Skip to main content

Musnad Syafi’i 1069

مسند الشافعي 1069: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ طَاوُسٍ، عَنْ حُجْرٍ الْمَدَرِيِّ، عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَ الْعُمْرَى لِلْوَارِثِ

Musnad Syafi’i 1069: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr, dari Thawus, dari Hujr Al Madri, dari Zaid bin Tsabit , bahwa Nabi pernah menetapkan umra adalah untuk ahli waris (orang yang diberi ‘umra).” 317

Musnad Syafi’i 1053

مسند الشافعي 1053: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى قَبْرِ مِسْكِينَةٍ تُوُفِّيَتْ مِنَ اللَّيْلِ

Musnad Syafi’i 1053: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Abu Umamah: Bahwa Rasulullah melakukan shalat (jenazah) di atas kuburan seorang wanita miskin yang meninggal dunia di malam hari. 301

Musnad Syafi’i 1068

مسند الشافعي 1068: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، أَنَّ طَارِقًا، قَضَى بِالْمَدِينَةِ بِالْعُمْرَى عَنْ قَوْلِ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Musnad Syafi’i 1068: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr, dari Sulaiman bin Yasar Bahwa Thariq di Madinah telah memutuskan dengan ‘umra berlandaskan pada perkataan Jabir bin Abdullah dari Nabi .316

Musnad Syafi’i 1052

مسند الشافعي 1052: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: «نَعَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلنَّاسِ النَّجَاشِيَّ الْيَوْمَ الَّذِي مَاتَ فِيهِ، وَخَرَجَ بِهِمْ إِلَى الْمُصَلَّى، وَصَفَّ بِهِمْ، وَكَبَّرَ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ»

Musnad Syafi’i 1052: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Ibnu Al Musayyab, dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah mengumumkan belasungkawa kepada orang-orang atas kematian Raja Najasy di hari kematiannya, lalu beliau membawa mereka keluar menuju tempat shalat, kemudian beliau mengatur shaf mereka dan bertakbir sebanyak 4 kali takbir.” 300

Musnad Syafi’i 1067

مسند الشافعي 1067: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ، مِثْلَهُ، إِلَّا أَنَّهُ قَالَ: ضَنَّتْ وَاضْطَرَبَتْ

Musnad Syafi’i 1067: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Nujaih, dari Habib bin Tsabit tentang atsar yang semisalnya, hanya saja ia berkata, “Unta itu beranak banyak dan berkembang biak dengan pesat.” 315

Musnad Syafi’i 1051

مسند الشافعي 1051: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ امْرَأَةً كَانَتْ تُهَرَاقُ الدَّمَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَتْ لَهَا أُمُّ سَلَمَةَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «لِتَنْظُرْ عَدَدَ اللَّيَالِي وَالْأَيَّامِ الَّتِي كَانَتْ تَحِيضُهُنَّ مِنَ الشَّهْرِ قَبْلَ أَنْ يُصِيبَهَا الَّذِي أَصَابَهَا، فَلْتَتْرُكِ الصَّلَاةَ قَدْرَ ذَلِكَ مِنَ الشَّهْرِ، فَإِذَا خَلَّفَتْ ذَلِكَ فَلْتَغْتَسِلْ، ثُمَّ لِتَسْتَثْفِرْ بِثَوْبٍ، ثُمَّ لِتُصَلِّ»

Musnad Syafi’i 1051: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari Sulaiman bin Yasar, dari Ummu Salamah, istri Nabi : Bahwa di zaman Rasulullah , pernah ada seorang wanita yang darahnya terus mengalir, maka Ummu Salamah meminta fatwa Rasulullah untuk wanita itu. Lalu beliau bersabda, “Hendaklah ia memperhatikan bilangan hari-hari yang biasa ia haid setiap bulannya sebelum ia mengalami hal tersebut. Kemudian hendaklah ia meninggalkan shalat selama masa tersebut setiap bulannya. Apabila masa itu telah lewat, hendaklah ia mandi dan memakai penyumbat kain, lalu melaksanakan shalat.”299

