Skip to main content

Musnad Ahmad 25639

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي الْخَلِيلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ الْهَاشِمِيِّ عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِي فَجَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَانَتْ لِي امْرَأَةٌ فَتَزَوَّجْتُ عَلَيْهَا امْرَأَةً أُخْرَى فَزَعَمَتْ امْرَأَتِي الْأُولَى أَنَّهَا أَرْضَعَتْ امْرَأَتِي الْحُدْثَى إِمْلَاجَةً أَوْ إِمْلَاجَتَيْنِ وَقَالَ مَرَّةً رَضْعَةً أَوْ رَضْعَتَيْنِ فَقَالَ لَا تُحَرِّمُ الْإِمْلَاجَةُ وَلَا الْإِمْلَاجَتَانِ أَوْ قَالَ الرَّضْعَةُ أَوْ الرَّضْعَتَانِ

Telah menceritakan kepada kami [Isma’il] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Abu Al Khalil] dari [Abdullah bin Al Harits Al Hasyimi] dari [Ummu Fadll] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada di rumahku, lalu datanglah seorang arab badui seraya berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai seorang isteri, kemudian aku menikahi wanita lain. Isteri pertamaku lalu mengklaim bahwa ia pernah menyusui isteri baruku dengan satu atau dua kali sedotan -atau dia berkata; sekali atau dua kali susuan-?” Beliau lalu bersabda: “Tidak haram sekali atau dua kali sedotan.” Atau, sabdanya: “Sekali atau dua kali susuan.”

Musnad Ahmad 25624

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ الشَّيْبَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَدَّادِ بْنِ الْهَادِ قَالَ سَمِعْتُ مَيْمُونَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُبَاشِرَ امْرَأَةً مِنْ نِسَائِهِ وَهِيَ حَائِضٌ أَمَرَهَا فَاتَّزَرَتْ

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan] berkata, telah menceritakan kepada kami [‘Abdul Wahid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sulaiman As Syaibani] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Syaddad bin Al Hady] berkata, saya mendengar [Maimunah] istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata; adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika ingin menggauli wanita dari istrinya yang sedang haidh, beliau memerintahkan kepadanya untuk memakai (melapisinya dengan) kain sarung.

Musnad Ahmad 25640

حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ الْخُزَاعِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا لَيْثٌ وَيُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْهَادِ عَنْ هِنْدَ بِنْتِ الْحَارِثِ عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى الْعَبَّاسِ وَهُوَ يَشْتَكِي فَتَمَنَّى الْمَوْتَ فَقَالَ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّ رَسُولِ اللَّهِ لَا تَتَمَنَّ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتَ مُحْسِنًا تَزْدَادُ إِحْسَانًا إِلَى إِحْسَانِكَ خَيْرٌ لَكَ وَإِنْ كُنْتَ مُسِيئًا فَإِنْ تُؤَخَّرْ تَسْتَعْتِبْ خَيْرٌ لَكَ فَلَا تَتَمَنَّ الْمَوْتَ قَالَ يُونُسُ وَإِنْ كُنْتَ مُسِيئًا فَإِنْ تُؤَخَّرْ تَسْتَعْتِبْ مِنْ إِسَاءَتِكَ خَيْرٌ لَكَ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah Al Khuza’i] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Laits] dan [Yunus] berkata, telah menceritakan kepada kami [Laits] -yakni Ibnu Sa’d- dari [Yazid bin Al Hadi] dari [Hindun binti Al Harits] dari [Ummi Fadll], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjenguk Al Abbas yang sedang sakit dan berharap untuk mati, beliau lantas bersabda: “Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah, janganlah kamu mengharapkan kematian, jika kamu berbuat baik lalu engkau menambah kebaikan pada amal baikmu adalah lebih baik bagimu, dan jika kamu berbuat buruk, lalu umurmu diperpanjang dan kamu ridla maka itu lebih baik, maka janganlah kamu mengharap kematian.” Yunus menyebutkan, “jika kamu berbuat buruk, lalu umurmu diperpanjang dan kamu ridla dari keburukanmu maka itu lebih baik bagimu.”

Musnad Ahmad 25609

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ قَالَ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ زِيَادٍ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ رَجُلٍ عَنْ مَيْمُونَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ اسْتَدَانَ دَيْنًا يَعْلَمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْهُ أَنَّهُ يُرِيدُ أَدَاءَهُ أَدَّاهُ اللَّهُ عَنْهُ

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ja’far bin Ziyad] dari [Manshur] dari [seorang laki-laki] dari [Maimunah binti Al Harits] dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berhutang dan Allah tahu bahwa ia berniat untuk membayarnya, maka Allah akan menunaikannya.”

