ إِلَيْهِ أَدْوَمَهُ وَإِنْ قَلَّ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja’far] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] berkata, aku mendengar [Abu Ishaq] bahwa dia mendengar [Abu Salamah] menceritakan dari [Ummu Salamah] dia berkata, “Tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam wafat sehingga shalat yang paling banyak beliau kerjakan adalah dengan posisi duduk kecuali shalat fardlu, sedangkan amalan yang paling dicintai adalah yang terus menerus walaupun sedikit.”

Musnad Ahmad 25490

قَالَ قُرَّأتُ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ : مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ قَالَ سُئِلَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ وَأَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ الْمُتَوَفَّى عَنْهَا زَوْجُهَا فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ آخِرَ الْأَجَلَيْنِ وَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ إِذَا وَلَدَتْ فَقَدْ حَلَّتْ فَدَخَلَ أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَهَا عَنْ ذَلِكَ فَقَالَتْ وَلَدَتْ سُبَيْعَةُ الْأَسْلَمِيَّةُ بَعْدَ وَفَاةِ زَوْجِهَا بِنِصْفِ شَهْرٍ فَخَطَبَهَا رَجُلَانِ أَحَدُهُمَا شَابٌّ وَالْآخَرُ كَهْلٌ فَحَطَّتْ إِلَى الشَّابِّ فَقَالَ الْكَهْلُ لَمْ تَحِلَّ وَكَانَ أَهْلُهَا غُيَّبًا وَرَجَا إِذَا جَاءَ أَهْلُهَا أَنْ يُؤْثِرُوهُ فَجَاءَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ قَدْ حَلَلْتِ فَانْكِحِي مَنْ شِئْتِ

Ia berkata; saya telah membacakan kepada [Abdurrahman]: [Malik] dari [Abdu Rabbih bin Sa’id bin Qais] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwasanya dia berkata; “Abdullah bin Abbas dan Abu Hurairah pernah ditanya mengenai wanita yang suaminya meninggal. Ibnu Abbas berkata; “Setelah berakhir dua masa iddah.” Abu Hurairah berkata; “Apabila ia telah melahirkan maka dia sudah halal.” Lantas Abu Salamah bin Abdurrahman menemui [Ummu Salamah], isteri Nabi shalallahu’alaihi wa sallam dan menanyakan hal itu kepadanya. Ia menjawab; “Subai’ah Al Aslamiyah melahirkan setelah setengah bulan suaminya meninggal. Kemudian ada dua orang lelaki yang ingin meminangnya. Salah seorang di antara mereka berdua adalah seorang pemuda sementara yang lain sudah berumur sekitar lima puluh tahunan. ia lebih cenderung kepada seorang pemuda tersebut. Lantas orang yang berumur lima puluh tahunan berkata; ‘Kamu belum halal dan keluarganya tidak ada yang hadir.’ Ia berharap apabila keluarganya datang mereka akan lebih memilihnya. Kemudian Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam datang dan bersabda: ‘Engkau telah halal, maka nikahlah dengan orang yang engkau mau’.”

Musnad Ahmad 25491

قَالَ قَرَأْتُ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ : مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ امْرَأَةً كَانَتْ تُهَرَاقُ الدَّمَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَتْ لَهَا أُمُّ سَلَمَةَ زَوْجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِتَنْظُرْ عِدَّةَ اللَّيَالِي وَالْأَيَّامِ الَّتِي كَانَتْ تَحِيضُهُنَّ مِنْ الشَّهْرِ قَبْلَ أَنْ يُصِيبَهَا الَّذِي أَصَابَهَا فَلْتَتْرُكْ الصَّلَاةَ قَدْرَ ذَلِكَ مِنْ الشَّهْرِ فَإِذَا بَلَغَتْ ذَلِكَ فَلْتَغْتَسِلْ ثُمَّ تَسْتَثْفِرْ بِثَوْبٍ ثُمَّ تُصَلِّي

Dia berkata; saya telah membacakan kepada [Abdurrahman]: [Malik] dari [Nafi’] dari [Sulaiman bin Yasar] dari [Ummu Salamah, isteri Nabi shalallahu’alaihi wa sallam] bahwa pada masa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam ada seorang wanita yang darahnya selalu mengalir. Lantas Ummu Salamah, isteri Nabi shalallahu’alaihi wa sallam memintakan fatwa untuknya. Maka beliau bersabda: “Hendaknya ia menunggu beberapa malam dan hari di waktu biasa ia haidh pada setiap bulannya, sebelum ia mengalami apa yang telah ia alami maka tinggalkanlah shalat selama waktu haidh pada setiap bulannya. Apabila hal itu telah sampai, maka mandilah kemudian ikatlah dengan kain lantas shalat.”

