Skip to main content

Shahih Ibnu Khuzaimah 1705

صحيح ابن خزيمة 1705: نا الْحَسَنُ بْنُ مَهْدِيٍّ، ثنا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ، أَنَّ أَبَا مَعْبَدٍ أَخْبَرَهُ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، «أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِينَ يُنْصَرَفُ مِنَ الْمَكْتُوبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: فَكُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوا بِذَلِكَ إِذَا سَمِعْتُهُ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1705: Al Hasan bin Mahdi memberitakan kepada kami, Abdurrazzak memberitakan kepada kami, Ibnu Juraij memberitakan kepada kami, Amr bin Dinar memberitakan kepadaku, bahwasanya Abu Ma’bad telah memberitakan kepadanya sebuah hadis yang diterimanya dari Ibnu Abbas bahwa meninggikan suara ketika selesai dari shalat wajib itu telah berjalan sejak masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibnu Abbas berkata, “Aku mengetahui hal itu manakala aku mendengar ucapan salam ketika mereka (para sahabat) selesai dari salat.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1706

صحيح ابن خزيمة 1706: نا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ، ثنا وَكِيعٌ، عَنْ مِسْعَرٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْقِبْطِيَّةِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ: كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشَارَ أَحَدُنَا إِلَى أَخِيهِ بِيَدِهِ , عَنْ يَمِينِهِ , وَعَنْ شِمَالِهِ , فَلَمَّا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا بَالُ أَحَدِكُمْ يَفْعَلُ هَذَا كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمُسٍ؟ إِنَّمَا يَكْفِي أَحَدَكُمْ – أَوْ – أَلَا يَكْفِي أَحَدَكُمْ أَنْ يَقُولَ هَكَذَا؟» وَوضَعَ يَدَهُ عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى , وَأَشَارَ بِأُصْبُعِهِ , ثُمَّ سَلَّمَ عَلَى أَخِيهِ مَنْ عَنِ يَمِينِهِ , وَمَنْ عَنْ شِمَالِهِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1706: Salm bin Junadah memberitakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami, dari Mis’ar, dari Ubaidillah bin Al Qibthiyyah, dari Jabir bin Samrah bahwasanya ia berkata, “Ketika kami shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba salah seorang di antara kami menunjuk kepada temannya yang ada di sebelah kanan dan kiri dengan tangannya. Usai melaksanakan shalat, maka Rasulullah bertanya, Mengapa salah seorang di antara kalian melakukan hal itu (yaitu menunjuk temannya yang berada di sebelah kanan dan kiri dengan tangannya)? Bukankah tindakan itu seperti ekor kuda matahari? Sebenarnya (A) cukup baginya untuk mengucapkan —seraya beliau meletakkan tangan di atas paha kanannya dan menunjuk dengan jari tangannya— ‘as-salamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatu ’ kepada saudaranya yang ada di sebelah kanan dan kirinya.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1707

