Skip to main content

Sunan Daruquthni 3736

سنن الدارقطني 3736: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , نا عُمَرُ بْنُ شِبْهٍ , نا عَبْدُ الْوَهَّابِ , نا أَيُّوبُ , عَنْ مُحَمَّدٍ , عَنْ عَبِيدَةَ فِي هَذِهِ الْآيَةِ {وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا} [النساء: 35] , قَالَ جَاءَ رَجُلٌ وَامْرَأَةٌ إِلَى عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَعَ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا فِئَامٌ مِنَ النَّاسِ , فَأَمَرَهُمْ فَبَعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا وَقَالَ لِلْحَكَمَيْنِ: «هَلْ تَدْرِيَانِ مَا عَلَيْكُمَا؟ , إِنَّ عَلَيْكُمَا إِنْ رَأَيْتُمَا أَنْ تُفَرِّقَا أَنْ تُفَرِّقَا» , فَقَالَتِ الْمَرْأَةُ: رَضِيتُ بِكِتَابِ اللَّهِ بِمَا عَلَيَّ فِيهِ وَلِيَّ , وَقَالَ الرَّجُلُ: أَمَّا الْفُرْقَةُ فَلَا , فَقَالَ عَلِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: «كَذَبْتَ وَاللَّهِ حَتَّى تُقِرَّ بِمِثْلِ الَّذِي أَقَرَّتْ بِهِ»

Sunan Daruquthni 3736: Ibrahim bin Hammad menceritakan kepada kami, Umar bin Syabbah menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab menceritakan kepada kami, Ayyub menceritakan kepada kami dari Muhammad, dari Ubaidah tentang ayat berikut ini, “Jika kamu takut perselisihan antar keduanya (suami dan istri) maka utuslah seorang hakim dari kalangan suami dan satu lagi dari kalangan istri”, (Qs. An-Nisaa’ [4]: 35) dia berkata, “Ada seorang pria dan wanita (suami istri) datang kepada Ali RA dan masingmasing membawa rombongan. Ali kemudian memerintahkan mereka memilih satu orang untuk menjadi hakim dari keluarga si pria dan satu lagi dari keluarga si wanita. Ketika mereka sudah mengutus masing-masing satu, Ali berkata, ‘Tahan dulu, sebelum aku memberitahu kalian apa yang harus kalian lakukan, apa kalian tahu yang harus dilakukan? Jika kalian menganggap mereka lebih baik bersatu maka putuskanlah agar mereka bersatu. Tapi jika kalian anggap lebih baik berpisah maka pisahkanlah.’ Kemudian Ali berkata kepada pihak wanita, ‘Apa kamu ridha terhadap keputusan mereka?’ Ia menjawab, ‘Ya, aku ridha terhadap Kitab Allah untukku maupun atasku.’ Lalu ia berkata kepada pihak pria, ‘Apa kamu ridha terhadap keputusan mereka?’ Ia menjawab, ‘Tidak, tapi aku ridha kalau mereka memutuskan untuk bersatu dan tidak ridha kalau berpisah.’ Ali berkata kepadanya, ‘Bohong kamu! Demi Allah, kamu tidak bisa bebas sebelum kamu ridha terhadap apa yang ia (istrimu) ridhai’.”

Sunan Daruquthni 3721

سنن الدارقطني 3721: نا أَبُو عُبَيْدٍ الْقَاسِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمَخْرَمِيُّ , نا أَبُو هِشَامٍ الْمَخْزُومِيُّ , نا وُهَيْبٌ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , عَنْ يَزِيدَ بْنِ رُومَانَ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , «أَنَّ زَوْجَ بَرِيرَةَ كَانَ عَبْدًا»

Sunan Daruquthni 3721: Abu Ubaid Al Qasim bin Ismail menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah Al Mukharrimi menceritakan kepada kami, Abu Hisyam Al Makhzumi menceritakan kepada kami, Wuhaib menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar menceritakan kepada kami dari Yazid bin bin Ruman, dari Urwah, dari Aisyah bahwa suami Barirah adalah budak.”

