Skip to main content

Musnad Ahmad 25714

حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ زِيَادٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْ حَجَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَنَا فَجَعَلْنَاهَا عُمْرَةً فَأَحْلَلْنَا كُلَّ الْإِحْلَالِ حَتَّى سَطَعَتْ الْمَجَامِرُ بَيْنَ النِّسَاءِ وَالرِّجَالِ

Telah menceritakan kepada kami [‘Ubaidah bin Humaid] dari [Yazid bin Ziyad] dari [Mujahid] dari [Asma’ binti Abu Bakar] dia berkata, “Kami berhaji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau memerintahkan kami, lalu kami menjadikannya umrah, dan kami menghalalkan setiap yang halal sehingga antara wanita dan laki-laki berdesakan sewaktu melempar jumrah.”

Musnad Ahmad 25715

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ جَدَّتِهِ فَمَا أَدْرِي أَسْمَاءَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ أَوْ سُعْدَى بِنْتَ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى ضُبَاعَةَ بِنْتِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَقَالَ مَا يَمْنَعُكَ مِنْ الْحَجِّ يَا عَمَّةُ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي امْرَأَةٌ سَقِيمَةٌ وَإِنِّي أَخَافُ الْحَبْسَ قَالَ فَأَحْرِمِي وَاشْتَرِطِي أَنَّ مَحِلَّكِ حَيْثُ حُبِسْتِ

Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] berkata, telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Hakim] dari [Abu Bakar bin Abdullah bin Zubair] dari neneknya, aku tidak tahu apakah [Asma binti Abu Bakar] atau [Su’da binti ‘Auf] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menemui Dluba’ah binti Zubair bin Abdul Muthalib, beliau bersabda: “Apa yang menghalangimu menunaikan haji wahai bibi?” dia menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah perempuan yang menderita sakit dan aku khawatir jika aku terhalang karenanya.” Beliau bersabda: “Berihramlah dan bersyaratlah bahwa batas tahalulmu adalah hingga kamu mampu.”

Musnad Ahmad 25716

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ حُدِّثْتُ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّهَا قَالَتْ فَزِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ كَسَفَتْ الشَّمْسُ فَأَخَذَ دِرْعًا حَتَّى أَدْرَكَ بِرِدَائِهِ فَقَامَ بِالنَّاسِ قِيَامًا طَوِيلًا يَقُومُ ثُمَّ يَرْكَعُ قَالَتْ فَجَعَلْتُ أَنْظُرُ إِلَى الْمَرْأَةِ الَّتِي هِيَ أَكْبَرُ مِنِّي قَائِمَةً وَإِلَى الْمَرْأَةِ الَّتِي هِيَ أَسْقَمُ مِنِّي قَائِمَةً فَقُلْتُ إِنِّي أَحَقُّ أَنْ أَصْبِرَ عَلَى طُولِ الْقِيَامِ مِنْكِ و قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ حَدَّثَنِي مَنْصُورُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّهِ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَزِعَ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] berkata, [aku diberi cerita] dari [Asma’ binti Abu Bakar] bahwa dia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terkejut pada waktu terjadi gerhana matahari, kemduian beliau mengambil jubah dan selendangnya, kemudian beliau shalat bersama manusia sampai berdiri lama, kemudian beliau rukuk.” Asma berkata, “Aku lihat ke arah seorang wanita yang lebih tua dariku, ia tegak berdiri, dan aku juga melihat kepada wanita yang lebih lemah dariku, dan ia tetap berdiri tegak. Maka aku berkata, “Sungguh, aku lebih berhak bersabar atas lamanya berdiri daripada kamu.” [Ibnu Juraij] berkata, telah menceritakan kepadaku [Manshur bin ‘Abdurrahman] dari ibunya [Shafiyah binti Syaibah] dari [Asma’ binti Abu Bakar] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terkejut.”

Musnad Ahmad 25685

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْفَحِي أَوْ ارْضَحِي أَوْ أَنْفِقِي وَلَا تُوعِي فَيُوعِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَلَا تُحْصِي فَيُحْصِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu’awiyah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Urwah] dari [Fatimah binti Al Mundzir] dari [Asma’ binti Abu Bakar] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Berinfaklah atau bersedekahlah dan janganlah kamu menahan sebagian hartamu (tidak mau berinfak), atau Allah akan menyempitkan rezekimu, dan janganlah kamu bakhil atau Allah akan bakhil terhadapmu.”

