Skip to main content

Musnad Syafi’i 360

مسند الشافعي 360: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ: صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الصُّبْحِ بِالْحُدَيْبِيَةِ فِي أَثَرِ سَمَاءٍ كَانَتْ مِنَ اللَّيْلِ، فَلَمَّا انْصَرَفَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ: «هَلْ تَدْرُونَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟» قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: ” قَالَ: أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي كَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا أَوْ نَوْءِ كَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

Musnad Syafi’i 360: Malik mengabarkan kepada kami, dari Shalih bin Kaisan dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud dari Zaid bin Khalid Al Juhani, ia berkata, “Rasulullah pernah melakukan shalat Shubuh secara berjamaah dengan kami pada saat perjanjian Hudaibiyah, saat itu langit masih dalam suasana malam, ketika selesai shalat beliau menghadap ke kalayak ramai dan bersabda, “Apakah kalian tahu apa yang yang difirmankan oleh tuhan kalian?” mereka menjawab, “Allah dan Rasulnya yang paling tahu.” Ia berkata, beliau bersabda, “Akan ada dari hamba-hambaku seorang yang mukmin dan seorang yang kafir, adapun orang yang mukmin berkata, ‘Kami diberi hujan karena karunia Allah dan rahmat-Nya semata.’ Sedangkan orang yang kafir berkata, ‘Kami telah diberi hujan karena bintang ini adalah orang yang kufur terhadap Allah dan beriman kepada bintang’.” 366

Musnad Syafi’i 375

مسند الشافعي 375: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ قَالَ: «جَاءَ مَكَّةَ مَرَّةً سَيْلٌ طَبَقَ مَا بَيْنَ الْجَبَلَيْنِ»

Musnad Syafi’i 375: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar dari Sa’id bin Al Musayyib dari bapaknya dari kakeknya, ia berkata, “Banjir pernah datang sekali ke Makkah hingga menggenangi di antara dua gunung. 380

Musnad Syafi’i 359

مسند الشافعي 359: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيُّ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ، عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ قَالَ: اسْتَسْقَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِ خَمِيصَةٌ لَهُ سَوْدَاءُ، فَأَرَادَ أَنْ يَأْخُذَ بِأَسْفَلِهَا فَيَجْعَلَهُ أَعْلَاهَا، فَلَمَّا ثَقُلَتْ عَلَيْهِ قَلَبَهَا عَلَى عَاتِقِهِ

Musnad Syafi’i 359: Abdul Aziz bin Muhammad Ad-Darawardi mengabarkan kepada kami dari Umarah bin Ghaziyah, dari Abbad bin Tamim, ia berkata, “Rasulullah melakukan shalat Istisqa’ dengan memakai baju khamishah berwarna hitam. Beliau bermaksud menarik bagian bawahnya untuk diletakkan pada bagian atasnya. Tetapi ketika pakaian itu terasa berat, maka beliau membalikkannya di atas pundaknya.” 365

Musnad Syafi’i 374

مسند الشافعي 374: أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ زَيْدِ بْنِ الْمُهَاجِرِ، عَنْ صَالِحِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ كَعْبًا، قَالَ لَهُ وَهُوَ يَعْمَلُ وَتِدًا بِمَكَّةَ: اشْدُدْ وَأَوْثِقْ، فَإِنَّا نَجِدُ فِي الْكُتُبِ أَنَّ السُّيُولَ سَتَعْظُمُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ

Musnad Syafi’i 374: Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Zaid bin Al Muhajir mengabarkan kepada kami, dari Shalih bin Abdullah bin Az-Zubair bahwa Ka’ab berkata kepadanya saat ia membuat pondasi di Makkah, “Keraskan dan kencangkanlah, sesungguhnya kami mendapati di dalam kitab-kitab, bahwa banjir akan semakin dahsyat di akhir zaman nanti. 379

