Mustadrak Hakim 629
المستدرك 629: أَخْبَرْنَاهُ أَحْمَدُ بْنُ سَلْمَانَ الْفَقِيهُ، قَالَ: قُرِئَ عَلَى عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مُحَمَّدٍ وَأَنَا أَسْمَعُ، قَالَ: ثنا وَهْبُ بْنُ جَرِيرِ بْنِ حَازِمٍ، ثنا أَبِي، قَالَ: سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ أَيُّوبَ يُحَدِّثُ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ أَبِي أَنَسٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، قَالَ: احْتَلَمَتْ فِي لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ فِي غَزْوَةِ ذَاتِ السَّلَاسِلِ فَأَشْفَقْتُ إِنِ اغْتَسَلْتُ أَنْ أَهْلِكَ، فَتَيَمَّمْتُ، ثُمَّ صَلَّيْتُ بِأَصْحَابِي الصُّبْحَ، فَذَكَرُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «يَا عَمْرُو صَلَّيْتَ بِأَصْحَابِكَ وَأَنْتَ جُنُبٌ؟» فَأَخْبَرْتُهُ بِالَّذِي مَنَعَنِي مِنَ الِاغْتِسَالِ وَقُلْتُ: إِنِّي سَمِعْتُ أَنَّ اللَّهَ يَقُولُ: {وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا} [النساء: 29] فَضَحِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَقُلْ شَيْئًا. «حَدِيثُ جَرِيرِ بْنِ حَازِمٍ هَذَا لَا يُعَلَّلُ حَدِيثُ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ الَّذِي وَصَلَهُ بِذِكْرِ أَبِي قَيْسٍ فَإِنَّ أَهْلَ مِصْرَ أَعْرَفُ بِحَدِيثِهِمْ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ»
Al Mustadrak 629: Ahmad bin Sulaiman Al Faqih mengabarkannya kepada kami, dia berkata: Dibacakan di hadapan Abdul Malik bin Muhammad, sedangkan aku mendengarkannya, dia berkata: Wahb bin Jarir bin Hazim menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Yahya bin Ayyub menceritakan dari Yazid bin Abu Habib, dari Imran bin Abu Anas, dari Abdurrahman bin Jubair, dari Amr bin Al Ash, dia berkata, “Aku pernah mimpi pada malam yang dingin saat terjadi perang Dzatus SaJasil, dan aku merasa khawatir kalau mandi aku akan meninggal. Aku pun bertayamum, lalu shalat Subuh mengimami teman-temanku. Mereka lalu memberitahukan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi pun bertanya, ‘Wahai Amr, apakah kamu shalat mengimami teman- temanmu dalam keadaan junub ?’ Aku lalu memberitahu beliau tentang alasan yang menghalangiku, sehingga tidak mandi. Aku berkata, ‘ Sesungguhnya aku mendengar bahwa Allah berfirman, “Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (Q.S. An-Nisa : 29).’ Nabi lalu tertawa dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.” Hadis Jarir bin Hazim ini tidak menjadikan hadis Amr bin Al Harits ber -illat,karena dia telah diriwayatkan secara maushul dengan menyebut Abu Qais. Selain itu, juga karena orang Mesir lebih tahu tentang hadis mereka daripada orang Bashrah.
- Derajat Hadis
- Derajat Hadis Tidak Ditemukan