Skip to main content

Musnad Ahmad 26258

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي السَّفَرِ قَالَ كَسَرَ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ سِنَّ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فَاسْتَعْدَى عَلَيْهِ مُعَاوِيَةَ فَقَالَ الْقُرَشِيُّ إِنَّ هَذَا دَقَّ سِنِّي قَالَ مُعَاوِيَةُ كَلَّا إِنَّا سَنُرْضِيهِ قَالَ فَلَمَّا أَلَحَّ عَلَيْهِ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ مُعَاوِيَةُ شَأْنَكَ بِصَاحِبِكَ وَأَبُو الدَّرْدَاءِ جَالِسٌ فَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصَابُ بِشَيْءٍ فِي جَسَدِهِ فَيَتَصَدَّقُ بِهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهِ دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً قَالَ فَقَالَ الْأَنْصَارِيُّ أَأَنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ سَمِعَتْهُ أُذُنَايَ وَوَعَاهُ قَلْبِي يَعْنِي فَعَفَا عَنْهُ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Abu Ishaq] dari [Abu Safar] dia berkata, “Seorang lelaki Quraisy memecahkan gigi seorang lelaki dari Anshar, maka lelaki Anshar itu pun minta tolong kepada Mu’awiyah, lelaki Quraisy itu pun berkata, “Sesungguhnya dia ini telah memukul gigiku!” Mu’awiyah berkata, “Sekali-kali tidak, sesungguhnya kami akan meridlainya.” Ketika laki-laki Anshar itu terus mendesak, maka Mu’awiyah pun berkata, “Itu urusanmu dengan sahabatmu, ” sementara saat itu [Abu Darda] duduk di sisinya. Abu Darda lalu berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim terkena sesuatu di tubuhnya kemudian dia bersedekah dengannya kecuali Allah akan mengangkat derajatnya, dan menghapuskan darinya satu kesalahan.” Abu As Safar berkata, “Lelaki Anshar itu lalu berkata, “Apakah kamu mendengar ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Abu Darda’ menjawab, “Ya. Aku telah mendengar dengan telingaku dan aku fahami dengan hatiku, ” lantas dia pun memaafkannya.”

Musnad Ahmad 26243

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عُمَرَ الصِّينِيَّ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّهُ إِذَا كَانَ نَزَلَ بِهِ ضَيْفٌ قَالَ يَقُولُ لَهُ أَبُو الدَّرْدَاءِ مُقِيمٌ فَنُسْرِجُ أَوْ ظَاعِنٌ فَنَعْلِفُ قَالَ فَإِنْ قَالَ لَهُ ظَاعِنٌ قَالَ لَهُ مَا أَجِدُ لَكَ شَيْئًا خَيْرًا مِنْ شَيْءٍ أَمَرَنَا بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ الْأَغْنِيَاءُ بِالْأَجْرِ يَحُجُّونَ وَلَا نَحُجُّ وَيُجَاهِدُونَ وَلَا نُجَاهِدُ وَكَذَا وَكَذَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ جِئْتُمْ مِنْ أَفْضَلِ مَا يَجِيءُ بِهِ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَنْ تُكَبِّرُوا اللَّهَ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ وَتُسَبِّحُوهُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَتَحْمَدُوهُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja’far] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [Al Hakam] berkata, aku mendengar [Abu Umar As Shini] dari [Abu Darda’] bahwa jika dia kedatangan tamu, Abu Darda’ berkata kepadanya, “Apakah kamu bermukim, maka aku akan memberimu jamuan? Ataukah langsung berangkat, sehingga kami akan memberimu bekal?” Jika tamu tersebut menjawab, “Melanjutkan perjalanan, ” maka Abu Darda’ berkata kepadanya, “Aku tidak mendapati pada dirimu kebaikan pun dari apa yang pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam perintahkan. Kami berkata, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala, mereka berhaji sedangkan kami tidak bisa berhaji, mereka berjihad sedangkan kami tidak mampu untuk berangkat jihad, seperti ini dan seperti ini, maka beliau pun bersabda: “Maukah kalian aku tunjukkan terhadap sesuatu, jika kalian melakukannya maka kalian mendapatkan keutamaan yang lebih dari apa yang mereka kerjakan? Hendaknya kalian bertakbir kepada Allah sebanyak tiga puluh empat kali, bertasbih tiga puluh tiga kali dan bertahmid tiga puluh tiga kali di setiap selesai shalat.”