Musnad Syafi’i 1066

مسند الشافعي 1066: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، وَحُمَيْدٍ الْأَعْرَجِ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ قَالَ: كُنْتُ عِنْدَ ابْنِ عُمَرَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ فَقَالَ: إِنِّي وَهَبْتُ لِابْنِي نَاقَةً حَيَاتَهُ، وَإِنَّهَا تَنَاتَجَتْ إِبِلًا، فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ: «هِيَ لَهُ حَيَاتَهُ وَمَوْتَهُ» ، فَقَالَ: إِنِّي تَصَدَّقْتُ عَلَيْهِ بِهَا، فَقَالَ: ذَاكَ أَبْعَدُ لَكَ مِنْهَا

Musnad Syafi’i 1066: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar dan Humaid Al A’raj, dari Habib bin Abu Tsabit, ia mengatakan: Ketika aku berada di sisi Ibnu Umar , datanglah kepadanya seorang lelaki dari kalangan penduduk badiyah (pedalaman), lalu ia berkata, “Sesungguhnya aku telah menghibahkan kepada anakku seekor unta selama hidupnya, dan sesungguhnya unta itu telah beranak.” Maka Ibnu Umar berkata, “Unta itu adalah miliknya selama hidup dan matinya.” Lelaki badui itu berkata, “Sesungguhnya aku menyedekahkan unta itu kepadanya.” Ibnu Umar berkata, “Jika demikian, berarti unta itu semakin jauh darimu.”314

Musnad Syafi’i 1050

مسند الشافعي 1050: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، وَرَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ الْفُرَافِصَةَ بْنَ عُمَيْرٍ الْحَنَفِيَّ قَالَ: «مَا أَخَذْتُ سُورَةَ يُوسُفَ إِلَّا مِنْ قِرَاءَةِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِيَّاهَا فِي الصُّبْحِ مِنْ كَثْرَةِ مَا كَانَ يُرَدِّدُهَا»

Musnad Syafi’i 1050: Malik mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Sa’id dan Rabi’ah bin Abu Abdurrahman bahwa Al Furafishah bin Umair Al Hanafi berkata, “Tidak sekali-kali aku menerima (hafal) surah Yuusuf melainkan hanya dari bacaan yang dilakukan oleh Utsman bin Affan dalam shalat Subuh, karena ia sering mengulangi bacaan surah ini.” 298

Musnad Syafi’i 1049

مسند الشافعي 1049: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ، يَقُولُ: ” صَلَّيْنَا وَرَاءَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ الصُّبْحَ فَقَرَأَ بِسُورَةِ يُوسُفَ وَسُورَةِ الْحَجِّ، فَقَرَأَ قِرَاءَةً بَطِيئَةً، فَقُلْتُ: وَاللَّهِ لَقَدْ كَانَ إِذَنْ يَقُومُ حِينَ يَطْلُعُ الْفَجْرُ، قَالَ: أَجَلْ “

Musnad Syafi’i 1049: Malik mengabarkan kepada kami dari Hisyam, dari ayahnya bahwa ia pernah mendengar Abdullah bin Amir bin Rabi’ah, ia mengatakan: Kami pernah shalat Subuh di belakang Umar bin Al Khaththab, maka di dalam shalat Subuh itu ia membaca surah Yuusuf dan surah Al Haj, ia membaca dengan bacaan lambat. Lalu aku (ayah Hisyam, yakni Urwah) katakan, “Kalau demikian, demi Allah, berarti ia baru selesai di saat matahari akan terbit.” Ia (Abdullah bin Amir) menjawab, “Benar.” 297

Musnad Syafi’i 1033

مسند الشافعي 1033: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ عُمَرَ سَجَدَ فِي سُورَةِ الْحَجِّ سَجْدَتَيْنِ

Musnad Syafi’i 1033: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’: ‘Umar melakukan sujud dalam surah Al Haj sebanyak dua kali sujud. 281