Skip to main content

Musnad Syafi’i 845

مسند الشافعي 845: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تَلَقُّوا السِّلَعَ»

Musnad Syafi’i 845: Malik menceritakan kepada kami dari Abu Az-Zinad dari Al A’raj, dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Janganlah kalian mencegat barang dagangan.” 93

Musnad Syafi’i 844

مسند الشافعي 844: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَبِعْ حَاضِرٌ لِبَادٍ، دَعُوا النَّاسَ يَرْزُقُ اللَّهُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ»

Musnad Syafi’i 844: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zubair, dan Jabir , bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Janganlah orang kota menjual kepada orang pedalaman, biarkanlah manusia bebas, Allah memberi rezeki sebagian mereka dari sebagian yang lain.”92

Musnad Syafi’i 843

مسند الشافعي 843: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَبِعْ حَاضِرٌ لِبَادٍ»

Musnad Syafi’i 843: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah telah bersabda, “Janganlah orang kota menjual kepada orang kampung (pedalaman).”91

Musnad Syafi’i 842

مسند الشافعي 842: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Musnad Syafi’i 842: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ayub, dari Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah, dari Nabi dengan hadis yang semisalnya. 90

Musnad Syafi’i 841

مسند الشافعي 841: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَبِيعُ الرَّجُلُ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ»

Musnad Syafi’i 841: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Ibnu Al Musayyab, dari Abu Hurairah , bahwa Nabi pernah bersabda, “Janganlah seorang lelaki melakukan transaksi jual-beli di atas transaksi jual-beli saudaranya.”89

Musnad Syafi’i 840

مسند الشافعي 840: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، وَسُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ»

Musnad Syafi’i 840: Malik dan Sufyan mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, “Janganlah sebagian kalian melakukan transaksi jual-beli di atas transaksi jual-beli sebagian yang lain.” 88

Musnad Syafi’i 839

مسند الشافعي 839: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ»

Musnad Syafi’i 839: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar , bahwa Rasulullah bersabda, “Janganlah sebagian dari kalian melakukan transaksi jual-beli di atas transaksi sebagian yang lainnya “87

Musnad Syafi’i 838

مسند الشافعي 838: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Musnad Syafi’i 838: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ayub, dari Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah, dari Nabi dengan hadis yang semisalnya. 86

Musnad Syafi’i 821

مسند الشافعي 821: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، سَمِعَ بَجَالَةَ، يَقُولُ: «لَمْ يَكُنْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ أَخَذَ الْجِزْيَةَ مِنَ الْمَجُوسِ حَتَّى شَهِدَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَهَا مِنْ مَجُوسِ هَجَرَ»

Musnad Syafi’i 821: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar bahwa ia pernah mendengar Bajalah mengatakan: Umar bin Al Khaththab masih belum menarik jizyah dari orang-orang Majusi sebelum Abdurrahman bin Auf memberikan kesaksian bahwa Rasulullah pernah memungutnya dari orang-orang Majusi Hajar. 69

Musnad Syafi’i 820

مسند الشافعي 820: أَخْبَرَنَا الثِّقَةُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبَانَ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا بَعَثَ جَيْشًا أَمَّرَ عَلَيْهِمْ أَمِيرًا وَقَالَ: «فَإِذَا لَقِيتَ عَدُوًّا مِنَ الْمُشْرِكِينَ فَادْعُهُمْ إِلَى ثَلَاثِ خِلَالٍ، أَوْ ثَلَاثِ خِصَالٍ، شَكَّ عَلْقَمَةُ، ادْعُهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ، فَإِنْ أَجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ، ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى التَّحَوُّلِ مِنْ دَارِهِمْ إِلَى دَارِ الْمُهَاجِرِينَ، وَأَخْبِرْهُمْ إِنْ هُمْ فَعَلُوا أَنَّ لَهُمُ مَا لِلْمُهَاجِرِينَ، وَأَنَّ عَلَيْهِمْ مَا عَلَيْهِمْ، فَإِنِ اخْتَارُوا الْمَقَامَ فِي دَارِهِمْ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّهُمْ كَأَعْرَابِ الْمُسْلِمِينَ، يَجْرِي عَلَيْهِمْ حُكْمُ اللَّهِ كَمَا يَجْرِي عَلَى الْمُسْلِمِينَ، وَلَيْسَ لَهُمْ فِي الْفَيْءِ شَيْءٌ إِلَّا أَنْ يُجَاهِدُوا مَعَ الْمُسْلِمِينَ، فَإِنْ لَمْ يُجِيبُوكَ فَادْعُهُمْ إِلَى أَنْ يُعْطُوا الْجِزْيَةَ، فَإِنْ فَعَلُوا فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَدَعْهُمْ، فَإِنْ أَبَوْا فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ تَعَالَى وَقَاتِلْهُمْ»

Musnad Syafi’i 820: Orang yang dipercaya menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Aban, dari Alqamah bin Martsad, dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya: Rasulullah apabila mengirimkan pasukan, terlebih dahulu mengangkat seorang amir untuk mereka, lalu bersabda, “Apabila kamu bertemu dengan musuh dari kalangan kaum musyrik maka serulah mereka terlebih dahulu kepada ketiga perkara atau tiga pekerti (keraguan dari pihak Alqamah). Serulah mereka kepada Islam. Apabila mereka memenuhi seruanmu, maka terimalah dari mereka, dan cegahlah dirimu dari mereka. Kemudian ajaklah mereka untuk meninggalkan negeri mereka berpindah ke tempat kaum Muhajirin, dan beritahukan kepada mereka jika mereka mau melakukannya, maka mereka berhak memperoleh apa yang diperoleh kaum Muhajirin, dan mereka akan terkena kewajiban yang sama dengan apa yang dibebankan kepada kaum Muhajirin. Bilamana mereka memilih tetap tinggal di negeri mereka sendiri, maka kedudukan mereka sama dengan orang-orang Arab muslim. Dengan kata lain, diberlakukan atas diri mereka hukum Allah sebagaimana diberlakukan terhadap kaum muslimin, tetapi mereka tidak mendapat bagian dari harta fai’ sedikitpun, kecuali jika mereka berjihad bersama-sama kaum muslimin. Jika mereka tidak memenuhi seruanmu, maka serulah mereka untuk membayar jizyah; jika mereka menerimanya, maka terimalah dari mereka; tetapi jika mereka menolak, maka mintalah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka.”68