Skip to main content

Musnad Ahmad 25608

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا حَنْظَلَةُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ بْنِ نَوْفَلٍ قَالَ صَلَّى بِنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ صَلَاةَ الْعَصْرِ فَأَرْسَلَ إِلَى مَيْمُونَةَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ رَجُلًا آخَرَ فَقَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُجَهِّزُ بَعْثًا وَلَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ ظَهْرٌ فَجَاءَهُ ظَهْرٌ مِنْ الصَّدَقَةِ فَجَعَلَ يَقْسِمُهُ بَيْنَهُمْ فَحَبَسُوهُ حَتَّى أَرْهَقَ الْعَصْرَ وَكَانَ يُصَلِّي قَبْلَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ أَوْ مَا شَاءَ اللَّهُ فَصَلَّى الْعَصْرَ ثُمَّ رَجَعَ فَصَلَّى مَا كَانَ يُصَلِّي قَبْلَهَا وَكَانَ إِذَا صَلَّى صَلَاةً أَوْ فَعَلَ شَيْئًا يُحِبُّ أَنْ يُدَاوِمَ عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami [‘Abdus Shamad] berkata, telah menceritakan kepadaku [Bapakku] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hanzhalah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Al Harits bin Naufal] berkata, “Mu’awiyah bin Abu Sufyan mengimami kami shalat Ashar, kemudian dia mengutus seseorang untuk menemui [Maimunah], lalu mengutus lagi seorang laki-laki lain. Maimunah lalu berkata, “Sewaktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempersiapkan sejumlah pasukan, beliau tidak memiliki kendaraan. Lalu datanglah kendaraan dari (unta) sedekah, beliau lalu sibuk membagi-bagikannya kepada mereka hingga mendekati waktu ashar -biasanya beliau shalat dua rakaat sebelum ashar, atau menurut apa yang dikehendaki oleh Allah-, beliau lalu mengerjakan shalat ashar. Setelah itu beliau kembali ke rumah dan mengerjakan shalat dua rakaat yang biasa beliau lakukan sebelum ashar. Dan beliau adalah orang yang jika mengerjakan shalat atau pekerjaan lainnya, lebih suka untuk melakukannya secara kontinyu.”

Musnad Ahmad 25609

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ قَالَ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ زِيَادٍ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ رَجُلٍ عَنْ مَيْمُونَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ اسْتَدَانَ دَيْنًا يَعْلَمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْهُ أَنَّهُ يُرِيدُ أَدَاءَهُ أَدَّاهُ اللَّهُ عَنْهُ

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ja’far bin Ziyad] dari [Manshur] dari [seorang laki-laki] dari [Maimunah binti Al Harits] dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berhutang dan Allah tahu bahwa ia berniat untuk membayarnya, maka Allah akan menunaikannya.”

Musnad Ahmad 25610

حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ الشَّهِيدِ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ عَنْ يَزِيدَ الْأَصَمِّ ابْنَ أَخِي مَيْمُونَةَ أَنَّهَا قَالَتْ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزَوَّجَهَا وَهُمَا حَلَالَانِ بِسَرِفٍ بَعْدَمَا رَجَعَ

Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Hammad] -yakni Ibnu Salamah- dari [Habib bin As Syahid] dari [Maimun bin Mihran] dari [Yazid Al Asham] anak saudara laki-laki [Maimunah] bahwasanya ia mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahinya, keduanya dalam keadaan halal (telah selesai dari manasik) di Sarif (nama tempat), yaitu sepulang dari haji.”

Musnad Ahmad 25595

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الدُّبَّاءِ وَالنَّقِيرِ وَالْجَرِّ وَالْمُقَيَّرِ وَقَالَ كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abdul Malik] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Amru] dari [Abdullah bin Muhammad bin Aqil] dari [Sulaiman bin Yasar] dari [Maimunah] isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang Ad Duba, An Naqir, Al Jar dan Al Muqayyar. Beliau bersabda: “Setiap yang memabukkan adalah haram.” Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abdul Malik] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Amru] dari [Abdullah bin Muhammad bin Aqil] dari [Qasim] dari [Aisyah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti itu.”

Musnad Ahmad 25596

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا نَافِعٌ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْبَدِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ امْرَأَةً اشْتَكَتْ شَكْوَى فَقَالَتْ لَئِنْ شَفَانِي اللَّهُ لَأَخْرُجَنَّ فَلَأُصَلِّيَنَّ فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَبَرِئَتْ فَتَجَهَّزَتْ تُرِيدُ الْخُرُوجَ فَجَاءَتْ مَيْمُونَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُسَلِّمُ عَلَيْهَا فَأَخْبَرَتْهَا ذَلِكَ فَقَالَتْ اجْلِسِي فَكُلِي مَا صَنَعْتُ وَصَلِّي فِي مَسْجِدِ الرَّسُولِ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ صَلَاةٌ فِيهِ أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ مِنْ الْمَسَاجِدِ إِلَّا مَسْجِدَ الْكَعْبَةِ

Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] berkata, telah menceritakan kepada kami [Laits] -yakni Ibnu Sa’d- berkata, telah menceritakan kepada kami [Nafi’] dari [Ibrahim bin Abdullah bin Ma’bad bin Abbas] dia berkata, “Seorang wanita mengeluhkan penyakitnya, lalu dia berkata, “Jika Allah menyembuhkanku maka aku akan keluar untuk menunaikan shalat di Baitul Maqdis.” Maka ketika sembuh, ia pun mempersiapkan bekal untuk keluar (ke Baitul Maqdis), lalu datanglah Maimunah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, seraya memberi salam kepadanya. Wanita itu kemudian mengabarkan kepada maimunah perihal janjinya tersebut, maka [Maimunah] pun berkata, “Duduk dan makanlah makanan yang sudah aku buat, dan shalatlah di masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat di dalamnya lebih baik daripada shalat seribu kali di masjid lainnya, kecuali masjid Ka’bah.”

