Skip to main content

Shahih Ibnu Hibban 2198

صحيح ابن حبان 2198: أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَزِيدَ الْقَطَّانُ، بِالرَّقَّةِ وَالرَّافِقَةِ جَمِيعًا، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَكِيمُ بْنُ سَيْفٍ الرَّقِّيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي أُنَيْسَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ هِلاَلِ بْنِ يَسَافٍ الأَشْجَعِيِّ، عَنْ عَمْرِو بْنِ رَاشِدٍ، عَنْ وَابِصَةَ بْنِ مَعْبَدِ بْنِ الْحَارِثِ الأَسَدِيِّ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلاً يُصَلِّي وَحْدَهُ خَلْفَ الصُّفُوفِ، فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُعِيدَ الصَّلاَةَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2198: Al Husain bin Abdullah bin Yazid Al Qaththan mengabarkan kepada kami di Raqqah dan Ar-Rafiqah sekaligus, dia berkata: Hakim bin Saif669 Ar-Raqi menceritakan kepada kami, dia berkata: Ubaidillah bin Amr menceritakan kepada kami dari Zaid bin Abi Unaisah, dari Amr bin Murrah, dari Hilal bin Yisaf Al Asyja’i, dari Amr bin Rasyid, dari Wabishah bin Mabad bin Al Harits Al Asadi, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki yang shalat sendirian di belakang shaf, maka beliau menyuruhnya mengulangi shalatnya. * [1:33]