Musnad Ahmad 25492

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ جَاءَ رَجُلَانِ مِنْ الْأَنْصَارِ يَخْتَصِمَانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَوَارِيثَ بَيْنَهُمَا قَدْ دُرِسَتْ لَيْسَ بَيْنَهُمَا بَيِّنَةٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكُمْ تَخْتَصِمُونَ إِلَيَّ وَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ وَلَعَلَّ بَعْضَكُمْ أَلْحَنُ بِحُجَّتِهِ أَوْ قَدْ قَالَ لِحُجَّتِهِ مِنْ بَعْضٍ فَإِنِّي أَقْضِي بَيْنَكُمْ عَلَى نَحْوِ مَا أَسْمَعُ فَمَنْ قَضَيْتُ لَهُ مِنْ حَقِّ أَخِيهِ شَيْئًا فَلَا يَأْخُذْهُ فَإِنَّمَا أَقْطَعُ لَهُ قِطْعَةً مِنْ النَّارِ يَأْتِي بِهَا إِسْطَامًا فِي عُنُقِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَبَكَى الرَّجُلَانِ وَقَالَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا حَقِّي لِأَخِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا إِذْ قُلْتُمَا فَاذْهَبَا فَاقْتَسِمَا ثُمَّ تَوَخَّيَا الْحَقَّ ثُمَّ اسْتَهِمَا ثُمَّ لِيَحْلِلْ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا صَاحِبَهُ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Usamah bin Zaid] dari [Abdullah bin Rafi’] dari [Ummu Salamah] dia berkata; “Ada dua orang lelaki dari Anshar mengadukan pertikaian yang terjadi di antara mereka berdua dalam masalah harta warits kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam. Setelah dipelajari, di antara mereka berdua tidak ada bukti yang jelas, maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya kalian mengadukan pertikaian kalian kepadaku sementara aku adalah manusia. Pasti sebagian kalian lebih kuat hujahnya. Atau beliau bersabda: hujahnya dari sebagian yang lain. Dan aku memutuskan di antara kalian berdasarkan apa yang saya dengar. Barangsiapa yang aku beri keputusan kepadanya dengan mengurangi hak saudaranya, maka janganlah ia mengambilnya, karena yang aku putuskan untuknya adalah putusan dari neraka yang ia akan datang dengan diletakkan di lehernya besi panas pada hari kiamat.” Lantas dua orang lelaki tersebut menangis, dan setiap orang di antara mereka berdua berkata; “Hak saya untuk saudaraku.” Kemudian Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Bila demikian yang kalian berdua katakan, maka pergilah dan bersumpahlah kemudian pilihlah kebenaran. Lantas kalian undi dan hendaknya setiap salah seorang diantara kalian berdua saling menghalalkan bagi siapa yang menjadi pemiliknya.”

Musnad Ahmad 25493

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ أَحَبُّ الْعَمَلِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا دَامَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari [Ummu Salamah] berkata; “Perbuatan yang paling dicintai oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam adalah yang kontinyu sekalipun itu sedikit.”

Musnad Ahmad 25494

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَحْيَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ فَرُّوخَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُنِي وَهُوَ صَائِمٌ وَأَنَا صَائِمَةٌ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] dari [Thalhah bin Yahya] dari [Abdullah bin Farruh] dari [Ummu Salamah] ia berkata; “Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah menciumku ketika beliau sedang berpuasa.”

Musnad Ahmad 25495

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ مَوْلَى الصَّهْبَاءِ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { وَلَا يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ } قَالَ النَّوْحُ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abdullah, pembantu Ashshahba`] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Ummu Salamah] dari Nabi shalallahu’alaihi wa sallam: “Janganlah kamu bermaksiat dalam kebaikan.” Beliau bersabda: “Meratap.”