Sunan Daruquthni 3737

سنن الدارقطني 3737: نا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْعَلَاءِ , نا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ , نا يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ أَبِي زَائِدَةَ , أَخْبَرَنِي ابْنُ عَوْنٍ , عَنِ ابْنِ سِيرِينَ , عَنْ عُبَيْدَةَ , قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ وَامْرَأَتُهُ إِلَى عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَعَ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا فِئَامٌ مِنَ النَّاسِ , فَلَمَّا بَعَثَ الْحَكَمَيْنِ قَالَ: «رُوَيْدَكُمَا حَتَّى أُعَلِّمَكُمَا مَاذَا عَلَيْكُمَا هَلْ تَدْرِيَانِ مَا عَلَيْكُمَا؟ , إِنَّكُمَا إِنْ رَأَيْتُمَا أَنْ تَجْمَعَا جَمَعْتُمَا وَإِنْ رَأَيْتُمَا أَنْ تُفَرِّقَا فَرَّقْتُمَا» ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى الْمَرْأَةِ , وَقَالَ: «أَرَضِيتِ بِمَا حَكَمَا؟» , قَالَتْ: نَعَمْ قَدْ رَضِيتُ بِكِتَابِ اللَّهِ عَلَيَّ وَلِيَّ , ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى الرَّجُلِ , فَقَالَ: «قَدْ رَضِيتَ بِمَا حَكَمَا» , قَالَ: لَا وَلَكِنِّي أَرْضَى أَنْ يَجْمَعَا وَلَا أَرْضَى أَنْ يُفَرِّقَا , فَقَالَ لَهُ: «كَذَبْتَ وَاللَّهِ لَا تَبْرَحُ حَتَّى تَرْضَى بِمِثْلِ الَّذِي رَضِيَتْ بِهِ»

Sunan Daruquthni 3737: Ahmad bin Ali bin Al Ala’ menceritakan kepada kami, Ziyad bin Ayyub menceritakan kepada kami, Yahya bin Zakaria bin Abu Za’idah menceritakan kepada kami, Ibnu Aun mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Sirin, dari Ubaidah, dia berkata: Suatu ketika seorang pria bersama istrinya datang menemui Ali RA. Setiap pihak dari mereka membawa sekelompok orang. Maka tatkala dua orang hakim dikirim, dia berkata, “Tunggu sebentar, sampai aku mengajarkan kepada kalian berdua apa yang seharusnya kalian lakukan. Apakah kalian tahu apa yang seharusnya kalian lakukan? Sesungguhnya jika kalian berpandangan sebaiknya kalian bersatu, hal ini akan menyatukan kalian berdua, namun jika kalian berpandangan bahwa kalian sebaiknya berpisah, maka kalian tentu akan berpisah.” Kemudian Ali menemui pihak wanita dan berkata, “Apakah engkau terima keputusan hukum tersebut?” Ia menjawab, “Ya, aku terima berdasarkan Kitab Allah bahwa aku harus didampingi oleh wali.” Setelah itu Ali menemui pihak pria dan berkata, “Apakah engkau terima terhadap keputusan yang telah ditetapkan?” Ia menjawab, “Tidak, tetapi aku terima jika disatukan, dan aku tidak terima jika dipisahkan.” Mendengar itu, Ali berkata kepadanya, “Engkau bohong. Demi Allah, engkau tidak bisa bebas sampai engkau menerima keputusan sebagaimana halnya istrimu menerima keputusan tersebut.”

Sunan Daruquthni 3722

سنن الدارقطني 3722: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ , نا شُعْبَةُ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «وَخُيِّرَتْ يَعْنِي بَرِيرَةَ كَانَ زَوْجُهَا عَبْدًا»

Sunan Daruquthni 3722: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq menceritakan kepada kami, Yahya bin Abu Bukair menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Abdurrahman bin Al Qasim, dari ayahnya, dari Aisyah, dia berkata, “Ia (Barirah) disuruh memilih, dan suaminya adalah budak.”

Sunan Daruquthni 3738

سنن الدارقطني 3738: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي مَسَرَّةَ , نا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِئُ , نا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَجْلَانَ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَبِي صَالِحٍ , [ص:453] عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَالْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ» , قَالَ: وَمَنْ أَعُولُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ , قَالَ: ” امْرَأَتُكَ تَقُولُ: أَطْعِمْنِي وَإِلَّا فَارِقْنِي , خَادِمُكَ يَقُولُ: أَطْعِمْنِي وَاسْتَعْمِلْنِي , وَلَدُكَ يَقُولُ: إِلَى مَنْ تَتْرُكُنِي؟ “

Sunan Daruquthni 3738: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Abu Maisarah menceritakan kepada kami, Abdurrahman Al Muqri‘ menceritakan kepada kami, Sa’id bin Ayyub menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ajlan menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Sebaik-baik sedekah adalah dari orang yang mampu, dan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Mulailah dari yang menjadi tanggungan kalian.” Abu Hurairah berkata, “Siapa yang menjadi tanggunganku ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Istrimu yang biasa berkata, ‘Beri aku makan atau ceraikan aku’, pembantumu yang biasa berkata, ‘Beri makan aku baru boleh pakai jasaku’, dan anakmu yang biasa berkata, ‘Kepada siapa ayah menitipkan kami’.”

