Skip to main content

Musnad Ahmad 25540

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ نَافِعٍ أَنَّ زَيْنَبَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا دَخَلَتْ عَلَى أُمِّ حَبِيبَةَ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ فَقَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا قَالَ أَبِي حُمَيْدُ بْنُ نَافِعٍ أَبُو أَفْلَحَ وَهُوَ حُمَيْدٌ صَفِيرَا

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Abdullah bin Abu Bakar] dari [Humaid bin Nafi’] bahwa [Zainab binti Abu Salamah] mengabarkan kepadanya, bahwa dia menemui [Ummu Habibah binti Abu Sufyan] lalu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir melakukan Tahdid (meninggalkan hias dan perhiasan) karena suatu kematian, melebihi tiga malam kecuali karena kematian suami yakni selama empat bulan sepuluh hari.” Bapakku berkata, “Humaid bin Nafi’ Abu Aflah adalah Humaid Shafira.”

Musnad Ahmad 25525

حَدَّثَنَا عَتَّابُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ مُبَارَكٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ كُرَيْبٍ أَنَّهُ سَمِعَ أُمَّ سَلَمَةَ تَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ يَوْمَ السَّبْتِ وَيَوْمَ الْأَحَدِ أَكْثَرَ مِمَّا يَصُومُ مِنْ الْأَيَّامِ وَيَقُولُ إِنَّهُمَا عِيدَا الْمُشْرِكِينَ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أُخَالِفَهُمْ

Telah menceritakan kepada kami [‘Attab bin Ziyad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah] -yakni Ibnu Mubarak- berkata, telah mengabarkan kepadaku [Abdullah bin Muhammad bin ‘Umar bin ‘Ali] berkata, telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Kuraib] bahwa ia mendengar [Ummu Salamah] berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dulu lebih sering berpuasa pada hari sabtu dan ahad daripada hari-hari yang lain, dan beliau bersabda: “Sesungguhnya kedua hari itu adalah hari besar orang musyrik, dan aku hanya ingin menyelisihi mereka.”

Musnad Ahmad 25526

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ وَحَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَا أَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ وَإِسْحَاقُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ صَالِحٍ مَوْلَى التَّوْأَمَةِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِنِسَائِهِ عَامَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ هَذِهِ ثُمَّ ظُهُورَ الْحُصْرِ قَالَ فَكُنَّ كُلُّهُنَّ يَحْجُجْنَ إِلَّا زَيْنَبَ بِنْتَ جَحْشٍ وَسَوْدَةَ بِنْتَ زَمْعَةَ وَكَانَتَا تَقُولَانِ وَاللَّهِ لَا تُحَرِّكُنَا دَابَّةٌ بَعْدَ أَنْ سَمِعْنَا ذَلِكَ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِسْحَاقُ بْنُ سُلَيْمَانَ فِي حَدِيثِهِ قَالَتَا وَاللَّهِ لَا تُحَرِّكُنَا دَابَّةٌ بَعْدَ قَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ ثُمَّ ظُهُورَ الْحُصْرِ وَقَالَ يَزِيدُ بَعْدَ أَنْ سَمِعْنَا ذَلِكَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dan telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] keduanya berkata, telah memberitakan kepada kami [Ibnu Abu Dzi’b] dan [Ishaq bin Sulaiman] berkata, aku mendengar dari [Ibnu Abu Dzi’b] dari [Shalih] budak At Tauamah, dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para isterinya pada haji Wada’: “Ini (haji yang terakhir), kemudian menetap tinggal di rumah.” Ketika itu mereka semua melaksanakan haji, kecuali Zainab binti Jahsy dan Saudah binti Zam’ah, keduanya berkata, “Demi Allah, tunggangan kami tidak bergerak (untuk membawa kami pergi) setelah kami mendengar hal itu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” [Ishaq bin Sulaiman] menyebutkan dalam hadisnya, “Keduanya berkata, “Demi Allah, tunggangan kami tidak bergerak (untuk membawa kami pergi) setelah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ‘Ini (haji yang terakhir) kemudian menetap tinggal di rumah’.” [Yazid] menyebutkan, “Setelah kami mendengar itu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Musnad Ahmad 25511

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَغْزُو الرِّجَالُ وَلَا نَغْزُو وَلَنَا نِصْفُ الْمِيرَاثِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ { وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ }

Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Najih] dari [Mujahid] dia berkata, [Ummu Salamah] berkata, “Wahai Rasulullah, kaum lelaki pergi berperang sedangkan kami tidak, dan kami hanya mendapatkan setengah warisan?” Kemudian Allah turunkan ayat: ‘(Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain) ‘ (Qs. An nisaa’: 32).

