Skip to main content

Shahih Ibnu Hibban 1553

صحيح ابن حبان 1553: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، أَنَّ أَبَا الزُّبَيْرِ حَدَّثَهُ، عَنِ ابْنِ بَابَاهَ، أَنَّهُ سَمِعَ جُبَيْرَ بْنَ مُطْعِمٍ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ، لاَ تَمْنَعُوا أَحَدًا طَافَ بِهَذَا الْبَيْتِ وَصَلَّى أَيَّ سَاعَةٍ شَاءَ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1553: Abdullah bin Muhammad bin Salin telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Harmalah bin Yahya telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Wahab telah berkata kepada kami, ia berkata, Amru bin Al Harits telah mengabarkan kepadaku bahwa Abu Az-Zubair telah menceritakan kepadanya yang berasal dari Ibnu Babahu, bahwa sesungguhnya ia telah mendengar Jubair bin Muth’im berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Wahai Bani Abdu Manaf, janganlah engkau melarang seseorang melakukan thawaf di Baitullah ini dan melakukan shalat pada waktu kapan saja, baik malam maupun siang’. “532 [2-19]

Shahih Ibnu Hibban 1554

صحيح ابن حبان 1554: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، بِالْمَوْصِلِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ، وَأَبُو خَيْثَمَةَ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بَابَاهَ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ، يَذْكُرُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ لاَ تَمْنَعُنَّ أَحَدًا طَافَ بِهَذَا الْبَيْتِ وَصَلَّى أَيَّ سَاعَةٍ شَاءَ مِنْ لَيْلٍ وَنَهَارٍ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1554: Abu Ya’la di Maushil telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Harun bin Ma’ruf dan Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami, keduanya berkata, Sufyan telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Abu Az-Zubair dari Abdullah bin, babahu dari Jubair bin Muth’im, ia menyebutkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau telah bersabda, “Wahai Bani Abdu Manaf, janganlah engkau melarang seseorang melakukan thawaf di Baitullah ini dan melakukan shalat pada waktu kapan saja, baik malam maupun siang.”533 [13:4]

Shahih Ibnu Hibban 1555

صحيح ابن حبان 1555: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ الْبَزَّارُ، وَعَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ غِيَاثٍ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ مَنْ نَسِيَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1555: Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Khalaf bin Hisyam Al Bazzar dan Abdul Wahid bin Ghiyats keduanya telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Abu Awanah telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Qatadah dari Anas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa yang lupa melaksanakan shalat, maka hendaklah ia shalat ketika ia ingat.”534 [13:4]

Shahih Ibnu Hibban 1556

صحيح ابن حبان 1556: أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْحَاقَ الْخَلاَّلُ، بِالْكَرَجِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْفُرَاتِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ‏:‏ مَنْ نَسِيَ صَلاَةً، أَوْ نَامَ عَنْهَا، فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1556: Al Husain bin Ishaq Al Khallal di Al Karaj telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ahmad bin Al Furat telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Daud telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Syu’bah telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Qatadah dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ‘Barangsiapa yang lupa melaksanakan shalat atau ia tertidur, maka hendaklah ia shalat ketika ia ingat”. 535 [8:2]

Shahih Ibnu Hibban 1541

صحيح ابن حبان 1541: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلاَّدٍ الْبَاهِلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي لَبِيدٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ لاَ تَغْلِبَنَّكُمُ الأَعْرَابُ عَلَى اسْمِ صَلاَتِكُمُ الْعِشَاءِ، يُسَمُّونَهَا الْعَتَمَةَ لِإِعْتَامِ الإِبِلِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1541: Al Hasan bin Sufyan telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Khalad Al Bahili telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Sufyan telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Abu Labid telah menceritakan kepadaku sebuah hadis dari Abu Salamah dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Janganlah orang- orang Arab dusun mengalahkan kamu atas penamaan shalat Isyamu dengan nama Atamah karena kegelapan (kebodohan) unta. ” 512 [43:2]

Shahih Ibnu Hibban 1557

صحيح ابن حبان 1557: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، وَعَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ، وَعَنِ الأَعْرَجِ، يُحَدِّثُونَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصُّبْحِ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلاَةَ، وَمَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الْعَصْرِ قَبْلَ غُرُوبِ الشَّمْسِ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلاَةَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1557: Umar bin Sa’id bin Sinan mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ahmad bin Abu Bakar telah mengabarkan kepada kami sebuah hadis dari Malik dan Zaid bin Aslam dari Atha bin Yasar dan536 dari Busr bin Sa’id, dan537 dari Al A’raj, mereka berkata kepadanya tentang sebuah hadis dari Abu Hurairah RA. Bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda, “Barangsiapa yang telah mendapatkan satu raka ‘at shalat Shubuh sebelum matahari terbit, maka ia telah mendapatkan shalat Shubuh. Dan barangsiapa yang telah mendapatkan satu raka’at shalat Ashar sebelum matahari terbenam, maka ia telah mendapatkan shalat Ashar.”[2:7]