Shahih Ibnu Hibban 2167

صحيح ابن حبان 2167: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ يُونُسَ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ حِطَّانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ الرَّقَاشِيِّ، أَنَّ الأَشْعَرِيَّ صَلَّى بِأَصْحَابِهِ، فَلَمَّا جَلَسَ فِي صَلاَتِهِ قَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ‏:‏ أُقِرَّتِ الصَّلاَةُ بِالْبِرِّ وَالزَّكَاةِ‏؟‏ فَلَمَّا قَضَى الأَشْعَرِيُّ صَلاَتَهُ أَقْبَلَ عَلَى الْقَوْمِ فَقَالَ‏:‏ أَيُّكُمُ الْقَائِلُ كَلِمَةَ كَذَا كَذَا‏؟‏ فَأَرَمَّ الْقَوْمُ فَقَالَ‏:‏ لَعَلَّكَ يَا حِطَّانُ قُلْتُهَا قَالَ‏:‏ وَاللَّهِ مَا قُلْتُهَا وَلَقَدْ خِفْتُ أَنْ تَبْكَعَنِي بِهَا، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ‏:‏ أَنَا قُلْتُهَا وَمَا أَرَدْتُ بِهَا إِلاَّ الْخَيْرَ، فَقَالَ الأَشْعَرِيُّ‏:‏ أَمَا تَعْلَمُونَ مَا تَقُولُونَ فِي صَلاَتِكُمْ‏؟‏ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَنَا فَعَلَّمَنَا سُنَّتَنَا وَبَيَّنَ لَنَا صَلاَتَنَا، فَقَالَ‏:‏ إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَأَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَحَدُكُمْ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا، وَإِذَا قَالَ‏:‏ ‏{‏وَلاَ الضَّالِّينَ‏}‏ فَقُولُوا‏:‏ آمِينَ يُجِبْكُمُ اللَّهُ، ثُمَّ إِذَا كَبَّرَ فَرَكَعَ فَكَبِّرُوا وَارْكَعُوا، فَإِنَّ الإِمَامَ يَرْكَعُ قَبْلَكُمْ وَيَرْفَعُ قَبْلَكُمْ قَالَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ فَتِلْكَ بِتِلْكَ، وَإِذَا قَالَ‏:‏ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا‏:‏ اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ فَإِنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ قَالَ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، ثُمَّ إِذَا كَبَّرَ وَسَجَدَ فَكَبِّرُوا وَاسْجُدُوا، فَإِنَّ الإِمَامَ يَسْجُدُ قَبْلَكُمْ وَيَرْفَعُ قَبْلَكُمْ قَالَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ فَتِلْكَ بِتِلْكَ، فَإِذَا كَانَ عِنْدَ الْقَعْدَةِ فَلْيَكُنْ مِنْ قَوْلِ أَحَدِكُمُ التَّحِيَّاتُ الصَّلَوَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2167: Al Fadhl bin Al Hubab Al Jumahi mengabarkan kepada kami, Musaddad bin Musarhad menceritakan kepada kami, Yahya menceritakan kepada kami, Hisyam menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Yunus bin Jubair, dari Hiththan bin Abdullah Ar-Raqasyi, bahwa Al Asy’ari shalat mengimami para sahabatnya. Ketika dia duduk dalam shalatnya, seorang laki-laki yang hadir berkata, “Shalat ditetapkan dengan kebaikan dan zakat.” Seusai shalat, Al Asy’ari menghadap kepada orang-orang, lalu berkata, “Siapakah yang tadi mengucapkan kata-kata tersebut?” Orang-orang pun terdiam. Dia berkata, “Wahai Hiththan, kamukah yang mengatakannya” Hiththan berkata, “Demi Allah, aku tidak mengatakannya. Aku takut kamu akan mengejekku.” Seorang laki-laki lalu berkata, “Akulah yang mengatakannya, dan aku tidak menginginkan sesuatu kecuali kebaikan.” Al Asy’ari berkata, ‘Tahukah kalian apa yang harus kalian ucapkan saat shalat? Sesungguhnya Rasulullah pernah berkhutbah di hadapan kami untuk mengajarkan Sunnah dan menjelaskan shalat. Beliau bersabda, ‘apabila iqamah telah dikumandangkan, luruskanlah shaf-shaf kalian dan hendaklah ada yang menjadi imam. Apabila dia takbir, takbirlah kalian. Apabila dia membaca, “Waladh-dhaalliin,” bacalah, “Amin”, dan Allah akan mencintai kalian. Apabila dia takbir dan kemudian ruku, maka takbir dan rukulah, karena imam ruku sebelum kalian dan bangun sebelum kalian’. Nabi bersabda, ‘Pada saat itulah kalian melakukannya (apabila imam ruku barulah makmum ruku…). Apabila imam membaca, “Sami’allaahu liman bacalah, “Allaahumma rabbanaa wa lakal hamdu”, karena Allah berfirman melalui lidah Nabi-Nya, “Sami’allaahu liman hamidah (Allah mendengar orang yang memuji-Nya). Apabila dia takbir lalu sujud, maka takbir dan sujudlah, karena imam sujud sebelum kalian dan bangun sebelum kalian ’. Nabi bersabda, ‘ Pada saat itulah kalian melakukannya (yakni ketika imam sujud, barulah makmum sujud…). Apabila imam duduk, hendaklah yang dibaca seseorang dari kalian adalah, ‘At-tahiyyaatush shalawaatu lillaah, assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh, assalaamu alaina wa ala ibaadillaahish shaalihiin, asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa anna muhammadan abduhu wa rasuuluh’” 625 [1:78]

Shahih Ibnu Hibban 2183

صحيح ابن حبان 2183: أَخْبَرَنَا ابْنُ خُزَيْمَةَ، حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي عِيَاضُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْقُرَشِيُّ، وَغَيْرُهُ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ‏:‏ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَلْبَسْ نَعْلَيْهِ أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ وَلاَ يُؤْذِ بِهِمَا غَيْرَهُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2183: Ibnu Khuzaimah mengabarkan kepada kami, Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, Iyadh bin Abdullah Al Qurasyi dan yang lain mengabarkan kepadaku dari Sa’id bin Abu Sa’id, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, “Apabila seseorang dari kalian shalat, hendaklah memakai kedua sandalnya atau melepasnya (dan meletakkannya) di antara kedua kakinya, serta janganlah dia mengganggu orang lain.”646 [1:78]

