مسند الشافعي 1033: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ عُمَرَ سَجَدَ فِي سُورَةِ الْحَجِّ سَجْدَتَيْنِ
Musnad Syafi’i 1033: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’: ‘Umar melakukan sujud dalam surah Al Haj sebanyak dua kali sujud. 281
مسند الشافعي 1033: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ عُمَرَ سَجَدَ فِي سُورَةِ الْحَجِّ سَجْدَتَيْنِ
Musnad Syafi’i 1033: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’: ‘Umar melakukan sujud dalam surah Al Haj sebanyak dua kali sujud. 281
مسند الشافعي 1048: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ صَلَّى الصُّبْحَ فَقَرَأَ فِيهَا بِسُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي الرَّكْعَتَيْنِ كِلْتَيْهِمَا
Musnad Syafi’i 1048: Malik mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya: Bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam shalat Subuh membaca surah Al Baqarah dalam kedua rakaatnya. 296
مسند الشافعي 1032: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى»
Musnad Syafi’i 1032: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’ dan Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar , bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Shalat malam hari (shalatul-lail) adalah dua rakaat-dua rakaat. Apabila seseorang di antara kalian merasa khawatir terhadap waktu Subuh hendaklah ia shalat 1 rakaat untuk mewitirkan semua shalat yang telah dikerjakannya “280
مسند الشافعي 1047: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ كَانَ إِذَا صَلَّى وَحْدَهُ يَقْرَأُ فِي الْأَرْبَعِ، فِي كُلِّ رَكْعَةٍ بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَسُورَةٍ مِنَ الْقُرْآنِ، قَالَ: «وَكَانَ يَقْرَأُ أَحْيَانًا بِالسُّورَتَيْنِ وَالثَّلَاثِ فِي الرَّكْعَةِ الْوَاحِدَةِ فِي صَلَاةِ الْفَرِيضَةِ»
Musnad Syafi’i 1047: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari Abdullah bin Umar: Bahwa dia apabila shalat sendirian, melakukan bacaan (surah lain) dalam keempat rakaat seluruhnya. Pada setiap rakaat, ia membaca Ummul Qur’an dan satu surah lainnya dari Al Qur’an. Nafi’ mengatakan bahwa adakalanya Ibnu Umar membaca dua dan tiga surah dalam satu rakaatnya dalam shalat fardhu. 295
مسند الشافعي 1031: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنِ الْأَعْرَجِ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَرَأَ: وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى فَسَجَدَ فِيهَا، ثُمَّ قَامَ فَقَرَأَ بِسُورَةٍ أُخْرَى
Musnad Syafi’i 1031: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Al A’raj: Umar bin Al Khaththab membaca Wan-najmi idzaa hawaa (surah An-Najm), lalu ia melakukan sujud padanya, kemudian berdiri dan membaca surah lainnya. 279
مسند الشافعي 1046: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ، مَوْلَى سُلَيْمَانَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ أَنَّ عُبَادَةَ بْنَ نَسِيٍّ، أَخْبَرَهُ أَنَّهُ، سَمِعَ قَيْسَ بْنَ الْحَارِثِ، يَقُولُ: أَخْبَرَنِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الصُّنَابِحِيّ، أَنَّهُ قَدِمَ الْمَدِينَةَ فِي خِلَافَةِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ فَصَلَّى وَرَاءَ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ الْمَغْرِبَ، فَقَرَأَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَسُورَةٍ مِنْ قِصَارِ الْمُفَصَّلِ، ثُمَّ قَامَ فِي الرَّكْعَةِ الثَّالِثَةِ فَدَنَوْتُ مِنْهُ حَتَّى إِنَّ ثِيَابِي لَتَكَادُ أَنْ تَمَسَّ ثِيَابَهُ، فَسَمِعْتُهُ قَرَأَ بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَهَذِهِ الْآيَةِ {رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ} [آل عمرَان: 8]
Musnad Syafi’i 1046: Malik mengabarkan kepada kami dari Abu ubaid maula Sulaiman bin Abdul Malik, bahwa Ubadah bin Nisi mengabarkan keoadanya bahwa ia pernah mendengar Qais bin Al-Harits, ia mengatakan bahwa Abu Abdullah Ash-Shanabihi mengabarkan kepadaku hal berikut:Bahwa ia pernah datang ke Madinah pada masa pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, lalu ia shalat Maghrib di belakang Abu Bakar. Abu Bakar dalam 2 rakaat pertama membaca Ummul Qur’an dan sebuah surah mufashshal yang pendek. Kemudian dalam rakaat ketiga ia berdiri dan aku mendekat kepadanya, hingga pakaianku hampir menyentuh pakaiannya. Maka kudengar ia membaca Ummul Qur’an dan ayat berikut, “Wahai Rabb kami, janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (Karunia)” (Qs. Aali Imran [3]:8)294
مسند الشافعي 1030: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ، مَوْلَى الْأَسْوَدِ بْنِ سُفْيَانَ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَرَأَ: إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ فَسَجَدَ فِيهَا، فَلَمَّا انْصَرَفَ أَخْبَرَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَجَدَ فِيهَا
Musnad Syafi’i 1030: Malik mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Yazid maula Al Al Aswad bin Sufyan, dari Abu Salamah bin Abdurrahman: Bahwa Abu Hurairah membacakan surah Idzas- samaa’un syaqqat (surat Insyiqaq) buat mereka, lalu ia melakukan sujud padanya. Setelah selesai dari shalatnya, ia memberitahukan kepada mereka bahwa Rasulullah melakukan sujud padanya. 278
مسند الشافعي 1045: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ، سَمِعَتْهُ يَقْرَأُ وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا فَقَالَتْ: «يَا بُنَيَّ، لَقَدْ ذَكَّرْتَنِي بِقِرَاءَتِكَ هَذِهِ السُّورَةَ، إِنَّهَا لَآخِرُ مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ بِهَا فِي الْمَغْرِبِ»
Musnad Syafi’i 1045: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Ubaidillah bin Abdullah, dari Ibnu Abbas , dari Ummu Fadhl binti Al Harits (ibunda Ibnu Abbas): Ummu Fadhl mendengarnya (Ibnu Abbas) membaca Wal mursalaati ‘urfaa (surah Al Mursalat), maka ia berkata, “Hai anakku, sesungguhnya engkau telah mengingatkanku melalui bacaan surah ini bahwa sesungguhnya surah ini merupakan surah terakhir yang aku dengar Rasulullah membacanya dalam shalat Maghrib.” 293
مسند الشافعي 1044: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ قَالَ: «سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ بِالطُّورِ فِي الْمَغْرِبِ»
Musnad Syafi’i 1044: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im, dari ayahnya, bahwa ia pernah berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah membaca surah Ath-Thur dalam shalat Maghrib.” 292
مسند الشافعي 1043: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ، كَانَ يَقُولُ: «مَنْ صَلَّى الْمَغْرِبَ أَوِ الصُّبْحَ ثُمَّ أَدْرَكَهُمَا مَعَ الْإِمَامِ فَلَا يَعُدْ لَهُمَا»
Musnad Syafi’i 1043: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’ bahwa Ibnu Umar pernah mengatakan: Barangsiapa telah shalat Magrib atau shalat Subuh, kemudian ia menjumpai keduanya bersama imam, maka janganlah ia mengulangi keduanya. 291