Skip to main content

Mustadrak Hakim 389

المستدرك 389: فَحَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ دَاوُدَ بْنِ سُلَيْمَانَ الزَّاهِدُ، ثنا جَعْفَرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ سِنَانٍ الْوَاسِطِيُّ، ثنا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، وَأَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، قَالَا: ثنا النَّضْرُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْبَجَلِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ سُوقَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: خَطَبَنَا عُمَرُ بِالْجَابِيَةِ، فَقَالَ: إِنِّي قُمْتُ فِيكُمْ كَمَقَامِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِينَا، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِنَحْوِهِ. «فَأَمَّا الْخِلَافُ فِي هَذَا الْحَدِيثِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ فَإِنَّهُ مَجْمُوعٌ لِي فِي جُزْءٍ، وَالَّذِي عِنْدِي أَنَّ الْإِمَامَيْنِ يَرْوِيَانِ هَذَا الْحَدِيثَ مِنْ ذَلِكَ الْخِلَافِ بَيْنَ الْأَئِمَّةِ عَلَى عَبْدِ الْمَلِكِ فِيهِ، وَتِلْكَ الْأَسَانِيدُ لَا تُعَلَّلُ بِهَذِهِ الْأَسَانِيدِ الْخَارِجَةِ مِنْهَا» . وَقَدْ رَوَيْنَاهُ بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا

Al Mustadrak 389: Abu Bakar Muhammad bin Daud bin Sulaiman Az- Zahid menceritakan kepada kami, Ja’far bin Ahmad bin Sinan Al Wasithi menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi dan Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, keduanya berkata: An-Nadhr bin Ismail Al Bajali menceritakan kepada kami, Muhammad bin Suqah menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar, dia berkata: Umar pernah berpidato di Jabiyah, “Sesungguhnya aku berdiri di tengah-tengah kalian seperti berdirinya Rasulullah di tengah-tengah kami.” Kemudian dia menyebutkan hadisnya dengan redaksi yang semakna. Perbedaan pendapat tentang hadis ini dari Abdul Malik bin Umair, maka aku menghimpunnya dalam satu juz. Menurut pendapatku, Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis ini dari perselisihan di antara para imam tentang Abdul Malik. Sanad-sanad tersebut tidak menjadikan ber-illat sanad-sanad ini yang berada di luarnya. Kami telah meriwayatkannya dengan sanad yang shahih dan Sa’ad bin Abu Waqqash, dari Umar .

Mustadrak Hakim 390

المستدرك 390: حَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ الْفَقِيهُ، أَنْبَأَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ زِيَادٍ، حَدَّثَنِي أَبُو سَعِيدٍ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَحْمَدَ الْمُؤَذِّنُ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ زَيْدِ بْنِ هَارُونَ الْقَزَّازُ، بِمَكَّةَ، قَالَا: ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ الْحِزَامِيُّ، حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُهَاجِرِ بْنِ مِسْمَارٍ، عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: وَقَفَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ بِالْجَابِيَةِ، فَقَالَ: رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا، إِنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَفَ فِينَا كَمَقَامِي فِيكُمْ ثُمَّ، قَالَ: «احْفَظُونِي فِي أَصْحَابِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ» ثَلَاثًا «ثُمَّ يَكْثُرُ الْهَرْجُ، وَيَظْهَرُ الْكَذِبُ، وَيَشْهَدُ الرَّجُلُ وَلَا يُسْتَشْهَدُ، وَيَحْلِفُ وَلَا يُسْتَحْلَفُ، مَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ بُحْبُوحَةَ الْجَنَّةِ فَعَلَيْهِ بِالْجَمَاعَةِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ، وَهُوَ مِنَ الِاثْنَيْنِ أَبْعَدُ، أَلَا لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا، مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ» . ” الْحَدِيثُ الثَّانِي فِيمَا احْتَجَّ بِهِ الْعُلَمَاءُ أَنَّ الْإِجْمَاعَ حَجَّةٌ حَدِيثٌ مُخْتَلَفٌ فِيهِ عَنِ الْمُعْتَمِرِ بْنِ سُلَيْمَانَ مِنْ سَبْعَةِ أَوْجُهٍ: فَالْوَجْهُ الْأَوَّلُ مِنْهَا

