Skip to main content

Shahih Ibnu Khuzaimah 1748

صحيح ابن خزيمة 1748: نا يَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ، نا أَبُو بَكْرٍ، نا صَخْرُ بْنُ جُوَيْرِيَةَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَخْطُبُ وَهُوَ يَقُولُ: «إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1748: Yahya bin Hakim memberitakan kepada kami, Abu Bakar memberitakan kepada kami, Shakhar bin Juwairiyah memberitakan kepada kami, dari Nafi’, dari Ibnu Umar yang berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah di atas mimbar, ‘Apabila salah seorang di antara kalian pergi ke masjid untuk shalat jum ‘at, maka sebaiknya ia mandi terlebih dahulu’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1749

صحيح ابن خزيمة 1749: نا الْحَسَنُ بْنُ قَزْعَةَ، نا الْفُضَيْلُ يَعْنِي ابْنَ سُلَيْمَانَ، نا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ يَخْطُبُ النَّاسَ: «إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَغْتَسِلْ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1749: Hasan bin Quza’ah memberitakan kepada kami, Fudhail -yaitu Ibnu Sulaiman- memberitakan kepada kami, Musa bin Uqbah memberitakan kepada kami, dari Nafi, dari Ibnu Umar yang berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan khutbah di hadapan kaum muslimin, ‘Apabila salah seorang di antara kalian pergi ke masjid (untuk melaksanakan shalat jum’at), maka mandilah terlebih dahulu’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1750

صحيح ابن خزيمة 1750: نا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، ثنا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ، ح، وَثنا عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخُزَاعِيُّ، أَخْبَرَنَا زَيْدٌ، حَدَّثَنِي عُثْمَانُ بْنُ وَاقِدٍ الْعُمَرِيُّ، حَدَّثَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَتَى الْجُمُعَةَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ فَلْيَغْتَسِلْ , وَمَنْ لَمْ يَأْتِهَا فَلَيْسَ عَلَيْهِ غُسْلٌ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ» . هَذَا حَدِيثُ ابْنِ رَافِعٍ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1750: Muhammad bin Rafi’ memberitakan kepada kami, Zaid bin Hubab memberitakan kepada kami,Ha, Abadah bin Abdullah Al Khuza’i menceritakan kepada kami, Zaid memberitakan kepada kami, Utsman bin Waqid Al Umari menceritakan kepada kami, Nafi’ menceritakan kepada ku yang menerimanya dari Ibnu Umar yang telah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa di antara kalian, baik itu laki-laki atau perempuan, datang ke masjid pada hari jum’at, maka sebaiknya ia mandi terlebih dahulu. Dan barangsiapa yang tidak pergi ke masjid, maka tidak dianjurkan untuk mandi’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1751

صحيح ابن خزيمة 1751: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ، ثنا قُرَيْشُ بْنُ أَنَسٍ، ثنا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: ” كَانَ النَّاسُ عُمَّالَ أَنْفُسِهِمْ , فَكَانُوا يَرُوحُونَ إِلَى الْجُمُعَةِ كَهَيْئَتِهِمْ , فَقِيلَ لَهُمْ: لَوِ اغْتَسَلْتُمْ “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1751: Muhammad bin Walid pernah menceritakan sebuah hadis kepada kami, Quraisy bin Anas menceritakan kepada kami, Hisyam bin Urwah menceritakan kepada kami, dari bapaknya dari Aisyah yang pernah berkata, “Dulu mayoritas kaum muslimin itu adalah buruh kasar. Kemudian mereka senantiasa pergi ke masjid untuk shalat jum’at dengan pakaian yang mereka kenakan sehabis bekerja. Lalu salah seorang di antara mereka berkata, ‘Seandainya kalian mandi (terlebih dahulu, maka hal itu tentunya lebih baik)’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1752

صحيح ابن خزيمة 1752: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَهْبٍ، ثنا عَمِّي قَالَ: أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ، أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ جَعْفَرٍ حَدَّثَهُ , عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ: كَانَ النَّاسُ يَنْتَابُونَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ مِنْ مَنَازِلِهِمْ مِنَ الْعَوَالِي , فَيَأْتُونَ فِي الْعَبَاءِ , وَيُصِيبَهُمُ الْغُبَارُ وَالْعَرَقُ , فَيَخْرُجُ مِنْهُمُ الرِّيحُ , فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْسَانٌ مِنْهُمْ وَهُوَ عِنْدِي , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَوْ أَنَّكُمْ تَطَهَّرْتُمْ لِيَوْمِكُمْ هَذَا»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1752: Ahmad bin Abdurrahman bin Wahab pernah menceritakan sebuah hadis kepada kami (175-A). Pamanku menceritakan kepada kami, Amr bin Harits memberitakan kepada kami, dari Ubaidillah bin Abu Ja’far bahwasanya Muhammad bin Ja’far menerima hadis dari Urwah, dari Aisyah yang pernah berkata, “Dulu kaum muslimin pergi ke masjid dengan mengenakan kain yang panjang dan lebar. Terkadang, di tengah perjalanan, debu dan keringat menimpa mereka, hingga muncullah aroma yang tidak sedap dari tubuh mereka. Kemudian salah seorang di antara mereka datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam —yang secara kebetulan saat itu aku tengah berada di dekat beliau— untuk menanyakan sesuatu. Setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Alangkah baiknya jika anda mandi terlebih dahulu pada hari ini’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1753