Musnad Syafi’i 358

مسند الشافعي 358: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنِي خَالِدُ بْنُ رَبَاحٍ، عَنِ الْمُطَّلِبِ بْنِ حَنْطَبٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ عِنْدَ الْمَطَرِ: «اللَّهُمَّ سُقْيَا رَحْمَةٍ، لَا سُقْيَا عَذَابٍ، وَلَا هَدْمٍ وَلَا غَرَقٍ، اللَّهُمَّ عَلَى الظِّرَابِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ، اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا»

Musnad Syafi’i 358: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Khalid bin Rabah mengabarkan kepadaku dari Al Muththalib bin Hanthab bahwa Nabi pernah berdoa ketika hujan turun, “Ya Allah semoga hujan rahmat, bukan hujan adzab; bukan malapetaka, bukan yang meruntuhkan, bukan pula yang menenggelamkan. Ya Allah, semoga (diturunkan) di atas bukit-bukit dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan. Ya Allah, semoga (diturunkan) di sekitar kami, bukan atas kami. ”364

Musnad Syafi’i 373

مسند الشافعي 373: أَخْبَرَنِي مَنْ لَا أَتَّهِمُ، أَخْبَرَنِي صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يُصِيبُ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَطَرٌ لَا يُكِنُّ أَهْلَهَا بَيْتٌ مِنْ مَدَرٍ»

Musnad Syafi’i 373: Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepadaku, Shafwan bin Sulaim mengabarkan kepadaku bahwa Nabi telah bersabda, “Kelak penduduk Madinah akan tertimpa hujan deras, rumah yang terbuat dari tanah liat tidak dapat melindungi penduduknya.” 378

Musnad Syafi’i 357

مسند الشافعي 357: أَخْبَرَنِي مَنْ لَا أَتَّهِمُ، عَنْ صَالِحٍ مَوْلَى التَّوْأَمَةِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَسْقَى بِالْمُصَلَّى فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ

Musnad Syafi’i 357: Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami dari Shalih mantan budak At-Tauamah, dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW melakukan shalat Istisqa di mushalla (lapangan), lalu beliau shalat dua rakaat.”

Musnad Syafi’i 372

مسند الشافعي 372: أَخْبَرَنَا مَنْ لَا أَتَّهِمُ، أَخْبَرَنِي سُهَيْلُ بْنُ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يُوشِكُ أَنْ تُمْطَرَ الْمَدِينَةُ مَطَرًا لَا يُكِنُّ أَهْلَهَا الْبُيُوتُ، وَلَا يُكِنَّهُمْ إِلَّا مَظَالُّ الشَّعْرِ»

Musnad Syafi’i 372: Orang yang tidak aku curigai mengabarkan kepada kami, Suhail bin Abu Shalih mengabarkan kepadaku dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwa Nabi pernah bersabda, “Sudah dekat masanya bagi kota Madinah tertimpa suatu hujan yang rumah-rumah mereka tidak dapat melindungi penduduknya, dan tiada yang dapat menaungi mereka kecuali hanya rumah-rumah yang terbuat dari bulu.”377

Musnad Syafi’i 355

مسند الشافعي 355: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ، أَنَّهُ سَمِعَ عَبَّادَ بْنَ تَمِيمٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدٍ الْمَازِنِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُصَلَّى فَاسْتَسْقَى وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ حِينَ اسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ

Musnad Syafi’i 355: Malik mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Abu Bakar bin Amr bin Hazm bahwa ia pernah mendengar Abbad bin Tamim berkata, “Aku pernah mendengar Abdullah bin Zaid Al Mazini mengatakan bahwa Rasulullah berangkat menuju ke tempat shalat, lalu beliau beristisqa, maka beliau memindahkan kain selendangnya ketika menghadap ke kiblat.” 361

Musnad Syafi’i 339

مسند الشافعي 339: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ كَبَّرَ فِي الْعِيدَيْنِ وَالِاسْتِسْقَاءِ سَبْعًا وَخَمْسًا، وَجَهَرَ بِالْقِرَاءَةِ

Musnad Syafi’i 339: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Ja’far bin Muhammad menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari Ali bin Abu Thalib : Bahwa ia melakukan takbir dalam shalat dua hari raya dan shalat Istisqa’ sebanyak 7 dan S kali, serta mengeraskan bacaannya. 345