Skip to main content

Musnad Syafi’i 224

مسند الشافعي 224: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمَّارٍ الدُّهْنِيِّ، عَنِ امْرَأَةٍ مِنْ قَوْمِهِ يُقَالُ لَهَا حُجَيْرَةُ، عَنْ [ص:54] أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهَا أَمَّتْهُنَّ فَقَامَتْ وَسَطًا

Musnad Syafi’i 224: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ammar Ad-Duhni, dari seseorang wanita kalangan kaumnya yang dikenal dengan nama Hujairah, dari Ummu Salamah: Bahwa ia pernah mengimami mereka, maka ia berdiri di tengah. 230

Musnad Syafi’i 223

مسند الشافعي 223: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ مَحْمُودِ بْنِ الرَّبِيعِ، أَنَّ عِتْبَانَ بْنَ مَالِكٍ كَانَ يَؤُمُّ قَوْمَهُ وَهُوَ أَعْمَى

Musnad Syafi’i 223: Ibrahim bin Sa’d ,mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Mahmud bin Ar-Rabi’: Bahwa Utban bin Malik mengimami kaumnya, padahal ia tunanetra. 229

Musnad Syafi’i 222

مسند الشافعي 222: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ مَحْمُودِ بْنِ الرَّبِيعِ، أَنَّ عِتْبَانَ بْنَ مَالِكٍ، كَانَ يَؤُمُّ قَوْمَهُ وَهُوَ أَعْمَى، وَأَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّهَا تَكُونُ الظُّلْمَةُ وَالْمَطَرُ وَالسَّيْلُ وَأَنَا رَجُلٌ ضَرِيرُ الْبَصَرِ، فَصَلِّ يَا رَسُولَ اللَّهِ فِي بَيْتِي مَكَانًا أَتَّخِذُهُ مُصَلًّى، فَجَاءَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «أَيْنَ تُحِبُّ أَنْ تُصَلِّيَ؟» فَأَشَارَ إِلَى مَكَانٍ مِنَ الْبَيْتِ، فَصَلَّى فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Musnad Syafi’i 222: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Mahmud bin Ar-Rabi’: Bahwa Utban bin Malik mengimami kaumnya, padahal ia tunanetra, dan ia pernah terkata kepada Rasulullah , “Sesungguhnya hari gelap dan hujan serta banjir, sedangkan aku adalah seorang lelaki yang tunanetra; maka shalatlah, wahai Rasulullah, di ramahku di suatu tempat yang nanti akan kujadikan sebagai mushalla.” Maka Rasulullah datang dan bersabda, “Di manakah tempat yang engkau sukai sebagai tempat shalatmu?” Utban memberikan isyarat ke suatu tempat di dalam rumahnya, lalu Rasulullah shalat padanya. 228

Musnad Syafi’i 237

مسند الشافعي 237: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، مِثْلَهُ، وَزَادَ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ: «اقْرَأْ بِ سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى، وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ وَنَحْوِهَا» قَالَ سُفْيَانُ: فَقُلْتُ لِعَمْرٍو: إِنَّ أَبَا الزُّبَيْرِ يَقُولُ: قَالَ لَهُ: ” اقْرَأْ بِ سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى [ص:57]، وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى، وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ قَالَ عَمْرٌو: هُوَ هَذَا، أَوْ هُوَ نَحْوَهُ

Musnad Syafi’i 237: Sufyan mengabarkan kepada kami bahwa Abu Az-Zubair menceritakan kepada kami dari Jabir dengan redaksi yang semisalnya hanya saja di dalamnya ditambahkan: Nabi bersabda kepadanya, “Bacalah: Sabbihisma rabbikal a‘laa (Surat Al A’la), Wal-laili idzaa yaghsyaa (surah Al-Lail), Wassamaa’i wath-thaariq (surah Ath-Thaariq), dan surah lain yang sejenis.” Sufyan mengatakan: Maka aku berkata kepada Amr bahwa Abu Zubair pernah mengatakan bahwa Nabi bersabda kepada Mu’adz, “Bacalah: Sabbihisma rabbikal a’laa, Wal-laili idzaa yaghsyaa, dan Was-samaa’i wath-thaariq.” Amr menjawab, “Hadis itu sama dengan hadis ini atau ia adalah serupa dengannya.” 243

Musnad Syafi’i 221

مسند الشافعي 221: أَخْبَرَنَا الثِّقَةُ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَرْقَمِ، أَنَّهُ خَرَجَ إِلَى مَكَّةَ فَصَحِبَهُ قَوْمٌ فَكَانَ يَؤُمُّهُمْ، فَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَقَدَّمَ رَجُلًا وَقَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ وَوَجَدَ أَحَدُكُمُ الْغَائِطَ فَلْيَبْدَأْ بِالْغَائِطِ»

Musnad Syafi’i 221: Orang yang dapat dipercaya mengabarkan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya dari Abdullah bin Al Arqam bahwa ia pernah keluar ke Makkah lalu suatu kaum menemaninya dan ia juga mengimami mereka, kemudian shalatpun didirikan, setelah itu datang seorang lelaki dan berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika shalat telah didirikan, dan salah seorang di antara kalian merasa ingin buang air besar, hendaklah ia memulainya (membuangnya) lebih dahulu membuang air besar.” 227

