Skip to main content

Sunan Daruquthni 4265

سنن الدارقطني 4265: نا ابْنُ صَاعِدٍ , نا يُوسُفُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَابِقٍ , نا يَحْيَى بْنُ يَمَانٍ , عَنْ سُفْيَانَ , عَنْ قَابُوسَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح ونا أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ الْآدَمَيُّ , نا الْفَضْلُ بْنُ سَهْلٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ آدَمَ , نا جَعْفَرٌ الْأَحْوَلُ , وَنا أَحْمَدُ , نا الْفَضْلُ بْنُ سَهْلٍ , نا عَفَّانُ , نا أَبُو كُدَيْنَةَ , جَمِيعًا عَنْ قَابُوسَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ عَلَى مُسْلِمٍ جِزْيَةٌ»

Sunan Daruquthni 4265: Ibnu Sha’id menceritakan kepada kami, Yusuf bin Muhammad bin Sabiq menceritakan kepada kami, Yahya bin Yaman menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Qabus, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda” (h) Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Ismail Al Adami menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Sahl menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Adam, Ja’far Al Ahwal menceritakan kepada kami, Ahmad menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Sahl menceritakan kepada kami, Affan menceritakan kepada kami, Abu Kudainah menceritakan kepada kami, semuanya dari Qabus, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tidak ada upeti atas orang Islam”

Sunan Daruquthni 4266

سنن الدارقطني 4266: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا الْفَضْلُ بْنُ سَهْلٍ , نا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ , نا سُفْيَانُ ح وَنا أَحْمَدُ , نا الْفَضْلُ بْنُ سَهْلٍ , نا يَحْيَى بْنُ آدَمَ , نا زُهَيْرٌ , جَمِيعًا عَنْ قَابُوسَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «لَيْسَ عَلَى مُسْلِمٍ جِزْيَةٌ»

Sunan Daruquthni 4266: Ahmad bin Muhammad menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Sahl menceritakan kepada kami, Abu Ahmad Az-Zubairi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami (h) Ahmad menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin’Sahl menceritakan kepada kami, Yahya bin Adam menceritakan kepada kami, Zuhair menceritakan kepada kami, semuanya dari Qabus, dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tidak ada upeti atas orang Islam.”

Sunan Daruquthni 4267

سنن الدارقطني 4267: نا أَبُو حَامِدٍ مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ الْهَمْدَانِيُّ , نا الْحَجَّاجُ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْبَيِّنَةُ عَلَى الْمُدَّعِي , وَالْيَمِينُ عَلَى الْمُدَّعَى عَلَيْهِ»

Sunan Daruquthni 4267: Abu Hamid Muhammad bin Harun menceritakan kepada kami, Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Hasan bin Abu Yazid Al Hamdani menceritakan kepada kami, Al Hajjaj menceritakan kepada kami dari Umar bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘(Mengemukakan) bukti adalah kewajiban pendakwa, sedangkan sumpah adalah atas terdakwa (tertuduh)’.’

Sunan Daruquthni 4268

سنن الدارقطني 4268: نا ابْنُ صَاعِدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ , نا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي ابْنُ جُرَيْجٍ , عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ , عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَوْ يُعْطَى النَّاسُ بِدَعْوَاهُمْ لَادَّعَى نَاسٌ دِمَاءَ رِجَالٍ وَأَمْوَالَهُمْ وَلَكِنِ الْيَمِينُ عَلَى الْمُدَّعَى عَلَيْهِ»

Sunan Daruquthni 4268: Ibnu Sha’id menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij mengabarkan kepadaku, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Abdullah bin Abbas, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Seandainya manusia diberi sesuai dengan klaim mereka, pasti orang-orang akan mengklaim darah dan harta orang lain. Akan tetapi, sumpah itu dibebankan atas terdakwa (tertuduh).”

Sunan Daruquthni 4269

سنن الدارقطني 4269: قُرِئَ عَلَى أَبِي الْقَاسِمِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَأَنَا أَسْمَعُ: حَدَّثَكُمْ شُجَاعُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا هُشَيْمٌ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي صَالِحٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَمِينُكُ عَلَى مَا يُصَدِّقُكَ بِهِ صَاحِبُكَ».

Sunan Daruquthni 4269: Dibacakan kepada Abu Al Qasim Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz dan aku mendengarkan: Syuja’ bin Makhlad menceritakan kepada kalian, Husyaim menceritakan kepada kami, Abdullah bin Abu Shalih menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah SAW besabda, ‘Sumpahmu adalah yang dibenarkan oleh rekanmu’.’

Sunan Daruquthni 4270

سنن الدارقطني 4270: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ إِمْلَاءً مِنْ لَفْظِهِ , نا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ , نا هُشَيْمٌ , بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ.

Sunan Daruquthni 4270: Abdullah bin Muhammad menceritakan kepada kami dengan cara didiktekan dari lafazhnya, Ahmad bin Hanbal menceritakan kepada kami, Husyaim menceritakan kepada kami, dengan isnadnya, dan redaksi yang sama.

Sunan Daruquthni 4271

سنن الدارقطني 4271: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا هُشَيْمٌ , بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ سَوَاءً.

Sunan Daruquthni 4271: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Husyaim menceritakan kepada kami, dengan isnadnya, dengan redaksi yang sama.

