Skip to main content

Mustadrak Hakim 646

المستدرك 646: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ الْفَقِيهُ، أَنْبَأَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ زِيَادٍ، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى، ثنا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ، قَالَ: «رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ وَاحِدٍ، فَعَلَ ذَلِكَ ثَلَاثًا» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ بِهَذَا اللَّفْظِ» . وَقَدْ حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، عَنِ الرَّبِيعِ، عَنِ الشَّافِعِيِّ رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَيْهِ، قَالَ: إِنْ جَمَعَهُمَا مِنْ كَفٍّ وَاحِدٍ فَهُوَ جَائِزٌ، وَإِنْ فَرَّقَهُمَا فَهُوَ أَحَبُّ إِلَيْنَا

Al Mustadrak 646: Abu Bakar bin Ishaq Al Faqih menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ali bin Ziyad memberitakan (kepada kami), Ibrahim bin Musa menceritakan kepada kami, Khalid bin Abdullah menceritakan kepada kami dari Amr bin Yahya, dari ayahnya, dari Abdullah bin Zaid, dia berkata, “Aku melihat Nabi berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung dengan satu telapak tangan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.” Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, namun keduanya tidak meriwayatkannya dengan redaksi ini. Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami dari Ar-Rabi, dari Asy-Syafi’i, dia berkata, “Jika dia menggabungkan keduanya dengan menggunakan satu telapak tangan, maka itu diperbolehkan, tapi jika dia memisahkannya, maka itu lebih aku sukai.”

Mustadrak Hakim 647

المستدرك 647: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا أَسَدُ بْنُ عَاصِمٍ، ثنا الْحُسَيْنُ بْنُ حَفْصٍ، عَنْ سُفْيَانَ، وَأَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّيْرَفِيُّ، ثنا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ الْفَضْلِ، ثنا قَبِيصَةُ، ثنا سُفْيَانُ، وَأَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْقَطِيعِيُّ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، ثنا وَكِيعٌ، ثنا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي هَاشِمٍ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ لَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا تَوَضَّأْتَ فَخَلِّلِ الْأَصَابِعَ» . «هَذَا حَدِيثٌ قَدِ احْتَجَّا بِأَكْثَرِ رُوَاتِهِ ثُمَّ لَمْ يُخَرِّجَاهُ لِتَفَرُّدِ عَاصِمِ بْنِ لَقِيطِ بْنِ عَامِرِ بْنِ صَبِرَةَ، عَنْ أَبِيهِ بِالرِّوَايَةِ، وَقَدْ قَدَّمْنَا الْقَوْلَ فِيهِ وَلَهُ شَاهِدٌ»

Al Mustadrak 647: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Asad bin Ashim menceritakan kepada kami, Al Husain bin Hafsh menceritakan kepada kami dari Sufyan. Abu Bakar bin Muhammad Ash-Shairafi mengabarkan kepada kami, Abdushshamad bin Al Fadhl menceritakan kepada kami, Qabishah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami. Ahmad bin Ja’far Al Qathi’i menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, Waki’ menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Abu Hasyim, dari Ashim bin Laqith bin Shaburah, dari ayahnya, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kamu berwudhu, maka sela-selalah jari-jemari” Al Bukhari dan Muslim berhujjah dengan hadis ini, dengan mayoritas periwayatnya. Namun keduanya tidak meriwayatkannya karena Ashim bin Laqith bin Amir bin Shabrah meriwayatkannya secara menyendiri dari ayahnya. Kami telah membahas masalah ini sebelumnya. Hadis ini memiliki syahid:

Mustadrak Hakim 632

المستدرك 632: حَدَّثَنَا أَبُو الْقَاسِمِ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حَسَنِ بْنِ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدٍ الْأَسَدِيُّ، بِهَمْدَانَ، ثنا عُمَيْرُ بْنُ مِرْدَاسٍ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ، ثنا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ بَكْرِ بْنِ سَوَادَةَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: خَرَجَ رَجُلَانِ فِي سَفَرٍ فَحَضَرَتِ الصَّلَاةُ وَلَيْسَ مَعَهُمَا مَاءٌ فَتَيَمَّمَا صَعِيدًا طَيِّبًا، فَصَلَّيَا ثُمَّ وَجَدَا الْمَاءَ فِي الْوَقْتِ فَأَعَادَ أَحَدُهُمَا الصَّلَاةَ وَالْوُضُوءَ وَلَمْ يُعِدِ الْآخَرُ، ثُمَّ أَتَيَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَا ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَ لِلَّذِي لَمْ يُعِدْ: «أَصَبْتَ السُّنَّةَ وَأَجْزَأَتْكَ صَلَاتُكَ» وَقَالَ لِلَّذِي تَوَضَّأَ وَعَادَ: «لَكَ الْأَجْرُ مَرَّتَيْنِ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، فَإِنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ نَافِعٍ ثِقَةٌ» ، وَقَدْ وَصَلَ هَذَا الْإِسْنَادَ عَنِ اللَّيْثِ وَقَدْ أَرْسَلَهُ غَيْرُهُ

