Skip to main content

Musnad Syafi’i 1696

مسند الشافعي 1696: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ أَبِي حُسَيْنٍ، عَنْ أَبِي عَلِيٍّ الْأَزْدِيِّ قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ، يَقُولُ لِلْحَالِقِ: «يَا غُلَامُ، ابْلُغِ الْعَظْمَ» , وَإِذَا قَصَّرَ أَخَذَ مِنْ جَانِبِهِ الْأَيْمَنِ قَبْلَ جَانِبِهِ الْأَيْسَرِ

Musnad Syafi’i 1696: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Hushain, dari Abu Ali Al Azdi, ia mengatakan: Aku pernah mendengar Ibnu Umar berkata kepada orang yang mencukur rambutnya, “Hai nak, cukurlah sampai bersih!” Jika ia memotong rambutnya, maka yang mula-mula diambilnya ialah dari sebelah kanan sebelum sebelah kirinya. 923

Musnad Syafi’i 1695

مسند الشافعي 1695: أَخْبَرَنَا مُسْلِمٌ، وَسَعِيدٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «يُلَبِّي الْمُعْتَمِرُ حَتَّى يَفْتَتِحَ الطَّوَافَ مُسْتَلِمًا وَغَيْرَ مُسْتَلِمٍ»

Musnad Syafi’i 1695: Muslim dan Sa’id mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Atha’, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan: Orang yang berumrah mengucapkan talbiyah hingga ia memulai thawaf seraya mengusap (rukun) atau tidak mengusapnya. 922

Musnad Syafi’i 1694

مسند الشافعي 1694: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، فِي الْمُعْتَمِرِ: يُلَبِّي حَتَّى يَسْتَلِمَ الرُّكْنَ “

Musnad Syafi’i 1694: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Nujaih, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas mengenai orang yang berumrah: Ia mengucapkan talbiyah di saat mengusap rukun. 921

Musnad Syafi’i 1693

مسند الشافعي 1693: أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، وَسَعِيدُ بْنُ سَالِمٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ، رَضِيَ اللَّهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْدَفَهُ مِنْ جَمْعٍ إِلَى مِنًى، فَلَمْ يَزَلْ يُلَبِّي حَتَّى رَمَى الْجَمْرَةَ

Musnad Syafi’i 1693: Muslim bin Khalid dan Sa’id bin Salim mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Atha, dari Abdullah bin Abbas, ia mengatakan bahwa Al Fadhl bin Abbas mengabarkan kepadaku: Bahwa Nabi pernah memboncengnya dari Jam’un ke Mina, beliau terus-menerus mengucapkan talbiyah hingga melempar jumrah. 920

Musnad Syafi’i 1692

مسند الشافعي 1692: وَأَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، وَعَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ قَالَ: ” لَا حَصْرَ إِلَّا حَصْرُ الْعَدُوِّ. وَزَادَ أَحَدُهُمَا: ذَهَبَ الْحَصْرُ الْآنَ “

Musnad Syafi’i 1692: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Thawus, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas; juga dari Amr bin Dinar, dan Ibnu Abbas bahwa ia pernah mengatakan: Tidak ada istilah terkepung kecuali terkepung oleh musuh. Salah seorang dari keduanya (yakni ayah Thawus dan Amr bin Dinar) menambahkan, “Sekarang istilah terkepung sudah tidak ada lagi.” 919

Musnad Syafi’i 1691

مسند الشافعي 1691: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: «نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ»

Musnad Syafi’i 1691: Malik mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, ia menceritakan: Kami menyembelih (kurban) bersama Rasulullah pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuk 7 orang dan seekor sapi untuk 7 orang. 918

Musnad Syafi’i 1690

مسند الشافعي 1690: أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، وَذَكَرَ حَجَّةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمْرَهُ إِيَّاهُمْ بِالْإِحْلَالِ، وَأَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُمْ: «إِذَا تَوَجَّهْتُمْ إِلَى مِنًى رَائِحِينَ فَأَهِلُّوا»

Musnad Syafi’i 1690: Muslim bin Khalid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir bin Abdullah bahwa ia pernah menceritakan tentang haji Nabi SAW dan perintah beliau kepada mereka (para sahabat) untuk bertalbiyah, dan beliau bersabda (kepada mereka), “Apabila kalian menuju Mina untuk kembali ke arah Ka’bah, maka bertalbiyahlah kalian!” 917

Musnad Syafi’i 1689

مسند الشافعي 1689: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عَطَاءٍ، أَنَّ غُلَامًا، مِنْ قُرَيْشٍ قَتَلَ حَمَامَةً مِنَ حَمَامِ مَكَّةَ فَأَمَرَ ابْنُ عَبَّاسٍ أَنْ يُفْدَى عَنْهُ بِشَاةٍ

Musnad Syafi’i 1689: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar, dari Atha’, Bahwa ada seorang pemuda Quraisy membunuh seekor merpati di Makkah, maka Ibnu Abbas memerintahkan agar perbuatan anak itu ditebus dengan seekor kambing. 916

Musnad Syafi’i 1672

مسند الشافعي 1672: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الرِّجَالِ، عَنْ أُمِّهِ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ الْمُخْتَفِيَ وَالْمُخْتَفِيَةَ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ إِدْرِيسَ: وَقَدْ رُوِّيتُ أَحَادِيثَ مُرْسَلَةً عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعُقُوبَاتِ وَتَوْقِيتِهَا تَرَكْنَاهَا لِانْقِطَاعِهَا

Musnad Syafi’i 1672: Malik mengabarkan kepada kami dari Abu Ar-Rijal, dari ibunya (yaitu Amrah binti Abdurrahman) bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Terkutuklah lelaki dan wanita pencuri kain kafan (dengan menggali kuburan).”899 Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i mengatakan, “Aku telah meriwayatkan hadis-hadis mursal dari Nabi SAW mengenai hukuman-hukuman dan pembelaannya. Kami meninggalkannya karena semuanya berpredikat maqthu’.”

Musnad Syafi’i 1671

مسند الشافعي 1671: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ، عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «تَجَافُوا لِذَوِي الْهَيْئَاتِ عَنْ عَثَرَاتِهِمْ» قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ إِدْرِيسَ: سَمِعْتُ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ مَنْ يَعْرِفُ هَذَا الْحَدِيثَ وَيَقُولُ: يُتَجَافَى لِلرَّجُلِ ذِي الْهَيْئَةِ عَنْ عَثْرَتِهِ مَا لَمْ يَكُنْ حَدًّا

Musnad Syafi’i 1671: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Umar, dari Muhammad bin Abu Bakar bin Amr bin Hazm, dari Amrah binti Abdurrahman, dari Aisyah bahwa Rasulullah telah bersabda, “Hindarilah oleh kalian orang-orang yang terhormat dari kehinaan mereka.”898 Muhammad bin Idris berkata, “Aku pernah mendengar dari kalangan ahlul ‘ilmi yang mengetahui hadis ini. Ia berkata, ‘Seorang yang terhormat tetap dipelihara kehormatannya dari kehinaan selagi tidak menyangkut masalah hukuman had’.”