Musnad Ahmad 25686

حَدَّثَنَا عَثَّامُ بْنُ عَلِيٍّ أَبُو عَلِيٍّ الْعَامِرِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ فَاطِمَةَ عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ إِنْ كُنَّا لَنُؤْمَرُ بِالْعَتَاقَةِ فِي صَلَاةِ الْخُسُوفِ

Telah menceritakan kepada kami [‘Atsam bin ‘Ali Abu ‘Ali Al ‘Amiri] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin ‘Urwah] dari [Fatimah] dari [‘Asma] dia berkata, “Saat melaksanakan shalat gerhana kami diperintahkan untuk membebaskan budak.”

Musnad Ahmad 25687

حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ وَلَقَدْ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعَتَاقَةِ فِي صَلَاةِ كُسُوفِ الشَّمْسِ

Telah menceritakan kepada kami [Mu’awiyah bin Amru] berkata, telah menceritakan kepada kami [Zaidah] dari [Hisyam bin ‘Urwah] dari [Fatimah binti Al Mundzir] dari [Asma’] dia berkata, “Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada kami untuk membebaskan budak saat pelaksanaan shalat gerhana matahari.”

Musnad Ahmad 25688

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ فَاطِمَةَ عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ خَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ فَقُلْتُ مَا شَأْنُ النَّاسِ يُصَلُّونَ فَأَشَارَتْ بِرَأْسِهَا إِلَى السَّمَاءِ فَقُلْتُ آيَةٌ قَالَتْ نَعَمْ فَأَطَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِيَامَ جِدًّا حَتَّى تَجَلَّانِي الْغَشْيُ فَأَخَذْتُ قِرْبَةً إِلَى جَنْبِي فَأَخَذْتُ أَصُبُّ عَلَى رَأْسِي الْمَاءَ فَانْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ تَجَلَّتْ الشَّمْسُ فَخَطَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ مَا مِنْ شَيْءٍ لَمْ أَكُنْ رَأَيْتُهُ إِلَّا قَدْ رَأَيْتُهُ فِي مَقَامِي هَذَا حَتَّى الْجَنَّةُ وَالنَّارُ إِنَّهُ قَدْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّكُمْ تُفْتَنُونَ فِي الْقُبُورِ قَرِيبًا أَوْ مِثْلَ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ لَا أَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَتْ أَسْمَاءُ يُؤْتَى أَحَدُكُمْ فَيُقَالُ مَا عِلْمُكَ بِهَذَا الرَّجُلِ فَأَمَّا الْمُؤْمِنُ أَوْ الْمُوقِنُ لَا أَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَتْ أَسْمَاءُ فَيَقُولُ هُوَ مُحَمَّدٌ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ جَاءَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى فَأَجَبْنَا وَاتَّبَعْنَا ثَلَاثَ مِرَارٍ فَيُقَالُ لَهُ قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنْ كُنْتَ لَتُؤْمِنُ بِهِ فَنَمْ صَالِحًا وَأَمَّا الْمُنَافِقُ أَوْ الْمُرْتَابُ لَا يَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَتْ أَسْمَاءُ فَيَقُولُ مَا أَدْرِي سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ شَيْئًا فَقُلْتُ

Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Fatimah] dari [Asma’] dia berkata, “Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terjadilah gerhana matahari, kemudian saya menemui ‘Aisyah, kukatakan padanya, “Ada apa dengan orang-orang, kenapa mereka shalat?” Lalu dia berisyarat dengan kepalanya ke langit, aku lalu bertanya lagi, “Inikah tandanya?” Dia menjawab, “Ya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melambatkan shalatnya hingga saya terasa akan pingsan, lalu saya mengambil seember air di sampingku dan mulai memercikkan air di atas kepalaku. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berlalu ketika matahari sudah mulai nampak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berkhutbah, beliau memuji Allah dan bertahmid kepada-Nya, lalu beliau bersabda: “Amma ba’du. Sesuatu yang belum pernah aku melihatnya sekarang aku dapat melihatnya di tempatku ini, bahkan surga dan neraka. Sungguh, telah diwahyukan kepadaku bahwa kalian akan diuji di kuburan kalian, atau seperti fitnahnya Al Masih Dajjal. -Saya tidak apa yang dikatakan oleh Asma-. Salah seorang kalian akan didatangkan, lalu ditanyakan, ‘Apa yang kamu ketahui tentang lelaki ini? ‘ Adapun seorang Mukmin, atau orang yang yakin -aku tidak tahu mana yang dikatakan oleh Asma-, maka ia akan mengatakan, ‘Dia adalah Muhammad, dialah Rasulullah. Dia datang kepada kami dengan membawa penjelasan dan petunjuk, maka kami menjawab dan mengikutinya -dengan tiga kali-.” Lalu dikatakan kepadanya, ‘Kami telah mengetahui bahwa kamu akan beriman kepadanya, maka tidurlah dengan nyaman’. Adapun orang munafik dan yang ragu -saya tidak tahu apa yang dikatakan oleh Asma- dia akan berkata, ‘Aku tidak tahu, aku mendengar manusia mengatakan sesuatu lalu aku ikut mengatakannya’.”