Al Mustadrak 632: Abu Al Qasim Abdurrahman bin Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Ubaid Al Asadi menceritakan kepada kami di Hamadan, Umair bin Mirdas menceritakan kepada kami, Abdullah bin Nafi’ menceritakan kepada kami, Al-Laits bin Sa’ad menceritakan kepada kami dari Bakar bin Sawadah, dari Atha’ bin Yasar, dari Abu Sa’id Al Khudri, dia berkata, “Dua orang laki-laki melakukan peijalanan, lalu tibalah waktu shalat, sedangkan keduanya tidak memiliki air. Keduanya kemudian bertayamum dengan debu yang suci, lalu melakukan shalat. Keduanya lalu mendapatkan air pada waktu itu, lantas salah seorang dari mereka mengulangi shalat dan wudhunya, sedangkan yang lain lagi tidak. Keduanya lalu mendatangi Rasulullah dan memberitahukannya kepada beliau. Beliau lalu bersabda kepada orang yang tidak mengulang, “Kamu telah melakukan Sunnah, dan shalatmu telah cukup.” Sedangkan kepada orang yang mengulang dan berwudhu, beliau bersabda, “Kamu mendapatkan pahala dua kali” Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, karena Abdullah bin Nafi’ adalah periwayat yang tsiqah. Sanad ini diriwayatkan secara maushul dari Al-Laits, sedangkan yang lainnya meriwayatkan secara mursal.

Mustadrak Hakim 633

المستدرك 633: أَخْبَرْنَاهُ أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ، أَنْبَأَ أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مِلْحَانَ، ثنا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، ثنا اللَّيْثُ، عَنْ عَمِيرَةَ بْنِ أَبِي نَاجِيَةَ، عَنْ بَكْرِ بْنِ سَوَادَةَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ وَاللَّهُ أَعْلَمُ

Al Mustadrak 633: Abu Bakar bin Ishaq mengabarkannya kepada kami, Ahmad bin Ibrahim bin Milhan memberitakan (kepada kami), Yahya bin Bukair menceritakan kepada kami, Al-Laits menceritakan kepada kami dari Umairah bin Abu Najiyah, dari Bakar bin Sawadah, dari Atha bin Yasar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan redaksi yang serupa.

Mustadrak Hakim 634

المستدرك 634: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عِيسَى الْحِيرِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو الْحَرَشِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، ثنا عَلِيُّ بْنُ ظَبْيَانَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” التَّيَمُّمُ ضَرْبَتَانِ: ضَرْبَةٌ لِلْوَجْهِ، وَضَرْبَةٌ لِلْيَدَيْنِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ «.» قَدِ اتَّفَقَ الشَّيْخَانِ عَلَى حَدِيثِ الْحَكَمِ، عَنْ ذَرٍّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُمَرَ فِي التَّيَمُّمِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ بِهَذَا اللَّفْظِ، وَلَا أَعْلَمُ أَحَدًا أَسْنَدَهُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، غَيْرَ عَلِيِّ بْنِ ظَبْيَانَ وَهُوَ صَدُوقٌ، وَقَدْ أَوْقَفَهُ يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ وَهُشَيْمُ بْنُ بَشِيرٍ وَغَيْرُهُمَا، وَقَدْ أَوْقَفَهُ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ نَافِعٍ فِي الْمُوَطَّأِ بِغَيْرِ هَذَا اللَّفْظِ غَيْرَ أَنَّ شَرْطِي فِي سَنَدِ الصَّدُوقِ الْحَدِيثَ إِذَا وَقَفَهُ غَيْرُهُ “