Shahih Ibnu Hibban 2199

صحيح ابن حبان 2199: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي عَوْنٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو قُدَيْدٍ عُبَيْدُ اللهِ بْنُ فَضَالَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ هِلاَلِ بْنِ يَسَافٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ رَاشِدٍ، عَنْ وَابِصَةَ بْنِ مَعْبَدٍ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلاً يُصَلِّي خَلْفَ الصَّفِّ وَحْدَهُ فَأَمَرَهُ فَأَعَادَ الصَّلاَةَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2199: Muhammad bin Ahmad bin Abi Aun mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Qudaid Ubaidillah bin Fadhalah menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Hajjaj bin Muhammad menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Amr bin Murrah, dari Hilal bin Yisaf, dari Amr bin Rasyid, dari Wabishah bin Ma’bad, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki shalat sendirian di belakang shaf, maka beliau menyuruhnya mengulang shalatnya. * [1:33]

Shahih Ibnu Hibban 2168

صحيح ابن حبان 2168: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ، وَعَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ الأَسْوَدِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُصْعَبُ بْنُ ثَابِتِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، قَالَ‏:‏ جِئْتُ فَقَعَدْتُ فَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمِ بْنِ خَبَّابٍ‏:‏ جَاءَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ فَقَعَدَ مَكَانَكَ هَذَا فَقَالَ‏:‏ تَدْرُونَ مَا هَذَا الْعُودُ‏؟‏ قُلْنَا‏:‏ لاَ قَالَ‏:‏ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ أَخَذَ بِيَمِينِهِ، ثُمَّ الْتَفَتَ فَقَالَ‏:‏ اعْتَدِلُوا سَوُّوا صُفُوفَكُمْ ثُمَّ أَخَذَ بِيَسَارِهِ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ اعْتَدِلُوا سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَلَمَّا هُدِمَ الْمَسْجِدُ فُقِدَ فَالْتَمَسَهُ عُمَرُ رِضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِ، فَوَجَدَهُ قَدْ أَخَذَهُ بَنُو عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ فَجَعَلُوهُ فِي مَسْجِدِهِمْ فَانْتَزَعَهُ فَأَعَادَهُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2168: Al Fadhl bin Al Hubab mengabarkan kepada kami, dia berkata: Musaddad bin Musarhad dan Ali bin Al Madini menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Humaid bin Al Aswad menceritakan kepada kami, dia berkata: Mush’ab bin Tsabit bin Abdullah bin Az- Zubair menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku datang lalu duduk di suatu tempat, kemudian Muhammad bin Muslim bin Khabbab berkata: Anas bin Malik pernah datang lalu duduk di tempat kamu duduk sekarang. Lalu dia bertanya, ‘Tahukah kamu kayu apa ini?” Kami menjawab, ‘Tidak.” Dia berkata, “Rasulullah apabila berdiri hendak menunaikan shalat, memegang kayu ini dengan tangan kanannya, lalu menoleh dan bersabda, “Luruskan dan ratakan shaf-shaf kalian”.Kemudian beliau memegang dengan tangan kirinya, lalu menoleh dan bersabda, “Luruskan dan ratakan shaf-shaf kalian”.626 Ketika masjid dibongkar, kayu ini hilang. Lalu Umar mencarinya dan menemukannya pada orang-orang bani Amr bin Auf. Mereka mengambilnya dan meletakkannya di masjid mereka, maka dia mengambil kembali kayu tersebut lalu mengembalikannya di tempatnya semula’.” 627 [5:8]

Shahih Ibnu Hibban 2184

صحيح ابن حبان 2184: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الصَّيْرَفِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ طَالُوتَ بْنِ عَبَّادٍ الْجَحْدَرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا كَهْمَسُ بْنُ الْحَسَنِ، عَنْ أَبِي الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَعَلَيْهِ نَعْلٌ مَخْصُوفَةٌ‏.

