Skip to main content

Sunan Daruquthni 3958

سنن الدارقطني 3958: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْجُنَيْدِ , وَجَمَاعَةٌ قَالُوا: نا أَبُو عَاصِمٍ , نا ابْنُ جُرَيْجٍ , عَنْ مُظَاهِرٍ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «طَلَاقُ الْأَمَةِ تَطْلِيقَتَانِ وَقُرْؤُهَا حَيْضَتَانِ» قَالَ أَبُو عَاصِمٍ: فَلَقِيتُ مُظَاهِرًا فَحَدَّثَنِي , عَنِ الْقَاسِمِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُطَلِّقُ الْعَبْدُ تَطْلِيقَتَيْنِ , وَتَعْتَدُّ حَيْضَتَيْنِ». قَالَ: فَقُلْتُ لَهُ: حَدِّثْنِي كَمَا حَدَّثْتَ ابْنَ جُرَيْجٍ قَالَ: فَحَدَّثَنِي بِهِ كَمَا حَدَّثَهُ.

Sunan Daruquthni 3958: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq, Muhammad bin Ahmad bin Al Junaid dan jama’ah menceritakan kepada kami, mereka berkata: Abu Ashim menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij menceritakan kepada kami dari Muzhahir, dari Al Qasim bin Muhammad, dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Talak perempuan sahaya adalah dua talak dan sucinya adalah dua kali haid.” Abu Ashim berkata: Kemudian aku berjumpa dengan Muzhahir, dia pun menceritakan kepadaku dari Al Qasim, dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Hamba sahaya ditalak dengan dua talak dan beriddah dengan dua kali haid.” Kemudian aku katakan kepadanya, ‘Ceritakan itu kepadaku sebagaimana engkau menceritakan kepada Ibnu Juraij.’ Dia lalu menceritakan kepadaku sebagaimana yang ia ceritakan kepadanya (Ibnu Juraij).”

Sunan Daruquthni 3943

سنن الدارقطني 3943: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ الْعَبَّاسِ , وَآخَرُونَ , قَالُوا: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَجَّاجِ الضَّبِّيُّ , نا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدٍ , قَالَ: بَعَثَنِي عَدِيُّ بْنُ عَدِيٍّ الْكِنْدِيُّ إِلَى صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ أَسْأَلُهَا أَشْيَاءَ كَانَتْ تُرْوِيهَا عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ , فَقَالَتْ: حَدَّثَتْنِي عَائِشَةُ , أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا عَتَاقَ وَلَا طَلَاقَ فِي إِغْلَاقٍ»

Sunan Daruquthni 3943: Ismail bin Al Abbas dan yang lain menceritakan kepada kami, mereka berkata: Muhammad bin Al Hajjaj Adh-Dhabbi menceritakan kepada kami, Abdurrahim bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Tsaur bin Yazid, dari Muhammad bin Ubaid, dia berkata: Adi bin Adi Al Kindi pernah mengutusku kepada Shafiyyah binti Syaibah untuk menanyakan kepadanya tentang berbagai hal yang dia riwayatkan dari Aisyah Urnmul Mukminin, dia pun berkata, “Aisyah menceritakan kepadaku, bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak ada pemerdekaan dan tidak pula talak dalam kondisi dipaksa.”

Sunan Daruquthni 3959

سنن الدارقطني 3959: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا عَاصِمٍ , يَقُولُ: لَيْسَ بِالْبَصْرَةِ حَدِيثٌ أَنْكَرَ مِنْ حَدِيثِ مُظَاهِرٍ هَذَا , قَالَ أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ: وَالصَّحِيحُ عَنِ الْقَاسِمِ خِلَافُ هَذَا

Sunan Daruquthni 3959: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Abu Ashim berkata, “Di Bahsrah tidak ada hadis yang lebih mungkar daripada hadis Muzhahir ini.” Abu Bakar An-Naisaburi berkata, “Riwayat yang shahih dari Al Qashim adalah yang berbeda dengan riwayat ini.”

Sunan Daruquthni 3944

سنن الدارقطني 3944: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرٍ الْجُوزِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ غَالِبٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَعِيدٍ مَرْدَوَيْهِ , نا قَزَعَةُ بْنُ سُوَيْدٍ , نا زَكَرِيَّا , وَمُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ , جَمِيعًا عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا طَلَاقَ وَلَا عَتَاقَ فِي إِغْلَاقٍ»

Sunan Daruquthni 3944: Ahmad bin Muhammad bin Ja’far Al Jauzi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ghalib menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sa’id Mardawaih menceritakan kepada kami, Qaza’ah bin Suwaid menceritakan kepada kami, Zakariyya bin Ishaq dan Muhammad bin Utsman menceritakan kepada kami, semuanya dari Shafiyyah binti Syaibah, dari Aisyah, dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda, “Tidak ada talak dan tidak pula pemerdekaan dalam kondisi dipaksa.”