Musnad Ahmad 26259

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا دَاوُدُ وَابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ دَاوُدَ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ لَقِيتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ قَالَ ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ فِي حَدِيثِهِ فَقَدِمْتُ الشَّامَ فَلَقِيتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ قَالَ مِمَّنْ أَنْتَ قُلْتُ مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ قَالَ هَلْ تَقْرَأُ عَلَيَّ قِرَاءَةَ ابْنِ مَسْعُودٍ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَاقْرَأْ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى قُلْتُ { وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى } وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى قَالَ هَكَذَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَؤُهَا قَالَ أَحْسَبُهُ قَالَ فَضَحِكَ

Telah menceritakan kepada kami [Isma’il] telah menceritakan kepada kami [Daud] dan [Ibnu Abu Adii] dari [Daud] dari [Asy Sya’bi] dari [Al Qamah] dia berkata, “Aku bertemu dengan [Abu Darda’], sedangkan Ibnu Abu Adi menceritakan dalam hadisnya, “Aku tiba di Syam dan bertemu dengan Abu Darda’, dia bertanya, “Dari mana kamu?” Aku menjawab, “Dari penduduk Kufah.” Abu Darda berkata lagi, “Mahukah kamu membacakan kepadaku bacaannya [Ibnu Mas’ud]?” Aku menjawab, “Ya.” Abu Darda berkata, “Bacalah: ‘WALLAILI IDZAA YAGHSYAA (Surat Al Lail), Aku lalu membaca: “‘WALLAILI IDZAA YAGHSYAA WANNAHAARI IDZAA TAJALLAA’. Abu Darda menyahut: WADZ-DZAKARI WAL ‘UNTSAA. Dia katakan, “Seperti inilah aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membacanya. Alqamah berkata, “Menurutku ia berkata, “Lalu Abu Darda tertawa.”

Musnad Ahmad 26228

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ أَبُو الدَّرْدَاءِ وَهُوَ مُغْضَبٌ فَقُلْتُ مَنْ أَغْضَبَكَ قَالَ وَاللَّهِ لَا أَعْرِفُ فِيهِمْ مِنْ أَمْرِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا إِلَّا أَنَّهُمْ يُصَلُّونَ جَمِيعًا

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al A’masy] dari [Salim bin Abu Al Ja’d] dari [Ummu Darda’] dia berkata, ” [Abu Darda’] menemuiku dengan keadaan marah, maka aku berkata, “Kamu marah kepada siapa?” Dia menjawab, “Demi Allah, aku tidak mengetahui tentang mereka dari perkara Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sesuatupun kecuali bahwa mereka masih melaksanakan shalat.”

Musnad Ahmad 26229

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ أَبُو الدَّرْدَاءِ وَهُوَ مُغْضَبٌ فَقُلْتُ لَهُ مَا لَكَ فَقَالَ مَا أَعْرِفُ مِنْ أَمْرِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا الصَّلَاةَ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Al A’masy] dari [Salim bin Abu Al Ja’d] dari [Ummu Darda’] dia berkata, ” [Abu Darda’] datang menemuiku dengan keadaan marah, maka aku bertanya kepadanya, “Ada apa denganmu?” Maka dia menjawab, “Aku tidak mengetahhui suatupun dari perkara Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam (yang tersisa) kecuali hanya shalat.”

Musnad Ahmad 26230

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَمْرٍو الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ يَعِيشَ بْنِ الْوَلِيدِ بْنِ هِشَامٍ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ قَالَ حَدَّثَنِي مَعْدَانُ بْنُ أَبِي طَلْحَةَ أَنَّ أَبَا الدَّرْدَاءِ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاءَ فَأَفْطَرَ قَالَ فَلَقِيتُ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَسْجِدِ دِمَشْقَ فَقُلْتُ إِنَّ أَبَا الدَّرْدَاءِ أَخْبَرَنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاءَ فَأَفْطَرَ قَالَ صَدَقَ أَنَا صَبَبْتُ لَهُ وَضُوءَهُ

