Skip to main content

Musnad Ahmad 25557

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيٌّ يَعْنِي ابْنَ مُبَارَكٍ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ سَعِيدٍ الْأَخْنَسِ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى أُمِّ حَبِيبَةَ فَدَعَتْ لِي بِسَوِيقٍ فَشَرِبْتُهُ فَقَالَتْ أَلَا تَتَوَضَّأُ فَقُلْتُ إِنِّي لَمْ أُحْدِثْ قَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَوَضَّئُوا مِمَّا مَسَّتْ النَّارُ

Telah menceritakan kepada kami [‘Abdul Malik bin Amru] berkata, telah menceritakan kepada kami [‘Ali] -yakni Ibnu Mubarak- dari [Yahya] dari [Abu Salamah] dari [Abu Sufyan bin Sa’iid Al Akhnas] dia berkata, “Aku menemui [Ummu Habibah], lalu ia memberikan aku minum dengan sawiq (adonan dari tepung), dan aku pun meminumnya. Kemudian ia berkata, “Apakah kamu tidak berwudlu?” aku menjawab, “Aku belum berhadats.” Ummu Habibah lantas berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berwudlulah dari sesuatu yang dipanggang (disentuh) oleh api.”

Musnad Ahmad 25542

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا سَمِعَ الْمُؤَذِّنَ يُؤَذِّنُ قَالَ كَمَا يَقُولُ حَتَّى يَسْكُتَ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja’far] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [Abu Bisyr] dari [Abu Al Malih] dari [Ummu Habibah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa jika beliau mendengar muadzin mengumandangkan adzan, maka beliau mengatakan seperti apa yang dikatakannya hingga selesai adzan.”

Musnad Ahmad 25558

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ الْأَخْنَسِ أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى أُمِّ حَبِيبَةَ فَسَقَتْهُ سَوِيقًا ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي فَقَالَتْ لَهُ تَوَضَّأْ يَا ابْنَ أَخِي فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تَوَضَّئُوا مِمَّا مَسَّتْ النَّارُ حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ قَالَ قَالَ الزُّهْرِيُّ أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَبُو سُفْيَانَ بْنُ سَعِيدِ بْنِ الْأَخْنَسِ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ خَالَةُ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ سَعِيدٍ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ma’mar] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah bin ‘Abdurrahman] dari [Abu Sufyan bin Mughirah bin Al Akhnas] bahwa dia menemui [Ummu Habibah], kemudian Ummu Salamah memberinya minum sawiq (adonan yang terbuat dari tepung). Abu Sufyan lantas berdiri untuk mengerjakan shalat, maka Ummu Habibah pun berkata kepadanya, “Berwudlulah kamu wahai anak saudaraku, karena aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Berwudlulah dari sesuatu yang dipanggang (disentuh) oleh api’.” Telah menceritakan kepada kami [Al Yamani] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu’aib] berkata, [Az Zuhri] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Abu Salamah bin ‘Abdurrahman] bahwa telah mengabarkan kepadanya [Abu Sufyan bin Sa’id bin Al Akhnas] dari [Ummu Habibah] isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam -dia adalah bibi Abu Sufyan bin Sa’id- kemudian dia menyebutkan hadis tersebut.”

Musnad Ahmad 25543

حَدَّثَنَا بَهْزٌ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ بَهْدَلَةَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ حَدَّثَتْ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللَّهُ لَهُ أَوْ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

Telah menceritakan kepada kami [Bahs] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Yazid] berkata, telah menceritakan kepada kami [‘Ashim bin Bahdalah] dari [Abu Shalih] bahwa [Ummu Habibah] berkata dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa shalat dua belas rakaat dalam sehari, maka Allah akan membangun untuknya atau dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.”

Musnad Ahmad 25559

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ وَحَدَّثَنَا ابْنُ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمِ بْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ الْأَخْنَسِ بْنِ شَرِيقٍ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى أُمِّ حَبِيبَةَ وَكَانَتْ خَالَتَهُ فَسَقَتْنِي شَرْبَةً مِنْ سَوِيقٍ فَلَمَّا قُمْتُ قَالَتْ لِي أَيْ بُنَيَّ لَا تُصَلِّيَنَّ حَتَّى تَتَوَضَّأَ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَمَرَنَا أَنْ نَتَوَضَّأَ مِمَّا مَسَّتْ النَّارُ مِنْ الطَّعَامِ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’kub] berkata, telah menceritakan kepada kami [Bapakku] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Ishaq] berkata, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Muslim bin Syihab] dari [Abu Salamah bin ‘Abdurrahman bin ‘Auf] dari [Abu Sufyan bin Sa’id bin Al Akhnas bin Syariq] berkata, “Aku menemui [Ummu Habibah] -bibinya-, kemudian ia memberiku sawiq (adonan yang terbuat dari tepung), ketika aku berdiri (untuk shalat) ia berkata kepadaku, “Wahai anakku, janganlah kamu mengerjakan shalat sehingga kamu berwudlu. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memerintahkan kepada kami untuk berwudlu dari setiap sesuatu yang dipanggang (disentuh) oleh api.”