صحيح ابن خزيمة 1707: أنا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، ثنا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْهَاشِمِيُّ، أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي مَحْمُودُ بْنُ الرَّبِيعِ الْأَنْصَارِيُّ، أَنَّهُ عَقِلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَعَقِلَ مَجَّةً مَجَّهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ دَلْو مِنْ بِئْرٍ كَانَتْ فِي دَارِهِمْ فِي وَجْهِهِ , فَزَعَمَ مَحْمُودٌ أَنَّهُ سَمِعَ عِتْبَانَ بْنَ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيُّ , وَكَانَ مِمَّنْ شَهِدَ بَدْرًا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: كُنْتُ أُصَلِّي لِقَوْمِي بَنِي سَالِمٍ , فَكَانَ يَحُولُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ وَادٍ إِذَا جَاءَتِ الْأَمْطَارُ , قَالَ: فَشَقَّ عَلَيَّ أَنْ أَجْتَازَهُ قِبَلَ مَسْجِدِهِمْ , فَجِئْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقُلْتُ لَهُ: إِنِّي قَدْ أَنْكَرْتُ مِنْ بَصَرِي , وَإِنَّ الْوَادِيَ الَّذِي يَحُولُ بَيْنِي وَبَيْنَ قَوْمِي يَسِيلُ إِذَا جَاءَتِ الْأَمْطَارُ , فَيَشُقُّ عَلَيَّ أَنْ أَجْتَازَهُ , فَوَدِدْتُ أَنَّكَ تَأْتِيَنِي فَتُصَلِّي مِنْ بَيْتِي مُصَلًّى أَتَّخِذُهُ مُصَلًّى , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سَأَفْعَلُ» , فَغَدَا عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ بَعْدَ مَا امْتَدَّ النَّهَارُ , فَاسْتَأْذَنَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَذِنْتُ لَهُ , فَلَمْ يَجْلِسْ حَتَّى قَالَ: «أَيْنَ تُحِبُّ أَنْ أُصَلِّيَ لَكَ فِي بَيْتِكَ؟» , فَأَشَرْتُ لَهُ إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي أُحِبُّ أَنْ أُصَلِّيَ فِيهِ , فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَبَّرَ , وَصَفَفْنَا وَرَاءَهُ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ , ثُمَّ سَلَّمَ , وَسَلَّمْنَا حِينَ سَلَّمَ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1707: Muhammad bin Yahya memberitakan kepada kami, Sulaiman bin Daud Al Hasyimi memberitakan kepada kami, Ibrahim bin Sa’ad memberitakan kepada kami, dari Ibnu Syihab yang telah berkata, “Mahmud bin Rabi Al Anshari telah memberitakan sebuah hadis kepadaku bahwasanya ia telah membasuhkan air ludah yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam semburkan pada wajahnya. Mahmud menduga bahwasanya ia telah mendengar Ataban bin Malik Al Anshari, salah seorang sahabat yang ikut serta dalam perang badar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, berkata, ‘Dulu aku pernah menjadi imam bagi masyarakatku. Bani Salim. Sementara jika turun hujan, maka akan ada lembah yang membatasi antara tempat tinggalku dengan tempat tinggal mereka, hingga sulit bagiku untuk mendatangi masjid mereka. Oleh karena itu, maka aku datang menemui Rasulullah dan berkata kepadanya, ‘Wahai Rasulullah, mataku sekarang mulai berkurang penglihatannya, sedangkan jika hujan turun, maka akan ada lembah yang menghalangi tempat tinggalku dengan tempat tinggal masyarakatku. Tentunya sulit bagiku untuk menyeberangi lembah tersebut agar aku dapat sampai ke masjid mereka. Oleh karena itu, aku berharap agar anda sudi datang ke tempat kediamanku dan melaksanakan shalat di sana.’ Mendengar permintaanku itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akhirnya menjawab, ‘Baiklah’. Esok harinya, Rasulullah dan Abu Bakar tiba di rumahku di siang hari. Lalu Rasulullah mengetuk pintu rumahku dan aku pun membukakan untuknya. Sebelum duduk di tempat yang disiapkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Hai Atban, di manakah tempat dudukku?’ maka aku pun menunjukkan kepadanya sebuah tempat untuk beliau shalat. Kemudian Rasulullah berdiri untuk shalat dan mulai mengucapkan takbir ‘Allahu akbar’. Akhirnya kami pun segera membuat shaf di belakangnya. Selanjutnya Rasulullah melaksanakan shalat dua rakaat dan setelah itu mengucapkan salam. Lalu kami pun ikut mengucapkan salam seperti ucapan salamnya.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1708

