Skip to main content

Musnad Ahmad 25104

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ دَخَلَتْ عَلَيَّ خُوَيْلَةُ بِنْتُ حَكِيمِ بْنِ أُمَيَّةَ بْنِ حَارِثَةَ بْنِ الْأَوْقَصِ السُّلَمِيَّةُ وَكَانَتْ عِنْدَ عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ قَالَتْ فَرَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَذَاذَةَ هَيْئَتِهَا فَقَالَ لِي يَا عَائِشَةُ مَا أَبَذَّ هَيْئَةَ خُوَيْلَةَ قَالَتْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ امْرَأَةٌ لَا زَوْجَ لَهَا يَصُومُ النَّهَارَ وَيَقُومُ اللَّيْلَ فَهِيَ كَمَنْ لَا زَوْجَ لَهَا فَتَرَكَتْ نَفْسَهَا وَأَضَاعَتْهَا قَالَتْ فَبَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ فَجَاءَهُ فَقَالَ يَا عُثْمَانُ أَرَغْبَةً عَنْ سُنَّتِي قَالَ فَقَالَ لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَكِنْ سُنَّتَكَ أَطْلُبُ قَالَ فَإِنِّي أَنَامُ وَأُصَلِّي وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأَنْكِحُ النِّسَاءَ فَاتَّقِ اللَّهَ يَا عُثْمَانُ فَإِنَّ لِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِضَيْفِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا فَصُمْ وَأَفْطِرْ وَصَلِّ وَنَمْ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah, isteri Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam] berkata; “Khuwailah binti Hakim bin Umayah bin Haritsah bin Al Auqas Assulamiyah, ia adalah isterinya Utsman bin Mazh’un, ia menemuiku.” Aisyah berkata; “Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya seolah ia mempunyai peringai yang buruk. Beliau menuturkan kepadaku: “Wahai Aisyah! Alangkah buruknya tingkah laku Khuwailah?” ia berkata; saya menjawab; “Wahai Rasulullah! Ia adalah seorang wanita yang tidak mempunyai suami, berpuasa di siang harinya, dan selalu shalat malam. Ia seperti orang yang tidak punya suami sama sekali, ia tidak memperhatikan dirinya sendiri dan menyia-nyiakannya.” Ia berkata; “Kemudian Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam mengutus kepada Utsman bin Mazh’un, dan ia pun mendatangi beliau. Beliau bertanya: ‘Wahai Utsman, apakah engkau membenci sunnahku? ‘ ia menjawab; ‘Tidak, demi Allah Wahai Rasulullah! Akan tetapi aku melaksanakan sunnahmu.’ Beliau menuturkan; “Sesungguhnya aku tidur, berpuasa, berbuka, dan menikahi wanita. Maka bertakwalah wahai Utsman! Karena keluargamu mempunyai hak, tamu mu juga memiliki hak, dan diri mu juga mempunyai hak. Maka berpuasa dan berbukalah, serta shalat dan tidurlah.”

Musnad Ahmad 25120

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا أَلْقَاهُ السَّحَرَ الْآخِرَ عِنْدِي إِلَّا نَائِمًا تَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ayahnya] dari [Abu Salamah] dari [Aisyah] berkata; “Tidaklah aku melihat sihir yang terakhir kecuali mengenai ia ketika tidur, yaitu Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam”

Musnad Ahmad 25105

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ مَرَّتْ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَوْلَاءُ بِنْتُ تُوَيْتٍ فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا تُصَلِّي بِاللَّيْلِ صَلَاةً كَثِيرَةً فَإِذَا غَلَبَهَا النَّوْمُ ارْتَبَطَتْ بِحَبْلٍ فَتَعَلَّقَتْ بِهِ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلْتُصَلِّ مَا قَوِيَتْ عَلَى الصَّلَاةِ فَإِذَا نَعَسَتْ فَلْتَنَمْ

Telah menceritakan kepada kami [Ya’qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah, isteri Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam] berkata; “Haulah binti Tuwait pernah melintas di depan Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam, lalu dikatakan kepada beliau; ‘Wahai Rasulullah! Sesungguhnya wanita tersebut banyak melakukan shalat malam, apabila ia ketiduran, ia mengikat dirinya dengan tali tersebut’.” ia berkata; “Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Hendaknya ia melakukan shalat yang ia mampu, apabila ia mengantuk maka tidurlah’.”

Musnad Ahmad 25090

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ قَالَ سُئِلَ سَعِيدٌ مَا يَقُولُ الرَّجُلُ فِي رُكُوعِهِ فَأَخْبَرَنَا عَنْ قَتَادَةَ عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahab] berkata; [Sa’id] pernah ditanya; “Apa yang dibaca oleh lelaki tersebut dalam ruku’nya?” telah mengabarkan kepada kami [Qotadah] dari [Mutharrif bin Abdullah] dari [Aisyah] bahwa dalam ruku’ dan sujudnya, Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam membaca; SUBBUHUN QUDDUS RABBUL MALAAIKATI WAR RUUH (Ya Allah yang maha Suci, Tuhan para malaikat dan Jibril).