Al Mustadrak 390: Abu Bakar bin Ishaq Al Faqih menceritakannya kepada kami, Al Hasan bin Ali bin Ziyad memberitakan (kepada kami). Abu Sa’id Abdurrahman bin Ahmad Al Muadzdzm menceritakan kepadaku, Ahmad bin Zaid bin Harun Al Qazzaz menceritakan kepada kami di Makkah, keduanya berkata: Ibrahim bin Al Mundzir Al Hizami menceritakan kepada kami, Muhammad bin Muhajir bin Mismar menceritakan kepadaku dari Amir bin Sa’ad bin Abu Waqqash, dari ayahnyaa dia berkata: Umar bin Khaththab berdiri di Jabiyah dan berkata, “Semoga Allah memberi rahmat kepada orang yang mendengar perkataanku lalu menghapalnya. Sungguh, aku pernah melihat Rasulullah berdiri di tengah-tengah kami seperti berdirinya aku di tengah-tengah kalian, lalu bersabda, ‘Aku berpesan kepada kalian agar meneladani sahabat-sahabatku dan orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang setelah mereka (disebutkan sebanyak tiga kali). Kemudian akan banyak terjadi pembunuhan dan akan muncul kebohongan, seorang laki-laki bersaksi tapi dia tidak diminta bersaksi, seseorang bersumpah tapi dia tidak diminta bersumpah. Barangsiapa di antara kalian ingin (menempati) tengah- tengah surga, maka dia harus tetap dalam jamaah (persatuan umat Islam), karena syetan akan bersama orang yang sendirian, dan dari dua orang dia lebih jauh (tidak dekat). Ketahuilah, tidaklah seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang perempuan kecuali yang ketiga adalah syetan. Barangsiapa merasa gembira ketika melakukan kebaikan dan sedih ketika melakukan keburukan, maka dia seorang mukmin’. Hadis kedua berisi tentang argumentasi yang dikemukakan oleh para ulama, bahwa ijmak merupakan hujjah (dalil), yaitu hadis yang didalamnya diperselisihkan tentang Al Mu’tamir bin Sulaiman dari tujuh segi: Kontradiksi pertama tentang Al Mu’tamir adalah:

Mustadrak Hakim 375

المستدرك 375: حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الصَّفَّارُ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ بَحْرٍ الْبُرِّيُّ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ الْبَرْمَكِيُّ، ثنا مَعْنُ بْنُ عِيسَى، ثنا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ، عَنْ شُعْبَةَ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِإِسْنَادِهِ نَحْوَهُ. «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَإِنْكَارُ عُمَرَ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الصَّحَابَةِ كَثْرَةَ الرِّوَايَةِ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهِ سُنَّةٌ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ»

Al Mustadrak 375: Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah Ash-Shaffa menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Husain bin Ali bin Bahr Al Barri menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ja’far Al Barmaki menceritakan kepada kami, Ma’an bin Isa menceritakan kepada kami, Malik bin Anas menceritakan kepada kami, Abdullah bin Idris menceritakan kepadaku dari Syu’bah. Dia lalu menyebutkan hadisnya dengan redaksi yang serupa. Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim. Pengingkaran Umar terhadap para sahabat yang banyak meriwayatkan dari Rasulullah adalah Sunnah, tapi Al Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.

Mustadrak Hakim 376

المستدرك 376: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا يَحْيَى بْنُ أَبِي طَالِبٍ، ثنا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ، ثنا إِسْرَائِيلُ، عَنْ أَبِي حَصِينٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ وَثَّابٍ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّهُ «حَدَّثَ يَوْمًا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَارْتَعَدَ وَارْتَعَدَتْ ثِيَابُهُ» ، ثُمَّ قَالَ: «أَوْ نَحْوَ هَذَا» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ، وَلَهُ شَوَاهِدُ فِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ»

Al Mustadrak 376: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Yahya bin Abu Thalib menceritakan kepada kami, Abu Ahmad Az-Zubairi menceritakan kepada kami, Israil menceritakan kepada kami dari Abu Hushain, dari Yahya bin Watstsab, dari Masruq, dari Abdullah, bahwa pada suatu hari dia pernah menceritakan suatu hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu dia gemetar dan pakaiannya ikut gemetar. Kemudian dia berkata, “Apakah seperti ini?” Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Hadis ini memiliki beberapa syahid dari Abdullah :

Mustadrak Hakim 361

المستدرك 361: فَحَدَّثَنَاهُ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ التَّاجِرُ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ إِدْرِيسَ الرَّازِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ ثُمَامَةَ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ لِبَنِيهِ: «قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ» . «أَسْنَدَهُ بَعْضُ الْبَصْرِيِّينَ، عَنِ الْأَنْصَارِيِّ وَكَذَلِكَ أَسْنَدَهُ شَيْخُ أَهْلِ مَكَّةَ غَيْرَ مُعْتَمَدٍ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ»