صحيح ابن خزيمة 1708: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُسْتَمِرِّ الْبَصْرِيُّ، نا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ الْقَاسِمِ أَبُو بِشْرٍ صَاحِبُ اللُّؤْلُؤِ، ح، وَثنا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ الْأَسْفَاطِيُّ الْبَصْرِيُّ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ الْقَاسِمِ، نا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ سَمُرَةَ قَالَ: «أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُسَلِّمَ عَلَى أَيْمَانِنَا , وَأَنْ يَرُدَّ بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ» . قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ: وَأَنْ يُسَلِّمَ بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ. زَادَ إِبْرَاهِيمُ: قَالَ هَمَّامٌ: يَعْنِي فِي الصَّلَاةِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1708: Ibrahim bin Al Mustamir Al Basri memberitakan kepada kami, Abdul A’la bin Qasim Abu Basyar pengarang kitab lu’lu memberitakan kepada kami,Ha, Muhammad bin Yazid bin Abdul Malik Al Isqathi Al Basri memberitakan kepada kami, Abdul A’la bin Qasim menceritakan kepada kami, Hammam bin Yahya memberitakan kepada kami, dari Qatadah, dari Al Hasan, dari Samrah yang telah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kami untuk memberi salam kepada para budak kami dan di antara kami harus saling menjawab salam.” Muhammad bin Yazid menambahkan, “Agar di antara kami saling memberi salam.” Ibrahim menambahkan, “Hammam berkata, “Maksudnya yaitu dalam shalat’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1709

صحيح ابن خزيمة 1709: نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، نا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الدِّمَشْقِيُّ، ثنا سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ قَالَ: «أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَرُدَّ عَلَى أَئِمَّتِنَا السَّلَامَ , وَأَنْ نَتَحَابَّ , وَأَنْ يُسَلِّمَ بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: ” قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى {وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا} [النساء: 86] , وَفِي خَبَرِ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ: ثُمَّ يُسَلِّمُ عَلَى مَنْ عَنْ يَمِينِهِ، وَعَلَى مَنْ عَنْ شِمَالِهِ، دِلَالَةً عَلَى أَنَّ الْإِمَامَ يُسَلِّمُ مِنَ الصَّلَاةِ عِنْدَ انْقِضَائِهَا عَلَى مَنْ عَنِ يَمِينِهِ مِنَ النَّاسِ إِذَا سَلَّمَ عَنْ يَمِينِهِ، وَعَلَى مَنْ عَنْ شِمَالِهِ إِذَا سَلَّمَ عَنْ شِمَالِهِ، وَاللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَمَرَ بِرَدِّ السَّلَامِ عَلَى الْمُسْلِمِ فِي قَوْلِهِ: {وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا} [النساء: 86] ، فَوَاجِبٌ عَلَى الْمَأْمُومِ رَدُّ السَّلَامِ عَلَى الْإِمَامِ إِذَا الْإِمَامُ سَلَّمَ عَلَى الْمَأْمُومِ عِنْدَ انْقِضَاءِ الصَّلَاةِ “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1709: Muhammad bin Yahya memberitakan kepada kami, Muhammad bin Utsman Ad-Dimasqi memberitakan kepada kami, Said bin Basyir memberitakan kepada kami, dari Qatadah dari Hasan, dari Samrah bin Jundub yang telah berkata, “Kami telah diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk membalas ucapan salam para imam shalat kami dan saling mengucapkan salam.” Abu Bakar berkata, “Allah telah berfirman, ‘Apabila kalian telah diberi penghormatan dengan sebuah salam, maka berilah salam dengan yang lebih baik atau balaslah dengan salam yang sepadan dengannya ’ (An-Nisaa [4]: 86) Dalam hadis Jabir bin Samrah disebutkan, “kemudian (orang yang shalat itu) harus memberi salam kepada saudaranya yang ada di sebelah kanannya dan yang ada di sebelah kirinya. Hal ini menunjukkan bahwasanya imam itu senantiasa memberi salam kepada orang yang berada di sebelah kanannya dan orang yang berada di sebelah kirinya. Kemudian Allah juga memerintahkan kaum muslimin untuk membalas salam kepada saudaranya, sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur’an surah An-Nisaa ayat: 86. Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi makmum untuk menjawab salam imam, manakala imam memberi salam pada akhir shalatnya.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1710