Musnad Ahmad 25610

حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ الشَّهِيدِ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ عَنْ يَزِيدَ الْأَصَمِّ ابْنَ أَخِي مَيْمُونَةَ أَنَّهَا قَالَتْ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزَوَّجَهَا وَهُمَا حَلَالَانِ بِسَرِفٍ بَعْدَمَا رَجَعَ

Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Hammad] -yakni Ibnu Salamah- dari [Habib bin As Syahid] dari [Maimun bin Mihran] dari [Yazid Al Asham] anak saudara laki-laki [Maimunah] bahwasanya ia mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahinya, keduanya dalam keadaan halal (telah selesai dari manasik) di Sarif (nama tempat), yaitu sepulang dari haji.”

Musnad Ahmad 25611

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ سَالِمٍ عَنْ كُرَيْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ عَنْ خَالَتِهِ مَيْمُونَةَ قَالَتْ وَضَعْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غِسْلًا فَاغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ ثُمَّ أَتَيْتُهُ بِثَوْبٍ حِينَ اغْتَسَلَ فَقَالَ بِيَدِهِ هَكَذَا يَعْنِي رَدَّهُ

telah menceritakan kepada kami [Waki’] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al A’masy] dari [Salim] dari [Kuraib] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abbas] dari bibinya [Maimunah] ia berkata, “Saya menyiapkan air untuk mandi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau mandi junub. Setelah itu aku datang kepada beliau dengan membawa kain, namun beliau berkata dengan tangannya begini, yakni menolaknya.”

Musnad Ahmad 25612

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ سَالِمٍ عَنْ كُرَيْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ عَنْ خَالَتِهِ مَيْمُونَةَ قَالَتْ وَضَعْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غِسْلًا فَاغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ وَأَكْفَأَ الْإِنَاءَ بِشِمَالِهِ عَلَى يَمِينِهِ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ فَأَفَاضَ عَلَى فَرْجِهِ ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالْحَائِطِ أَوْ الْأَرْضِ ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ثَلَاثًا وَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا وَذِرَاعَيْهِ ثَلَاثًا ثَلَاثًا ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثًا ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ الْمَاءَ ثُمَّ تَنَحَّى فَغَسَلَ رِجْلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al A’masy] dari [Salim] dari [Kuraib] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abbas] dari bibinya [Maimunah] dia berkata, “Saya menyiapkan air untuk mandi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau mandi junub. Dengan tangan kirinya beliau menuangkan air pada tangan kanan, lalu membasuh kedua telapak tangannya tiga kali. Kemudian beliau memasukkan tangannya ke dalam bejana dan mambasuh kemaluannya, kemudian beliau mengusapkan tangannya ke dinding atau ke tanah, lalu beliau berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke hidung) tiga kali, lalu membasuh mukanya tiga kali, kedua sikunya masing-mamsing tiga kali, kemudian mengguyurkan (air) ke atas kepala tiga kali. Kemudian beliau mengguyurkan air ke semua badan, lalu bergeser dan membasuh kedua kakinya.”

Musnad Ahmad 25613

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ بُرْقَانَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْأَصَمِّ عَنْ مَيْمُونَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَجَدَ جَافَى حَتَّى يَرَى مَنْ خَلْفَهُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ja’far bin Burqan] dari [Yazid bin Al ‘Asham] dari [Maimunah] dia berkata, “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sujud, beliau merenggangkan (tangannya) sehingga orang-orang yang di belakang beliau dapat melihat putih ketiaknya.”

Musnad Ahmad 25614

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ سَمِعْتُ الْأَعْمَشَ قَالَ أَظُنُّ أَبَا خَالِدٍ الْوَالِبِيَّ ذَكَرَهُ عَنْ مَيْمُونَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْكَافِرُ يَأْكُلُ فِي سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ وَالْمُؤْمِنُ يَأْكُلُ فِي مِعًى وَاحِدٍ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] berkata, saya mendengar [Al A’masy] berkata, saya mengira [Abu Khalid Al Walibi] menyebutkan kepadanya dari [Maimunah binti Al Harist] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang kafir itu makan dengan tujuh usus sedangkan seorang mukmin itu makan dengan satu usus.”

Musnad Ahmad 25615

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ سُفْيَانَ عَنِ الشَّيْبَانِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَدَّادٍ عَنْ مَيْمُونَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُبَاشِرُهَا وَهِيَ حَائِضٌ فَوْقَ الْإِزَارِ

Telah menceritakan kepada kami [‘Abdurrahman bin Mahdi] dari [Sufyan] dari [Asy Syaibani] dari [Abdullah bin Syaddad] dari [Maimunah] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mencumbunya di atas kain sarung saat ia haid.”