Sunan Daruquthni 4272

سنن الدارقطني 4272: نا يَحْيَى بْنُ صَاعِدٍ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , وَزِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمَانَ , ح وَنا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْعَلَاءِ , نا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ , قَالُوا: نا هُشَيْمٌ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي صَالِحٍ , بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ سَوَاءً

Sunan Daruquthni 4272: Yahya bin Sha’id menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Ziyad bin Ayyub dan Muhammad bin Amr bin Sulaiman menceritakan kepada kami (h) Ahmad bin Ali bin Al Ala‘ menceritakan kepada kami, Ziyad bin Ayyub menceritakan kepada kami, mereka berkata: Husyaim menceritakan kepada kami, Abdullah bin Abu Shalih menceritakan kepada kami, dengan isnadnya, dan redaksi yang sama.

Sunan Daruquthni 4273

سنن الدارقطني 4273: حَدَّثَنَا أَبُو حَفْصٍ عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَوْحٍ الْمَدَائِنِيُّ , نا سَلَّامُ بْنُ سُلَيْمَانَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ عَطِيَّةَ , عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ , عَنْ تَمِيمِ بْنِ طَرَفَةَ , [ص:279] عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «النَّذْرُ نَذْرَانِ , فَمَنْ نَذَرَ نَذْرًا لِلَّهِ فَلْيَفِ بِهِ , وَمَنْ نَذَرَ نَذْرًا فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ فَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ يَمِينٍ»

Sunan Daruquthni 4273: Abu Hafsh Umar bin Muhammad bin Al Musayyab An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Rauh Al Madaini menceritakan kepada kami, Sallam bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Fadhl bin Athiyyah menceritakan kepada kami dari Abdul Aziz bin Rufai’, dari Tamim bin Tharafah, dari Adi bin Hatim, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Nadzar ada dua macam; Barangsiapa menadzarkan suatu nadzar karena Allah, maka hendaklah dia memenuhinya, dan barangsiapa menadzarkan suatu nadzar untuk bermaksiat terhadap Allah, maka tebusannya adalah tebusan sumpah’.”

Sunan Daruquthni 4274

سنن الدارقطني 4274: نا حَمْزَةُ بْنُ الْقَاسِمِ الْإِمَامُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْخَلِيلِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عِمْرَانَ , نا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى , عَنِ الضَّحَّاكِ بْنِ عُثْمَانَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدٍ ح وَنا الْحَسَنُ بْنُ الْخَضِرِ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ يُونُسَ , نا جَعْفَرُ بْنُ مُسَافِرٍ , نا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ , نا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدَ , عَنْ بُكَيْرٍ [ص:280] ح وَنا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا حُمَيْدُ بْنُ زَنْجُوَيْهِ النَّسَائِيُّ , نا ابْنُ أَبِي أُوَيْسٍ , حَدَّثَنِي أَبِي , عَنْ دَاوُدَ بْنِ الْحُصَيْنِ , عَنْ ثَوْرِ بْنِ خَالِدٍ الدِّيلِيِّ , أَوْ عَنْ خَالِهِ مُوسَى بْنِ مَيْسَرَةَ , عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَشَجِّ , عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «مَنْ نَذَرَ نَذْرًا لَمْ يُسَمِّهِ فَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ يَمِينٍ , وَمَنْ نَذَرَ نَذْرًا فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ فَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ يَمِينٍ , وَمَنْ نَذَرَ نَذْرًا لَمْ يُطِقْهُ فَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ يَمِينٍ , وَمَنْ نَذَرَ نَذْرًا لِلَّهِ يُطِيقُهُ فَلْيَفِ بِهِ». وَاللَّفْظُ لِلْمَحَامِلِيِّ

Sunan Daruquthni 4274: Hamzah bin Al Qasim Al Imam menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Khalil menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Imran menceritakan kepada kami, Thalhah bin Yahya menceritakan kepada kami dari Adh-Dhahhak bin Utsman, dari Abdullah bin Sa’id (h) Al Hasan bin Al Khadhir menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim bin Yunus menceritakan kepada kami, Ja’far bin Musafir menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Fudaik menceritakan kepada kami, Thalhah bin Yahya menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Sa’id bin Abu Hind, dari Bukira (h) Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Humaid bin Zanjawaih An-Nasa’i menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Uwais menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, dari Daud bin Al Hushain, dari Tsaur bin Khalid Ad-Dili atau dari pamannya, Musa Ibnu Maisarah, dari Bukair bin Abdullah bin Al Asyajj, dari Kuraib maula Abdullah bin Abbas, dari Abdullah bin Abbas, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menadzarkan suatu nadzar yang tidak disebutkan, maka tebusannya adalah tebusan sumpah. Barangsiapa menadzarkan suatu nadzar untuk bermaksiat terhadap Allah, maka tebusannya adalah tebusan sumpah. Barangsiapa menadzarkan suatu nadzar yang tidak mampu dipenuhinya, maka tebusannya adalah tebusan sumpah. Dan barangsiapa menadzarkan suatu nadzar karena Allah yang mampu dipenuhinya, maka hendaklah ia memenuhinya.” Lafazhnya dari Al Mahamili.