صحيح ابن خزيمة 1710: نا عُتْبَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، نا مُصْعَبُ بْنُ ثَابِتٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: «رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ , وَعَنْ يَسَارِهِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ» فَقَالَ الزُّهْرِيُّ: «لَمْ يُسْمَعْ هَذَا مِنْ حَدِيثِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» فَقَالَ إِسْمَاعِيلُ: ” أَكُلُّ حَدِيثِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعْتَهُ؟ قَالَ: لَا , قَالَ: فَالثُّلُثَيْنِ؟ قَالَ: لَا , قَالَ: فَالنِّصْفَ؟ قَالَ: لَا , قَالَ: فَهَذَا فِي النِّصْفِ الَّذِي لَمْ تَسْمَعْ “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1710: Utbah bin Abdullah memberitakan kepada kami, Abdullah bin Mubarak memberitakan kepada kami, Mush’ab bin Tsabit memberitakan kepada kami, dari Ismail bin Muhammad, dari Amir bin Sa’ad bin Abu Waqqash, dari bapaknya yang telah berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi salam ke kanan dan ke kiri hingga terlihat pipinya yang putih.” Az-Zuhri telah berkata, “Ungkapan ini belum pernah didengar dari hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu Ismail berkata, “Apakah setiap hadis Nabi itu harus kamu dengar?” Az-Zuhri menjawab, “Tidak.” Kemudian Ismail menambahkan, “Ataukah sepertiganya?” Maka Az-Zuhri menjawab, “Tidak juga.” Selanjutnya Ismail bertanya lagi, “Mungkinkah setengahnya?” Az-Zuhri menjawab, “Tidak juga.” Selanjutnya Ismail berkata, “Kalau begitu ini adalah setengah dari hadis yang belum didengar.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1711

صحيح ابن خزيمة 1711: نا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، نا هُشَيْمٌ، أَخْبَرَنَا يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ، ثنا جَابِرُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ الْأَسْوَدِ الْعَامِرِيُّ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: ” شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَّتَهُ , قَالَ: فَصَلَّيْتُ مَعَهُ صَلَاةَ الْفَجْرِ فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ , فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ وَانْحَرَفَ , فَإِذَا هُوَ بِرَجُلَيْنِ فِي آخِرِ الْقَوْمِ ” , فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1711: Ahmad bin Mani’ memberitakan kepada kami, Husyaim memberitakan kepada kami, Ya’la bin Atha memberitakan kepada kami, Jabir bin Yazid bin Aswad Al Amiri memberitakan kepada kami, dari bapaknya yang berkata, “Aku pernah ikut melaksanakan ibadah haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada suatu hari, aku ikut shalat shubuh berjama’ah bersama Rasulullah di masjid Al Khif. Usai melaksanakan shalat shubuh, Rasulullah langsung berpaling kepada dua orang dari sahabat.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1712

صحيح ابن خزيمة 1712: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ بْنِ كُرَيْبٍ، نا أَبُو أُسَامَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، ثنا عُمَارَةُ بْنُ عُمَيْرٍ، ح، وَثنا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ، نا عِيسَى، ح، وَثنا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ، ثنا ابْنُ فُضَيْلٍ، ح، وَثنا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ، ثنا وَكِيعٌ جَمِيعًا، عَنِ الْأَعْمَشِ، ح وَثنا بُنْدَارٌ، ثنا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ قَالَ: أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ، ح وَثنا بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ الْعَسْكَرِيُّ قَالَ: وَأَخْبَرَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ قَالَ: سَمِعْتُ عُمَارَةَ، عَنِ الْأَسْوَدِ قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: «لَا يَجْعَلَنَّ أَحَدُكُمْ لِلشَّيْطَانِ مِنْ نَفْسِهِ جُزْءًا , لَا يَرَى إِلَّا أَنَّ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ لَا يَنْصَرِفَ إِلَّا عَنْ يَمِينِهِ , أَكْثَرُ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْصَرِفُ عَنْ شِمَالِهِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1712: Muhammad bin Al A’la bin Kuraih memberitakan kepada kami. Abu Dsamah memberitakan kepada kami, dari Al A’masy, Imarah bin Umair menceritakan kepada kami, Ha, Ali bin Khasyram menceritakan kepada kami, Isa memberitakan kepada kami, Ha, Harun bin Ishak memberitakan kepada kami, Ibnu Fudhail memberitakan kepada kami, Ha, Salm bin Junadah memberitakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami, semuanya dari Al A’masy, Ha, Bundar menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Addi memberitakan kepada kami dan berkata, “Syu’bah telah memberitakan hadis ini kepadaku, dari Sulaiman, dari Imarah bin Umair, Ha, Basyar bin Khalid Al Askari yaitu Ibnu Ja’far menceritakan kepada kami dan berkata,” Muhammad memberitakan kepada kami, dari Syu’bah, dari Sulaiman yang telah berkata: Aku mendengar Imarah dari Aswad berkata, ‘ Abdullah telah berkata, ‘Janganlah ada salah seorang di antara kalian yang menjadikan bagian dari dirinya yang tidak dapat terlihat untuk setan. Oleh karena itu, sebaiknya —usai melaksanakan shalat— ia berpaling ke sebelah kanan. Sedangkan aku sendiri sering melihat Rasulullah berpaling ke sebelah kiri’,”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1713