Musnad Ahmad 25689

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ فَاطِمَةَ عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ إِنَّهَا كَانَتْ إِذَا أُتِيَتْ بِالْمَرْأَةِ لِتَدْعُوَ لَهَا صَبَّتْ الْمَاءَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ جَيْبِهَا وَقَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَنَا أَنْ نُبْرِدَهَا بِالْمَاءِ وَقَالَ إِنَّهَا مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dari [Hisyam] dari [Fatimah] dari [Asma’] dia mengatakan bahwa jika ada seorang wanita yang didatangkan kepada, agar ia berdoa untuknya, maka ia (Asma) menyiramkan air antara dia dan kantong bajunya, lalu ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita agar mendinginkannya dengan air, dan beliau bersabda: “Sesungguhnya dia dari percikan api neraka.”

Musnad Ahmad 25690

حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ هِشَامٍ عَنْ فَاطِمَةَ عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ أَفْطَرْنَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ غَيْمٍ فِي رَمَضَانَ ثُمَّ طَلَعَتْ الشَّمْسُ قُلْتُ لِهِشَامٍ أُمِرُوا بِالْقَضَاءِ قَالَ وَبُدٌّ مِنْ ذَاكَ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Hisyam] dari [Fatimah] dari [Asma’] dia berkata, “Kami berbuka puasa pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat hari mendung pada bulan Ramadan, kemudian terbitlah matahari, maka saya bertanya kepada Hisyam, “Apakah mereka diperintahkan untuk mengqadla?” dia menjawab, “Itu sudah kewajiban mereka.”

Musnad Ahmad 25691

حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ وَفَاطِمَةُ بِنْتُ الْمُنْذِرِ عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ صَنَعْتُ سُفْرَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِ أَبِي بَكْرٍ حِينَ أَرَادَ أَنْ يُهَاجِرَ قَالَتْ فَلَمْ نَجِدْ لِسُفْرَتِهِ وَلَا لِسِقَائِهِ مَا نَرْبِطُهُمَا بِهِ قَالَتْ فَقُلْتُ لِأَبِي بَكْرٍ وَاللَّهِ مَا أَجِدُ شَيْئًا أَرْبِطُهُ بِهِ إِلَّا نِطَاقِي قَالَ فَقَالَ شُقِّيهِ بِاثْنَيْنِ فَارْبِطِي بِوَاحِدٍ السِّقَاءَ وَالْآخَرِ السُّفْرَةَ فَلِذَلِكَ سُمِّيَتْ ذَاتَ النِّطَاقَيْنِ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Bapaknya] dan [Fatimah binti Al Mundzir] dari [Asma’] dia berkata, “Saya membuat tempat makanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di rumah Abu Bakar, ketika beliau akan berhijrah.” Asma berkata, “Namun kami tidak mendapatkan sesuatu yang bisa digunakan untuk mengikat tempat makanan dan minumannya.” Asma melanjutkan, “Lalu aku berkata kepada Abu Bakar, ‘Demi Allah, saya tidak mendapatkan sesuatu untuk mengikatnya kecuali ikat pinggangku’. Perawi berkata, “Abu Bakar lalu berkata, “Sobeklah ia menjadi dua, lalu gunakanlah yang satu untuk mengikat tempat air dan yang lain untuk tempat makanan’. Maka karena itulah Asma diberi julukan ‘yang memiliki dua ikat pinggang’.”