Skip to main content

Mustadrak Hakim 307

المستدرك 307: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ الْفَقِيهُ، وَعَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذَ، قَالَا: ثنا بِشْرُ بْنُ مُوسَى، ثنا الْحُمَيْدِيُّ، ثنا سُفْيَانُ، ثنا ابْنُ جُرَيْجٍ، وَحدثنا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى، ثنا مُسَدَّدٌ، ثنا سُفْيَانُ، وَأَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عُمَرَ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ سَلَمَةَ، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ، ثنا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُوشِكُ النَّاسُ أَنْ يَضْرِبُوا أَكْبَادَ الْإِبِلِ فَلَا يَجِدُونَ عَالِمًا أَعْلَمَ مِنْ عَالِمِ الْمَدِينَةِ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ، وَقَدْ كَانَ ابْنُ عُيَيْنَةَ رُبَّمَا يَجْعَلُهُ رِوَايَةً»

Al Mustadrak 307: Abu Bakar bin Ishaq Al Faqih dan Ali bin Hamsyad menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Bisyr bin Musa menceritakan kepada kami, Al Humaidi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij menceritakan kepada kami. Abu Abdillah bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Yahya bin Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Musaddad menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami. Muhammad bin Ahmad bin Umar mengabarkan kepadaku, Ahmad bin Salamah menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Bisyr menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Abu Az-Zubair, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Hampir saja orang-orang memukul hati-hati unta (yakni melakukan perjalanan cepat) hingga mereka tidak mendapatkan orang yang lebih pandai dari ulama Madinah.” Hadis ini shahih sesuai syarat Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Bisa jadi Ibnu Uyainah menjadikannya sebagai riwayat.

Mustadrak Hakim 308

المستدرك 308: كَمَا حَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْجَرَّاحِيُّ، بِمَرْوَ، ثنا عَبْدَانُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عِيسَى الْحَافِظُ، ثنا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ، وَمُحَمَّدُ بْنُ مَيْمُونٍ، قَالَا: ثنا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رِوَايَةً، قَالَ: «يُوشِكُ النَّاسُ أَنْ يَضْرِبُوا أَكْبَادَ الْإِبِلِ» الْحَدِيثَ. ” وَلَيْسَ هَذَا مِمَّا يُوهِنُ الْحَدِيثَ فَإِنَّ الْحُمَيْدِيَّ هُوَ الْحَكَمُ فِي حَدِيثِهِ لِمَعْرِفَتِهِ بِهِ وَكَثْرَةِ مُلَازَمَتِهِ لَهُ وَقَدْ كَانَ ابْنُ عُيَيْنَةَ، يَقُولُ: نَرَى هَذَا الْعَالِمَ مَالِكَ بْنَ أَنَسٍ “

Al Mustadrak 308: Abu Bakar Muhammad bin Abdullah Al Jarahi menceritakan kepada kami di Marwa, Abdan bin Muhammad bin Isa Al Hafizh menceritakan kepada kami, Abdul Jabbar bin Al Ala’ dan Muhammad bin Maimun menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Abu Az-Zubair, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, yang merupakan suatu riwayat, dia berkata, ”Hampir saja orang-orang memukul hati-hati unta.” Riwayat ini tidak melemahkan hadis ini, karena Al Humaidi adalah orang yang teliti dalam mengamati suatu hadis, dan sering menetap untuk mendapatkan hadis. Ibnu Uyainah berkata, ”Kami memandang bahwa yang dimaksud ulama Madinah tersebut adalah Malik bin Anas.”

Mustadrak Hakim 309

المستدرك 309: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، أَنْبَأَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ، أَنْبَأَ ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنَا أَبُو صَخْرٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” مَنْ جَاءَ مَسْجِدَنَا هَذَا يَتَعَلَّمُ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَمَنْ جَاءَ بِغَيْرِ هَذَا كَانَ كَالرَّجُلِ يَرَى الشَّيْءَ يُعْجِبُهُ وَلَيْسَ لَهُ وَرُبَّمَا قَالَ: يَرَى الْمُصَلِّينَ وَلَيْسَ مِنْهُمْ، وَيَرَى الذَّاكِرِينَ وَلَيْسَ مِنْهُمْ “