صحيح ابن خزيمة 1753: حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمُرَادِيُّ، ثنا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ وَهُوَ ابْنُ بِلَالٍ , عَنْ عَمْرٍو وَهُوَ ابْنُ أَبِي عَمْرٍو مَوْلَى الْمُطَّلِبِ , عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَجُلَيْنِ مِنْ أَهْلِ الْعِرَاقِ أَتَيَاهُ فَسَأَلَاهُ عَنِ الْغُسْلِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ: أَوَاجِبٌ هُوَ؟ فَقَالَ لَهُمَا ابْنُ عَبَّاسٍ: مَنِ اغْتَسَلَ فَهُوَ أَحْسَنُ وَأَطْهَرُ , وَسَأُخْبِرُكُمْ لِمَاذَا بَدَأَ الْغُسْلُ: كَانَ النَّاسُ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْتَاجِينَ , يَلْبَسُونَ الصُّوفَ , وَيَسْقُونَ النَّخْلَ عَلَى ظُهُورِهِمْ , وَكَانَ الْمَسْجِدُ ضَيِّقًا , مُقَارِبَ السَّقْفِ , فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِي يَوْمٍ صَائِفٍ شَدِيدِ الْحَرِّ , وَمِنْبَرُهُ قَصِيرٌ , إِنَّمَا هُوَ ثَلَاثُ دَرَجَاتٍ , فَخَطَبَ النَّاسَ , فَعَرِقَ النَّاسُ بِالصُّوفِ , فَثَارَتْ أَرْوَاحُهُمْ رِيحَ الْعَرَقِ وَالصُّوفِ حَتَّى كَانَ يُؤْذِي بَعْضُهُمْ بَعْضًا , حَتَّى بَلَغَتْ أَرْوَاحُهُمْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ , فَقَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ , إِذَا كَانَ هَذَا الْيَوْمُ فَاغْتَسِلُوا , وَلْيَمَسَّ أَحَدُكُمْ أَطْيَبَ مَا يَجِدُ مِنْ طِيبِهِ أَوْ دُهْنِهِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1753: Rabi’ bin Sulaiman Al Muradi telah memberitakan sebuah hadis kepada kami, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Bilal menceritakan kepada kami, dari Amr bin Abu Amr, budak Muthalib, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwasanya konon ada dua orang laki-laki dari negeri Irak yang bertanya kepadanya tentang hukum mandi pada hari jum’at. Lalu Ibnu Abbas berkata kepada keduanya, “sesungguhnya orang yang mandi pada hari itu lebih baik dan suci. Akan aku ceritakan kepada kalian kapan sebenarnya mandi pada hari jum’at itu diperintahkan. Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hidup, kaum muslimin berada dalam kesederhanaan dan kebersahajaan. Mereka mengenakan kain wol yang kasar dan harus bekerja keras untuk memperoleh rezeki. Saat itu, masjid Nabi sangatlah sempit dan beratap rendah. Hingga suatu ketika, pada hari jum’at di musim panas yang amat menyengat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan khutbah jum’at dari atas mimbar pendek yang hanya mempunyai tiga tingkat kepada jama’ah kaum muslimin yang berpeluh karena mengenakan kain wol yang kasar. Tiba-tiba aroma tak sedap keluar dari tubuh mereka yang berkeringat karena mengenakan kain wol yang kasar hingga mengganggu jama’ah yang lain. Ternyata aroma tak sedap tersebut tercium oleh Rasulullah yang pada saat itu sedang berada di atas mimbar untuk berkhutbah. Akhirnya beliau pun bersabda, “Wahai kaum muslimin sekalian, apabila datang hari jum’at, maka mandilah! Sebaiknya setiap individu dari kalian memakai wangi-wangian (untuk shalat jum’at).”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1754

صحيح ابن خزيمة 1754: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، وَسَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ قَالَا: ثنا أَبُو مُعَاوِيَةَ , قَالَ يَعْقُوبُ: ثنا الْأَعْمَشُ، وَقَالَ سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ ? عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَدَنَا وَأَنْصَتَ , وَاسْتَمَعَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ , وَمَنْ مَسَّ الْحَصَا فَقَدْ لَغَا»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1754: Ya’kub bin Ibrahim Ad-Dauraqi dan Salm bin Junadah telah menceritakan sebuah hadis kepada kami, Kemudian keduanya berkata, “Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami,” Lalu Ya’kub bin Ibrahim Ad-Dauraqi berkata, Al A’masy menceritakan kepada kami, Salm bin Junadah berkata, “kami menerima hadis itu dari Al A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah yang telah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, ‘Barangsiapa berwudhu pada hari jum’at dengan sebaik-baiknya. Setelah itu ia pergi ke masjid untuk shalat jum’at. Kemudian di masjid tersebut ia diam dan mendengarkan khutbah dengan seksama, maka dosanya antara jum’at itu dan jum’at yang lalu serta ditambah tiga hari pasti akan diampuni. Selebihnya barangsiapa yang memegang batu kerikil, maka sesungguhnya ia telah lalai.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1755