Al Mustadrak 361: Abu Abdurrahman Muhammad bin Abdullah At-Tajir menceritakan kepada kami, Muhammad bin Idris Ar-Razi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah Al Anshari menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku dari Tsumamah, dari Anas bin Malik, bahwa dia berkata kepada putra-putranya, “Ikatlah (dokumentasikanlah) ilmu dengan tulisan.” Sebagian ulama Bashrah mcriwayatkannya secara musnad dari Al Anshari. Hadis ini diriwayatkan pula secara musnad oleh seorang syaikh dari Makkah, dari Ibnu Juraij, tapi riwayatnya tidak mu’tamad.

Mustadrak Hakim 377

المستدرك 377: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ عَفَّانَ الْعَامِرِيُّ، ثنا عَلِيُّ بْنُ حَكِيمٍ، ثنا شَرِيكٌ، وَأَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَلِيمِيُّ، ثنا الْعَبَّاسُ الدُّورِيُّ، ثنا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ السَّلُولِيُّ، ثنا شَرِيكٌ، فَذَكَرَهُ بِنَحْوِهِ. «هَذَا حَدِيثٌ مِنْ أُصُولِ التَّوَقِّي عَنْ كَثْرَةِ الرِّوَايَةِ وَالْحَثِّ عَلَى الْإِتْقَانِ فِيهِ، وَقَدِ اتَّفَقَا عَلَى إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي حَصِينٍ وَقَدِ احْتَجَّ مُسْلِمٌ بِشَرِيكِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَهُوَ أَنْ يُحْتَجَّ بِهِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ وَلَهُ شَاهِدٌ آخَرُ عَلَى شَرْطِهِمَا»

Al Mustadrak 377: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ali bin Affan Al Amiri menceritakan kepada kami, Ali bin Hakim menceritakan kepada kami, Syarik menceritakan kepada kami. Ali bin Abdullah Al Halimi mengabarkan kepada kami, Al Abbas Ad-Duri menceritakan kepada kami, Ishaq bin Manshur As- Saluli menceritakan kepada kami, Syarik menceritakan kepada kami. Dia kemudian meriwayatkan hadisnya dengan redaksi yang serupa. Ini merupakan salah satu hadis pokok yang menganjurkan agar menghindari banyak meriwayatkan hadis Nabi dan anjuran agar mahir (berhati-hati) di dalamnya. Al Bukhari dan Muslim sepakat atas Israil bin Abu Hushain. Muslim sendiri berhujjah dengan Syarik bin Abdullah. Dia memang dijadikan sebagai hujjah, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Hadis ini memiliki syahid lain yang sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, yaitu:

Mustadrak Hakim 362

المستدرك 362: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ، أَنْبَأَ مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ الْجَوْهَرِيُّ، وَأَخْبَرَنِي أَحْمَدُ بْنُ سَهْلٍ الْفَقِيهُ، بِبُخَارَى، ثنا صَالِحُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَبِيبٍ، قَالَا: ثنا سَعِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْوَاسِطِيُّ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُؤَمَّلِ، حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «قَيِّدُوا الْعِلْمَ» قُلْتُ: وَمَا تَقْيِيدُهُ؟ قَالَ: «كِتَابَتُهُ»

Al Mustadrak 362: Abu Bakar bin Ishaq menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syadzan Al Jauhari memberitakan (kepada kami). Ahmad bin Sahi Al Faqih mengabarkan kepadaku di Bukhara, Shalih bin Muhammad bin Habib menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Sa’id bin Sulaiman Al Wasithi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al Muammal menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij menceritakan kepada kami dari Atha’, dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikatlah (dokumentasikanlah) ilmu” Aku lalu bertanya, “Bagaimana cara mengikatnya?” Beliau menjawab, “Dengan tulisan.”