صحيح ابن خزيمة 1713: نا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، نا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنِ الْمُخْتَارِ بْنِ فُلْفُلٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: «صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ , فَلَمَّا سَلَّمَ أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1713: Ali bin Hujr memberitakan kepada kami, Ali bin Mushir memberitakan kepada kami, dari Mukhtar bin Fulful, dari Anas bin Malik yang berkata, “Pada suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami shalat kami. Kemudian usai melaksanakan shalat, beliau menghadapkan wajahnya kepada kami.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1714

صحيح ابن خزيمة 1714: ثنا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ، ثنا ابْنُ فُضَيْلٍ، وَثنا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، ثنا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ كِلَاهُمَا عَنِ الْمُخْتَارِ بْنِ فُلْفُلٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ , فَلَمَّا انْصَرَفَ مِنَ الصَّلَاةِ أَقْبَلَ إِلَيْنَا بِوَجْهِهِ، فَقَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ، إِنِّي إِمَامُكُمْ , فَلَا تَسْبِقُونِي بِالرُّكُوعِ , وَلَا بِالسُّجُودِ , وَلَا بِالْقِيَامِ , وَلَا بِالْقُعُودِ , وَلَا بِالِانْصِرَافِ , وَإِنِّي أَرَاكُمْ خَلْفِي , وَايْمُ الَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ , لَوْ رَأَيْتُمْ مَا رَأَيْتُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا , وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا» , قَالَ: قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَمَا رَأَيْتَ؟ قَالَ: «رَأَيْتُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ» هَذَا حَدِيثُ هَارُونَ , لَمْ يَقُلْ عَلِيٌّ: «وَلَا بِالْقُعُودِ» , وَقَالَ: «إِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ أَمَامِي وَمِنْ خَلْفِي»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1714: Harun bin Ishak telah memberitakan sebuah hadis kepada kami, Ibnu Fudhail memberitakan kepada kami, Ali bin Hajar menceritakan kepada kami, Ali bin Mushir menceritakan kepada kami, Keduanya dari Mukhtar bin Fulful, dari Anas bin Malik yang telah berkata, “Pada suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami shalat kami. Usai melaksanakan shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpaling dan langsung menghadapkan wajahnya kepada kami. Setelah itu, beliau bersabda, ‘Wahai kaum muslimin sekalian, sesungguhnya aku ini adalah imam kalian. Oleh karena itu, janganlah mendahuluiku dalam ruku ’, sujud, berdiri, duduk, dan memalingkan tubuh (setelah shalat). Ketahuilah, sesungguhnya aku dapat melihat kalian dari belakang tubuhku. Demi Allah, seandainya kalian melihat apa yang aku lihat, maka kalian pasti akan sedikit tertawa dan sering menangis.’ kemudian kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sebenarnya apa yang anda lihat?’ lalu Rasulullah menjawab, ‘Aku melihat surga dan neraka'” Ini adalah hadis Harun. Selanjutnya Ali tidak mengatakan, “Dan duduk.” Kemudian ia menambahkan, “Sesungguhnya aku melihat kalian dari depan dan belakangku.”