Sunan Daruquthni 3723

سنن الدارقطني 3723: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبَّادٍ أَخُو حَمْدُونَ , نا يَعْقُوبُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى , نا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ , [ص:446] عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ زَوْجُ بَرِيرَةَ مَمْلُوكًا , فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا عُتِقَتِ: «اخْتَارِي»

Sunan Daruquthni 3723: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Abbad — saudaranya Hamdun— menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Muhammad, Abdullah bin Musa menceritakan kepada kami, Usamah bin Zaid menceritakan kepada kami dari AzZuhri, dari Al Qasim bin Muhammad, dari Aisyah, dia berkata, “Suami Barirah adalah budak, maka Rasulullah SAW berkata kepadanya (Barirah) ketika ia telah dimerdekakan, ‘Kamu boleh memilih.”

Sunan Daruquthni 3739

سنن الدارقطني 3739: نا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرِ بْنِ مَطَرٍ , نا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ عَاصِمٍ , عَنْ أَبِي صَالِحٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: ” الْمَرْأَةُ تَقُولُ لِزَوْجِهَا: أَطْعِمْنِي أَوْ طَلِّقْنِي , وَيَقُولُ عَبْدُهُ: أَطْعِمْنِي وَاسْتَعْمِلْنِي , وَيَقُولُ وَلَدُهُ: إِلَى مَنْ تَكِلُنَا؟ “

Sunan Daruquthni 3739: Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bisyir bin Mathar menceritakan kepada kami, Syaiban bin Farukh menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Ashim, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda, “Wanita yang berkata kepada suaminya, ‘beri aku makan atau ceraikan aku’, budaknya berkata, ‘Beri aku makan baru pergunakan aku’, dan Anaknya yang berkata, ‘Kepada siapa ayah akan menyerahkan kami.”

Sunan Daruquthni 3724

سنن الدارقطني 3724: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْنٍ الْفَارِسِيُّ , نا شَاذَانُ بْنُ مَاهَانَ , نا شَيْبَانُ , نا عُثْمَانُ بْنُ مِقْسَمٍ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ عَمْرَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ » خَيَّرَهَا وَكَانَ زَوْجُهَا مَمْلُوكًا “

Sunan Daruquthni 3724: Muhammad bin Ismail Al Farisi menceritakan kepada kami, Syadzan bin Mahan menceritakan kepada kami, Syaiban menceritakan kepada kami, Utsman bin Miqsam, dari Yahya bin Sa’id, dari Amrah, dari Aisyah, bahwa Rasulullah SAW mempersilakan dirinya memilih, karena suaminya adalah budak.

Sunan Daruquthni 3740

سنن الدارقطني 3740: قَالَ: وَنا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , [ص:455] عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , أَنَّهُ قَالَ فِي الرَّجُلِ يَعْجِزُ عَنْ نَفَقَةِ امْرَأَتِهِ , قَالَ: «إِنْ عَجَزَ فُرِّقَ بَيْنَهُمَا»

Sunan Daruquthni 3740: Ia berkata: Hammad bin Salamah juga menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Sa’id bin Al Musayyab bahwa ia berkata tentang suami yang tak mampu menafkahi istrinya, “Jika ia tak sanggup maka keduanya dipisahkan.”

Sunan Daruquthni 3725

سنن الدارقطني 3725: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ , نا الشَّافِعِيُّ , نا الْقَاسِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ حَفْصٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , «أَنَّ زَوْجَ بَرِيرَةَ كَانَ عَبْدًا». قَالَ أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ: هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ

Sunan Daruquthni 3725: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ar-Rabi’ bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Asy-Syafi’I menceritakan kepada kami, Al Qasim bin Abdullah bin Umar bin Hafash, dari Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar bahwa suaminya Barirah adalah budak. Abu Bakar An-Naisaburi berkata, “Hadis ini gharib”