Mustadrak Hakim 378

المستدرك 378: حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُوسَى الْعَدْلُ، ثنا الْفَضْلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الشَّعْرَانِيُّ، ثنا مُسَدَّدٌ، ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، ثنا ابْنُ عَوْنٍ، أَخْبَرَنِي مُسْلِمُ بْنُ أَبِي عِمْرَانَ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ، قَالَ: مَا أَخْطَأَنِي – وَقَالَ ابْنُ عَوْنٍ قَلَّ مَا أَخْطَأَنِي – عَشِيَّةَ خَمِيسٍ إِلَّا أَتَيْتُ فِيهَا ابْنَ مَسْعُودٍ فَمَا سَمِعْتُهُ لِشَيْءٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى إِذَا كَانَ ذَاتَ عَشِيَّةٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ فَإِذَا هُوَ مَحْلُولٌ أَزْرَارُ قَمِيصِهِ، مُنْتَفِخٌ أَوْدَاجُهُ، مُغْرَوْرِقَةٌ عَيْنَاهُ» ، ثُمَّ قَالَ: هَكَذَا أَوْ فَوْقَ ذَا أَوْ قَرِيبٌ مِنْ ذَا، أَوْ كَمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Al Mustadrak 378: Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad bin Musa Al Adi menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Muhammad Asy- Sya’rani menceritakan kepada kami, Musaddad menceritakan kepada kami, Ismail bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Ibnu Aun menceritakan kepada kami, Muslim bin Abu Imran mengabarkan kepadaku dari Ibrahim At-Taimi, dari ayahnya, dari Amr bin Maimun, dia berkata, “Dia tidak menyalahkanku.” Ibnu Aun lalu berkata, “Katakanlah, ‘Setiap kali dia menyalahiku pada Kamis petang, aku pasti mendatangi Ibnu Mas’ud. Ternyata aku tidak mendengarnya berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,” hingga pada suatu petang dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. ‘Kemudian aku melihatnya lagi, ternyata kancing-kancing bajunya telah dilepas dan tepi-tepinya menggelembung sedangkan kedua air matanya menetes’.” Dia lalu berkata, “Beginilah, atau di atas inilah, atau dekat dengan ini sabda Rasulullah atau seperti yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Mustadrak Hakim 363

المستدرك 363: حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحُسَيْنِ الْقَاضِي، بِمَرْوَ، ثنا الْحَارِثُ بْنُ مُحَمَّدٍ، ثنا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَنْبَأَ جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ، عَنْ يَعْلَى بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: ” لَمَّا قُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ لِرَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ: هَلُمَّ فَلْنَسْأَلْ أَصْحَابَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّهُمُ الْيَوْمَ كَثِيرٌ “، فَقَالَ: وَاعَجَبًا لَكَ يَا ابْنَ عَبَّاسٍ، أَتَرَى النَّاسَ يَفْتَقِرُونَ إِلَيْكَ وَفِي النَّاسِ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فِيهِمْ، قَالَ: «فَتَرَكْتُ ذَاكَ وَأَقْبَلْتُ أَسْأَلُ أَصْحَابَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِنْ كَانَ يَبْلُغُنِي الْحَدِيثُ عَنِ الرَّجُلِ فَآتِي بَابَهُ وَهُوَ قَائِلٌ فَأَتَوَسَّدُ رِدَائِي عَلَى بَابِهِ يَسْفِي الرِّيحُ عَلَيَّ مِنَ التُّرَابِ فَيَخْرُجُ فَيَرَانِي» فَيَقُولُ: يَا ابْنَ عَمِّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا جَاءَ بِكَ؟ هَلَّا أَرْسَلْتَ إِلَيَّ فَآتِيَكَ؟، فَأَقُولُ: «لَا، أَنَا أَحَقُّ أَنْ آتِيَكَ» ، قَالَ: فَأَسْأَلُهُ عَنِ الْحَدِيثِ، فَعَاشَ هَذَا الرَّجُلُ الْأَنْصَارِيُّ حَتَّى رَآنِي وَقَدِ اجْتَمَعَ النَّاسُ حَوْلِي يَسْأَلُونِي، فَيَقُولُ: «هَذَا الْفَتَى كَانَ أَعْقَلَ مِنِّي» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الْبُخَارِيِّ وَهُوَ أَصْلٌ فِي طَلَبِ الْحَدِيثِ وَتَوْقِيرِ الْمُحَدِّثِ»