صحيح ابن خزيمة 1755: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ الْعِجْلِيُّ، ثنا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ، ثنا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَبِهَا وَنِعْمَتْ , وَمَنِ اغْتَسَلَ فَذَاكَ أَفْضَلُ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1755: Ahmad bin Miqdam Al Ajal telah menceritakan sebuah hadis kepada kami, Yazid —yaitu Ibnu Zura’i— menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Qatadah, dari Hasan, dari Samrah bin Jundub dari Nabi Muhammad yang telah bersabda, “Barangsiapa berwudhu pada hari jum’at, maka itu adalah baik. Dan barangsiapa yang mandi pada hari itu, maka hal tersebut lebih baik”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1756

صحيح ابن خزيمة 1756: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ بْنِ كُرَيْبٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ الضُّرَيْسِ، وَعَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخُزَاعِيُّ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ , وَابْنُ الضُّرَيْسِ: حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ، وَقَالَ عَبْدَةُ: أَنْبَأَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ، عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ، عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ , قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ: ” مَنْ غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ , وَغَدَا وَابْتَكَرَ , فَدَنَا وَأَنْصَتَ , وَلَمْ يَلْغُ , كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ كَأَجْرِ سَنَةٍ: صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا “. لَمْ يَقُلْ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ: وَذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ. وَقَالَ: «مَنْ غَسَلَ» بِالتَّخْفِيفِ. وَقَالَ ابْنُ الضُّرَيْسِ: «كُتِبَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ» . قَالَ أَبُو بَكْرٍ: مَنْ قَالَ فِي الْخَبَرِ: «مَنْ غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ» , فَمَعْنَاهُ: جَامَعَ فَأَوْجَبَ الْغُسْلَ عَلَى زَوْجَتِهِ أَوْ أَمَتِهِ وَاغْتَسَلَ , وَمَنْ قَالَ: «غَسَلَ وَاغْتَسَلَ» , أَرَادَ: غَسَلَ رَأْسَهُ , وَاغْتَسَلَ , فَغَسَلَ سَائِرَ الْجَسَدِ. كَخَبَرِ طَاوُسٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1756: Muhammad bin Al ’Ala bin Kuraib, Muhammad bin Yahya bin Dharis, dan Abadah bin Abdullah Al Khuza’i telah menceritakan sebuah hadis kepada kami, Muhammad bin Al ‘Ala dan Ibnu Dharis telah berkata, “Husain menceritakan kepada kami, kemudian Abadah bin Abdullah berkata, “Husain bin Ali menceritakan kepada kami, dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir, dari Abu Al Asy’ats Ash-Shan’ani, dari Aus bin Aus bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda sambil menyebut hari jum’at, “Barangsiapa mandi di hari jum’at lalu pergi berangkat ke masjid dengan segera. Di sana ia dekat dengan mimbar dan mendengarkan khutbah serta tidak lalai, maka setiap langkahnya itu akan memperoleh ganjaran satu tahun puasa dan shalat.” Sementara itu, Muhammad bin Al ‘Ala tidak menyatakan “sambil menyebut hari jum’at’. Namun demikian, ia mengatakan, “barangsiapa yang mandi”. Ibnu Dharis berkata, “Akan dituliskan untuknya setiap satu langkah” Abu Bakar berkata, “Barangsiapa mengatakan dalam hadis itu, ‘man gassala wa igtasala”, maksudnya adalah ia melakukan hubungan suami-istri hingga wajib mandi. Sedangkan yang lain berpendapat, “gassala wa igtasala”, maksudnya adalah mengguyur kepalanya dan membasuh seluruh tubuhnya, sebagaimana hadis Thawus dari Ibnu Abbas.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1741

صحيح ابن خزيمة 1741: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ، أَخْبَرَنَا أَبِي , وَشُعَيْبٌ قَالَا: أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، عَنْ خَالِدٍ وَهُوَ ابْنُ يَزِيدَ , عَنِ ابْنِ أَبِي هِلَالٍ وَهُوَ سَعِيدٌ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، أَنَّ عَمْرَو بْنَ سُلَيْمٍ أَخْبَرَهُ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ الْغُسْلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ , وَالسِّوَاكَ , وَأَنْ يَمَسَّ مِنَ الطِّيبِ مَا يَقْدِرُ عَلَيْهِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1741: Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakim memberitakan kepada kami, Ubay dan Syu’aib memberitakan kepada kami,keduanya berkata, “Al-Laits memberitakan kepada kami, dari Khalid —yaitu Ibnu Yazid— dari Ibnu Abi Hilal —yaitu Sa’id— dari Abu Bakar bin Munkadir bahwa Amr bin Salim memberitakan kepadanya, dari Abdurrahman bin Abu Said Al Khudri dari bapaknya bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Sesungguhnya mandi pada hari jum’at, bersiwak, dan memakai wewangian itu dianjurkan bagi setiap orang yang telah bermimpi.”