Skip to main content

Musnad Ahmad 26233

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنِ ثَابِتٍ أَوْ عَنْ أَبِي ثَابِتٍ أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ مَسْجِدَ دِمَشْقَ فَقَالَ اللَّهُمَّ آنِسْ وَحْشَتِي وَارْحَمْ غُرْبَتِي وَارْزُقْنِي جَلِيسًا حَبِيبًا صَالِحًا فَسَمِعَهُ أَبُو الدَّرْدَاءِ فَقَالَ لَئِنْ كُنْتَ صَادِقًا لَأَنَا أَسْعَدُ بِمَا قُلْتَ مِنْكَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ { فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ } قَالَ الظَّالِمُ يُؤْخَذُ مِنْهُ فِي مَقَامِهِ فَذَلِكَ الْهَمُّ وَالْحَزَنُ { وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ } يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا { وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ } فَذَلِكَ الَّذِينَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al A’masyy] dari [Tsabit], atau dari [Abu Tsabit], bahwa seorang laki-laki masuk masjid Damaskus, dia lalu berkata, “Ya Allah, lunakkanlah hatiku yang keras, rahmatilah keterasinganku, berikan aku rezeki, seorang teman yang baik dan shalih, ” saat Abu Darda’ mendengar itu maka ia pun berkata, “Jika yang kamu ucapkan itu benar, sungguh aku lebih beruntung dengan yang kamu ucapkan daripada kamu, aku mendengar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca: ‘(Maka di antara mereka ada yang menzhalimi diri mereka sendiri) ‘, beliau bersabda: “Zhalim adalah sesuatu yang diambil darinya (dihisab) di tempatnya, maka itulah perasaan sedih dan susah, ‘(dan di antara mereka ada yang dipertengahan) ‘, yaitu yang dipermudah hisabnya, ‘(dan di antara mereka ada yang berlomba-lomba dalam kebaikan) ‘, mereka itulah orang-orang yang masuk surga tanpa hisab.”

Musnad Ahmad 26234

حَدَّثَنَا عَلِىُّ بْنُ بَحْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ قَالَ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ عَجْلَانَ قَالَ حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ مَوْلَى بَنِي يَزِيدَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ رَجُلًا مَرَّ بِهِ وَهُوَ يَغْرِسُ غَرْسًا بِدِمَشْقَ فَقَالَ لَهُ أَتَفْعَلُ هَذَا وَأَنْتَ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَا تَعْجَلْ عَلَيَّ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ غَرَسَ غَرْسًا لَمْ يَأْكُلْ مِنْهُ آدَمِيٌّ وَلَا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةً قَالَ عَبْد اللَّهِ قَالَ أَبِي قَالَ الْأَشْجَعِيُ يَعْنِي عَنْ سُفْيَانَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي زِيَادٍ دَخَلْتُ مَسْجِدَ دِمَشْقَ

Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Bahr] berkata, telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Tsabit bin Ajlan] berkata, telah menceritakan kepadaku [Al Qasim] bekas budak bani Yazid, dari [Abu Darda’], bahwa seseorang melewatinya ketika dia sedang menanam tanaman di Damaskus, kemudian orang itu bertanya kepadanya, “Apakah kamu melakukan hal ini padahal kamu adalah sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” maka Abu Darda’ pun berkata kepadanya, “Kamu jangan terburu-buru kepadaku, karena aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menanam tanaman, maka tidaklah seorang anak adam atau makhluk dari makhluk Allah Azza Wa jalla memakannya kecuali itu akan menjadi sedekah baginya.” Abdullah berkata; bapakku berkata, “Al Asyja’i berkata dari Sufyan, dari Al A’masy, dari Abu Ziyad, bahwa dia berkata, “Aku masuk masjid Damaskus.”

Musnad Ahmad 26235

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا الدَّرْدَاءِ لَا تَخْتَصَّ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ دُونَ اللَّيَالِي وَلَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ دُونَ الْأَيَّامِ

Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin Amir] berkata, telah menceritakan kepada kami [Isra’il] dari [Ashim] dari [Muhammad bin Sirin] dari [Abu Darda’] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Abu Darda, janganlah kamu khususkan hanya malam Jumat untuk bangun shalat malam sementara malam-malam yang lainnya tidak, dan jangan pula mengkhususkan hanya hari Jumat untuk puasa sementara hari yang lain tidak.”

Musnad Ahmad 26236

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصَّلَاةِ وَالصِّيَامِ وَالصَّدَقَةِ قَالُوا بَلَى قَالَ إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ وَفَسَادُ ذَاتِ الْبَيْنِ هِيَ الْحَالِقَةُ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu’awiyah] dari [Al A’masy] dari [Amru bin Murrah] dari [Salim bin Abu Al Ja’d] dari [Ummu Darda’] dari [Abu Darda’] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketahuilah, mahukah aku beritahukan kepada kalian hal yang lebih utama dari derajat shalat, puasa dan zakat?” para sahabat menjawab, “Tentu.” Beliau bersabda: “Menyambung hubungan silatu rahmi, dan rusaknya hubungan itu adalah merupakan hancurnya agama.”

