Skip to main content

Sunan Daruquthni 3655

سنن الدارقطني 3655: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدُكٍ الْقَزَّازُ , نا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ , بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 3655: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdak Al Qazzaz menceritakan kepada kami, Musa bin Daud menceritakan kepada kami, dengan sanad dan redaksi yang sama.

Sunan Daruquthni 3656

سنن الدارقطني 3656: نا أَبُو بَكْرٍ , نا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ , نا الشَّافِعِيُّ , نا ابْنُ أَبِي يَحْيَى , عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنْ أَبِي وَهْبٍ الْجَيْشَانِيِّ , عَنْ أَبِي خِرَاشٍ , عَنِ الدَّيْلَمِيِّ أَوِ ابْنِ الدَّيْلَمِيِّ , قَالَ: أَسْلَمْتُ وَتَحْتِي أُخْتَانِ , فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَأَمَرَنِي «أَنْ أَمْسِكَ أَيَّتَهُمَا شِئْتُ وَأُفَارِقَ الْأُخْرَى»

Sunan Daruquthni 3656: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ar-Rabi’-bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Yahya menceritakan kepada kami dari Ishaq bin Abdullah, dari Abu Wahab Al Jaisyani, dari Abu Khirasy, dari Ad-Dailami atau Ibnu Ad-Dailami, dia berkata, “Ketika aku masuk Islam, aku memiliki dua orang istri yang masih memiliki hubungan saudara. Aku kemudian melaporkannya kepada Nabi SAW dan beliau memerintahkanku untuk memilih salah satu dan menceraikan yang lain.”

Sunan Daruquthni 3641

سنن الدارقطني 3641: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْبَخْتَرِيِّ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْخَلِيلِ , نا الْوَاقِدِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ الزُّهْرِيُّ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «أَسْلَمَ غَيْلَانُ بْنُ سَلَمَةَ وَتَحْتَهُ عَشْرُ نِسْوَةٍ , فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» أَنْ يُمْسِكَ أَرْبَعًا وَيُفَارِقَ سَائِرَهُنَّ ” , قَالَ: وَأَسْلَمَ صَفْوَانُ بْنُ أُمَيَّةَ وَعِنْدَهُ ثَمَانِ نِسْوَةٍ , فَأَمَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَنْ يُمْسِكَ أَرْبَعًا وَيُفَارِقَ سَائِرَهُنَّ»

Sunan Daruquthni 3641: Muhammad bin Amr bin Al Bukhturi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Al Khalil menceritakan kepada kami, Al Waqidi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ja’far Az-Zuhri menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Abu Sufyan, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ketika Ghailan bin Salamah masuk Islam, ia memiliki sepuluh orang istri, lalu Nabi SAW memerintahkannya untuk memilih empat di antara mereka, dan menceraikan sisanya.” Ibnu Abbas berkata, “Ketika Shafwan bin Umayyah masuk Islam, ia memiliki delapan orang istri, lalu Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mempertahankan empat orang dan menceraikan yang lain.”

Sunan Daruquthni 3657

سنن الدارقطني 3657: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا مُعَلَّى , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , نا أَبُو وَهْبٍ الْجَيْشَانِيُّ , عَنِ الضَّحَّاكِ بْنِ فَيْرُوزَ , [ص:412] عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: أَسْلَمْتُ وَعِنْدِي أُخْتَانِ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَأَمَرَنِي «أَنْ أُفَارِقَ إِحْدَاهُمَا»

Sunan Daruquthni 3657: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq menceritakan kepada kami, Mu’alla menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi’ah menceritakan kepada kami, Abu wahab Al Jaisyani menceritakan kepada kami dari Adh-Dhahhak bin Fairuz, dari ayahnya, dia berkata, “Ketika masuk Islam, aku memiliki dua orang istri yang memiliki hubungan saudara. Aku kemudian bertanya kepada Nabi SAW dan beliau memerintahkanku untuk memilih salah satu dan menceraikan yang lain.”