Telah menceritakan kepada kami [Abdus Shamad] berkata, telah menceritakan kepada kami [ayahku] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Husain] dari [Yahya bin Abu Katsir] berkata, telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin Amru Al Auza’i] dari [Ya’isy bin Al Walid bin Hisyam] telah menceritakan padanya, bahwa [ayahnya] telah menceritakan kepadanya, dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Ma’dan bin Abu Thalhah] bahwa [Abu Darda’] telah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah muntah kemudian beliau berbuka. Maka aku pun menemui [Tsauban], bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di dalam Masjid Damaskus, kemudian aku berkata, “Sesungguhnya Abu Darda’ telah mengabarkan kepadaku, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam muntah kemudian beliau berbuka?” dia lalu menjawab, “Benar, akulah yang menuangkan air wudlu’ untuk beliau.”

Musnad Ahmad 26231

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْقُوبَ يَعْنِي إِسْحَاقَ بْنَ عُثْمَانَ الْكِلَابِيَّ قَالَ سَمِعْتُ خَالِدَ بْنَ دُرَيْكٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ يَرْفَعُ الْحَدِيثَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَجْمَعُ اللَّهُ فِي جَوْفِ رَجُلٍ غُبَارًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَدُخَانَ جَهَنَّمَ وَمَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَرَّمَ اللَّهُ سَائِرَ جَسَدِهِ عَلَى النَّارِ وَمَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَاعَدَ اللَّهُ عَنْهُ النَّارَ مَسِيرَةَ أَلْفِ سَنَةٍ لِلرَّاكِبِ الْمُسْتَعْجِلِ وَمَنْ جُرِحَ جِرَاحَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَتَمَ لَهُ بِخَاتَمِ الشُّهَدَاءِ لَهُ نُورٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَوْنُهَا مِثْلُ لَوْنِ الزَّعْفَرَانِ وَرِيحُهَا مِثْلُ رِيحِ الْمِسْكِ يَعْرِفُهُ بِهَا الْأَوَّلُونَ وَالْآخِرُونَ يَقُولُونَ فُلَانٌ عَلَيْهِ طَابَعُ الشُّهَدَاءِ وَمَنْ قَاتَلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فُوَاقَ نَاقَةٍ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa’id] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Abu Ya’qub] -yakni Ishaq bin Utsman Al Kilabi- berkata, aku mendengar [Khalid bin Duraik] menceritakan dari [Abu Darda’] dia merafa’kan (mengangkat) hadis sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah tidak akan mengumpulkan dalam perut seorang lelaki antara debu karena berperang di jalan Allah dengan asap Neraka Jahannam, barangsiapa yang kedua telapak kakinya berdebu karena berperang di jalan Allah maka Allah akan mengharamkan seluruh tubuhnya dari api neraka. Barangsiapa berpuasa sehari di jalan Allah maka Allah akan jauhkan dia dari api Neraka dari jarak seribu tahun perjalanan orang yang berkendaraan dengan cepat. Barangsiapa terluka di jalan Allah, maka Allah akan berikan tanda (stempel) Syuhada’ kepadanya yang memiliki cahaya pada hari Qiyamat, warnanya seperti warna minyak Za’faran dan wanginya seperti wangi minyak kasturi yang dapat diketahui oleh orang-orang yang sudah terdahulu maupun orang-orang yang datang. Kemudian mereka akan mengatakan ‘fulan ada tanda (stempel) syuhadanya’. Dan barangsiapa berperang di jalan Allah meski selama orang memerah susu unta, maka wajib baginya untuk masuk ke dalam Surga.”

Musnad Ahmad 26232

حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ حَيَّانَ وَإِسْمَاعِيلَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ لَقَدْ رَأَيْنَا فِي بَعْضِ أَسْفَارِنَا وَإِنَّ أَحَدَنَا لَيَضَعُ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ مِنْ شِدَّةِ الْحَرِّ وَمَا فِي الْقَوْمِ صَائِمٌ إِلَّا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَوَاحَةَ وَقَالَ أَبُو عَامِرٍ عُثْمَانُ بْنُ حَيَّانَ وَحْدَهُ

Telah bercerita kepada kami [Hammad bin Khalid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Sa’d] dari [Utsman bin Hayyan] dan [Isma’il bin Ubaidullah] dari [Ummu Darda] dari [Abu Darda’] berkata, “Sungguh kami melihat pada sebagian perjalanan kami, salah seorang dari kami meletakkan tangannya di atas kepalanya karena kondisi yang sangat panas, dan di antara kami tidak ada yang berpuasa selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abdullah bin Rawahah.” Dan [Abu Amir] menyebutkan, “Hanya Utsman bin Hayyan saja.”