Shahih Ibnu Hibban 2184: Muhammad bin Ali Ash-Shairafi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Utsman bin Thalut bin Abbad Al Jahdari menceritakan kepada kami, dia berkata: Utsman bin Umar menceritakan kepada kami, dia berkata: Kahmas bin Al Hasan menceritakan kepada kami dari Abu Al Ala, dari ayahnya,bahwa dia pernah melihat Nabi shalat dengan memakai sandal yang disol. 647 [4:1]

Shahih Ibnu Hibban 2200

صحيح ابن حبان 2200: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ هِلاَلِ بْنِ يَسَافٍ، قَالَ‏:‏ أَخَذَ بِيَدِي زِيَادُ بْنُ أَبِي الْجَعْدِ وَنَحْنُ بِالرَّقَّةِ، فَأَقَامَنِي عَلَى شَيْخٍ مِنْ بَنِي أَسَدٍ، يُقَالُ لَهُ وَابِصَةُ بْنُ مَعْبَدٍ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي هَذَا الشَّيْخُ أَنَّ رَجُلاً صَلَّى خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحْدَهُ لَمْ يَتَّصِلْ بِأَحَدٍ فَأَمَرَهُ أَنْ يُعِيدَ الصَّلاَةَ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ سَمِعَ هَذَا الْخَبَرَ هِلاَلُ بْنُ يَسَافٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ رَاشِدٍ، عَنْ وَابِصَةَ بْنِ مَعْبَدٍ وَسَمِعَهُ مِنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ وَابِصَةَ وَالطَّرِيقَانِ جَمِيعًا مَحْفُوظَانِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2200: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Zakariya bin Yahya menceritakan kepada kami, dia berkata: Husyaim menceritakan kepada kami dari Hushain, dari Hilal bin Yasaf, dia berkata: Ziyad bin Abi Al Ja’d memegang tanganku ketika kami berada di Raqqah, lalu dia menghadapkanku pada seorang tua dari bani Asad bernama Wabishah bin Ma’bad. Dia berkata, “Orang tua ini menceritakan kepadaku bahwa seorang laki-laki shalat sendirian di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa bergabung dengan seorang pun (yang sama-sama makmum), maka beliau menyuruhnya mengulang shalatnya.” * [1:33] Abu Hatim RA berkata, “Hilal bin Yasaf mendengar Khabar ini dari Amr bin Rasyid, dari Wabishah bin Ma’bad. Dia mendengarnya dari Ziyad bin Abi Al Ja’d, dari Wabishah. Dua jalur ini sama-sama mahfuzh.” **

Shahih Ibnu Hibban 2169

صحيح ابن حبان 2169: أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ سُلَيْمَانَ، بِالْفُسْطَاطِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ هِشَامِ بْنِ أَبِي خَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مِسْعَرُ بْنُ كِدَامٍ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، قَالَ‏:‏ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَوِّي الصُّفُوفَ كَأَنَّمَا بِهَا الْقِدَاحُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2169: Ali bin Al Husain bin Sulaiman mengabarkan kepada kami di Al Fusthath, dia berkata: Muhammad bin Hisyam bin Abi Khiyarah menceritakan kepada kami, dia berkata: Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, dia berkata: Mis’ar bin Kidam mengabarkan kepada kami dari Simak, dari An-Nu’man bin Basyir, dia berkata, “Rasulullah meluruskan shaf seperti (meluruskan) anak panah.” 628 [5:8]

