Skip to main content

Musnad Syafi’i 256

مسند الشافعي 256: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «نَحْنُ الْآخِرُونَ، وَنَحْنُ السَّابِقُونَ بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا وَأُوتِينَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ، فَهَذَا الْيَوْمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ فَهَدَانَا اللَّهُ، فَالنَّاسُ لَنَا تَبَعٌ، الْيَهُودُ غَدًا، وَالنَّصَارَى بَعْدَ غَدٍ»

Musnad Syafi’i 256: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Thawus, dari ayahnya, dari Abu Hurairah , ia mengatakan, Rasulullah pemah bersabda, “Kami adalah orang-orang yang akhir, tetapi kami adalah orang-orang yang paling dahulu, hanya saja mereka diberi Al Kitab sebelum kami, dan kami diberi Al Kitab sesudah mereka. Dan hari ini adalah hari yang diperselisihkan oleh mereka, tetapi Allah memberi petunjuk kepada kami untuknya, maka orang-orang hanya mengikuti kami; orang-orang Yahudi besok dan orang-orang Nasrani lusa.”262

Musnad Syafi’i 240

مسند الشافعي 240: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مِقْسَمٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيِّ، أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ، كَانَ يُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى قَوْمِهِ فَيُصَلِّي بِهِمُ الْعِشَاءَ، وَهِيَ لَهُ نَافِلَةٌ

Musnad Syafi’i 240: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Ibnu Ajlan, dari- Ubaidillah bin Miqsam, dari Jabir bin Abdullah Al Anshari: Bahwa Mu’adz bin Jabal selalu shalat Isya bersama Nabi , kemudian ia kembali kepada kaumnya dan shalat Isya lagi bersama mereka; shalat tersebut merupakan shalat sunah baginya 246

Musnad Syafi’i 271

مسند الشافعي 271: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ ثَعْلَبَةَ بْنِ أَبِي مَالِكٍ، أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّهُمْ، كَانُوا فِي زَمَانِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ يُصَلُّونَ حَتَّى يَخْرُجَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، فَإِذَا خَرَجَ وَجَلَسَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَأَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ جَلَسُوا يَتَحَدَّثُونَ، حَتَّى إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ وَقَامَ عُمَرُ سَكَتُوا فَلَمْ يَتَكَلَّمْ أَحَدٌ

Musnad Syafi’i 271: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Tsa’labah bin Abu Malik, ia mengabarkan kepadanya (Ibnu Syihab): Bahwa mereka di zaman Umar bin Al Khaththab, bila hari Jum’at, selalu melakukan shalat (sunah) hingga Umar bin Al Khaththab muncul. Apabila ia telah muncul dan duduk di atas mimbar serta muadzin menyerukan adzannya, mereka baru duduk dan berbincang- bincang. Tetapi bila muadzin telah selesai dan Umar berdiri (melakukan khutbahnya), maka barulah mereka diam, tidak ada seorang pun yang berbicara. 277

Musnad Syafi’i 255

مسند الشافعي 255: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حَرْمَلَةَ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Musnad Syafi’i 255: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami Abdurrahman bin Harmalah menceritakan kepadaku dari Ibnu Al Musayyab, dari Nabi dengan redaksi yang semisalnya. 261

Musnad Syafi’i 239

مسند الشافعي 239: أَنْبَأَنِي ابْنُ عُلَيَّةَ، أَوْ غَيْرُهُ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي بِالنَّاسِ صَلَاةَ الظُّهْرِ فِي الْخَوْفِ بِبَطْنِ نَخْلٍ، فَصَلَّى بِطَائِفَةٍ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ، ثُمَّ جَاءَتْ طَائِفَةٌ أُخْرَى فَصَلَّى بِهِمْ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ

