Skip to main content

Musnad Ahmad 25017

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ بَشِيرٍ عَنْ سَالِمٍ سَبَلَانَ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ عَائِشَةَ إِلَى مَكَّةَ فَكَانَتْ تَخْرُجُ بِأَبِي يَحْيَى التَّيْمِيِّ يُصَلِّي لَهَا فَأَدْرَكَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ فَأَسَاءَ الْوُضُوءَ فَقَالَتْ لَهُ عَائِشَةُ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ أَسْبِغْ الْوُضُوءَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنْ النَّارِ

Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] dari [Ibnu Abu Dzi’bin] dari [Imran bin Basyir] dari [Salim Sabalan] berkata; “Kami pernah pergi bersama [Aisyah] ke Makkah, ia keluar bersama Abu Yahya At Taimi yang sedang shalat bersamanya. Ketika itu Abdurrahman bin Abi Bakr menjumpai kami, Lalu ia memperlihatkan wudhunya yang masih salah kepada kami. Aisyah pun berkata kepadanya; ‘Wahai Abdurrahman; sempurnakanlah wudhu. Karena, aku telah mendengar Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Celakalah tumit yang menjadi bagian dari Neraka’.”

Musnad Ahmad 25002

قَالَ قَرَأْتُ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ : مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْيَانًا يَأْتِينِي فِي مِثْلِ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيَفْصِمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ مَا قَالَ وَأَحْيَانًا يَأْتِينِي يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ قَالَتْ عَائِشَةُ وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ فَيَفْصِمُ عَنْهُ وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا

(Imam Ahmad) Berkata; aku telah membacakan kepada [Abdurrahman]; [Malik] dari [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] berkata; “Sesungguhnya Harits bin Hisyam pernah bertanya kepada Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam, ia bertanya; “Wahai Rasulullah! Bagaimana cara wahyu datang kepadamu?” Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Terkadang ia mendatangiku seperti suara gemerincing lonceng, dan itu adalah kondisi yang aku rasakan paling berat hingga ia pergi dan aku telah sadar terhadap apa yang ia katakan. Dan, terkadang ia mendatangiku dengan menyerupai seorang lelaki yang berbicara kepadaku dan aku mengetahui apa yang ia katakan.” Aisyah berkata; “Aku pernah melihatnya turun pada hari yang sangat dingin, lalu ia meninggalkannya sementara kening beliau berpeluh.”

Musnad Ahmad 25018

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَشْجَعِيُّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ

Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadhr] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Asyja’i] dari [Sufyan] dari [Al Qomah bin Martsad] dari [Ibnu Buraidah] dari [Aisyah] berkata; “Wahai Rasulullah! Bagaimana jika aku mendapatkan lailatul qodar, apa yang hendaknya aku baca?” Beliau bersabda: “Berdo’alah, ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA (ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun lagi mencintai ampunan).”

Musnad Ahmad 24987

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ أَخْبَرَنِي جَعْفَرُ بْنُ كَيْسَانَ قَالَ حَدَّثَتْنِي عَمْرَةُ الْعَدَوِيَّةُ قَالَتْ سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفَارُّ مِنْ الطَّاعُونِ كَالْفَارِّ مِنْ الزَّحْفِ

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Ja’far bin Kaisan] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Amrah Al Adawiyah] dia berkata; saya telah mendengar [Aisyah] menuturkan; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang lari dari penyakit tha’un seperti halnya orang yang lari dari peperangan yang berkecamuk.”

Musnad Ahmad 24988

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ إِنَّمَا نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الصَّلَاةِ أَنْ يُتَحَرَّى بِهَا طُلُوعُ الشَّمْسِ وَغُرُوبُهَا

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Thawus] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] bahwasanya dia berkata; “Sesungguhnya yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah shalat yang bersamaan dengan terbit dan tenggelamnya matahari.”

Musnad Ahmad 24989

حَدَّثَنَا أَزْهَرُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوْتَرَ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ

Telah menceritakan kepada kami [Azhar bin Al Qasim] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Qotadah] dari [Zurarah bin Aufa] dari [Sa’ad bin Hisyam] dari [Aisyah]; “Apabila Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat witir, beliau shalat dua rekaat dengan duduk.”

Musnad Ahmad 24990

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ بْنُ شَجَّاحٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي وَرْقَاءُ بِنْتُ هُذَامٍ الْهُنَائِيَّةُ قَالَتْ سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُولُ رُبَّمَا رَأَيْتُ فِي ثَوْبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجَنَابَةَ فَأَفْرُكُهُ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa’id, budaknya bani Hasyim] telah menceritakan kepada kami [Thalhah bin Syajjaj] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Warqa’ binti Hudzam Al Hunaiyah] berkata; saya telah mendengar [Aisyah] menuturkan; “Sepertinya aku pernah melihat bekas junub di baju Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu saya menggaruknya.”

Musnad Ahmad 24991

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ قَالَ حَدَّثَتْنِي وَرْقَاءُ أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَانَ عَلَيْهِ دَيْنٌ هَمَّهُ قَضَاؤُهُ أَوْ هَمَّ بِقَضَائِهِ لَمْ يَزَلْ مَعَهُ مِنْ اللَّهِ حَارِسٌ

Telah menceritakan kami [Abu Sa’id], budaknya bani Hasyim telah menceritakan kepada kami [Thalhah] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Warqa’] bahwa [Aisyah] menuturkan; Saya telah mendengar Abu Qasim shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang memiliki utang dan ia berkeinginan untuk menunaikannya atau berkeinginan untuk membayarnya, maka ia akan senantiasa bersama Allah sebagai penjaganya.”

Musnad Ahmad 24992

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنِ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa’id] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad] dari [Al Hasan bin Ubaidullah] dari [Ibrahim] dari [Al Aswad] dari [Aisyah] menuturkan; “Rasulullah sangat bersungguh-sungguh (beri’tikaf) pada sepuluh hari terakhir, tidak seperti kesungguhan beliau pada selainnya.”

Musnad Ahmad 24993

حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا مَرِضَ قَرَأَ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَتَيْنِ وَيَنْفُثُ قَالَتْ عَائِشَةُ فَلَمَّا ثَقُلَ جَعَلْتُ أَنْفُثُ عَلَيْهِ بِهِمَا وَأَمْسَحُ بِيَمِينِهِ الْتِمَاسَ بَرَكَتِهَا

Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Khalid] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Azzuhri] dari [Urwah] dari [Aisyah]; “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sakit, beliau membacakan untuk dirinya sendiri dengan ma’udzatain (dua surat perlindungan) dan meniupkannya.” Aisyah menuturkan; “Tatkala sakit beliau bertambah parah, saya meniup dengan kedua surat tersebut dan saya megusapya dengan tangan kanannya, berharap mendapat berkahnya.”