Musnad Ahmad 25496

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الصُّفَيْرَا قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ ابْنُ بِنْتِ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ أَبَا سَلَمَةَ لَمَّا تُوُفِّيَ عَنْهَا وَانْقَضَتْ عِدَّتُهَا خَطَبَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ فِيَّ ثَلَاثَ خِصَالٍ أَنَا امْرَأَةٌ كَبِيرَةٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَكْبَرُ مِنْكِ قَالَتْ وَأَنَا امْرَأَةٌ غَيُورٌ قَالَ أَدْعُو اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَيُذْهِبُ عَنْكِ غَيْرَتَكِ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَأَنَا امْرَأَةٌ مُصْبِيَةٌ قَالَ هُمْ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ قَالَ فَتَزَوَّجَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَأَتَاهَا فَوَجَدَهَا تُرْضِعُ فَانْصَرَفَ ثُمَّ أَتَاهَا فَوَجَدَهَا تُرْضِعُ فَانْصَرَفَ قَالَ فَبَلَغَ ذَلِكَ عَمَّارَ بْنَ يَاسِرٍ فَأَتَاهَا فَقَالَ حُلْتِ بَيْنَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَيْنَ حَاجَتِهِ هَلُمَّ الصَّبِيَّةَ قَالَ فَأَخَذَهَا فَاسْتَرْضَعَ لَهَا فَأَتَاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيْنَ زُنَابُ يَعْنِي زَيْنَبَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخَذَهَا عَمَّارٌ فَدَخَلَ بِهَا وَقَالَ إِنَّ بِكِ عَلَى أَهْلِكِ كَرَامَةً قَالَ فَأَقَامَ عِنْدَهَا إِلَى الْعَشِيِّ ثُمَّ قَالَ إِنْ شِئْتِ سَبَّعْتُ لَكِ وَإِنْ سَبَّعْتُ لَكِ سَبَّعْتُ لِسَائِرِ نِسَائِي وَإِنْ شِئْتِ قَسَمْتُ لَكِ قَالَتْ لَا بَلْ اقْسِمْ لِي

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] telah menceritakan kepada kami [Ismail bin Abdul Malik bin Abi Ashshufaira] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Abdul Aziz bin binti Ummu Salamah] dari [Ummu Salamah] bahwa ketika meninggalnya Abu Salamah dan masa iddahnya telah selesai, Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam meminangnya. Lantas ia berkata; “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya pada diriku terdapat tiga hal, saya adalah seorang wanita yang sudah tua.” Lantas Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Aku lebih tua darimu.” Ia berkata; “Saya adalah seorang wanita yang mudah cemburu.” Beliau bersabda: “Saya berdo’a kepada Allah Azza wa jalla untuk menghilangkan kecemburuanmu.” Ia berkata; “Wahai Rasulullah! Aku adalah seorang wanita yang memiliki anak kecil.” Beliau bersabda: “Mereka kita serahkan kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ia berkata; “Beliaupun menikahinya.” Ia berkata; “Ketika beliau ingin mendatanginya, beliau mendapatkan ia sedang menyusui, lantas beliau pergi. Kemudian ketika beliau ingin mendanginya kembali, beliau mendapatinya sedang menyusuinya juga lantas beliau pergi.” Ia berkata; “Hal itu sampai kepada Ammar bin Yasir, lantas ia mendanginya seraya berkata; “Engkau sudah halal, antara Rasulullah dengan kebutuhannya. Bawa kemari anak tersebut. ia pun mengambilnya dan meminta kepadanya untuk menyusuinya terlebih dahulu. Kemudian Rasulullah mendatanginya dan bertanya: ‘Dimana Zanab, yaitu Zainab? ‘ ia menjawab; ‘Wahai Rasulullah! Ammar telah mengambilnya’.” Beliapun lantas menggaulinya. Kemudian beliau menuturkan: “Sesungguhnya engkau dan keluargamu mempunyai kemuliaan.” Ia berkata; “Beliaupun tinggal di tempatnya hingga isya’, kemudian beliau bersabda: ‘Jika engkau mau, aku akan tinggal bersamamu selama tujuh hari. Jika aku tingga selama tujuh hari bersamamu akupun akan tinggal tujuh hari bersama para isteriku yang lain. Dan jika engkau mau, aku akan membagi untukmu’.” Ia berkata; “Tidak, tapi bagi untukku.”