Musnad Ahmad 26233

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنِ ثَابِتٍ أَوْ عَنْ أَبِي ثَابِتٍ أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ مَسْجِدَ دِمَشْقَ فَقَالَ اللَّهُمَّ آنِسْ وَحْشَتِي وَارْحَمْ غُرْبَتِي وَارْزُقْنِي جَلِيسًا حَبِيبًا صَالِحًا فَسَمِعَهُ أَبُو الدَّرْدَاءِ فَقَالَ لَئِنْ كُنْتَ صَادِقًا لَأَنَا أَسْعَدُ بِمَا قُلْتَ مِنْكَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ { فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ } قَالَ الظَّالِمُ يُؤْخَذُ مِنْهُ فِي مَقَامِهِ فَذَلِكَ الْهَمُّ وَالْحَزَنُ { وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ } يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا { وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ } فَذَلِكَ الَّذِينَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al A’masyy] dari [Tsabit], atau dari [Abu Tsabit], bahwa seorang laki-laki masuk masjid Damaskus, dia lalu berkata, “Ya Allah, lunakkanlah hatiku yang keras, rahmatilah keterasinganku, berikan aku rezeki, seorang teman yang baik dan shalih, ” saat Abu Darda’ mendengar itu maka ia pun berkata, “Jika yang kamu ucapkan itu benar, sungguh aku lebih beruntung dengan yang kamu ucapkan daripada kamu, aku mendengar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca: ‘(Maka di antara mereka ada yang menzhalimi diri mereka sendiri) ‘, beliau bersabda: “Zhalim adalah sesuatu yang diambil darinya (dihisab) di tempatnya, maka itulah perasaan sedih dan susah, ‘(dan di antara mereka ada yang dipertengahan) ‘, yaitu yang dipermudah hisabnya, ‘(dan di antara mereka ada yang berlomba-lomba dalam kebaikan) ‘, mereka itulah orang-orang yang masuk surga tanpa hisab.”

Musnad Ahmad 26234

حَدَّثَنَا عَلِىُّ بْنُ بَحْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ قَالَ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ عَجْلَانَ قَالَ حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ مَوْلَى بَنِي يَزِيدَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ رَجُلًا مَرَّ بِهِ وَهُوَ يَغْرِسُ غَرْسًا بِدِمَشْقَ فَقَالَ لَهُ أَتَفْعَلُ هَذَا وَأَنْتَ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَا تَعْجَلْ عَلَيَّ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ غَرَسَ غَرْسًا لَمْ يَأْكُلْ مِنْهُ آدَمِيٌّ وَلَا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةً قَالَ عَبْد اللَّهِ قَالَ أَبِي قَالَ الْأَشْجَعِيُ يَعْنِي عَنْ سُفْيَانَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي زِيَادٍ دَخَلْتُ مَسْجِدَ دِمَشْقَ

Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Bahr] berkata, telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Tsabit bin Ajlan] berkata, telah menceritakan kepadaku [Al Qasim] bekas budak bani Yazid, dari [Abu Darda’], bahwa seseorang melewatinya ketika dia sedang menanam tanaman di Damaskus, kemudian orang itu bertanya kepadanya, “Apakah kamu melakukan hal ini padahal kamu adalah sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” maka Abu Darda’ pun berkata kepadanya, “Kamu jangan terburu-buru kepadaku, karena aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menanam tanaman, maka tidaklah seorang anak adam atau makhluk dari makhluk Allah Azza Wa jalla memakannya kecuali itu akan menjadi sedekah baginya.” Abdullah berkata; bapakku berkata, “Al Asyja’i berkata dari Sufyan, dari Al A’masy, dari Abu Ziyad, bahwa dia berkata, “Aku masuk masjid Damaskus.”