Skip to main content

Sunan Daruquthni 3662

سنن الدارقطني 3662: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي عِيَاضُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , وَغَيْرُهُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ , قَالَ: «حَضَرْتُ الْمُتَلَاعِنَيْنِ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَطَلَّقَهَا ثَلَاثَ تَطْلِيقَاتٍ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنْفَذَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَكَانَ مِمَّا صَنَعَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُنَّةٌ فَمَضَتِ السُّنَّةُ بَعْدُ فِي الْمُتَلَاعِنَيْنِ يُفَرَّقُ بَيْنَهُمَا ثُمَّ لَا يَجْتَمِعَانِ أَبَدًا»

Sunan Daruquthni 3662: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, Abdullah bin Wahab menceritakan kepada kami, Iyadh bin Abdullah dan lainnya mengabarkan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari Sahal bin Sa’d AsSa’idi, dia berkata, “Aku pernah menghadiri dua orang yang melakukan li‘an di masa Rasulullah SAW. Sang suami kemudian menjatuhkan talak tiga kepada istrinya dan Rasulullah SAW mengabulkannya, dan ia menjadi Sunnah dan berlakulah Sunnah antar suami istri yang melakukan li’an untuk dipisahkan dan tidak bisa bersatu lagi selamanya.”

Sunan Daruquthni 3678

سنن الدارقطني 3678: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ غَيْلَانَ , نا أَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ , عَنْ عَمَّارِ بْنِ أَبِي عَمَّارٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: هُوَ الزَّوْجُ. [ص:425]

Sunan Daruquthni 3678: Muhammad bin Abdullah bin Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Hisyam ArRifa’i menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami dari Hammad bin Salamah, dari Ammar bin Abu Ammar, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Maksudnya adalah suami.”

Sunan Daruquthni 3663

سنن الدارقطني 3663: نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَسَنِ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي حَسَّانَ , ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا الْوَلِيدُ , وَعُمَرُ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الْوَاحِدِ , قَالَا: نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنِ الزُّبَيْدِيِّ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ , أَنَّ عُوَيْمِرَ الْعَجْلَانِيَّ قَالَ لِرَجُلٍ مِنْ قَوْمِهِ: سَلْ لِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ رَجُلٍ وَجَدَ مَعَ امْرَأَتِهِ رَجُلًا فَذَكَرَ قِصَّةَ الْمُتَلَاعِنَيْنِ , وَقَالَ فِيهِ: فَتَلَاعَنَا فَفَرَّقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَهُمَا , وَقَالَ: «لَا يَجْتَمِعَانِ أَبَدًا»

Sunan Daruquthni 3663: Muhammad bin Ahmad bin Al Hasan menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim bin Abu Hassan menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Al Walid dan Umar —yaitu Ibnu Abdul Wahid— menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Al Auza’i menceritakan kepada kami dari Az-Zubaidi, dari Az-Zuhri, dari Sahal bin Sa’d bahwa Uwaimir Al Ajlani berkata kepada seorang pria dari kaumnya, “Tanyakan kepada Rasulullah tentang seorang suami yang mendapati istrinya selingkuh dengan pria lain!” Ia kemudian menceritakan kisah kedua orang yang melakukan li’an dan ia berkata, “Mereka berdua saling melaknat dan Rasulullah SAW lalu memisahkan keduanya dan bersabda, ‘Mereka berdua tidak bisa bersatu lagi selamanya’.”

Sunan Daruquthni 3679

سنن الدارقطني 3679: نا ابْنُ غَيْلَانَ , نا أَبُو هِشَامٍ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ , عَنْ إِسْرَائِيلَ , عَنْ خُصَيْفٍ , عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: هُوَ الزَّوْجُ

Sunan Daruquthni 3679: Ibnu Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Hisyam menceritakan kepada kami, Ubaidullah menceritakan kepada –kami dari Israel, dari Khushaif, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Dia adalah suami.”

Sunan Daruquthni 3664

سنن الدارقطني 3664: نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَسَنِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ , نا فَرْوَةُ بْنُ أَبِي الْمَغْرَاءِ , نا أَبُو مُعَاوِيَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمُتَلَاعِنَانِ إِذَا تَفَرَّقَا لَا يَجْتَمِعَانِ أَبَدًا»

Sunan Daruquthni 3664: Muhammad bin Ahmad bin Al Hasan menceritakan kepada kami, Muhammad bin Utsman menceritakan kepada kami, Farwah bin Abu Al Maghra’ menceritakan kepada kami, Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Zaid dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Dua orang yang saling li?an jika berpisah maka tak lagi bisa bersatu”

Sunan Daruquthni 3680

سنن الدارقطني 3680: نا ابْنُ غَيْلَانَ , نا أَبُو هِشَامٍ , نا ابْنُ مَهْدِيٍّ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ وَاصِلِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ , أَنَّ أَبَاهُ تَزَوَّجَ بِامْرَأَةٍ ثُمَّ طَلَّقَهَا قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَ بِهَا فَأَرْسَلَ بِالصَّدَاقِ , وَقَالَ: «أَنَا أَحَقُّ بِالْعَفْوِ»

Sunan Daruquthni 3680: Ibnu Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Hisyam menceritakan kepada kami, Ibnu Mahdi menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Ja’far, dari Washil bin Sa’id, dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im bahwa ayahnya pernah menikahi seorang wanita kemudian menceraikannya sebelum sempat menggaulinya. Ia lalu mengirimkan maharnya (secara penuh) dan berkata, “Aku lebih berhak untuk memaafkan.”