Al Mustadrak 309: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam mengabarkan kepada kami, Ibnu Wahab mengabarkan kepada kami, Abu Shakhr mengabarkan kepada kami dari Sa’id Al Maqburi, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ”Barangsiapa mendatangi masjid kami ini untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka dia seperti orang yang berjihad di jalan Allah. (Sedangkan) barangsiapa datang untuk selain tujuan ini, maka dia seperti orang yang melihat sesuatu yang membuatnya kagum tapi bukan miliknya.” Terkadang beliau bersabda, ”Seperti orang yang melihat orang-orang sedang shalat, tapi dia sendiri tidak termasuk dari mereka (tidak ikut shalat). (Juga) seperti orang yang melihat orang- orang yang sedang berdzikir, tapi dia sendiri tidak termasuk dari mereka”

Mustadrak Hakim 310

المستدرك 310: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ الْخُزَاعِيُّ، ثنا أَبُو يَحْيَى عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ زَكَرِيَّا بْنِ أَبِي مَسَرَّةَ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ، ثنا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ، أَخْبَرَنِي أَبُو صَخْرٍ، أَنَّ سَعِيدَ الْمَقْبُرِيَّ، أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: إِنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «مَنْ دَخَلَ مَسْجِدَنَا هَذَا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ كَانَ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَمَنْ دَخَلَهُ بِغَيْرِ ذَلِكَ كَانَ كَالنَّاظِرِ إِلَى مَا لَيْسَ لَهُ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، فَقَدِ احْتَجَّا بِجَمِيعِ رُوَاتِهِ ثُمَّ لَمْ يُخَرِّجَاهُ، وَلَا أَعْلَمُ لَهُ عِلَّةً بَلْ لَهُ شَاهِدٌ ثَالِثٌ عَلَى شَرْطِهِمَا جَمِيعًا»

Al Mustadrak 310: Abdullah bin Muhammad bin Ishaq Al Khuza’i menceritakan kepada kami, Abu Yahya Abdullah bin Ahmad bin Zakaria bin Abu Masarrah menceritakan kepada kami, Abdullah bin Yazid Al Muqri menceritakan kepada kami, Haiwah bin Syuraih menceritakan kepada kami, Abu Shakhr mengabarkan kepadaku bahwa Sa’id Al Maqburi mengabarkan kepadanya, bahwa dia pernah mendengar Abu Hurairah berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Barangsiapa memasuki masjid kami untuk belajar kebaikan (ilmu agama) atau untuk mengajarkannya, maka dia seperti orang yang berjihad di jalan Allah. (Sedangkan) barangsiapa memasukinya untuk tujuan selain itu, maka dia seperti melihat sesuatu yang bukan miliknya” Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim. Keduanya sama-sama berhujjah dengan seluruh periwayatnya, tapi tidak meriwayatkannya. Sejauh yang aku ketahui, hadis ini tidak ber-illat namun justru memiliki hadis syahid ketiga yang sesuai syarat keduanya.

Mustadrak Hakim 311

المستدرك 311: أَخْبَرَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ تَمِيمٍ الْقَنْطَرِيُّ، بِبَغْدَادَ، ثنا أَبُو قِلَابَةَ، ثنا أَبُو عَاصِمٍ، عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ كَانَ لَهُ أَجْرُ مُعْتَمِرٍ تَامِّ الْعُمْرَةِ، فَمَنْ رَاحَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ فَلَهُ أَجْرُ حَاجٍّ تَامِّ الْحِجَّةِ» . «قَدِ احْتَجَّ الْبُخَارِيُّ بِثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ فِي الْأُصُولِ وَخَرَّجَهُ مُسْلِمٌ فِي الشَّوَاهِدِ، فَأَمَّا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ الدِّيلِيُّ فَإِنَّهُ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ»

Al Mustadrak 311: Abu Al Husain Muhammad bin Ahmad bin Tamim Al Qanthari mengabarkan kepada kami di Baghdad, Abu Qilabah menceritakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepada kami dari Tsaur bin Yazid, dari Khalid bin Ma’dan, dari Abu Umamah, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Barangsiapa pergi ke masjid pada pagi hari, tiada menginginkan kecuali untuk belajar kebaikan atau untuk mengajarkannya, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang menunaikan umrah secara sempurna. Barangsiapa pergi ke masjid pada siang hari tiada menginginkan kecuali untuk belajar kebaikan atau untuk mempelajarinya maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang menunaikan hafi secara sempurna.” Al Bukhari berhujjah dengan T saur bin Yazid hadis-badits pokoknya, sementara Muslim meriwayatkannya dalam hadis-hadis syahidnya. Tsaur bin Yazid Ad-Dili merupakan orang yang disepakati hadisnya.

