Mustadrak Hakim 377
المستدرك 377: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ عَفَّانَ الْعَامِرِيُّ، ثنا عَلِيُّ بْنُ حَكِيمٍ، ثنا شَرِيكٌ، وَأَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَلِيمِيُّ، ثنا الْعَبَّاسُ الدُّورِيُّ، ثنا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ السَّلُولِيُّ، ثنا شَرِيكٌ، فَذَكَرَهُ بِنَحْوِهِ. «هَذَا حَدِيثٌ مِنْ أُصُولِ التَّوَقِّي عَنْ كَثْرَةِ الرِّوَايَةِ وَالْحَثِّ عَلَى الْإِتْقَانِ فِيهِ، وَقَدِ اتَّفَقَا عَلَى إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي حَصِينٍ وَقَدِ احْتَجَّ مُسْلِمٌ بِشَرِيكِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَهُوَ أَنْ يُحْتَجَّ بِهِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ وَلَهُ شَاهِدٌ آخَرُ عَلَى شَرْطِهِمَا»
Al Mustadrak 377: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ali bin Affan Al Amiri menceritakan kepada kami, Ali bin Hakim menceritakan kepada kami, Syarik menceritakan kepada kami. Ali bin Abdullah Al Halimi mengabarkan kepada kami, Al Abbas Ad-Duri menceritakan kepada kami, Ishaq bin Manshur As- Saluli menceritakan kepada kami, Syarik menceritakan kepada kami. Dia kemudian meriwayatkan hadisnya dengan redaksi yang serupa. Ini merupakan salah satu hadis pokok yang menganjurkan agar menghindari banyak meriwayatkan hadis Nabi dan anjuran agar mahir (berhati-hati) di dalamnya. Al Bukhari dan Muslim sepakat atas Israil bin Abu Hushain. Muslim sendiri berhujjah dengan Syarik bin Abdullah. Dia memang dijadikan sebagai hujjah, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Hadis ini memiliki syahid lain yang sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, yaitu:
- Derajat Hadis
- Derajat Hadis Tidak Ditemukan