Sunan Daruquthni 3960

سنن الدارقطني 3960: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ , حَدَّثَنِي اللَّيْثُ , حَدَّثَنِي هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ , حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ , قَالَ: سُئِلَ الْقَاسِمُ عَنِ الْأَمَةِ كَمْ تُطَلَّقُ؟ , قَالَ: «طَلَاقُهَا اثْنَتَانِ وَعِدَّتُهَا حَيْضَتَانِ». قَالَ: فَقِيلَ لَهُ: أَبَلَغَكَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا؟ , قَالَ: لَا

Sunan Daruquthni 3960: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami, Abdullah bin Shalih menceritakan kepada kami, Al-Laits menceritakan kepadaku, Hisyam bin Sa’d menceritakan kepadaku, Zaid bin Aslam menceritakan kepadaku, dia berkata, “Al Qasim pernah ditanya tentang hamba sahaya perempuan, ‘Berapa kali ditalak?’ Ia menjawab, ‘Talaknya adalah dua kali dan iddahnya dua haid.’ Lalu dikatakan kepadanya, ‘Apa ada yang sampai kepadamu tentang hal ini dari Nabi SAW?’ Ia menjawab, Tidak’.”

Sunan Daruquthni 3945

سنن الدارقطني 3945: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , ح وَنا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي الثَّلْجِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حَمَّادٍ الطِّهْرَانِيُّ , ح وَنا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , قَالُوا: نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أَخْبَرَنِي عَمِّي وَهْبُ بْنُ نَافِعٍ , أَنَّهُ سَمِعَ عِكْرِمَةَ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ , يَقُولُ: قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: ” الطَّلَاقُ عَلَى أَرْبَعَةِ وُجُوهٍ وَجْهَانِ حَلَالٌ وَوَجْهَانِ حَرَامٌ , فَأَمَّا اللَّذَانِ هُمَا حَلَالٌ: فَأَنْ يُطَلِّقَ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ طَاهِرًا عَنْ غَيْرِ جِمَاعٍ , أَوْ يُطَلِّقَهَا حَامِلًا مُسْتَبِينًا حَمْلُهَا , وَأَمَّا اللَّذَانِ هُمَا حَرَامٌ: فَأَنْ يُطَلِّقَهَا حَائِضًا , أَوْ يُطَلِّقَهَا عِنْدَ الْجِمَاعِ لَا يَدْرِي اشْتَمَلَ الرَّحِمُ عَلَى وَلَدٍ أَمْ لَا ” لَفْظُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى

Sunan Daruquthni 3945: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami (h) Dan Muhammad bin Ahmad bin Abu Ats-Tsalj menceritakan kepada kami, Muhammad bin Hammad Ath-Thihrani menceritakan kepada kami (h) Dan Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami, mereka berkata: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, pamanku, Wahb bin Nafi’, mengabarkan kepadaku, bahwa ia mendengar Ikrimah maula Ibnu Abbas berkata: Ibnu Abbas berkata, “Talak itu ada empat macam: Dua macam halal dan dua macam lainnya haram. Adapun yang halal adalah: Laki-laki menalak istrinya dalam keadaan suci tanpa ada percampuran (pada masa tersebut), atau menalaknya dalam keadaan hamil yang jelas kehamilannya. Sedangkan dua macam yang haram adalah: Menalaknya dalam keadaan haid, atau menalaknya setelah dicampuri sehingga ia tidak mengetahui apakah rahimnya mengandung anak atau tidak.” Lafazh ini adalah lafazh Muhammad bin Yahya.

Sunan Daruquthni 3946

سنن الدارقطني 3946: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ النُّعْمَانِيُّ , قَالَا: نا أَبُو عُتْبَةَ أَحْمَدُ بْنُ الْفَرَجِ , نا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ , نا أَبُو الْحَجَّاجِ الْمَهْرِيُّ , عَنْ مُوسَى بْنِ أَيُّوبَ الْغَافِقِيِّ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْكُوا أَنَّ مَوْلَاهُ زَوَّجَهُ وَهُوَ يُرِيدُ أَنْ يُفَرِّقَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ , فَحَمِدَ اللَّهَ تَعَالَى وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ: «مَا بَالُ قَوْمٌ يُزَوِّجُونَ عَبِيدَهُمْ إِمَاءَهُمْ ثُمَّ يُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ , أَلَا إِنَّمَا يَمْلِكُ الطَّلَاقَ مَنْ أَخَذَ بِالسَّاقِ»

