Skip to main content

Shahih Ibnu Khuzaimah 1688

صحيح ابن خزيمة 1688: نا أَبُو مُوسَى، ثنا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ، ثنا هَمَّامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ مُوَرِّقٍ، عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «صَلَاةُ الْمَرْأَةِ فِي مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهَا فِي بَيْتِهَا، وَصَلَاتُهَا فِي بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهَا فِي حُجْرَتِهَا»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1688: Abu Musa memberitakan kepada kami, Amr bin Ashim menceritakan kepada kami, Hammam menceritakan kepada kami, dari Qatadah, dari Muwarriq, dari Abi Al Ahwash, dari Abdullah yang mendengar langsung hadis itu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang pernah bersabda, “Shalatnya wanita di dalam kamar tidurnya itu lebih baik daripada shalat di rumahnya. Sedangkan shalat di dalam rumahnya itu lebih baik daripada shalat dikamarnya.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1689

صحيح ابن خزيمة 1689: نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، نا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى، نا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ الْهَجَرِيِّ، عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ أَحَبَّ صَلَاةٍ تُصَلِّيهَا الْمَرْأَةُ إِلَى اللَّهِ فِي أَشَدِّ مَكَانٍ فِي بَيْتِهَا ظُلْمَةً»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1689: Muhammad bin Yahya memberitakan kepada kami, Muhammad bin Isa memberitakan kepada kami, Abu Mu’awiyah memberitakan kepada kami, dari Ibrahim Al Hijri, dari Abi Al Ahwash dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah bersabda, “Sesungguhnya shalat yang paling disukai Allah dari seorang wanita adalah shalat di tempat yang paling gelap dalam rumahnya.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1690

صحيح ابن خزيمة 1690: وَرَوَى عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ، وَفِي الْقَلْبِ مِنْهُ رَحِمَهُ اللَّهُ قَالَ: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍوِ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَحَبَّ صَلَاةٍ تُصَلِّيهَا الْمَرْأَةُ إِلَى اللَّهِ أَنْ تُصَلِّيَ فِي أَشَدِّ مَكَانٍ مِنْ بَيْتِهَا ظُلْمَةً» . حَدَّثَنَاهُ عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1690: Abdullah bin Ja’far rahimahulluh telah meriwayatkan bahwasanya ia pernah berkata, “Muhammad bin Amr telah memberitakan sebuah hadis kepada kami, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah bahwasanya ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Sesungguhnya shalat yang paling disukai Allah dari seorang wanita adalah shalat di tempat yang paling gelap dalam rumahnya’.” Kami menerima hadis ini dari Ali bin Hajr, dari Abdullah bin Ja’far.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1691

صحيح ابن خزيمة 1691: نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ، ثنا عَبْدُ الْعَزِيزِ، ثنا الْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا» نا أَبُو مُوسَى مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنِي الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ، إِذَا سَجَدَ الرِّجَالُ فَاحْفَظُوا أَبْصَارَكُنَّ» ، قُلْتُ لِعَبْدِ اللَّهِ: مِمَّ ذَاكَ؟ قَالَ: مِنْ ضِيقِ الْأُزُرِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1691: Ahmad bin Abadah memberitakan kepada kami, Abdul Aziz memberitakan kepada kami, Al ‘Ala bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, dari bapaknya, dari Abu Hurairah yang telah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Sebaik-baik shaf kaum pria adalah di depan dan seburuk-buruknya adalah di belakang. Sebaliknya, sebaik-baik shaf kaum wanita itu adalah di dibelakang dan seburuk-buruknya adalah di depan.” Abu Musa bin Al Mutsanna memberitakan kepada kami, Adh-Dhahhak bin Mukhallad memberitakan kepada kami, Sufyan memberitakan kepada kami, Abdullah bin Abu Bakar menceritakan kepada kami, dari Said bin Musayyab, dari Abu Said Al Khudri yang telah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, ‘Wahai kaum wanita, apabila kaum pria itu sedang sujud dalam shalat, maka peliharalah pandangan kalian!’ aku bertanya kepada Abdullah, ‘mengapa demikian?’ Abdullah menjawab, ‘Karena sempitnya sarung yang dikenakan’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1692