Musnad Ahmad 25091

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ بْنُ أَبِي قُرَّةَ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ يَعْنِي ابْنَ بِلَالٍ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ أُمِّهِ فِي قِصَّةٍ ذَكَرَهَا فَقَالَتْ عَائِشَةُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَشَارَ بِحَدِيدَةٍ إِلَى أَحَدٍ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يُرِيدُ قَتْلَهُ فَقَدْ وَجَبَ دَمُهُ

Telah menceritakan kepada kami [Ubaid bin Abi Qurrah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Sulaiman, yaitu Ibnu Bilal] dari [Al Qomah] dari [ibunya] pada kisah yang ia ceritakan. [Aisyah] berkata; “Aku mendengar Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang mengisyaratkan pada salah seorang di antara kaum muslimin dengan pedangnya dan ia ingin membunuhnya, maka darahnya telah (halal).”

Musnad Ahmad 25092

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ عَنْ دَاوُدَ عَنْ عَامِرٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَوْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَاتِمًا شَيْئًا لَكَتَمَ هَذِهِ الْآيَةَ { وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ }

Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahab] dari [Daud] dari [Amir] dari [Aisyah] berkata; “Kalaulah Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam (diperbolehkan) menyembunyikan sesuatu, sungguh beliau akan menyembunyikan ayat berikut ini. “Dan (ingatlah), ketika kamu Berkata kepada orang yang Allah Telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) Telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya.””

Musnad Ahmad 25093

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَؤُهُ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ فَلَهُ أَجْرَانِ اثْنَانِ

Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahab] dari [Sa’id] dari [Qotadah] dari [Zurarah bin Aufa] dari [Sa’ad bin Hisyam] dari [Aisyah] bahwa Nabi shallaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang yang pandai (dalam membaca) Al-Qur’an maka ia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan, orang yang membacanya dan ia terbata-bata serta kesusahan maka baginya dua pahala.”

Musnad Ahmad 25094

حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ رُفَيْعٍ عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي الْقِدْرَ فَيَأْخُذُ الذِّرَاعَ مِنْهَا فَيَأْكُلُهَا ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ

Telah menceritakan kepada kami [Abidah bin Humaid] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abdul Aziz bin Rufai’], dari [Ikrimah] berkata; [Aisyah] berkata; “Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendatangi pancinya, beliau mengambil daging unta darinya dan memakannya. Kemudian beliau shalat dan tidak berwudhu (terlebih dahulu).”

Musnad Ahmad 25095

حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ قَالَ حَدَّثَنِي مَنْصُورٌ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ مَنْ أَصْبَحَ جُنُبًا فَلَا صَوْمَ لَهُ فَأَرْسَلَ مَرْوَانُ أَبُو بَكْرِ بْنِ عَبْدَ الرَّحْمَنِ إِلَى عَائِشَةَ يَسْأَلُهَا فَقَالَ لَهَا إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ مَنْ أَصْبَحَ جُنُبًا فَلَا صَوْمَ لَهُ فَقَالَتْ عَائِشَةُ قَدْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجْنِبُ ثُمَّ يُتِمُّ صَوْمَهُ فَأَرْسَلَ إِلَى أَبِي هُرَيْرَةَ فَأَخْبَرَهُ أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُجْنِبُ ثُمَّ يُتِمُّ صَوْمَهُ فَكَفَّ أَبُو هُرَيْرَةَ

Telah menceritakan kepada kami [Abidah] berkata; telah menceritakan kepadaku [Manshur] dari [Mujahid] dari [Abu Bakr bin Abdurrahman] berkata; Abu Hurairah berkata; “Barangsiapa yang di pagi hari dalam keadaan junub, maka tidak sah puasanya.” Kemudian Marwan mengutus Abu Bakr bin Abdurrahman kepada [Aisyah] untuk bertanya kepadanya. Ia bertanya kepadanya; “Sesungguhnya Abu Hurairah meriwayatkan bahwa orang yang dipagi harinya junub, maka tidak sah puasanya.” Aisyah menjawab; “Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam pernah junub kemudian beliau menyempurnakan puasanya.” Lalu ia mengutusnya kepada Abu Hurairah untuk mengabarkan kepadanya bahwa Aisyah berkata; “Sesungguhnya Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam pernah junub kemudian ia menyempurnakan puasanya.” Abu Hurairah pun menahan (perkataannya).

Musnad Ahmad 25096

حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَ بَعْضُنَا إِنَّ هَذَا أَخْبَرَنَا عَنْكِ أَنَّكِ قُلْتِ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُبَاشِرُ وَهُوَ صَائِمٌ قَالَتْ أَجَلْ وَلَكِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْلَكُكُمْ لِإِرْبِهِ

Telah menceritakan kepada kami [Abidah] telah menceritakan kepada kami [Manshur] dari [Ibrahim] dari [Al Qomah] dari [Aisyah], sebagian kami berkata; “Sesungguhnya orang ini telah mengabarkan kepada kami dari mu bahwa engkau berkata; ‘Sesungguhnya Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam mencumbui (para isterinya) ketika beliau sedang berpuasa.’ Ia menjawab; ‘Benar, akan tetapi Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling bisa menahan hawa nafsunya’.”