مسند الشافعي 669: أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، مِثْلَهُ
Musnad Syafi’i 669: Sa’id mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Nafi’, dari Ibnu Umar RA dengan redaksi yang semisal. 670
مسند الشافعي 669: أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، مِثْلَهُ
Musnad Syafi’i 669: Sa’id mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Nafi’, dari Ibnu Umar RA dengan redaksi yang semisal. 670
مسند الشافعي 654: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ قَالَ: سَمِعْتُ مَيْمُونَ بْنَ مِهْرَانَ قَالَ: ” كُنْتُ عِنْدَ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا وَسَأَلَهُ رَجُلٌ فَقَالَ: أَخَذْتُ قَمْلَةً فَأَلْقَيْتُهَا ثُمَّ طَلَبْتُهَا فَلَمْ أَجِدْهَا، فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: تِلْكَ ضَالَّةٌ لَا تُبْتَغَى
Musnad Syafi’i 654: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Najih, ia mengatakan bahwa ia pernah mendengar Maimun bin Mahran berkata, “Aku pernah berada di sisi Ibnu Abbas dan ada seorang lelaki bertanya kepadanya. Lelaki itu berkata, ‘Aku mencari ketombe, lalu aku membuangnya. Setelah itu aku mencarinya kembali, tetapi aku tidak menemukannya’. Maka Ibnu Abbas menjawab, ‘Itu sama saja dengan barang hilang yang tidak usah dicari’.” 654
مسند الشافعي 668: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ كَانَ لَا يَرَى بَأْسًا أَنْ يَبِيعَ الرَّجُلُ شَيْئًا إِلَى أَجْلٍ، لَيْسَ عِنْدَهُ أَصْلُهُ
Musnad Syafi’i 668: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Nafi’, dari Ibnu Umar: Bahwa ia tidak memandang sebagai hal yang dilarang bila seorang lelaki menjual sesuatu dengan tempo, padahal barang itu belum ada padanya. 669
مسند الشافعي 667: أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَهَنَ دِرْعَهُ عِنْدَ أَبِي الشَّحْمِ الْيَهُودِيِّ، رَجُلٌ مِنْ بَنِي ظُفَرَ
Musnad Syafi’i 667: Sa’id mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya: Bahwa Rasulullah pernah menggadaikan baju besinya kepada Abu Syahm, seorang Yahudi dari kalangan Bani Dhafar. 668
مسند الشافعي 666: أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ، كَانَ يُجِيزُهُ
Musnad Syafi’i 666: Sa’id mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Amr bin Dinar bahwa Ibnu Umar memperbolehkan hai tersebut. 667
مسند الشافعي 665: أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ سَالِمٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءٍ، أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ: لَا نَرَى بِالسَّلَفِ بَأْسًا، الْوَرِقُ فِي الْوَرِقِ نَقْدًا
Musnad Syafi’i 665: Sa’id bin Salim mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Atha’ bahwa ia pernah mendengar Ibnu Abbas berkata; “Kami tidak berpendapat bahwa salaf adalah sesuatu yang tidak dilarang, uang logam adalah dengan uang logam sebagai kontan.’666
مسند الشافعي 664: أَخْبَرَنِي مَنْ، أُصَدِّقُهُ عَنْ سُفْيَانَ، أَنَّهُ قَالَ كَمَا قُلْتُ، وَقَالَ فِي الْأَجَلِ: إِلَى أَجْلٍ مَعْلُومٍ
Musnad Syafi’i 664: Orang yang kupercayai mengabarkan kepadaku dari Sufyan: Bahwa ia mengatakan seperti apa yang telah kukatakan; dan sehubungan dengan masalah waktu, ia berkata “Sampai batas waktu yang ditentukan. 665
مسند الشافعي 663: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَهُمْ يُسْلِفُونَ فِي التَّمْرِ السَّنَةَ وَالسَّنَتَيْنِ، وَرُبَّمَا قَالَ: وَالثَّلَاثَ، فَقَالَ: «مَنْ أَسْلَفَ فَلْيُسْلِفْ فِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ إِلَى أَجْلٍ مَعْلُومٍ» قَالَ: فَحَفِظْتُهُ كَمَا وَصَفْتُ مِنْ سُفْيَانَ مِرَارًا
Musnad Syafi’i 663: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Najih, dari Abdullah bin Katsir, dari Abu Al Minhal, dari Ibnu Abbas : Bahwa Rasulullah tiba di Madinah, sedangkan mereka biasa melakukan jual-beli dengan sistem salaf terhadap hasil buah- buahan (buah kurma) selama setahun sampai 2 tahun —barang kali ia mengatakan 3 tahun— lalu Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang melakukan transaksi salaf hendaklah dia melakukannya dalam takaran dan timbangan yang telah dimaklumi serta sampai batas waktu yang telah ditentukan.”664 Ia berkata, “Aku menghafalnya sebagaimana yang telah aku sifati dari Sufyan berulang kali.”
مسند الشافعي 662: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي حَسَّانَ الْأَعْرَجِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ السَّلَفَ الْمَضْمُونَ، إِلَى أَجْلٍ مُسَمًّى قَدْ أَحَلَّهُ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ [ص:139] وَأَذِنَ فِيهِ، ثُمَّ قَالَ: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجْلٍ مُسَمًّى} [الْبَقَرَة: 282]
Musnad Syafi’i 662: Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Ayub dari Qatadah dari Abu Hissan Al A’raj dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Aku bersaksi bahwa transaki salaf yang terjamin hingga waktu yang ditentukan telah dihalalkan oleh Allah Ta ala dalam kitab-Nya dan diizinkan di dalamnya, kemudian ia membaca, “Hai orang-orang yang beriman, jika kalian berutang dengan suatu utang hingga waktu yang ditentukan.” (Qs. Al Baqarah [2]: 282)
مسند الشافعي 661: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسٍ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ مَعْنَى حَدِيثِ مَالِكٍ: حَتَّى يَأْتِيَ خَازِنِي. قَالَ: فَحَفِظْتُ، لَا شَكَّ فِيهِ
Musnad Syafi’i 661: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Malik bin Aus, dari Umar bin Al Khaththab, dari Nabi semisal dengan makna hadis Malik, dan ia berkata, “Apabila datang bendaharaku nanti.” Ia (Imam Asy-Syafi’i) berkata, “Maka aku hafal lagi tanpa ada keraguan.” 662