Mustadrak Hakim 312

المستدرك 312: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذَ الْعَدْلُ، فِي مُسْنَدِ أَنَسٍ، ثنا يَحْيَى بْنُ مَنْصُورٍ الْهَرَوِيُّ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ نَصْرٍ الْمُقْرِئُ النَّيْسَابُورِيُّ، وَأَخْبَرَنِي أَبُو الْحَسَنِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْجَوْهَرِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ الْإِمَامُ، حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ نَصْرٍ، ثنا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ، ثنا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْهُومَانِ لَا يَشْبَعَانِ: مَنْهُومٌ فِي عِلْمٍ لَا يَشْبَعُ، وَمَنْهُومٌ فِي دُنْيَا لَا يَشْبَعُ «.» هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ وَلَمْ أَجِدُ لَهُ عِلَّةً “

Al Mustadrak 312: Ali bin Hamsyad Al Adi menceritakan kepada kami dalam musnad Anas, Yahya bin Manshur Al Harawi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Nashr Al Muqri An-Naisaburi menceritakan m kepada kami. Abu Al Hasan Muhammad bin Abdullah Al Jauhari H mengabarkan kepadaku, Muhammad bin Ishaq Al Imam n menceritakan kepada kami, Ahmad bin Nashr menceritakan kepadaku, Suraij bin An-Nu’man menceritakan kepada kami, Abu Awanah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Anas, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘”Ada dua orang rakus yang tidak akan pernah kenyang, (yaitu): orang yang rakus ilmu tidak akan pernah kenyang (puas), dan orang yang rakus dunia tidak akan pernah kenyang (puas).” Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Selain itu, aku juga tidak menemukan ada illat-nya.

Mustadrak Hakim 313

المستدرك 313: حَدَّثَنَا أَبُو عَمْرٍو عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ السَّمَّاكِ، ثنا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي دَاوُدَ الْمُنَادِي، ثنا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، ثنا كَهْمَسُ بْنُ الْحَسَنِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ، قَالَ: جَاءَ أَبُو هُرَيْرَةَ إِلَى كَعْبٍ يَسْأَلُ عَنْهُ وَكَعْبٌ فِي الْقَوْمِ، فَقَالَ كَعْبٌ: «مَا تُرِيدُ مِنْهُ؟» فَقَالَ: أَمَا إِنِّي لَا أَعْرِفُ أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكُونُ أَحْفَظَ لِحَدِيثِهِ مِنِّي، فَقَالَ كَعْبٌ: «أَمَا إِنَّكَ لَمْ تَجِدْ أَحَدًا يَطْلُبُ شَيْئًا إِلَّا يَشْبَعُ مِنْهُ يَوْمًا مِنَ الدَّهْرِ، إِلَّا طَالِبَ عِلْمٍ وَطَالِبَ دُنْيَا» فَقَالَ: أَنْتَ كَعْبٌ، فَإِنِّي لِمِثْلِ هَذَا جِئْتُ. «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَقَوْلُ الصَّحَابِيِّ إِنِّي لِحَدِيثِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْفَظُ مِنْ غَيْرِي يُخَرَّجُ فِي مَسَانِيدِهِ»

Al Mustadrak 313: Abu Amr Utsman bin Ahmad bin As-Sanunak menceritakan kepada kami, Abu Ja’far Muhammad bin Ubaidillah bin Abu Daud Al Munadi menceritakan kepada kami, Rauh bin Ubadab menceritakan kepada kami, Kahmas bin Al Hasan menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Syaqiq, dia berkata: Abu Hurairab datang menemui Ka’ab untuk bertanya kepadanya, sedangkan saat itu Ka’ab tengah bersama sekelompok orang. Ka’ab lalu bertanya, ”Apa yang kamu inginkan?” Dia menjawab, ”Sejauh yang aku ketahui, tidak ada sahabat Rasulullah yang lebih hapal hadis dariku.” Ka’ab berkata, ”Ketahuilah, engkau akan mendapatkan setiap orang yang mencari sesuatu pasti merasa kenyang (puas) kecuali orang yang mencari ilmu dan orang yang mencari dunia (maksudnya orang yang mencari dua hal ini tidak akan pernah kenyang).” Abu Hurairah lalu berkata, ”Wahai Ka’ab, sungguh aku datang kesini untuk hal seperti ini.” Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim. Perkataan sahabat, ”Sesungguhnya aku lebih hapal hadis Rasulullah daripada selain aku,” diriwayatkan dalam musnad-musnad-nya.

