Skip to main content

Sunan Daruquthni 3762

سنن الدارقطني 3762: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الرَّقَاشِيُّ , نا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ , أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «كَرَمُ الْمَرْءِ دِينُهُ , وَمُرُوءَتُهُ عَقْلُهُ , وَحَسَبُهُ خُلُقُهُ»

Sunan Daruquthni 3762: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah Ar-Raqqasyi menceritakan kepada kami, Muslim bin Khalid menceritakan kepada kami, Al Ala” bin Abdurrahman mengabarkan kepadaku, dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kemuliaan wanita ada pada agamanya, kewibawaannya ada pada akalnya, dan derajatnya ada pada akhlaknya.”

Sunan Daruquthni 3778

سنن الدارقطني 3778: نا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ , نا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ عُمَرَ , قَالَ: «مَنْ أَغْلَقَ بَابًا وَأَرْخَى سِتْرًا فَقَدْ وَجَبَ الصَّدَاقُ». قَالَ: وَنا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ أَخْبَرَنِي أَشْعَثُ عَنْ عَامِرٍ عَنْ عُمَرَ وَعَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا مِثْلَهُ. وَنا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 3778: Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syadzan menceritakan kepada kami, Mu’alla bin Manshur menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Za’idah menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Sa’id bin Al Musayyab, dari Umar, dia berkata, “Barangsiapa yang menutup pintu dan mengurai tirai maka ia wajib membayar mahar.” Ia (Mu’alla) berkata: Ibnu Abu Za’idah juga menceritakan kepada kami, Asy’ats menceritakan kepadaku, dari Amir, dari Umar dan Ali dengan redaksi yang sama. Ibnu Abu Za’idah juga menceritakan kepada kami dari Ubaidullah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar dengan redaksi yang sama.

Sunan Daruquthni 3763

سنن الدارقطني 3763: نا أَبُو بَكْرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ شَقِيقٍ , ثنا الْحُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ , حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ , [ص:467] عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَحْسَابُ أَهْلِ الدُّنْيَا هَذَا الْمَالُ»

Sunan Daruquthni 3763: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq menceritakan kepada kami, Ali bin Al Hasan bin Syaqiq menceritakan kepada kami, Al Husain bin Waqid menceritakan kepada kami, Abdullah bin Buraid menceritakan kepada kami dari ayahnya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Derajat penduduk dunia adalah harta ini.”

Sunan Daruquthni 3779

سنن الدارقطني 3779: نا أَبُو بَكْرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى , نا عَبْدُ الْوَارِثِ , عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ , عَنِ الْحَسَنِ , قَالَ: قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ: «إِذَا أَغْلَقَ بَابًا وَأَرْخَى سِتْرًا فَقَدْ وَجَبَ لَهَا الصَّدَاقُ , وَعَلَيْهَا الْعِدَّةُ , وَلَهَا الْمِيرَاثُ»

Sunan Daruquthni 3779: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syadzan menceritakan kepada kami, Mu’alla menceritakan kepada kami, Abdul Warits menceritakan kepada kami dari Ashim Al Ahwal, dari Al Hasan, dia berkata: Umar bin Khaththab berkata, “Jika pintu telah ditutup dan tirai sudah dibentangkan, maka mahar wajib dibayar, sang istri harus ber-iddah, dan hak waris pun ia dapatkan.”

Sunan Daruquthni 3764

سنن الدارقطني 3764: نا أَبُو بَكْرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ , نا شُعْبَةُ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي السَّفَرِ , قَالَ: سَمِعْتُ الشَّعْبِيَّ , يَقُولُ: سَمِعْتُ زِيَادَ بْنَ حُدَيْرٍ , يَقُولُ: سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ , يَقُولُ: «حَسَبُ الْمَرْءِ دِينُهُ , وَمُرُوءَتُهُ خُلُقُهُ , وَأَصْلُهُ عَقْلُهُ»

Sunan Daruquthni 3764: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq menceritakan kepada kami, Musa bin Daud menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Abu As-Safar, dia berkata: Aku mendengar Syu’aib berkata: Aku mendengar Ziyad bin Hudair berkata: Aku mendengar Umar bin Khaththab berkata, “Derajat seseorang adalah agamanya, harga dirinya adalah akhlaknya, dan asalnya adalah akalnya.”

Sunan Daruquthni 3780

سنن الدارقطني 3780: نا أَبُو بَكْرٍ , نا مُحَمَّدُ , عَنْ مُعَلَّى , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , نا أَبُو الْأَسْوَدِ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ كَشَفَ خِمَارَ امْرَأَةٍ وَنَظَرَ إِلَيْهَا فَقَدْ وَجَبَ الصَّدَاقُ دَخَلَ بِهَا أَوْ لَمْ يَدْخُلْ بِهَا»

Sunan Daruquthni 3780: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Mu’alla menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi’ah menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membuka kerudung perempuan dan melihatnya, maka ia wajib membayar maharnya, baik ia sudah menyetubuhinya maupun belum.”

