Skip to main content

Musnad Syafi’i 1516

مسند الشافعي 1516: أَخْبَرَنَا الثِّقَةُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ قَالَ: «قَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَهْمَ ذِي الْقُرْبَى بَيْنَ بَنِي هَاشِمٍ وَبَنِي الْمُطَّلِبِ، وَلَمْ يُعْطِ مِنْهُ أَحَدًا مِنْ بَنِي عَبْدِ شَمْسٍ وَلَا بَنِي نَوْفَلٍ شَيْئًا»

Musnad Syafi’i 1516: Orang yang dipercaya mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Ibnu Al Musayyab, dari Jubair bin Muth’im, ia mengatakan: Ketika Rasulullah membagikan bagian ghanimah kaum kerabat, yaitu antara Bani Hasyim dan Bani Al Muththalib, beliau tidak memberikan bagian kepada seorang pun dari kalangan Bani Abdusy-Syams dan Bani Naufal sedikitpun. 746

Musnad Syafi’i 1515

مسند الشافعي 1515: أَخْبَرَنِي عَمِّي مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ شَافِعٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ، وَزَادَ: «لَعَنَ اللَّهُ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ بَنِي هَاشِمٍ وَبَنِي الْمُطَّلِبِ»

Musnad Syafi’i 1515: Pamanku —Muhammad bin Ali bin Syafi’— mengabarkan kepadaku dari Ali bin Husain, dari Rasulullah tentang hadis yang semisal, tetapi ditambahkan seperti berikut: Semoga Allah melaknat orang yang memisahkan antara Bani Hasyim dan Bani Al Muththalib. 745

Musnad Syafi’i 1514

مسند الشافعي 1514: أَخْبَرَنَا الثِّقَةُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ مَعْنَاهُ قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِمُطَرِّفِ بْنِ مَازِنٍ أَنْ يُونُسَ وَابْنَ إِسْحَاقَ رَوَيَا حَدِيثَ ابْنِ شِهَابٍ عَنِ ابْنِ الْمُسَيِّبِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ كَمَا وَصَفْتُ، فَلَعَلَّ ابْنَ شِهَابٍ رَوَاهُ عَنْهُمَا مَعًا

Musnad Syafi’i 1514: Orang yang dipercaya mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Ibnu Syihab, dari Sa’id bin Musayyab, dari Jubair bin Muth’im, dari Nabi tentang hadis yang semakna. 744 Asy-Syafi’i berkata, “Lalu aku menceritakan hadis itu kepada Mutharrif bin Mazin bahwa Yunus dan Ibnu Ishaq meriwayatkan hadis Ibnu Syihab ini dan Ibnu Al Musayyab. Ia mengatakan: Ma’mar menceritakan kepada kami seperti apa yang aku gambarkan, barangkali Ibnu Syihab meriwayatkannya dari keduanya secara berbarengan.”

Musnad Syafi’i 1513

مسند الشافعي 1513: أَخْبَرَنَا أَحْسِبُهُ، دَاوُدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْعَطَّارُ عَنِ ابْنِ الْمُبَارَكِ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ مَعْنَاهُ

Musnad Syafi’i 1513: Telah mengabarkan kepada kami yang menurut dugaanku dia adalah Daud bin Abdurrahman Al Aththar dari Ibnu Al Mubarak, dari Yunus, dari Az-Zuhri, dari Jubair bin Muth’im, dari Nabi tentang hadis yang semakna. 743

Musnad Syafi’i 1512

مسند الشافعي 1512: أَخْبَرَنَا مُطَرِّفُ بْنُ مَازِنٍ، عَنْ مَعْمَرِ بْنِ رَاشِدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: لَمَّا قَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَهْمَ ذِي الْقُرْبَى بَيْنَ بَنِي هَاشِمٍ وَبَنِي الْمُطَّلِبِ أَتَيْتُهُ أَنَا وَعُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَؤُلَاءِ إِخْوَانُنَا مِنْ بَنِي هَاشِمٍ، لَا نُنْكِرُ فَضْلَهُمْ لِمَكَانِكَ الَّذِي وَضَعَكَ اللَّهُ بِهِ مِنْهُمْ، أَرَأَيْتَ إِخْوَانَنَا مِنْ بَنِي الْمُطَّلِبِ، أَعْطَيْتَهُمْ وَتَرَكْتَنَا أَوْ مَنَعْتَنَا، وَإِنَّمَا قَرَابَتُنَا وَقَرَابَتُهُمْ وَاحِدَةٌ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا بَنُو هَاشِمٍ وَبَنُو الْمُطَّلِبِ شَيْءٌ وَاحِدٌ هَكَذَا» وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ

Musnad Syafi’i 1512: Mutharrif bin Mazin menceritakan kepada kami dari Ma’mar bin Rasyid, dan Ibnu Syihab, ia mengatakan bahwa Muhammad bin Jubair bin Muth’im mengabarkan kepadanya dari ayahnya yang mengatakan: Ketika Rasulullah membagi bagian dzawil qurba di antara Bani Hasyim dan Bani Al Muththalib, aku dan Utsman bin Affan datang kepadanya, lalu kami berkata, “Wahai Rasulullah, mereka adalah saudara-saudara kami dari kalangan Bani Hasyim. Kami tidak mengingkari keutamaan mereka karena kedudukanmu yang telah dijadikan oleh Allah sebagai salah seorang dari mereka. Mengapa engkau memberi kepada saudara-saudara kami dari Banil Muththalib, engkau memberi mereka, dan engkau meninggalkan kami, atau engkau menghalangi kami, padahal kekerabatan kami dan mereka adalah satu” Maka Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya Bani Hasyim dan Bani Al Muththalib itu adalah suatu yang satu seperti ini,” seraya menjaringkan jari-jemari kedua tangannya. 742

Musnad Syafi’i 1511

مسند الشافعي 1511: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، أَنَّ الزُّبَيْرَ بْنَ الْعَوَّامِ، كَانَ يَضْرِبُ فِي الْمَغْنَمِ بِأَرْبَعَةِ أَسْهُمٍ، سَهْمٍ لَهُ، وَسَهْمَيْنِ لِفَرَسِهِ، وَسَهْمٍ فِي ذَوِي الْقُرْبَى قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: يَعْنِي وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِسَهْمِ ذَوِي الْقُرْبَى سَهْمَ صَفِيَّةَ أُمِّهِ. وَقَدْ شَكَّ سُفْيَانُ أَحَفِظَهُ عَنْ هِشَامٍ عَنْ يَحْيَى سَمَاعًا، وَلَمْ يَشُكَّ سُفْيَانُ أَنَّهُ مِنْ حَدِيثِ هِشَامٍ عَنْ يَحْيَى هُوَ وَلَا غَيْرُهُ مِمَّنْ حَفِظَ عَنْ هِشَامٍ

Musnad Syafi’i 1511: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari Yahya bin Abbad bin Abdullah bin Az-Zubair bin Awwam: Az-Zubair bin Awwam membagi hasil ghanimah menjadi 4 bagian: Sebagian untuk dirinya, 2 bagian untuk kudanya, dan sebagian yang lain untuk kaum kerabat. 741 Asy-Syafi’i berkata, “Yang dimaksud dengan istilah kaum kerabat —hanya Allah yang Maha Mengetahui— ialah bagian Shafiyah, ibunya. Sufyan merasa ragu apakah ia hafal hadis ini dari Hisyam, dari Yahya secara sima’i (mendengar langsung); tetapi pada garis besarnya baik Sufyan ataupun yang lainnya yang hafal dari Hisyam tidak meragukan bahwa hadis ini adalah hadist Hisyam dan Yahya.”

Musnad Syafi’i 1509

مسند الشافعي 1509: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ، عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَادَى رَجُلًا بِرَجُلَيْنِ

Musnad Syafi’i 1509: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ayub, dari Abu Qilabah, dari Abu Al Muhallab, dari Imran bin Hushain: Nabi telah meng-qishash seorang lelaki karena telah membunuh 2 orang lelaki. 739

Musnad Syafi’i 1492

مسند الشافعي 1492: أَخْبَرَنَا الثَّقَفِيُّ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ، عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: أَسَرَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنْ بَنِي عُقَيْلٍ فَأَوْثَقُوهُ فَطَرَحُوهُ فِي الْحَرَّةِ، فَمَرَّ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ مَعَهُ، أَوْ قَالَ: أَتَى عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى حِمَارٍ وَتَحْتَهُ قَطِيفَةٌ فَنَادَاهُ: يَا مُحَمَّدُ، فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «مَا شَأْنُكَ؟» قَالَ: فِيمَ أُخِذْتُ، وَفِيمَ أَخَذْتَ سَابِقَةَ الْحَاجِّ؟ قَالَ: «أُخِذْتَ بِجَرِيرَةِ حُلَفَائِكُمْ ثَقِيفٍ» وَكَانَتْ ثَقِيفٌ أَسَرَتْ رَجُلَيْنِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَرَكَهُ وَمَضَى فَنَادَاهُ: يَا مُحَمَّدُ، يَا مُحَمَّدُ، فَرَحِمَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَجَعَ إِلَيْهِ فَقَالَ: «مَا شَأْنُكَ؟» قَالَ: إِنِّي مُسْلِمٌ، فَقَالَ: «لَوْ قُلْتَهَا وَأَنْتَ تَمْلِكُ أَمْرَكَ أَفْلَحْتَ كُلَّ الْفَلَاحِ» . قَالَ: فَتَرَكَهُ وَمَضَى فَنَادَاهُ: يَا مُحَمَّدُ، يَا مُحَمَّدُ، فَرَجَعَ إِلَيْهِ فَقَالَ: إِنِّي جَائِعٌ فَأَطْعِمْنِي. قَالَ: وَأَحْسِبُهُ قَالَ: وَإِنِّي عَطْشَانٌ فَاسْقِنِي، قَالَ: «هَذِهِ حَاجَتُكَ» . فَفَدَاهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالرَّجُلَيْنِ اللَّذَيْنِ أَسَرَتْهُمَا ثَقِيفٌ، وَأَخَذَ نَاقَتَهُ تِلْكَ