Mustadrak Hakim 314

المستدرك 314: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ عَفَّانَ الْعَامِرِيُّ، ثنا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ الْقَطَوَانِيُّ، ثنا حَمْزَةُ بْنُ حَبِيبٍ الزَّيَّاتُ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «فَضْلُ الْعِلْمِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ فَضْلِ الْعِبَادَةِ، وَخَيْرُ دِينِكُمُ الْوَرَعُ»

Al Mustadrak 314: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ali bin Affan Al Amiri menceritakan kepada kami, Khalid bin Makhlad Al Qathawani menceritakan kepada kami, Hamzah bin Habib Az-Zayyat menceritakan kepada kami dari AJ A’masy, dari Al Hakam, dari Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqash, dari ayahnya, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ”Keutamaan ilmu lebih aku sukai daripada keutamaan ibadah, dan sebaik-baik agama kalian adalah wara.”

Mustadrak Hakim 315

المستدرك 315: وَحَدَّثَنِي أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ بَالَوَيْهِ، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ السِّرَاجُ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، ثنا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، عَنْ حَمْزَةَ الزَّيَّاتِ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، فَذَكَرَهُ بِنَحْوِهِ. وَلَمْ يَذْكُرِ الْحَكَمَ. «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ، وَالْحَكَمُ هَذَا وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ عَفَّانَ ثِقَةٌ، وَقَدْ أَقَامَ الْإِسْنَادَ وَقَدْ أَبْهَمَهُ بَكْرُ بْنُ بَكَّارٍ»

Al Mustadrak 315: Abu Bakar Muhammad bin Ahmad bin Balawaih menceritakan kepadaku, Ibrahim bin Ishaq As-Siraj menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Numair menceritakan kepada kami, Khalid bin Makhlad menceritakan kepada kami dari Hamzah Az-Zayyat, dari Al A’masy, dari Mush’ab bin Sa’ad. Selanjutnya dia menyebutkan hadis tersebut dengan redaksi serupa, tapi tidak menyebutkan nama Al Hakam. Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Al Hakam di sini dan Al Hasan bin Ali bin Affan adalah periwayat tsiqah. Sanad ini telah diluruskan dan disamarkan oleh Bakar bin Bakkar.

Mustadrak Hakim 316

المستدرك 316: حَدَّثَنَاهُ أَبُو عَلِيٍّ الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحَافِظُ، أَنْبَأَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ مِنْدَهٍ الْأَصْبَهَانِيُّ، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدَانَ، وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ، قَالَا: ثنا بَكْرُ بْنُ بَكَّارٍ، ثنا حَمْزَةُ الزَّيَّاتُ، ثنا الْأَعْمَشُ، عَنْ رَجُلٍ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ نَحْوَهُ. «ثُمَّ نَظَرْنَا فَوَجَدْنَا خَالِدَ بْنَ مَخْلَدٍ أَثْبَتَ وَأَحْفَظَ وَأَوْثَقَ مِنْ بَكْرِ بْنِ بَكَّارٍ فَحَكَمْنَا لَهُ بِالزِّيَادَةِ» . وَقَدْ رَوَاهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْقُدُّوسِ، عَنِ الْأَعْمَشِ بِإِسْنَادٍ آخَرَ

Al Mustadrak 316: Abu Ali Al Husain bin Ali Al Hafizh menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Muhammad bin Yahya bin Mandah Al Ashbahani memberitakan (kepada kami), Ibrahim bin Sa’d dan Ahmad bin Abdul Wahid menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Bakar bin Bakkar menceritakan kepada kami, Hamzah Az- Zayyat menceritakan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami dari seorang laki-laki, dari Mush’ab bin Sa’ad, dari ayahnya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dengan redaksi yang serupa. Setelah kami melihatnya, ternyata kami dapati bahwa Khalid bin Makhlad lebih konsisten dan lebih hapal serta lebih tsigah dari Bakar bin Bakkar, sehingga kami memutuskan untuk menjadikannya sebagai tambahan. Abdullah bin Abdul Quddus meriwayatkannya dari Al A’masy dengan sanad yang lain.