Al Mustadrak 634: Ali bin Isa Al Hiri menceritakan kepada kami, Muhammad bin Amr Al Harasyi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Ali bin Zhabyan menceritakan kepada kami dan Ubaidillah, dari Nafi*, dari Ibnu Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Tayamum dengan dua kali tepukan (terhadap debu), satu kali tepukan untuk wajah dan satu kali tepukan untuk kedua tangan sampai siku” Al Bukhari dan Muslim sepakat terhadap hadis Al Hakam dari Dzarr, dari Sa’id bin Abdurrahman bin Abza, dari ayahnya, dari Umar, tentang tayamum, tapi Al Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkan dengan redaksi ini. Aku tidak mengetahui ada orang yang meriwayatkannya secara musnad dari Ubaidillah selain Ali bin Zhabyan, dan dia orang yang sangat jujur (shaduq). Yahya bin Sa’id dan Husyaim bin Basyir serta yang lain meriwayatkan secara mauquf sementara Malik bin Anas meriwayatkan secara mauquf dari Nafi’ dalam Al Muwaththa’ dengan selain redaksi ini. Syaratku tentang sanad yang diriwayatkan periwayat shaduq adalah jika dia diriwayatkan secara mauquf oleh yang lain.

Mustadrak Hakim 635

المستدرك 635: حَدَّثَنَاهُ أَبُو جَعْفَرِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مَنْصُورٍ، أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ فِي دَارِ الْمَنْصُورِ بِبَغْدَادَ، ثنا الْهَيْثَمُ بْنُ خَالِدٍ، ثنا أَبُو نُعَيْمٍ، ثنا سُلَيْمَانُ بْنُ أَرْقَمَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: «تَيَمَّمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَضَرَبْنَا بِأَيْدِينَا عَلَى الصَّعِيدِ الطَّيِّبِ، ثُمَّ نَفَضْنَا أَيْدِيَنَا فَمَسَحْنَا بِهَا وُجُوهَنَا ثُمَّ ضَرَبْنَا ضَرْبَةً أُخْرَى الصَّعِيدَ الطَّيِّبَ، ثُمَّ نَفَضْنَا أَيْدِيَنَا، فَمَسَحْنَا بِأَيْدِينَا مِنَ الْمِرْفَقِ إِلَى الْكَفِّ عَلَى نَابِتِ الشَّعْرِ مِنْ ظَاهِرٍ وَبَاطِنٍ» . «هَذَا حَدِيثٌ مُفَسَّرٌ وَإِنَّمَا ذَكَرْتُهُ شَاهِدًا لِأَنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ أَرْقَمَ لَيْسَ مِنْ شَرْطِ هَذَا الْكِتَابِ، وَقَدِ اشْتَرَطْنَا إِخْرَاجَ مِثْلِهِ فِي الشَّوَاهِدِ»

Al Mustadrak 635: Abu Ja’far bin Ibrahim bin Ismail bin Manshur Amirul Mukminin menceritakan kepada kami di Dar Al Manshur Baghdad, Al Haitsam bin Khalid menceritakan kepada kami, Abu Nu’aim menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Arqam menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya, dia berkata, “Kami melakukan tayamum bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami memukulkan tangan kami ke debu yang suci, lalu mengibas- ngibaskan tangan kami, kemudian mengusap wajah kami. Kami lalu memukulkan lagi tangan kami ke debu yang suci, lalu mengibaskannya, kemudian mengusap tangan kami dari siku ke telapak tangan pada tempat-tempat tumbuhnya bulu, baik bagian luar maupun dalam.” Hadis ini mufassar. Aku menyebutkannya hanya sebagai syahid, karena Sulaiman bin Arqam tidak termasuk dalam syarat kitab ini. Tapi kami telah mensyaratkan untuk meriwayatkan hadis yang serupa dalam hadis-hadis syahid.

Mustadrak Hakim 636

المستدرك 636: أَخْبَرَنَا حَمْزَةُ بْنُ الْعَبَّاسِ الْعَقَبِيُّ، بِبَغْدَادَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى الْمَدَايِنِيُّ، ثنا شَبَابَةُ بْنُ سَوَّارٍ، وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ صَالِحِ بْنِ هَانِئٍ، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ، ثنا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، ثنا شَبَابَةُ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ أَبِي دَاوُدَ الْحَرَّانِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، وَنَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ فِي التَّيَمُّمِ: ” ضَرْبَتَانِ: ضَرْبَةٌ لِلْوَجْهِ، وَضَرْبَةٌ لِلْيَدَيْنِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ «.» سُلَيْمَانُ بْنُ أَبِي دَاوُدَ أَيْضًا لَمْ يُخَرِّجَاهُ، وَإِنَّمَا ذَكَرْنَاهُ فِي الشَّوَاهِدِ «.» وَقَدْ رَوِينَا مَعْنَى هَذَا الْحَدِيثِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ “

Al Mustadrak 636: Hamzah bin Al Abbas Al Aqabi mengabarkan kepada kami di Baghdad, Muhammad bin Isa Al Madayini menceritakan kepada kami, Syababah bin Sawwar menceritakan kepada kami. Muhammad bin Shalih bin Hani’ menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ishaq menceritakan kepada kami, Harun bin Abdullah menceritakan kepada kami, Syababah menceritakan kepada kami dari Sulaiman bin Abu Daud Al Harrani, dari Salim dan Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Tayamum dilakukan dengan dua kali tepukan, yaitu: satu tepukan untuk wajah dan satu tepukan untuk kedua tangan sampai kedua siku.” Sulaiman bin Abu Daud juga tidak diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim. Kami menyebutkannya dalam hadis-hadis syahid. Kami telah meriwayatkan makna hadis ini dari Jabir bin Abdullah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan sanad yang shahih.

Mustadrak Hakim 637

المستدرك 637: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذَ الْعَدْلُ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ بَالَوَيْهِ، قَالَا: ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الْحَرْبِيُّ، ثنا أَبُو نُعَيْمٍ، عَنْ عَزْرَةَ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: أَصَابَنِي جَنَابَةٌ، وَإِنِّي تَمَعَّكْتُ فِي التُّرَابِ، فَقَالَ: «اضْرِبْ هَكَذَا» وَضَرَبَ بِيَدَيْهِ الْأَرْضَ فَمَسَحَ وَجْهَهُ، ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ فَمَسَحَ بِهِمَا إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ

Al Mustadrak 637: Ali bin Hamsyad Al Adi dan Abu Bakar bin Balawaih menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ibrahim bin Ishaq Al Harbi menceritakan kepada kami, Abu Nu’aim menceritakan kepada kami dari Azrah bin Tsabit, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, dia berkata, “Seorang laki-laki mendatangi (Rasulullah ) lalu berkata, ‘Aku terkena junub, lalu aku berguling-guling di tanah’. Mendengar itu Nabi lalu bersabda, ‘Pukulkanlah seperti ini’, Beliau kemudian memukulkan kedua tangannya ke tanah, lalu mengusap wajahnya. Kemudian memukulkan lagi kedua tangannya, lalu mengusap kedua tangannya sampai siku.”

Mustadrak Hakim 621

المستدرك 621: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَسَنِ، ثنا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، ثنا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ، ثنا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أُمِّ الْهُذَيْلِ، عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ، – وَكَانَتْ بَايَعَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَتْ: «كُنَّا لَا نَعُدُّ الْكُدْرَةَ، وَالصُّفْرَةَ بَعْدَ الطُّهْرِ شَيْئًا» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ وَأُمُّ الْهُذَيْلِ هِيَ حَفْصَةُ بِنْتُ سِيرِينَ فَإِنَّ اسْمَ ابْنِهَا الْهُذَيْلُ وَاسْمَ زَوْجِهَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، وَقَدْ أَسْنَدَ الْهُذَيْلُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أُمِّهِ»

Al Mustadrak 621: Muhammad bin Muhammad bin Al Hasan mengabarkan kepada kami, Ali bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Hajjaj bin Minhal menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Ummu Al Hudzail, dari Ummu Athiyyah. Dia pernah membaiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata, “Kami tidak menganggap apa-apa cairan keruh dan warna kekuningan setelah suci.” Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, namun keduanya tidak meriwayatkannya. Ummu Al Hudzail adalah Hafshah binti Sirin, nama putranya adalah Al Hudzail, dan nama suaminya adalah Abdurrahman. Al Hudzail bin Abdurrahman meriwayatkan secara musnad dari ibunya.

Mustadrak Hakim 638

المستدرك 638: وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذٍ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ بَالَوَيْهِ، قَالَا: ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ، ثنا عُثْمَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْأَنْمَاطِيُّ، ثنا حَرَمِيُّ بْنُ عُمَارَةَ، عَنْ عَزْرَةَ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” التَّيَمُّمُ ضَرْبَتَانِ: ضَرْبَةٌ لِلْوَجْهِ، وَضَرْبَةٌ لِلْيَدَيْنِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ “

Al Mustadrak 638: Ali bin Hamsyad dan Abu Bakar bin Balawaih menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ibrahim bin Ishaa menceritakan kepada kami, Utsman bin Muhammad Al Anmathi menceritakan kepada kami, Harami bin Umarah menceritakan kepada kami dari Azrah bin Tsabit, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tayamum dilakukan dengan dua kali tepukan: satu tepukan untuk wajah dan satu tepukan untuk kedua tangan sampai siku.”