Musnad Syafi’i 1492: Ats-Tsaqafi menceritakan kepada kami dari Ayub, dari Abu Qilabah, dari Abu Al Muhallab, dari Imran bin Hushain , ia mengatakan: Para sahabat Rasulullah menahan seorang lelaki dari kalangan Bani Aqil, lalu mereka mengikatnya dan menjemurnya di bawah terik matahari. Kemudian Rasulullah dan kami melewatinya —atau perawi mengatakan Rasulullah datang kepadanya dengan mengendarai keledai berpelanakan sebuah qathifah— Lalu lelaki itu memanggilnya, “Hai Muhammad, hai Muhammad!” Nabi mendekatinya lalu bersabda, “Bagaimanakah keadaanmu?” Lelaki itu menjawab, “Mengapa aku dihukum dan mengapa orang yang mendahului orang-orang haji dihukum?” Nabi SAW menjawab, “Kamu dihukum karena perbuatan teman sepakta kalian, orang-orang Bani Tsaqif.” Tersebutlah bahwa orang-orang Tsaqif menahan 2 orang sahabat Nabi . Maka beliau meninggalkannya dan berlalu darinya, tetapi dia menyerunya kembali, “Hai Muhammad, hai Muhammad!” Rasulullah merasa kasihan kepadanya, lalu kembali kepadanya dan bertanya, “Bagaimanakah keadaanmu?” Lelaki itu menjawab “Sesungguhnya aku seorang muslim.” Nabi bersabda, “Sesungguhnya kamu mengatakannya tadi dan kamu dapat mengatasi urusanmu, niscaya kamu benar-benar akan beruntung” Lalu Nabi meninggalkannya dan pergi, tetapi lelaki itu menyerunya kembali, “Hai Muhammad, hai Muhammad!” Nabi kembali kepadanya dan berkatalah dia kepada Nabi , “Sesungguhnya aku lapar, maka berilah aku makan -menurut dugaanku dia mengatakan: Sesungguhnya aku haus, maka berilah aku minum-.” Nabi bersabda, “Inilah yang kamu perlukan” Kemudian Rasulullah menukarnya dengan 2 orang lelaki yang ditahan oleh Bani Tsaqif, dan beliau mengambil untuknya. 722

Musnad Syafi’i 1491

مسند الشافعي 1491: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى خَيْبَرَ فَانْتَهَى إِلَيْهَا لَيْلًا، وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا طَرَقَ قَوْمًا لَمْ يُغِرْ عَلَيْهِمْ حَتَّى يُصْبِحَ، فَإِنْ سَمِعَ أَذَانًا أَمْسَكَ، وَإِنْ لَمْ يَكُونُوا يُصَلُّونَ أَغَارَ عَلَيْهِمْ حِينَ يُصْبِحُ، فَلَمَّا أَصْبَحَ رَكِبَ وَرَكِبَ الْمُسْلِمُونَ، وَخَرَجَ أَهْلُ الْقَرْيَةِ وَمَعَهُمْ مَكَاتِلُهُمْ وَمَسَاحِيهِمْ، فَلَمَّا رَأَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا: مُحَمَّدٌ وَالْخَمِيسُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُ أَكْبَرُ، خَرِبَتْ خَيْبَرُ، إِنَّا إِذَا نَزَلْنَا بِسَاحَةِ قَوْمٍ فَسَاءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِينَ» . قَالَ أَنَسٌ: وَإِنِّي لَرَدِيفُ أَبِي طَلْحَةَ، وَإِنَّ قَدَمَيَّ لَتَمَسُّ قَدَمَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Musnad Syafi’i 1491: Abdul Wahab Ats-Tsaqafi mengabarkan kepada kami dari Humaid, dari Anas , ia mengatakan: Rasulullah berangkat menuju Khaibar, dan tiba pada malam hari. Rasulullah apabila datang malam hari pada suatu kaum, beliau belum pernah menyerang mereka sebelum hari pagi. Bila beliau mendengar adzan, beliau menahan diri (tidak menyerang); tetapi jika mereka tidak shalat, maka pada pagi harinya beliau pasti menyerang mereka. Pada pagi hari beliau menaiki kendaraannya, begitu pula pasukan kaum muslimin, sedangkan penduduk setempat keluar dengan membawa cangkul dan sekopnya (pergi ke ladang mereka). Ketika mereka melihat Rasulullah , mereka berseru, ”Muhammad dan pasukan khamis-nya!” Lalu Rasulullah berseru, “Allahu Akbar (Allah Mahabesar), hancurlah Khaibar, sesungguhnya kami apabila turun menyerang di halaman suatu kaum, maka amat buruklah pagi hari orang-orang yang diberi peringatan.” Anas berkata, “Aku saat itu membonceng di belakang Abu Thalhah, sedangkan kedua telapak kakiku benar-benar menyentuh telapak kaki Rasulullah .”721