Musnad Ahmad 25544

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ عَنِ الْمُسَيَّبِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ عَنْبَسَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَجْدَةً سِوَى الْمَكْتُوبَةِ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] berkata, telah menceritakan kepada kami [Isma’il bin Abu Khalid] dari [Al Musayyab bin Rafi’] dari [Anbasah bin Abu Sufyan] dari [Ummu Habibah binti Abu Sufyan] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata: “Barangsiapa shalat sehari semalam dua belas rakaat selain shalat wajib, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.”

Musnad Ahmad 25560

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ وَإِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ أَخْبَرَنِي مَالِكٌ قَالَ عَبْد اللَّهِ و حَدَّثَنَا مُصْعَبٌ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَمُجَمِّعٍ ابْنَيْ يَزِيدَ ابْنِ جَارِيَةَ عَنْ خَنْسَاءَ بِنْتِ خِذَامٍ أَنَّ أَبَاهَا زَوَّجَهَا وَهِيَ كَارِهَةٌ وَكَانَتْ ثَيِّبًا فَرَدَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِكَاحَهُ

Telah menceritakan kepada kami [‘Abdurrahman bin Mahdi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Malik] dan [Ishak bin ‘Isa] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Malik] berkata Abdullah, dan telah menceritakan kepada kami [Mush’ab] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [‘Abdurrahman bin Qasim] dari [Bapaknya] dari [‘Abdurrahman] dan [Mujammi’ bin Yazid bin Jariyah] dari [Khansa’ binti Khidam], bahwa ayahnya telah menikahkan dirinya padahal ia tidak mau -dia adalah seorang janda-, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun membatalkan pernikahan tersebut.”

Musnad Ahmad 25545

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ قَالَ قَالَ نَافِعٌ أَخْبَرَنِي سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ أَبَا الْجَرَّاحِ مَوْلَى أُمِّ حَبِيبَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْعِيرَ الَّتِي فِيهَا الْجَرَسُ لَا تَصْحَبُهَا الْمَلَائِكَةُ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu’aib] berkata, [Nafi’] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Salim bin Abdullah bin Umar] bahwa [Abu Jarah] bekas budak Ummu Habibah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, berkata kepada Abdullah bin ‘Umar bahwa [Ummu Habibah] mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya malaikat tidak akan menyertai rombongan musafir yang terdapat lonceng pada mereka.”

Musnad Ahmad 25546

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ سَمِعْتُهُ يُحَدِّثُ يَعْنِي أَبَاهُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ أَنَّ سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا الْجَرَّاحِ مَوْلَى أُمِّ حَبِيبَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَصْحَبُ الْمَلَائِكَةُ قَوْمًا فِيهِمْ جَرَسٌ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata, aku mendengarnya menceritakan, yakni [bapaknya] dari [Yazid bin Abdullah bin Usamah bin Al Hadi] bahwa [Salim bin Abdullah bin Umar] telah menceritakan kepadanya, bahwa [Abu Al Jarrah] budak Ummu Habibah, telah mengabarkan kepadanya bahwa [Ummu Habibah] isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Malaikat tidak akan menyertai kaum yang terdapat lonceng di dalamnya.”

Musnad Ahmad 25547

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنِي مَكْحُولٌ أَنَّ مَوْلًى لِعَنْبَسَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ حَدَّثَهُ أَنَّ عَنْبَسَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ أَخْبَرَهُ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَلَّى أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعًا بَعْدَ الظُّهْرِ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ

Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi’ah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Musa] telah mengabarkan kepadaku [Makhul] bahwa [budak milik Al Anbasah bin Abu Sufyan], menceritakan kepadanya bahwa [Anbasah bin Abu Sufyan] telah mengabarkan dari [Ummu Habibah binti Abu Sufyan] bahwa dirinya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa shalat empat rakaat sebelum zhuhur dan empat rakaat setelahnya, maka Allah mengharamkan api Neraka (atas dirinya).”