Sunan Daruquthni 3642

سنن الدارقطني 3642: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , قَالَا: نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ الْفَزَارِيُّ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَالِمٍ , [ص:404] عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: أَسْلَمَ غَيْلَانُ بْنُ سَلَمَةَ الثَّقَفِيُّ وَعِنْدَهُ عَشْرُ نِسْوَةٍ , فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خُذْ مِنْهُنَّ أَرْبَعًا»

Sunan Daruquthni 3642: Ibrahim bin Hammad dan Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, mereka berdua berkata: Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, Marwan bin Mu’awiyah Al Fazari menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya, dia berkata: Ketika Ghailan bin Salamah Ats-Tsaqafi masuk Islam, ia memiliki sepuluh orang istri. Nabi SAW kemudian bersabda kepadanya, “Ambil empat orang saja dari mereka.”

Sunan Daruquthni 3658

سنن الدارقطني 3658: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى الْخَشَّابُ , نا عَمْرُو بْنُ أَبِي سَلَمَةَ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , أَنَّهُ سُئِلَ عَنِ الْحَرْبِيِّ يُسْلِمُ وَتَحْتَهُ أُخْتَانِ , قَالَ: ” لَوْلَا الْحَدِيثُ الَّذِي جَاءَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيَّرَهُ , لَقُلْتُ: يُمْسِكُ الْأُولَى “

Sunan Daruquthni 3658: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Isa Al Khassyab menceritakan kepada-kami, Amr bin Abu Salamah menceritakan kepada kami dari Al Auza’i, bahwa ia pernah ditanya tentang tentang orang kafir harbi yang masuk Islam dan memiliki dua istri yang memiliki hubungan kakak beradik, ia menjawab, “Kalau bukan karena hadis dari Nabi SAW yang membolehkan ia memilih, niscaya aku akan menjawab, ‘Ia harus memilih yang pertama’.”

Sunan Daruquthni 3643

سنن الدارقطني 3643: نا مُحَمَّدُ بْنُ نُوحٍ , نا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ سَعِيدٍ ح وَنا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ الرَّمَادِيُّ , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , أنا سَعِيدٌ ح وَنا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ الصَّاغَانِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَكْرٍ , نا سَعِيدٌ , نا مَعْمَرٌ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَالِمٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: أَسْلَمَ غَيْلَانُ بْنُ سَلَمَةَ وَتَحْتَهُ عَشْرُ نِسْوَةٍ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَأَسْلَمْنَ مَعَهُ , فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَنْ يَخْتَارَ مِنْهُنَّ أَرْبَعًا». قَالَ الرَّمَادِيُّ: هَكَذَا يَقُولُ أَهْلُ الْبَصْرَةِ

Sunan Daruquthni 3643: Muhammad bin Nuh menceritakan -kepada kami, Harun bin Ishaq menceritakan kepada kami, Abdah bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Sa’id, (h) Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur Ar- Ramadi menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Sa’id menceritakan kepada kami, (h) Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq Ash-Shaghani menceritakan kepada kami, Abdullah bin Bakar menceritakan kepada kami, Sa’id menceritakan kepada kami, Ma’mar menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Salim, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Ketika Ghailan bin Salamah masuk Islam dan ia memiliki sepuluh orang istri (yang ia nikahi) di masa jahiliyah. Para istrinya ini juga ikut masuk Islam bersamanya, lalu Nabi SAW memerintahkannya untuk memilih empat istri saja.” Ar-Ramadi berkata, “Demikianlah yang dikatakan orang-orang Bashrah.”

Sunan Daruquthni 3659

سنن الدارقطني 3659: نا أَبُو بَكْرٍ , نا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ , وَأَبُو إِبْرَاهِيمَ الْمُزَنِيُّ , قَالَا: عَنِ الشَّافِعِيِّ ,: قَالَ: «إِذَا أَسْلَمَ وَتَحْتَهُ أُخْتَانِ خُيِّرَ أَيَّهُمَا شَاءَ , فَإِنِ اخْتَارَ وَاحِدَةً ثَبَتَ نِكَاحُهَا وَانْفَسَخَ نِكَاحُ الْأُخْرَى , وَسَوَاءً كَانَ نَكَحَهُمَا فِي عُقْدَةٍ أَوْ فِي عَقْدٍ»

Sunan Daruquthni 3659: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ar-Rabi’ bin Sulaiman dan Abu Ibrahim Al Muzani menceritakan kepada kami dari Asy-Syafi’i, dia berkata, “Jika ia masuk Islam dan memiliki dua istri kakak beradik maka ia harus memilih salah satunya, jika ia memilih salah satu maka nikahnya ditetapkan sedangkan nikah yang lain batal, baik ia menikahinya sekaligus maupun dengan berlainan akad.”