Musnad Ahmad 25581

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ ابْنِ الْأَصَمِّ قَالَ أَبِي وَقُرِئَ عَلَى سُفْيَانَ اسْمُهُ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ أَخِي يَزِيدَ بْنِ الْأَصَمِّ عَنْ عَمِّهِ عَنْ مَيْمُونَةَ وَهِيَ خَالَتُهُ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَجَدَ وَثَمَّ بَهْمَةٌ أَرَادَتْ أَنْ تَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ تَجَافَى

Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Al ‘Asham], Bapakku berkata; dan dibacakan atas Sufyan; namanya adalah ‘Ubaidullah bin Abdullah, anak Akhi Yazid bin Al ‘Asham, dari [pamannya] dari [Maimunah] -dan dia adalah bibinya- dia berkata, “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sujud, lalu ada seekor anak kambing yang ingin lewat maka beliau meregangkan kedua (siku) tangannya.”

Musnad Ahmad 25597

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ يَسَارٍ قَالَ قَرَأْتُ فِي كِتَابٍ لِعَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ مَعَ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ فَسَأَلْتُ مَيْمُونَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ عَنْ الْمَسْحِ عَلَى الْخُفَّيْنِ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَكُلَّ سَاعَةٍ يَمْسَحُ الْإِنْسَانُ عَلَى الْخُفَّيْنِ وَلَا يَنْزِعُهُمَا قَالَ نَعَمْ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar Al Hanafi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Umar bin Ishaq bin Yasar] berkata, aku membaca dalam kitab milik [‘Atha bin Yasar] bersama ‘Atha bin Yasar, dia berkata, “Lalu aku bertanya kepada [Maimunah] isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tentang mengusap bagian atas khuff (terompah), dia menjawab, “Aku (pernah) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap waktu orang mengusap khuffnya dan tidak melepasnya?” Beliau menjawab: “Ya.”

Musnad Ahmad 25582

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْبُوذٍ عَنْ أُمِّهِ قَالَتْ كُنْتُ عِنْدَ مَيْمُونَةَ فَأَتَاهَا ابْنُ عَبَّاسٍ فَقَالَتْ يَا بُنَيَّ مَا لَكَ شَعِثًا رَأْسُكَ قَالَ أُمُّ عَمَّارٍ مُرَجِّلَتِي حَائِضٌ قَالَتْ أَيْ بُنَيَّ وَأَيْنَ الْحَيْضَةُ مِنْ الْيَدِ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْخُلُ عَلَى إِحْدَانَا وَهِيَ حَائِضٌ فَيَضَعُ رَأْسَهُ فِي حِجْرِهَا فَيَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهِيَ حَائِضٌ ثُمَّ تَقُومُ إِحْدَانَا بِخُمْرَتِهِ فَتَضَعُهَا فِي الْمَسْجِدِ وَهِيَ حَائِضٌ أَيْ بُنَيَّ وَأَيْنَ الْحَيْضَةُ مِنْ الْيَدِ

Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manbudz] dari [Ibunya] dia berkata, “Saat aku di samping [Maimunah], datanglah Ibnu Abbas, kemudian Maimunah berkata, “Wahai anakku, kenapa rambutmu terlihat kusut?” Ibnu Abbas menjawab, “Isteriku, Ummu Ammar, menyisir rambutku saat haid.” Maimunah lalu berkata, “Wahai anakku, apa hubungannya antara tangan dengan haid?” Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menemui salah satu dari kami, padahal ia sedang haid. Beliau kemudian meletakkan kepala beliau di pangkuannya seraya membaca al Qur’an, dan isterinya juga dalam kondisi haid. Kemudian salah seorang dari kami meletakkan tikar kecilnya di masjid padahal ia sedang haid. Wahai anakku, apa hubungannya antara tangan dengan haid?”

Musnad Ahmad 25598

حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ سَمِعْتُ أَبَا فَزَارَةَ يُحَدِّثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْأَصَمِّ عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزَوَّجَهَا حَلَالًا وَبَنَى بِهَا حَلَالًا وَمَاتَتْ بِسَرِفَ فَدَفَنَهَا فِي الظُّلَّةِ الَّتِي بَنَى بِهَا فِيهَا فَنَزَلْنَا فِي قَبْرِهَا أَنَا وَابْنُ عَبَّاسٍ

Telah menceritakan kepada kami [Wahb bin Jarir] berkata, telah menceritakan kepada kami [Bapakku] berkata, aku mendengar [Abu Fazarah] menceritakan dari [Yazid bin Al Asham] dari [Maimunah] Isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahinya halal (selesai dari melakukan manasik haji/umrah) dan hidup bersama juga setelah halal. Ketika maimunah meninggal di Sarif (daerah dekat Makkah), beliau menguburkannya di tempat teduh saat beliau hidup bareng bersamanya (setelah menikah saat musim haji). Aku dan Ibnu Abbas juga ikut turun untuk menguburkannya.”

Musnad Ahmad 25583

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْبُوذٍ عَنْ أُمِّهِ سَمِعَتْهُ مِنْ مَيْمُونَةَ قَالَتْ وَكَانَتْ إِحْدَانَا تَبْسُطُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْخُمْرَةَ وَهِيَ حَائِضٌ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَيْهَا

Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manbudz] dari [Ibunya] bahwa dia mendengar dari [Maimunah] berkata, “Salah seorang dari kami membentangkan tikar kecil untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedangkan ia (salah seorang dari kami) dalam keadaan haid, kemudian beliau shalat di atasnya.”