Sunan Daruquthni 3665

سنن الدارقطني 3665: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُوسُفُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ مُسْلِمٍ , نا الْهَيْثَمُ بْنُ جَمِيلٍ , نا قَيْسُ بْنُ الرَّبِيعِ , عَنْ عَاصِمٍ , عَنْ أَبِي وَائِلٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , وَقَيْسٍ , عَنْ عَاصِمٍ , عَنْ زِرٍّ , عَنْ عَلِيٍّ , وَعَبْدِ اللَّهِ , قَالَا: «مَضَتِ السُّنَّةُ فِي الْمُتَلَاعِنَيْنِ أَنْ لَا يَجْتَمِعَانِ أَبَدًا»

Sunan Daruquthni 3665: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yusuf bin Sa’id bin Muslim menceritakan kepada kami, Al Haitsam bin Jamil menceritakan kepada kami, Qais bin Ar-Rabi’ menceritakan kepada kami dari Ashim, dari Abu Wa’il, dari Abdullah dan Qais, dari Ashim, dari Zirr, dari Ali dan Abdullah, mereka berkata, “Telah berlaku Sunnah bahwa dua orang yang saling li?an tidak akan bisa bersatu kembali.”

Sunan Daruquthni 3666

سنن الدارقطني 3666: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ عُتْبَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ هَانِئٍ , نا أَبُو مَالِكٍ , عَنْ عَاصِمٍ , عَنْ زِرٍّ , عَنْ عَلِيٍّ , وَعَبْدِ اللَّهِ , قَالَا: «مَضَتِ السُّنَّةُ أَنْ لَا يَجْتَمِعَ الْمُتَلَاعِنَانِ»

Sunan Daruquthni 3666: Ahmad bin Muhammad bin Sa’id menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Utbah bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Hani’ menceritakan kepada kami, Abu Malik menceritakan kepada kami dari Ashim, dari Zirr, dari Ali dan Abdullah, dia berkata, “Telah berlaku Sunnah bahwa tidak bisa disatukan dua orang yang telah melakukan li’an.”

Sunan Daruquthni 3667

سنن الدارقطني 3667: نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُوسَى بْنِ عِيسَى الْقَارِئُ , أنا قَعْنَبُ بْنُ مُحْرِزٍ أَبُو عَمْرٍو , نا الْوَاقِدِيُّ , نا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ , عَنْ عِمْرَانَ بْنِ أَبِي أُوَيْسٍ , قَالَ: [ص:418] سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ جَعْفَرٍ , يَقُولُ: حَضَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ لَاعَنَ بَيْنَ عُوَيْمِرٍ الْعَجْلَانِيِّ وَامْرَأَتِهِ , فَرَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ تَبُوكَ وَأَنْكَرَ حَمْلَهَا الَّذِي فِي بَطْنِهَا , وَقَالَ: هُوَ لِابْنِ السَّحْمَاءِ , فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَاتِ امْرَأَتَكَ فَقَدْ نَزَلَ الْقُرْآنُ فِيكُمَا» , فَلَاعَنَ بَيْنَهُمَا بَعْدَ الْعَصْرِ عِنْدَ الْمِنْبَرِ عَلَى خَمْلٍ.

Sunan Daruquthni 3667: Abdul Aziz bin Musa bin Isa Al Qari‘, Qa’nab bin Muhriz Abu Amr mengabarkan kepada kami, Al Waqidi menceritakan kepada kami, Adh-Dhahhak bin Utsman menceritakan kepada kami dari Imran bin Abu Uwais, dia berkata: Aku pernah mendengar Abdullah bin Ja’far berkata, “Aku pernah hadir bersama Rasulullah SAW ketika terjadi li’an antara Uwaimir Al Ajlani dan istrinya. Rasulullah SAW ketika itu baru kembali dari Tabuk. Uwaimir lalu tidak mau mengakui anak yang dikandung istrinya dan ia berkata, ‘Itu anaknya Ibnu Samha‘i Rasulullah SAW lantas berkata kepadanya, ‘Bawa istrimu, karena Al Qur?an telah turun menerangkan kasus kalian.? Mereka kemudian melakukan li’an setelah shalat Ashar di mimbar di atas hamparan permadani.”

Sunan Daruquthni 3668

سنن الدارقطني 3668: نا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى الْحَوَّاضُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَعْدٍ الْعَوْفِيُّ , نا الْوَاقِدِيُّ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 3668: Ahmad bin Isa Al Hawwadh menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sa’d Al Aufi menceritakan kepada kami, Al Waqidi menceritakan kepada kami dengan sanad dan redaksi yang sama.