Sunan Daruquthni 3644

سنن الدارقطني 3644: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا الرَّمَادِيُّ , نا أَصْبَغُ بْنُ الْفَرَجِ , نا ابْنُ وَهْبٍ , عَنْ يُونُسَ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , [ص:406] عَنْ عُثْمَانَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي سُوَيْدٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِغَيْلَانَ بْنَ سَلَمَةَ حِينَ أَسْلَمَ وَعِنْدَهُ عَشْرُ نِسْوَةٍ: «خُذْ مِنْهُنَّ أَرْبَعًا وَفَارِقْ سَائِرَهُنَّ».

Sunan Daruquthni 3644: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ar-Ramadi menceritakan kepada kami, Ashbagh bin Al Faraj menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami dari Yunus, dari Ibnu Syihab, dari Utsman bin Muhammad bin Abu Suwaid bahwa Rasulullah SAW berkata kepada Ghailan bin Salamah ketika ia masuk Islam dan membawa sepuluh orang istri, “Ambil empat saja di antara mereka dan ceraikan selebihnya.”

Sunan Daruquthni 3660

سنن الدارقطني 3660: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُوسُفُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ مُسْلِمٍ , ثنا حَجَّاجٌ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي ابْنُ شِهَابٍ , عَنِ الْمُلَاعَنَةِ وَعَنِ السُّنَّةِ فِيهَا عَنْ حَدِيثِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ أَنَّ رَجُلًا مِنَ الْأَنْصَارِ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ رَجُلًا وَجَدَ مَعَ امْرَأَتِهِ رَجُلًا أَيَقْتُلُهَا فَتَقْتُلُونَهُ أَمْ كَيْفَ يَصْنَعُ بِهَا؟ فَأَنْزَلَ اللَّهُ فِي شَأْنِهِمَا [ص:413] مَا ذُكِرَ فِي الْقُرْآنِ مِنْ أَمْرِ الْمُتَلَاعِنَيْنِ , فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «قَدْ قَضَى اللَّهُ فِيكَ وَفِي امْرَأَتِكَ» , فَتَلَاعَنَا فِي الْمَسْجِدِ وَأَنَا شَاهِدٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَتِ السُّنَّةُ بَعْدُ فِيهِمَا أَنْ يُفَرَّقَ بَيْنَ الْمُتَلَاعِنَيْنِ , وَكَانَتْ حَامِلًا فَأَنْكَرَهُ فَكَانَ ابْنُهَا يُدْعَى إِلَى أُمِّهِ ثُمَّ جَرَتِ السُّنَّةُ فِي أَنَّهَا تَرِثُهُ وَيَرِثُ مَا فَرَضَ اللَّهُ لَهُ مِنْهَا

Sunan Daruquthni 3660: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yusuf bin Sa’id bin Musallam menceritakan kepada kami, Hajjaj menceritakan kepada kami dari Abu Juraij, Ibnu Syihab memberitahukan kepadaku tentang mula ‘anah dan bagaimana petunjuk Sunnah dalam hal itu, berkenaan dengan hadis Sahal bin Sa’d As-Sa’idi bahwa ada seorang pria Anshar pernah melapor kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, bagaimana pendapat Anda jika seorang laki-laki mendapati istrinya selingkuh dengan laki-laki lain lalu ia bunuh istrinya dari ia di-qishash? Atau bagaimana ia harus memperlakukan istrinya?” Maka Allah SWT menurunkan ayat tentang li‘an. Setelah itu Rasulullah SAW berkata kepadanya, “Allah telah memberikan keputusan tentang dirimu dan istrimu.” Mereka berdua kemudian melakukan Li‘an di masjid dan aku menjadi saksi di samping Rasulullah SAW. Sunnah yang berlaku ketika itu adalah setelah saling melakukan Li‘an, keduanya dipisah. (Jika) sang istri ternyata hamil lalu sang suami menolak mengakui sebagai anaknya, maka anak itu pun dinasabkan kepada ibunya. Kemudian, Sunnah yang berlaku juga adalah wanita tadi mewarisi anaknya dan anaknya memperoleh bagian warisan yang Allah tetapkan untuk ibunya.