Sunan Daruquthni 3765

سنن الدارقطني 3765: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو حُذَيْفَةَ , نا سُفْيَانُ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ حَسَّانَ بْنِ فَائِدٍ الْعَبْسِيِّ , قَالَ: قَالَ عُمَرُ: «إنَّ الشَّجَاعَةَ وَالْجُبْنَ غَرَائِزُ فِي الرِّجَالِ , وَالْكَرَمُ وَالْحَسَبُ , فَكَرَمُ الرَّجُلِ دِينُهُ , وَحَسَبُهُ خُلُقُهُ , وَإِنْ كَانَ فَارِسِيًّا أَوْ نَبَطِيًّا»

Sunan Daruquthni 3765: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq menceritakan kepada kami, Abu Hudzaifah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Hassan bin Fa’id Al Absi, dia berkata: Imran berkata, “Keberanian dan ketakutan adalah naluri seorang pria, sedangkan kemuliaan seorang pria terletak pada agamanya dan derajatnya ada pada akhlaknya, meski ia orang Persia atau Nabthi.”

Sunan Daruquthni 3766

سنن الدارقطني 3766: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا حَمْدُونُ بْنُ عَبَّادِ الْفَرْغَانِيُّ أَبُو جَعْفَرٍ , حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَاصِمٍ , عَنِ الْمُثَنَّى بْنِ الصَّبَّاحِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , قَالَ: جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَتْ: إِنَّ ابْنِي هَذَا كَانَ بَطْنِي لَهُ وِعَاءً , وَحِجْرِي لَهُ حِوَاءً , وَثَدْيِي لَهُ سِقَاءً , وَإِنَّ أَبَاهُ يُرِيدُ أَنْ يَنْتَزِعَهُ مِنِّي , قَالَ: «لَا أَنْتِ أَحَقُّ بِهِ مَا لَمْ تَزَوَّجِي»

Sunan Daruquthni 3766: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Hamdun bin Abbad Al Farghani Abu Ja’far menceritakan kepada kami, Ali bin Ashim menceritakan kepada kami dari Al Mutsanna bin Ash-Shabbah, dari Amr bin Syu’aib, dan ayahnya, dari kakeknya, dia berkata: Pernah ada seorang wanita datang kepada Nabi SAW dan berkata, “Sesungguhnya anakku ini bernaung di perutku, di kamarku udara untuknya. dan air susuku adalah minumannya, tapi ayahnya ingin mengambilnya dariku.” Beliau bersabda, “Tidak, engkau lebih berhak mengasuhnya selama engkau belum menikah.”

Sunan Daruquthni 3767

سنن الدارقطني 3767: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , حَدَّثَنِي أَبُو عَاصِمٍ , عَنْ أَبِي الْعَوَّامِ , عَنِ الْمُثَنَّى بْنِ الصَّبَّاحِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , [ص:469] عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ امْرَأَةً خَاصَمَتْ زَوْجَهَا فِي وَلَدِهَا , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمَرْأَةُ أَحَقُّ بِوَلَدِهَا مَا لَمْ تَزَوَّجْ»

Sunan Daruquthni 3767: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepadaku, dari Abu Al Awwam, dari Al Mutsanna bin Ash-Shabbah, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa pernah ada wanita yang memperebutkan hak asuh anak dari suaminya. Nabi SAW kemudian bersabda, “Wanita lebih berhak mengasuh anaknya selama ia belum menikah lagi.”

Sunan Daruquthni 3768

سنن الدارقطني 3768: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , حَدَّثَنِي يُوسُفُ بْنُ سَعِيدٍ , حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِابْنٍ لَهَا , قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ بَطْنِي كَانَ لَهُ وِعَاءً , وَثَدْيِي كَانَ لَهُ سِقَاءً , وَحِجْرِي كَانَ لَهُ حِوَاءٍ , وَإِنَّ أَبَاهُ يُرِيدُ أَنْ يَنْتَزِعَهُ مِنِّي , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنْتِ أَحَقُّ بِهِ مَا لَمْ تَتَزَوَّجِي»

Sunan Daruquthni 3768: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yusuf bin Sa’id menceritakan kepadaku, Hajjaj bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari Abdullah bin Amr bahwa pernah ada seorang wanita mendatangi Nabi SAW dengan membawa anaknya. Ia berkata, “Ya Rasulullah, perutku telah menjadi tempat baginya, susuku menjadi minumannya, dan kamarku adalah udara baginya, tapi ayahnya ingin memisahkan aku darinya.” Mendengar itu, Beliau bersabda, “Engkan lebih berhak (mengasuhnya) selama engkau belum menikah”