Al Mustadrak 363: Abdullah bin Al Husain Al Qadhi menceritakan kepadaku di Marwa, Al Harits bin Muhammad menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Jarir bin Hazim memberitakan (kepada kami) dari Ya’la bin Hakim, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dia berkata: Ketika Rasulullah wafat, aku berkata kepada seorang laki-laki Anshar, “Kemarilah, mari kita bertanya kepada para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena saat ini mereka masih banyak.” Dia lalu berkata, “Sungguh aneh engkau, wahai Ibnu Abbas, tidakkah engkau lihat bahwa orang-orang membutuhkan engkau, padahal di kalangan masyarakat masih banyak sahabat Rasulullah ?” Aku kemudian meninggalkan orang itu dan berangkat untuk bertanya kepada para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika sampai berita kepadaku bahwa ada seseorang yang tahu hadis maka, aku akan mendatangi pintu rumahnya. Ketika itu dia sedang berbicara, maka aku menyandarkan sarungku di pintu rumahnya untuk mengipasi tubuhku yang terkena debu. Kemudian dia keluar dan melihatku, maka dia berkata, “Wahai putra paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apa yang membuat engkau datang kemari? Mengapa tidak engkau suruh seseorang untuk ke sini sehingga aku yang datang menemui engkau?” Aku berkata, “Tidak, aku yang lebih berhak untuk mendatangimu.” Aku lalu bertanya kepadanya tentang hadis. Ternyata, orang Anshar tersebut tetap hidup (berusia panjang) hingga dapat melihatku ketika aku sedang dikerumuni orang-orang untuk bertanya kepadaku (mengenai hadis). Dia berkata, “Anak muda ini lebih pandai dariku.” Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari. Ini merupakan dalil asal tentang bolehnya mencari hadis dan menghormati ahli hadis.

Mustadrak Hakim 379

المستدرك 379: حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الصَّفَّارُ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ الضَّبِّيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ الطَّنَافِسِيُّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، وَحَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذَ الْعَدْلُ، أَنْبَأَ عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، أَنَّ سَعِيدَ بْنَ مَنْصُورٍ، حَدَّثَهُمْ ثنا أَبُو شِهَابٍ، وَحدثنا أَبُو الْقَاسِمِ يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ السُّوسِيُّ، ثنا أَبُو عَلِيٍّ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو الْحَرَشِيُّ، ثنا الْقَعْنَبِيُّ، ثنا أَبُو شِهَابٍ، وَحَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذَ الْعَدْلُ، ثنا أَبُو الْحَسَنِ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ الْعَوْذِيُّ، ثنا أَبُو الرَّبِيعِ، ثنا أَبُو شِهَابٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ مَعْبَدِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا قَتَادَةَ، يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ: «إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَدِيثِ عَنِّي، فَمَنْ قَالَ عَنِّي فَلَا يَقُولُ إِلَّا حَقًّا، وَمَنْ قَالَ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ» . وَفِي حَدِيثِ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدٍ، حَدَّثَنِي ابْنُ كَعْبٍ وَغَيْرُهُ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ. «هَذَا حَدِيثٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ، وَفِيهِ أَلْفَاظٌ صَعْبَةٌ شَدِيدَةٌ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ. وَلَهُ شَاهِدٌ بِإِسْنَادٍ آخَرَ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ»

Al Mustadrak 379: Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yunus Adh-Dhabbi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ubaid Ath-Thanafusi menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq. Ali bin Hamsyad Al Adi menceritakan kepadaku, Ali bin Abdul Aziz memberitakan (kepada kami): Sa’id bin Manshur menceritakan kepada mereka, Abu Syihab menceritakan kepada kami. Abu Al Qasim Yusuf bin Ya’qub As-Susi menceritakan kepada kami, Abu Ali Muhammad bin Amr Al Harasyi menceritakan kepada kami, Al Qa’nabi menceritakan kepada kami, Abu Syihab menceritakan kepada kami. Ali bin Hamsyad Al Adi menceritakan kepadaku, Abu Al Hasan Muhammad bin Ahmad Al Audzi menceritakan kepada kami, Abu Ar-Rabi menceritakan kepada kami, Abu Syihab menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Ma’bad bin Ka’ab bin Malik, dia berkata: Aku mendengar Abu Qatadah berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di atas mimbar, “Berhati-hatilah kalian dari banyak meriwayatkan hadis dariku. Barangsiapa meriwayatkan dariku, maka dia hendaknya tidak mengatakan kecuali yang benar, dan barangsiapa berkata atas namaku sesuatu yang tidak aku ucapkan, maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di neraka.” Dalam hadis Muhammad bin Ubaid disebutkan, “Ibnu Ka’ab dan yang lain menceritakan kepadaku dari Abu Qatadah.” Hadis ini sesuai syarat Muslim. Di dalamnya terdapat beberapa redaksi yang sangat sulit, tapi Al Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Hadis ini memiliki syahid dengan sanad lain dari Abu Qatadah.