Shahih Ibnu Hibban 2185

صحيح ابن حبان 2185: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي نَعَامَةَ السَّعْدِيِّ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ‏:‏ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا صَلَّى خَلَعَ نَعْلَيْهِ فَوَضَعَهُمَا عَنْ يَسَارِهِ فَخَلَعَ الْقَوْمُ نِعَالَهُمْ، فَلَمَّا قَضَى صَلاَتَهُ قَالَ‏:‏ مَا لَكُمْ خَلَعْتُمْ نِعَالَكُمْ‏؟‏ قَالُوا‏:‏ رَأَيْنَاكَ خَلَعْتَ فَخَلَعْنَا، قَالَ‏:‏ إِنِّي لَمْ أَخْلَعْهُمَا مِنْ بَأْسٍ وَلَكِنَّ جِبْرِيلَ أَخْبَرَنِي أَنَّ فِيهِمَا قَذَرًا، فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَنْظُرْ فِي نَعْلَيْهِ، فَإِنْ كَانَ فِيهِمَا أَذًى فَلْيَمْسَحْهُ‏.

Shahih Ibnu Hibban 2185: Al Fadhl bin Al Hubab Al Jumahi mengabarkan kepada kami, Abu Al Walid Ath-Thayalisi menceritakan kepada kami dari Hammad bin Salamah, dari Abu Na’amah As-Sa’di, dari Abu Nadhrah, dari Abu Sa’id Al Khudri, dia berkata, “Rasulullah shalat mengimami kami. Ketika sedang shalat beliau melepas kedua sandalnya lalu meletakkannya di sebelah kirinya, maka orang-orang pun ikut melepas sandal mereka. Seusai shalat beliau bertanya, “Mengapa kalian melepas sandal kalian?” Mereka menjawab, “Kami melihat engkau melepasnya, sehingga kami pun melepasnya.” Beliau lalu bersabda, “Aku melepasnya bukan karena apa-apa, akan tetapi tadi Jibril mengabarkan kepadaku bahwa padanya terdapat kotoran. Apabila seseorang dari kalian datang ke masjid, lihatlah kedua sandalnya, dan bila ada kotorannya, maka hilangkanlah kotoran tersebut. ”648 [1:78]

Shahih Ibnu Hibban 2170

صحيح ابن حبان 2170: أَخْبَرَنَا ابْنُ خُزَيْمَةَ، حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ، حَدَّثَنَا مُصْعَبُ بْنُ ثَابِتِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمِ بْنِ خَبَّابٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ عُمَرَ، لَمَّا زَادَ فِي الْمَسْجِدِ غَفَلُوا عَنِ الْعُودِ الَّذِي كَانَ فِي الْقِبْلَةِ قَالَ أَنَسٌ‏:‏ أَتَدْرُونَ لأَيِّ شَيْءٍ جُعِلَ ذَلِكَ الْعُودُ‏؟‏ فَقَالُوا‏:‏ لاَ فَقَالَ‏:‏ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ أَخَذَ الْعُودَ بِيَدِهِ الْيُمْنَى، ثُمَّ الْتَفَتَ فَقَالَ‏:‏ اعْدِلُوا صُفُوفَكُمْ وَاسْتَوُوا ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِهِ الْيُسْرَى ثُمَّ الْتَفَتَ فَقَالَ‏:‏ اعْدِلُوا صُفُوفَكُمْ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2170: Ibnu Khuzaimah mengabarkan kepada kami, Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, Bisyr bin As-Sari menceritakan kepada kami, Mush’ab bin Tsabit bin Abdullah bin Az- Zubair menceritakan kepada kami, Muhammad bin Muslim bin Habbab menceritakan kepada kami dari Anas bin Malik, bahwa ketika Umar melebarkan masjid, orang-orang lupa dengan kayu yang berada di arah kiblat, maka Anas bertanya, ‘Tahukah kalian untuk apa kayu ini dibuat?’ Mereka menjawab, ‘Tidak.’ Anas berkata, “Sesungguhnya Nabi memegang kayu ini dengan tangan kanannya ketika qamat telah dikumandangkan. Kemudian beliau menoleh dan bersabda, “Ratakan shaf-shaf kalian dan luruskanlah”’. Beliau lalu memegang dengan tangan kirinya, lalu menoleh dan bersabda, “Ratakan shaf-shaf kalian”629 [1:78]