Musnad Syafi’i 239: Orang yang dapat dipercaya mengabarkan kepada kami, Ibnu Ulaiyah atau yang lainnya memteritahukan kepada kami, dari Yunus dari Al Hasan dari Jabir: Sesungguhnya Nabi pernah melaksanakan shalat khauf Zhuhur di pelataran kebun kurma, kemudian beliau melaksanakan shalat dengan sekelompok orang dua rekaat lalu salam kemudian sekelompok lagi datang kemudian beliau shalat dengan mereka dua rakaat lalu salam.“ 245

Musnad Syafi’i 270

مسند الشافعي 270: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنِ الصَّلَاةِ نِصْفَ النَّهَارِ حَتَّى تَزُولَ الشَّمْسُ إِلَّا يَوْمَ الْجُمُعَةِ

Musnad Syafi’i 270: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Ishaq bin Abdullah, dari Sa’id Al Maqburi, dari Abu Hurairah : Nabi telah melarang shalat di tengah hari sebelum matahari tergelincir, kecuali hari Jum’at. 276

Musnad Syafi’i 254

مسند الشافعي 254: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Musnad Syafi’i 254: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Syuraik bin Abdullah bin Abu Namir menceritakan kepadaku dari Atha’ bin Yasar, dari Nabi SAW dengan redaksi yang semisalnya. 260

Musnad Syafi’i 238

مسند الشافعي 238: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، قَالَ الرَّبِيعُ: قِيلَ لِي: هُوَ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، وَلَمْ يَكُنْ عِنْدِي ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ جَابِرٍ قَالَ: كَانَ مُعَاذٌ يُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ ثُمَّ يَنْطَلِقُ إِلَى قَوْمِهِ فَيُصَلِّيهَا، هِيَ لَهُ تَطَوَّعٌ وَهِيَ لَهُمْ مَكْتُوبَةٌ الْعِشَاءُ

Musnad Syafi’i 238: Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, Ar-Rabi’ mengatakan: Pernah dikatakan kepadaku bahwa hadis ini dari Ibnu Juraij -sedangkan aku tidak mempunyai riwayat Ibnu Juraij- dari Amr-bin Dinar, dari Jabir yang menceritakan: Mu’adz shalat Isya bersama Nabi , kemudian ia pulang kepada kaumnya dan melakukan shalat lagi (sebagai imam). Shalat itu sunah bagi Mu’adz dan fardhu Isya bagi mereka. 244

Musnad Syafi’i 269

مسند الشافعي 269: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنِ ابْنِ السَّبَّاقِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي جُمُعَةٍ مِنَ الْجَمْعِ: «يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِينَ، إِنَّ هَذَا يَوْمٌ جَعَلَهُ اللَّهُ عِيدًا لِلْمُسْلِمِينَ، فَاغْتَسِلُوا، وَمَنْ كَانَ عِنْدَهُ طِيبٌ فَلَا يَضُرُّهُ أَنْ يَمَسَّ مِنْهُ، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ»

Musnad Syafi’i 269: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Ibnu As-Sabbaq bahwa Nabi pernah bersabda dalam salah satu khutbah Jum’at, “Hai orang-orang muslim! Sesungguhnya hari ini dijadikan oleh Allah sebagai hari raya kaum muslimin, maka mandilah kalian; dan barangsiapa yang mempunyai wewangian, tidak mengapa jika ia memakainya, dan hendaklah kalian bersiwak.” 275

Musnad Syafi’i 253

مسند الشافعي 253: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنِي صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ، عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ، وَعَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: ” شَاهِدٌ: يَوْمُ الْجُمُعَةِ، وَمَشْهُودٌ: يَوْمُ عَرَفَةَ “

Musnad Syafi’i 253: Ibrahim bin Yahya mengabarkan kepada kami, Shafwan bin Sulaim menceritakan kepadaku dari Nafi’ bin Jubair bin Muth’im dan Atha’ bin Yasar, dari Nabi SAW bahwa beliau pernah bersabda, “Hari yang menyaksikan ialah hari Jum’at, dan hari yang disaksikan ialah hari Arafah. ” 259