صحيح ابن خزيمة 1692: نا أَبُو يَحْيَى مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ، أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ، بِمِثْلِهِ، وَقَالَ: «فَاحْفَظُوا أَبْصَارَكُمْ مِنْ عَوْرَاتِ الرِّجَالِ» فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1692: Abu Yahya Muhammad bin Abdurrahim memberitakan kepada kami, Abu ‘Ashim memberitakan kepada kami seperti redaksi hadis di atas. Kemudian ia berkata, “Oleh karena itu, peliharalah pandangan mata kalian dari aurat kaum pria!” Lalu ia menyebutkan hadis tersebut.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1693

صحيح ابن خزيمة 1693: نا بِشْرُ بْنُ مُعَاذٍ، ثنا بِشْرٌ يَعْنِي ابْنَ الْمُفَضَّلِ، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ وَهُوَ ابْنُ إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: كُنَّ النِّسَاءُ يُؤْمَرْنَ فِي الصَّلَاةِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا يَرْفَعْنَ رُءُوسَهُنَّ حَتَّى يَأْخُذَ الرِّجَالُ مَقَاعِدَهُمْ مِنْ قَبَاحَةِ الثِّيَابِ قَالَ أَبُو بَكْرٍ: خَبَرُ الثَّوْرِيِّ عَنْ أَبِي حَازِمٍ خَرَّجْتُهُ فِي كِتَابِ الْكَبِيرِ فِي أَبْوَابِ اللِّبَاسِ فِي الصَّلَاةِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1693: Bisyar maksudnya bin Muadz, Bisyr maksudnya Ibnu Al Mufadhdhal menceritakan kepada kami, Abdurrahman yaitu Ibnu Ishaq menceritakan kepada kami, dari Abu Hazim, dari Sahal bin Sa’ad yang telah berkata, “Sesungguhnya kaum wanita itu diperintahkan agar tidak mengangkat kepala mereka (dari sujud) hingga kaum pria duduk dalam posisi tegak karena sempitnya kain mereka.” Abu Bakar berkata, “hadis Ats-Tsauri dari Abu Hazim yang kami riwayatkan dalam kitab Al Kabir pada pembahasan tenang pakaian dalam shalat.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1694

صحيح ابن خزيمة 1694: نا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ، أَخْبَرَنَا نُوحٌ يَعْنِي ابْنَ قَيْسٍ الْحُدَّانِيَّ، ثنا عَمْرُو بْنُ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الْجَوْزَاءِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَتْ تُصَلِّي خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْرَأَةٌ حَسْنَاءُ مِنْ أَحْسَنِ النَّاسِ، فَكَانَ بَعْضُ الْقَوْمِ يَتَقَدَّمُ فِي الصَّفِّ الْأَوَّلِ لِئَلَّا يَرَاهَا، وَيَسْتَأْخِرُ بَعْضُهُمْ حَتَّى يَكُونَ فِي الصَّفِّ الْمُؤَخِّرِ، فَإِذَا رَكَعَ نَظَرَ مِنْ تَحْتِ إِبْطِهِ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي شَأْنِهَا {وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَأْخِرِينَ} [الحجر: 24]

Shahih Ibnu Khuzaimah 1694: Nasr bin Ali Al Jahdhami memberitakan kepada kami, Nuh —yaitu Abu Qais Al Haddani— memberitakan kepada kami, Amr bin Malik memberitakan kepada kami, dari Abi Al Jauza’i, dari Ibnu Abbas yang telah berkata, “Pada suatu ketika ada seorang wanita cantik yang sedang melaksanakan shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian ada sebagian sahabat yang maju ke shaf yang pertama dengan tujuan agar mereka tidak melihat wanita tersebut, sedangkan sebagian lainnya malah mundur ke shaf belakang. Ketika ruku, maka mereka dapat melihatnya dari bawah ketiak mereka. Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat yang berkaitan dengan hal: ‘Sesungguhnya kami mengetahui orang-orang yang berada di depan di antaramu dan kami pun mengetahui orang-orang yang berada di belakang [Al Hijr [15]: 24).

