Skip to main content

Musnad Syafi’i 1766

مسند الشافعي 1766: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَبِي السَّوْدَاءِ، عَنِ ابْنِ عَبْدِ خَيْرٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: تَوَضَّأَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَغَسَلَ ظَهْرَ قَدَمَيْهِ وَقَالَ: «لَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَى ظَهْرِ قَدَمَيْهِ لَظَنَنْتُ أَنَّ بَاطِنَهَا أَحَقُّ»

Musnad Syafi’i 1766: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Abu As-Sauda’, dari Ibnu Abdu Khair, dari ayahnya, ia mengatakan: Ali radliyallahu ‘anhu melakukan wudhu, lalu mengusap bagian atas kedua telapak kakinya dan berkata, “Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas kedua telapak kaki beliau, niscaya aku menduga bahwa bagian bawahnya lebih berhak untuk diusap.” 991

Musnad Syafi’i 1781

مسند الشافعي 1781: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَجِلَ بِهِ السَّيْرُ يَجْمَعُ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ

Musnad Syafi’i 1781: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar, ia mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila terpaksa mempercepat keberangkatannya, maka beliau menjamak shalat Maghrib dan shalat Isya. 1005

Musnad Syafi’i 1765

مسند الشافعي 1765: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ زَاذَانَ قَالَ: سَأَلَ رَجُلٌ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ الْغُسْلِ فَقَالَ: «اغْتَسِلْ كُلَّ يَوْمٍ إِنْ شِئْتَ» ، فَقَالَ: الْغُسْلُ الَّذِي هُوَ الْغُسْلُ؟ قَالَ: «يَوْمُ الْجُمُعَةِ، وَيَوْمُ عَرَفَةَ، وَيَوْمُ النَّحْرِ، وَيَوْمُ الْفِطْرِ»

Musnad Syafi’i 1765: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Syu’bah, dari Amr bin Murrah, dari Zadzan, ia menceritakan: Seorang lelaki bertanya kepada Ali tentang mandi, maka ia menjawab, “Mandilah setiap hari jika kamu suka.” Lelaki itu berkata, “(Yang aku maksudkan ialah) mandi yang sebenar-benarnya mandi.” Ali menjawab, “Hari Jum’at, hari Arafah, Hari Raya Kurban, dan Hari Raya Fithri.”

Musnad Syafi’i 1780

مسند الشافعي 1780: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ عَوْفٍ، عَنْ سَيَّارِ بْنِ سَلَامَةَ أَبِي الْمِنْهَالِ، عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ، أَنَّهُ سَمِعَهُ يَصِفُ صَلَاةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: كَانَ يُصَلِّي الصُّبْحَ ثُمَّ يَنْصَرِفُ وَمَا يَعْرِفُ الرَّجُلُ مِنَّا جَلِيسَهُ، وَكَانَ يَقْرَأُ بِالسِّتِّينَ إِلَى الْمِائَةِ

Musnad Syafi’i 1780: Ibnu Ulayah mengabarkan kepada kami dari Auf, dari Sayyar bin Salamah bin Al Minhal, dari Abu Barzah Al Aslami bahwa ia pernah mendengar Abu Barzah Al Aslami menggambarkan tentang shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abu Barzah Al Aslami mengatakan: Dahulu Rasulullah shalat Subuh, kemudian kami pulang, sedangkan seseorang dari kami tidak mengenal teman di sampingnya, dan beliau membaca 60 sampai 100 ayat. 1004

Musnad Syafi’i 1764

مسند الشافعي 1764: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ، أَوْ غَيْرُهُ مِنْ أَهْلِ الصِّدْقِ فِي الْحَدِيثِ، أَوْ هُمَا عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: ابْتَاعَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ بَيْعًا فَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: لَآتِيَنَّ عُثْمَانَ فَلَأَحْجُرَنَّ عَلَيْكَ، فَأَعْلَمَ ذَلِكَ ابْنُ جَعْفَرٍ لِلزُّبَيْرِ فَقَالَ: ” أَنَا شَرِيكُكُ فِي بَيْعِكَ، فَأَتَى عَلِيٌّ عُثْمَانَ فَقَالَ: احْجُرْ عَلَى هَذَا، فَقَالَ الزُّبَيْرُ: أَنَا شَرِيكُهُ، فَقَالَ عُثْمَانُ: أَحْجُرُ عَلَى رَجُلٍ شَرِيكُهُ الزُّبَيْرُ؟