Sunan Daruquthni 3946: Al Husain bin Ismail dan Muhammad bin Sulaiman An-Nu’mani menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abu Utbah Ahmad bin Al Faraj menceritakan kepada kami, Baqiyyah bin Al Walid menceritakan kepada kami, Abu Al Hajjaj Al Mahri menceritakan kepada kami dari Musa bin Ayyub Al Ghafiqi menceritakan kepada kami dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW melaporkan bahwa majikannya telah menikahkannya, dan (kini) majikannya hendak memisahkannya dari istrinya. Maka beliau memanjatkan puja dan puji kepada Allah Ta’ala, kemudian bersabda, ‘Mengapa orang-orang menikahkan hamba sahaya laki-laki dengan hamba perempuan mereka, kemudian mereka berkeinginan memisahkan mereka. Ketahuilah, sesungguhnya yang memegang talak adalah yang berhak memegang betis (yakni yang menikah)’.”

Sunan Daruquthni 3947

سنن الدارقطني 3947: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُوسُفُ بْنُ سَعِيدٍ , نا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , عَنْ مُوسَى بْنِ أَيُّوبَ , عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّ مَمْلُوكًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا الطَّلَاقُ لِمَنْ أَخَذَ بِالسَّاقِ» وَلَمْ يَذْكُرِ ابْنَ عَبَّاسٍ

Sunan Daruquthni 3947: Abu, Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yusuf bin Sa’id menceritakan kepada kami, Musa bin Daud menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi’ah menceritakan kepada kami dari Musa bin Ayyub, dari Ikrimah, bahwa pernah seorang hamba sahaya datang kepada Nabi SAW, lalu dikemukakan hal yang serupa, maka Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya talak itu haknya orang yang berhak memegang betis.” tanpa menyebutkan Ibnu Abbas.

Sunan Daruquthni 3948

سنن الدارقطني 3948: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا إِسْحَاقُ بْنُ دَاوُدَ بْنِ عِيسَى الْمَرْوَزِيُّ , نا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ السَّلَامِ الصَّدَفِيُّ , نا الْفَضْلُ بْنُ الْمُخْتَارِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ , عَنْ عِصْمَةَ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ: جَاءَ مَمْلُوكٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّ مَوْلَايَ زَوَّجَنِي وَهُوَ يُرِيدُ أَنْ يُفَرِّقَ بَيْنِي وَبَيْنَ امْرَأَتِي , قَالَ: فَصَعِدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا الطَّلَاقُ لِمَنْ أَخَذَ بِالسَّاقِ»

Sunan Daruquthni 3948: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ishaq bin Daud bin Isa Al Marwazi menceritakan kepada kami, Khalid bin Abdussalam Ash-Shadafi menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Al Mukhtar menceritakan kepada kami dari Ubaidullah bin Mauhib, dari Ishmah bin Malik, dia berkata, “Seorang hamba sahaya datang kepada Nabi SAW lalu berkata, ‘Sesungguhnya majikanku telah menikahkanku, dan (kini) dia hendak memisahkanku dari istriku.’ Maka Rasulullah SAW naik ke atas mimbar lalu bersabda, ‘Wahai manusia, sesungguhnya talak itu haknya orang yang berhak memegang betis.

Sunan Daruquthni 3949

سنن الدارقطني 3949: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عَلِيُّ بْنُ شُعَيْبٍ ح وَنا عُثْمَانُ بْنُ جَعْفَرٍ اللَّبَّانُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْأَحْمَسِيُّ , قَالَا: نا عُمَرُ بْنُ شَبِيبٍ الْمُسْلِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عِيسَى بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى , عَنْ عَطِيَّةَ الْعَوْفِيِّ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «طَلَاقُ الْأَمَةِ اثْنَتَانِ وَعِدَّتُهَا حَيْضَتَانِ».

Sunan Daruquthni 3949: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ali bin Syu’aib menceritakan kepada kami (h) Dan Utsman bin Ja’far Al-Labban menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ismail Al Ahmusi menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Umar bin Syabib Al Musli menceritakan kepada kami, Abdullah bin Isa bin Abdurrahman Ibnu Abu Laila menceritakan kepada kami dari ‘Athiyyah Al Aufi, dari Abdullah bin Umar, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Talaknya budak perempuan adalah dua, dan iddahnya adalah dua kali haid.”