Shahih Ibnu Khuzaimah 1695

صحيح ابن خزيمة 1695: نا أَبُو مُوسَى، نا نُوحُ بْنُ قَيْسٍ الْحُدَّانِيُّ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِهَذَا الْمَعْنَى، ناه الْفَضْلُ بْنُ يَعْقُوبَ، نا نُوحٌ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَالِكٍ، بِنَحْوِهِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1695: Abu Musa memberitakan kepada kami, Nuh bin Qais Al Haddani memberitakan kepada kami dengan redaksi yang sama. Fadhil bin Ya’kub memberitakan kepada kami, Nuh memberitakan kepada kami, dari Amr bin Malik yang sama redaksinya.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1696

صحيح ابن خزيمة 1696: نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ، نا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ يَزِيدَ، ح وَثنا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ، نا سُفْيَانُ كِلَاهُمَا، عَنْ يَحْيَى، ح وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ، أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ قَالَ: حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ عَمْرَةَ قَالَتْ: سَمِعْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَقُولُ: لَوْ رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَحْدَثَ النِّسَاءُ بَعْدَهُ لَمَنَعَهُنَّ الْمَسَاجِدَ كَمَا مُنِعَتْ نِسَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ، فَقُلْتُ: مَا هَذِهِ؟ أَوَ مُنِعَتْ نِسَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. هَذَا حَدِيثُ عَبْدِ الْجَبَّارِ. وَقَالَ أَحْمَدُ فِي حَدِيثِهِ: قُلْتُ لِعَمْرَةَ: وَمُنِعَ نِسَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ؟

Shahih Ibnu Khuzaimah 1696: Ahmad bin Abadah memberitakan kepada kami, Hamad -yaitu Ibnu Yazid- memberitakan kepada kami, Ha, Abdul Jabbar bin Al ‘Ala menceritakan kepada kami, Sufyan mcncerilakan kepada kami, keduanva menerima hadis lersebul dari Yahya, Ha, Ali bin Khasyram memberitakan kepada kami, Ibnu Uyainah memberitakan kepada kami,dati berkata: Yahya bin Said memberitakan kepada kami, dari Amrah bahwasanya ia berkata, ‘Aku pernah mendengar Aisyah berkata, ‘Seandainya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat apa yang terjadi pada kaum wanita sepeninggalan beliau, maka sebelumnya beliau pasti telah melarang kaum wanita untuk pergi ke masjid sebagaimana kaum wanita bani Isra’il.’ aku bertanya kepada Aisyah, ‘Apakah benar kaum wanita bani Isra’il telah dilarang (untuk pergi ke tempat ibadah mereka)?’ Aisyah pun menjawab, ‘Ya, mereka dahulu telah dilarang untuk pergi ke tempat ibadah mereka’.” Ini adalah hadis Abdul Jabbar. Imam Ahmad pernah berkata dalam hadisnya, “Aku pernah berkata kepada Amrah, ‘wanita kaum bani Isra’il telah dilarang (untuk pergi ke tempat ibadah mereka).”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1681

صحيح ابن خزيمة 1681: نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، أَنَّ دَرَّاجًا أَبَا السَّمْحِ حَدَّثَهُ عَنِ السَّائِبِ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهِنَّ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1681: Yunus bin Abdul A’la memberitakan kepada kami, Ibnu Wahab memberitakan kepada kami, Amr bin Harits memberitakan kepada kami bahwa Darraj Abu Sama menceritakan hadis itu dari Saib, budak Ummu Salamah, dari Ummu Salamah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dari Nabi Muhammad bahwasanya beliau telah bersabda, “sebaik-baik tempat shalatnya kaum wanita adalah di dalam rumahnya.”