Shahih Ibnu Hibban 1542

صحيح ابن حبان 1542: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ الشَّطَوِيُّ، بِبَغْدَادَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ يَحْيَى بْنُ الْمُغِيرَةِ الْمَخْزُومِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، عَنِ الضَّحَّاكِ بْنِ عُثْمَانَ، عَنِ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ سَأَلَ صَفْوَانُ بْنُ الْمُعَطَّلِ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ‏:‏ يَا نَبِيَّ اللهِ، إِنِّي سَائِلُكَ عَنْ أَمْرٍ أَنْتَ بِهِ عَالِمٌ، وَأَنَا بِهِ جَاهِلٌ، قَالَ‏:‏ مَا هُوَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ هَلْ مِنْ سَاعَاتِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سَاعَةٌ تُكْرَهُ فِيهَا الصَّلاَةُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ، إِذَا صَلَّيْتَ الصُّبْحَ فَدَعِ الصَّلاَةَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ لِقَرْنِ الشَّيْطَانِ، ثُمَّ صَلِّ وَالصَّلاَةُ مُتَقَبَّلَةٌ حَتَّى تَسْتَوِيَ الشَّمْسُ عَلَى رَأْسِكَ كَالرُّمْحِ، فَإِذَا كَانَتْ عَلَى رَأْسِكَ كَالرُّمْحِ فَدَعِ الصَّلاَةَ، فَإِنَّهَا السَّاعَةُ الَّتِي تُسْجَرُ فِيهَا جَهَنَّمَ، وَيُغَمُّ فِيهَا زَوَايَاهَا حَتَّى تَزِيغَ، فَإِذَا زَاغَتْ فَالصَّلاَةُ مَحْضُورَةٌ مُتَقَبَّلَةٌ حَتَّى تُصَلِّيَ الْعَصْرَ، ثُمَّ دَعِ الصَّلاَةَ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1542: Muhammad bin Ahmad Asy-Syathawi513 telah mengabarkan kepada kami ketika berada di Baghdad, ia berkata, Abu Salamah Yahya bin Al Mughirah Al Makhzumi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Abu Fudaik telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Adh-Dhahhak bin Utsman dari Al Maqbury dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Shafwan bin Al Muaththal telah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, Wahai Nabiyullah, sungguh aku bertanya kepadamu tentang sebuah perkara yang engkau ketahui dan aku tidak mengetahuinya”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Perkara apakah itu?, ia berkata, “Apakah di kala malam dan siang hari, terdapat waktu-waktu tertentu yang dibenci untuk melakukan shalat pada waktu-waktu tersebut?, beliau menjawab, “Betul, yaitu jika engkau telah selesai shalat subuh, maka janganlah engkau melakukan shalat lagi sesudahnya, hingga matahari terbit dari kedua tanduk syetan, kemudian shalatlah, dan shalat akan diterima hingga matahari sejajar dengan kepalamu, lurus seperti tombak Maka jika matahari tepat sejajar di atas kepalamu seperti tombak, maka jangan melakukan shalat, itulah saat di mana neraka Jahannam sedang dinyalakan, dan semua sudutnya akan mengepulkan asap514, hingga matahari mulai condong, maka pada saat itu shalat diperbolehkan dan akan diterima, hingga datang waktu engkau menunaikan shalat ashar. Setelah ashar janganlah engkau menunaikan shalat, hingga matahari terbenam”515. [65:3]

Shahih Ibnu Hibban 1558

صحيح ابن حبان 1558: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ سَعِيدٍ السَّعْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ الأَسْوَدِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّهَا سَتَكُونُ أُمَرَاءُ يُسِيئُونَ الصَّلاَةَ يَخْنُقُونَهَا إِلَى شَرَقِ الْمَوْتَى، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ، فَلْيُصَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا، وَلْيَجْعَلْ صَلاَتَهُ مَعَهُمْ سُبْحَةً‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1558: Muhammad bin Ishaq bin Sa’id As-Sa’di mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ali bin Khasyram telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Isa bin Yunus telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dan Al A’masy dari Ibrahim dari Al Aswad dari Abdullah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya kelak akan muncul para pemimpin yang buruk shalatnya, mereka mencekik539 shalatnya sampai waktunya sangat sempit (seperti sempitnya jarak antara tersekatnya air liur dengan dicabutnya nyawa). Maka barangsiapa di antara kalian menemukan kondisi ini, maka laksanakanlah shalat pada awal waktunya, dan shalatnya yang dikerjakan bersama mereka dijadikan sebagai ibadah sunah”540. [8:2]

Shahih Ibnu Hibban 1543

صحيح ابن حبان 1543: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي عَوْنٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ‏:‏ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنِ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ، وَعَنِ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1543: Muhammad bin Ahmad bin Abu Aun telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ahmad bin Abu Bakar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Malik dari Muhammad bin Yahya bin Habban telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Al A’raj dari Abu Hurairah RA, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang melaksanakan shalat setelah Ashar sampai matahari terbenam dan melarang melaksanakan shalat setelah Shubuh sampai matahari terbit”. 516.[4:13]

Shahih Ibnu Hibban 1559

صحيح ابن حبان 1559: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حِبَّانُ بْنُ مُوسَى، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ، عَنْ كَهْمَسِ بْنِ الْحَسَنِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُغَفَّلٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ لِمَنْ شَاءَ، بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ لِمَنْ شَاءَ وَكَانَ ابْنُ بُرَيْدَةَ يُصَلِّي قَبْلَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1559: Al Hasan bin Sufyan telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hibban bin Musa telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdullah telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Kahmas bin Al Hasan dari Abdullah bin Buraidah dari Abdullah bin Mughaffal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Di antara setiap dua adzan (yakni antara azan dan iqamah) terdapat shalat, di antara dua adzan terdapat shalat bagi siapa yang menginginkannya”. Ibnu Buraidah mengerjakan shalat dua raka’at sebelum Maghrib. ” 541 [8:2]