Musnad Syafi’i 236

مسند الشافعي 236: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ عَمْرَو بْنَ دِينَارٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، يَقُولُ: كَانَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ يُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ أَوِ الْعَتَمَةَ ثُمَّ يَرْجِعُ فَيُصَلِّيهَا بِقَوْمِهِ فِي بَنِي سَلِمَةَ. قَالَ: فَأَخَّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَصَلَّى مُعَاذٌ مَعَهُ ثُمَّ رَجَعَ فَأَمَّ قَوْمَهُ فَقَرَأَ بِسُورَةِ الْبَقَرَةِ، فَتَنَحَّى رَجُلٌ مِنْ خَلْفِهِ فَصَلَّى وَحْدَهُ، فَقَالُوا لَهُ: أَنَافَقْتَ؟ قَالَ: لَا، وَلَكِنِّي آتِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَاهُ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّكَ أَخَّرْتَ الْعِشَاءَ، وَإِنَّ مُعَاذًا صَلَّى مَعَكَ ثُمَّ رَجَعَ فَأَمَّنَا فَافْتَتَحَ بِسُورَةِ الْبَقَرَةِ، فَلَمَّا رَأَيْتُ ذَلِكَ تَأَخَّرْتُ فَصَلَّيْتُ، وَإِنَّمَا نَحْنُ أَصْحَابُ نَوَاضِحَ نَعْمَلُ بِأَيْدِينَا، فَأَقْبَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مُعَاذٍ فَقَالَ: «أَفَتَّانٌ أَنْتَ يَا مُعَاذُ، أَفَتَّانٌ أَنْتَ يَا مُعَاذُ؟ اقْرَأْ بِسُورَةِ كَذَا وَسُورَةِ كَذَا»

Musnad Syafi’i 236: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami bahwa ia pernah mendengar Amr bin Dinar mengatakan: Aku pernah mendengar Jabir bin Abdullah berkata, “Mu’adz melakukan shalat bersama Rasulullah , yaitu shalat Isya atau shalat ‘Atamah. Kemudian Mu’adz kembali dan shalat lagi bereama kaumnya di kampung Bani Salamah.” Jabir bin Abdullah melanjutkan kisahnya, “Dan di suatu malam Rasulullah mengakhirkan shalat Isya.” Jabir bin Abdullah melanjutkan kisahnya kembali, “Maka Mu’adz shalat bersamanya, kemudian kembali dan mengimami kaumnya, ia membaca surah Al Baqarah. Maka ada seorang lelaki mundur di belakangnya, lalu menyelesaikan shalatnya sendirian. Mereka berkata kepada lelaki itu, ‘Apakah engkau seorang munafik?’ Lelaki itu menjawab, ‘Tidak, tetapi aku akan mendatangi Rasulullah ‘. lelaki itu datang kepada Rasulullah dan berkata, ‘Wahai Rasulullah ! Sesungguhnya engkau pernah mengakhirkan shalat Isya, dan Mu’adz shalat bersamamu, kemudian ia kembali dan mengimami kami. Ia membukanya dengan bacaan surah Al Baqarah. Ketika aku melihatnya berbuat demikian, terpaksa aku mundur dan menyelesaikan shalatku sendirian. Sesungguhnya kami hanya para pemberi minum ternak, kami bekerja dengan tangan kami sendiri’. Maka Nabi datang kepada Mu’adz dan bersabda, ‘A[akah engkau tukang fitnah, hai Mu’adz, apakah engkau tukang fitnah? Bacalah surah anu dan surah anu’.”242

Musnad Syafi’i 220

مسند الشافعي 220: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَرْقَمِ، أَنَّهُ كَانَ يَؤُمُّ أَصْحَابَهُ يَوْمًا فَذَهَبَ لِحَاجَتِهِ ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمُ الْغَائِطَ فَلْيَبْدَأْ بِهِ قَبْلَ الصَّلَاةِ»

Musnad Syafi’i 220: Malik mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Abdullah bin Arqam bahwa ia mengimami teman- temannya di suatu hari, tetapi ia pergi dahulu untuk menunaikan hajatnya, lalu kembali lagi dan mengatakan: Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian merasa ingin buang air besar, hendaklah ia memulainya (membuangnya) lebih dahulu sebelum melakukan shalat.” 226

Musnad Syafi’i 235

مسند الشافعي 235: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْإِمَامُ ضَامِنٌ، وَالْمُؤَذِّنُ مُؤْتَمَنٌ، اللَّهُمَّ فَأَرْشِدِ الْأَئِمَّةَ، وَاغْفِرْ لِلْمُؤَذِّنِينَ»

Musnad Syafi’i 235: Sufyan mengabarkan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah yang sampai berita kepadanya bahwa Nabi pernah bersabda, “Imam adalah orang yang menjamin, dan muadzin adalah orang yang dipercaya. Ya Allah, berilah para imam petunjuk dan berilah ampunan bagi para muadzin.”241

Musnad Syafi’i 219

مسند الشافعي 219: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ مُنَادِيَهُ فِي اللَّيْلَةِ الْمَطِيرَةِ وَاللَّيْلَةِ الْبَارِدَةِ ذَاتِ رِيحٍ: أَلَا صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ

Musnad Syafi’i 219: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ayyub, dari Nafi’, dari Ibnu Umar : Bahwa Rasulullah pernah memerintahkan kepada muadzinnya di malam yang hujan dan dingin lagi berangin kencang (untuk menyerukan), “Ingatlah, shalatlah di tempat tinggal kalian!” 225

Musnad Syafi’i 234

مسند الشافعي 234: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُمَرَ، مِثْلَهُ

Musnad Syafi’i 234: Malik mengabarkan kepada kami dari Zaid bin Ashim, dari bapaknya, dari Umar dengan redaksi yang semisalnya. 240