Musnad Syafi’i 1764: Muhammad bin Hasan atau lainnya dari kalangan orang-orang yang dipercaya dalam hadis atau kedua-duanya mengabarkan kepada kami dari Ya’qub bin Ibrahim, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, ia mengatakan: Abdullah bin Ja’far membeli suatu barang, maka Ali berkata, “Aku benar-benar akan datang kepada Utsman, dan aku benar-benar meminta kepadanya agar membatalkan transaksimu.” Kemudian Ibnu Ja’far memberitahukan hal tersebut kepada Ibnu Az-Zubair, maka ia berkata, “Aku ikut menjadi rekanmu dalam transaksimu.” Lalu Ali datang kepada Utsman dan berkata, “Batalkanlah transaksi dia!” Ibnu Az- Zubair berkata, “Aku bersekutu dengannya.” Maka Utsman berkata, “Aku tidak mau membatalkan transaksi seseorang yang bersekutu dengan Ibnu Az-Zubair.”

Musnad Syafi’i 1779

مسند الشافعي 1779: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ عَمْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، مِثْلَهُ

Musnad Syafi’i 1779: Malik mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari ‘Amrah, dari Aisyah tentang hal yang semisal. 1003

Musnad Syafi’i 1763

مسند الشافعي 1763: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ قَالَ: ” إِنَّمَا وَرِثَ أَبَا طَالِبٍ عَقِيلٌ وَطَالِبٌ وَلَمْ يَرِثُهُ عَلِيٌّ وَلَا جَعْفَرٌ. قَالَ: فَلِذَلِكَ تَرَكْنَا نَصِيبَنَا مِنَ الشِّعْبِ “

Musnad Syafi’i 1763: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Ali bin Husain, ia mengatakan: Sesungguhnya yang mewarisi Abu Thalib hanyalah Aqil dan Thalib, tetapi Ali dan Ja’far tidak mewarisinya. Ali bin Husain melanjutkan kisahnya, “Karena itu, kami tinggalkan bagian kami yang ada di Sya’b.” 989

Musnad Syafi’i 1778

مسند الشافعي 1778: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الصُّبْحَ فَتَنْصَرِفُ النِّسَاءُ مُتَلَفِّعَاتٍ بِمُرُوطِهِنَّ مَا يُعْرَفْنَ مِنَ الْغَلَسِ

Musnad Syafi’i 1778: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Aisyah, ia mengatakan: Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Subuh, sedangkan kaum wanita pulang seraya menutupi tubuh mereka dengan kain mirth-nya; mereka tidak dikenal karena cuaca gelap. 1002

Musnad Syafi’i 1777

مسند الشافعي 1777: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا زَنَتْ أَمَةُ أَحَدِكُمْ فَتَبَيَّنَ زِنَاهَا فَلْيَجْلِدْهَا الْحَدَّ وَلَا يُثَرِّبْ عَلَيْهَا، ثُمَّ إِنْ عَادَتْ فَزَنَتْ فَتَبَيَّنَ زِنَاهَا فَلْيَجْلِدْهَا الْحَدَّ وَلَا يُثَرِّبْ عَلَيْهَا، ثُمَّ إِنْ عَادَتْ فَزَنَتْ فَتَبَيَّنَ زِنَاهَا فَلْيَبِعْهَا وَلَوْ بِضَفِيرٍ مِنْ شَعْرٍ» . يَعْنِي الْحَبْلَ

Musnad Syafi’i 1777: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ayub bin Musa, dari Sa’id bin Abu Sa’id, dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Apabila budak perempuan seseorang dari kalian berbuat zina dan perbuatan zinanya itu jelas (terbukti), hendaklah dia menderanya sebagai hukuman had, tetapi janganlah dia memaki-makinya. Kemudian jika ia kembali melakukan perbuatan zina, dan perbuatan zina itu terbukti, hendaklah ia didera sebagai hukuman had, tetapi tidak boleh dicaci-maki. Selanjutnya bila dia kembali melakukan zina dan perbuatan zinanya itu terbukti, hendaklah dia didera sebagai hukuman had, tetapi tidak boleh dimaki-maki. Kemudian jika dia kembali melakukan zina dan perbuatan zinanya terbukti, hendaklah si pemilik menjualnya, sekalipun dengan harga seutas tambang (tali).” 1001

Musnad Syafi’i 1776

مسند الشافعي 1776: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ، اشْتَرَى مِنْ عَاصِمِ بْنِ عَدِيٍّ جَارِيَةً فَأُخْبِرَ أَنَّ لَهَا زَوْجًا فَرَدَّهَا

Musnad Syafi’i 1776: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah: Abdurrahman bin Auf membeli seorang budak perempuan dari Ashim bin Adi, lalu diberitahukan kepadanya bahwa budak perempuan itu mempunyai suami, maka Abdurrahman mengembalikannya. 1000