Musnad Ahmad 26221

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى وَسُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ بِلَالِ بْنِ أَبِي الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَظَلَّتْ الْخَضْرَاءُ وَلَا أَقَلَّتْ الْغَبْرَاءُ مِنْ ذِي لَهْجَةٍ أَصْدَقَ مِنْ أَبِي ذَرٍّ

Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] dan [Sulaiman bin Harb] keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ali bin Zaid] dari [Bilal bin Abu Darda’] dari [Abu Darda’] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah pepohonan hijau menaungi dan tidaklah bumi menyangga orang yang memiliki lahjah (logat), yang lebih jujur dari Abu Dzar.”

Musnad Ahmad 26237

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ الْوَصَّافِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَمِعَ مِنْ رَجُلٍ حَدِيثًا لَا يَشْتَهِي أَنْ يُذْكَرَ عَنْهُ فَهُوَ أَمَانَةٌ وَإِنْ لَمْ يَسْتَكْتِمْهُ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu’awiyah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Walid Al Washafi] dari [Abdullah bin Ubaid bin Umair] dari [Abu Darda’] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mendengar suatu perkataan dari seseorang sedangkan dia tidak suka untuk disebutkan maka itu adalah amanat, jika dia tidak merahasiakannya.”

Musnad Ahmad 26222

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ قَالَ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلَالٍ عَنْ عُمَرَ الدِّمَشْقِيِّ أَنَّ مُخْبِرًا أَخْبَرَهُ عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّهُ قَالَ سَجَدْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِحْدَى عَشْرَةَ سَجْدَةً مِنْهُنَّ سَجْدَةُ النَّجْمِ

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ghailan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Risydin] berkata, telah menceritakan kepadaku [Amru bin Al Harits] dari [Sa’id bin Abu Hilal] dari [Umar Ad Dimasyqi] bahwa [seorang pembawa berita] mengabarkan kepadanya, dari [Ummu Darda’] dari [Abu Darda’] bahwa dia berkata, “Aku sujud bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelas kali sujud, di antaranya adalah sujud dalam surat An Najm.”

Musnad Ahmad 26238

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ ذَكْوَانَ عَنْ رَجُلٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ { لَهُمْ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ } قَالَ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ يَرَاهَا الْمُسْلِمُ أَوْ تُرَى لَهُ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Al A’masy] dari [Dzakwan] dari [seorang laki-laki] dari [Abu Darda’] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tentang firman Allah: ‘(Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan dalam kehidupan di akhirat) ‘ (Qs. Yunus: 64), beliau bersabda: “Itulah mimpi yang bagus yang dimimpikan oleh seorang Muslim, atau diperlihatkan kepadanya.”

Musnad Ahmad 26223

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ يَعْنِي أَبَا دَاوُدَ الطَّيَالِسِيَّ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ سَالِمَ بْنَ أَبِي الْجَعْدِ يُحَدِّثُ عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ أَيَعْجَزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فِي لَيْلَةٍ فَقِيلَ وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ قَالَ اقْرَأْ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Daud] -yakni Abu Daud At Thayalisi- berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [Qatadah] berkata, aku mendengar [Salim bin Abu Ja’d] menceritakan dari [Ma’dan bin Abu Thalhah] dari [Abu Darda’] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Apakah kalian mampu membaca sepertiga dari Al Qur’an semalam?” lalu dikatakan, “Siapa yang mampu melakukannya?” beliau bersabda: “Bacalah: ‘QUL HUWALLAHU AHAD (Katakanlah bahwa Dialah Allah yang Maha Esa) ‘. (Surat al Ikhlash).

Musnad Ahmad 26239

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ قَالَ كَانَ فِينَا رَجُلٌ لَمْ تَزَلْ بِهِ أُمُّهُ أَنْ يَتَزَوَّجَ حَتَّى تَزَوَّجَ ثُمَّ أَمَرَتْهُ أَنْ يُفَارِقَهَا فَرَحَلَ إِلَى أَبِي الدَّرْدَاءِ بِالشَّامِ فَقَالَ إِنَّ أُمِّي لَمْ تَزَلْ بِي حَتَّى تَزَوَّجْتُ ثُمَّ أَمَرَتْنِي أَنْ أُفَارِقَ قَالَ مَا أَنَا بِالَّذِي آمُرُكَ أَنْ تُفَارِقَ وَمَا أَنَا بِالَّذِي آمُرُكَ أَنْ تُمْسِكَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوْ احْفَظْهُ قَالَ فَرَجَعَ وَقَدْ فَارَقَهَا

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Atha’ bin As Saib] dari [Abu Abdurrahman As Sulamii] dia berkata, “Di antara kami ada seorang laki-laki yang selalu diperintahkan oleh ibunya untuk menikah, hingga ketika ia manikah ibunya memerintahkan agar ia menceraikanya kembali. Maka dia pergi menemui [Abu Darda’] di Syam seraya berkata, “Sesungguhnya ibuku selalu menyuruhku untuk menikah, hingga setelah aku menikah ia memerintahkan aku untuk menceraikannya?” Abu Darda’ berkata, “Aku tidak ada hak untuk memerintahkanmu bercerai atau tetap mempertahankan biduk rumah tanggamu, hanya saja aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang tua ibarat pintu yang berada di tengah-tengah surga, maka apakah kamu akan menghilangkan pintu tersebut ataukah akan menjaganya.” Abu ‘Abdurrahman As Sulami berkata, “Maka laki-laki tersebut pulang dan menceraikan isterinya.”