Musnad Ahmad 25512

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ أَبِي مُطِيعٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَرَتْنِي شَعْرًا مِنْ شَعْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَخْضُوبًا بِالْحِنَّاءِ وَالْكَتَمِ

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan] telah menceritakan kepada kami [Sallam bin Abu Muthi’] berkata, telah menceritakan kepada kami [‘Utsman bin Abdullah bin Mauhab] berkata, “Aku menemui [Ummu Salamah] isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian dia memperlihatkan kepadaku rambut dari rambut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah diwarnai dengan inai dan katam (sejenis inai).”

Musnad Ahmad 25513

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ الْجَزَّارِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِثَلَاثَ عَشْرَةَ فَلَمَّا كَبِرَ وَضَعُفَ أَوْتَرَ بِسَبْعٍ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu’awiyah] dari [Al A’masy] dari [‘Amru bin Murrah] dari [Yahya bin Al Jazzar] dari [Ummu Salamah] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat witir tiga belas rakaat, tatkala beliau sudah tua dan merasa lemah, beliau shalat witir tujuh rakaat.”

Musnad Ahmad 25514

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَضَرْتُمْ الْمَيِّتَ أَوْ الْمَرِيضَ فَقُولُوا خَيْرًا فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ يُؤَمِّنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al A’masy] dari [Abu Wail] dari [Ummu Salamah] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika kalian menjenguk orang yang telah meninggal atau orang sakit maka berkatalah yang baik, sebab para malaikat selalu mengamini apa yang kalian katakan.”

Musnad Ahmad 25515

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافَعٍ مَوْلَى ابْنِ عُمَرَ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ فَاطِمَةَ اسْتُحِيضَتْ وَكَانَتْ تَغْتَسِلُ فِي مِرْكَنٍ لَهَا فَتَخْرُجُ وَهِيَ عَالِيَةُ الصُّفْرَةِ وَالْكُدْرَةِ فَاسْتَفْتَتْ لَهَا أُمُّ سَلَمَةَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ تَنْتَظِرُ أَيَّامَ قُرْئِهَا أَوْ أَيَّامَ حَيْضِهَا فَتَدَعُ فِيهِ الصَّلَاةَ وَتَغْتَسِلُ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ وَتَسْتَثْفِرُ بِثَوْبٍ وَتُصَلِّي

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Nafi’] bekas budak Ibnu Umar, dari [Sulaiman bin Yasar] dari [Ummu Salamah] bahwa saat Fatimah mengeluarkan darah istihadlah dia mandi dari bejana miliknya, kemudian darahnya keluar lagi dengan warna kuning dan kotor. Kemudian Ummu Salamah memintakan untuknya fatwa kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Kamu tunggu sampai selesai masa sucinya atau masa haidnya dan tinggalkanlah shalat, kemudian kamu mandi setelah masa haidhmu selesai, lalu balutlah dengan menggunakan kapas kemudian kerjakanlah shalat.”

Musnad Ahmad 25516

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو عَوْنٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ شَدَّادِ بْنِ الْهَادِ يُحَدِّثُ قَالَ قَالَ مَرْوَانُ كَيْفَ نَسْأَلُ أَحَدًا عَنْ شَيْءٍ وَفِينَا أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَرْسَلَ إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ فَسَأَلَهَا فَقَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَشَلْتُ لَهُ كَتِفًا مِنْ قِدْرٍ فَأَكَلَ مِنْهَا ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Abu ‘Aun] berkata, aku mendengar [Abdullah bin Syaddad bin Al Had] menceritakan, dia berkata, “Marwan berkata, “Bagaimana mungkin kita bertanya kepada orang lain, sedangkan para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersama kita?” Kemudian dia mengirim utusan kepada [Ummu Salamah] untuk bertanya, maka (Ummu Salamah) menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke rumahku, lalu aku hidangkan untuknya paha kambing dari periuk, setelah itu beliau memakannya dan pergi untuk menunaikan shalat.”

Musnad Ahmad 25501

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ وَالَّذِي ذَهَبَ بِنَفْسِهِ مَا مَاتَ حَتَّى كَانَ أَكْثَرُ صَلَاتِهِ وَهُوَ جَالِسٌ وَكَانَ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَيْهِ الْعَمَلُ الصَّالِحُ الَّذِي يَدُومُ عَلَيْهِ الْعَبْدُ وَإِنْ كَانَ يَسِيرًا

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan] telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahwash] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Abu Salamah bin ‘Abdurrahman bin ‘Auf] dari Ummul Mukminin [Ummu Salamah] dia berkata, “Demi Dzat yang telah mencabut jiwanya (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam), tidaklah beliau wafat melainkan shalat yang paling banyak beliau kerjakan adalah dengan duduk, sedangkan amalan yang paling dicintai adalah amal shalih yang dikerjakan seorang hamba dengan rutin walaupun sedikit.”