Skip to main content

Musnad Ahmad 25338

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَصْحَابِي مَنْ لَا أَرَاهُ وَلَا يَرَانِي بَعْدَ أَنْ أَمُوتَ أَبَدًا قَالَ فَبَلَغَ ذَلِكَ عُمَرَ قَالَ فَأَتَاهَا يَشْتَدُّ أَوْ يُسْرِعُ شَكَّ شَاذَانُ قَالَ فَقَالَ لَهَا أَنْشُدُكِ بِاللَّهِ أَنَا مِنْهُمْ قَالَتْ لَا وَلَنْ أُبَرِّئَ أَحَدًا بَعْدَكَ أَبَدًا

Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin Amir] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Ashim] dari [Abu Wail] dari [Masruq] dari [Ummu Salamah] berkata; Nabi shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Di antara para sahabatku akan ada orang yang aku tidak akan melihatnya dan ia tidak akan melihatku selamanya sesudah aku wafat.” Ia berkata; “Hal itu sampai kepada Umar.” Ia berkata; “Ia pun bersegera mendatanginya mengadukan hal itu.” Ia berkata; “Ia berkata kepadanya; ‘Aku bersumpah demi Allah, apakah aku termasuk di antara mereka?” ia berkata; “Tidak, aku tidak akan memberitahu kepada seorangpun setelahmu selamanya.”

Musnad Ahmad 25323

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى يَعْنِي ابْنَ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي قَيْسٍ قَالَ أَرْسَلَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ أَسْأَلُهَا هَلْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ فَإِنْ قَالَتْ لَا فَقُلْ لَهَا إِنَّ عَائِشَةَ تُخْبِرُ النَّاسَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ قَالَ فَسَأَلَهَا أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ قَالَتْ لَا قُلْتُ إِنَّ عَائِشَةَ تُخْبِرُ النَّاسَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ قَالَتْ لَعَلَّهُ إِيَّاهَا كَانَ لَا يَتَمَالَكُ عَنْهَا حُبًّا أَمَّا إِيَّايَ فَلَا حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ حَدَّثَنِي أَبُو قَيْسٍ مَوْلَى عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ بَعَثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Musa, yaitu Ibnu Ali] dari [Ayahnya] dari [Abu Qais] berkata; “Abdullah bin Amru telah mengutusku kepada [Ummu Salamah], saya bertanya kepada kepadanya apakah Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam pernah mencium (isterinya) ketika beliau sedang berpuasa?” ia berkata; “Ia pun bertanya kepadanya, apakah Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam pernah mencium isterinya ketika beliau sedang berpuasa?” ia menjawab; “Tidak.” Saya berkata; “Sesungguhnya [Aisyah] pernah mengabarkan kepada orang-orang bahwa Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam pernah menciumnya ketika sedang berpuasa.” Ia menjawab; “Mungkin itu hanya kepadanya, karena beliau tidak kuat menahan rasa cintanya. Adapun kepadaku, tidak.” Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Yazid] berkata; telah menceritakan kepada kami [Musa] dia berkata; saya telah mendengar [ayahku] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu Qois, pembantu Amru bin Al Ash] berkata; “Abdullah bin Amru bin Ash telah mengutusku kepada [Ummu Salamah].” Lalu ia menyebutkan secara maknanya.

Musnad Ahmad 25339

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ يَعْنِي ابْنَ بَهْرَامَ قَالَ حَدَّثَنِي شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ قَالَ سَمِعْتُ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ جَاءَ نَعْيُ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ لَعَنَتْ أَهْلَ الْعِرَاقِ فَقَالَتْ قَتَلُوهُ قَتَلَهُمْ اللَّهُ غَرُّوهُ وَذَلُّوهُ قَتَلَهُمْ اللَّهُ فَإِنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَتْهُ فَاطِمَةُ غَدِيَّةً بِبُرْمَةٍ قَدْ صَنَعَتْ لَهُ فِيهَا عَصِيدَةً تَحْمِلُهُ فِي طَبَقٍ لَهَا حَتَّى وَضَعَتْهَا بَيْنَ يَدَيْهِ فَقَالَ لَهَا أَيْنَ ابْنُ عَمِّكِ قَالَتْ هُوَ فِي الْبَيْتِ قَالَ فَاذْهَبِي فَادْعِيهِ وَائْتِنِي بِابْنَيْهِ قَالَتْ فَجَاءَتْ تَقُودُ ابْنَيْهَا كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِيَدٍ وَعَلِيٌّ يَمْشِي فِي إِثْرِهِمَا حَتَّى دَخَلُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَجْلَسَهُمَا فِي حِجْرِهِ وَجَلَسَ عَلِيٌّ عَنْ يَمِينِهِ وَجَلَسَتْ فَاطِمَةُ عَنْ يَسَارِهِ قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ فَاجْتَبَذَ مِنْ تَحْتِي كِسَاءً خَيْبَرِيًّا كَانَ بِسَاطًا لَنَا عَلَى الْمَنَامَةِ فِي الْمَدِينَةِ فَلَفَّهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ جَمِيعًا فَأَخَذَ بِشِمَالِهِ طَرَفَيْ الْكِسَاءِ وَأَلْوَى بِيَدِهِ الْيُمْنَى إِلَى رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ اللَّهُمَّ أَهْلِي أَذْهِبْ عَنْهُمْ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا اللَّهُمَّ أَهْلُ بَيْتِي أَذْهِبْ عَنْهُمْ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا اللَّهُمَّ أَهْلُ بَيْتِي أَذْهِبْ عَنْهُمْ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَسْتُ مِنْ أَهْلِكَ قَالَ بَلَى فَادْخُلِي فِي الْكِسَاءِ قَالَتْ فَدَخَلْتُ فِي الْكِسَاءِ بَعْدَمَا قَضَى دُعَاءَهُ لِابْنِ عَمِّهِ عَلِيٍّ وَابْنَيْهِ وَابْنَتِهِ فَاطِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ

Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadhr Hasyim bin Al Qasim] telah mencreitakan kepada kami [Abdul Hamid, yaitu Ibnu Bahram] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Syahr bin Hausyab] berkata; saya telah mendengar [Ummu Salamah], isteri Nabi shalallahu’alaihi wa sallam, melaknat penduduk Irak tatkala Husain bin Ali datang. Ia berkata; “Mereka akan membunuhnya, semoga Allah membunuh mereka telah menipunya dan menghinakannya. Semoga Allah membunuh mereka, karena aku melihat Fathimah mendatangi Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam di siang hari dengan membawa panci, ia telah membuatkan untuk beliau makanan yang terbuat dari gandum. Ia membawanya di dalam sebuah baskom miliknya, lantas ia meletakkannya di depan beliau. Beliaupun bertanya kepadanya: “Mana anak pamanmu?” ia menjawab; “Dia sedang berada di rumah.” Beliau bersabda: “Pergilah, panggil dia, dan bawa ia dengan kedua anaknya.” Ia berkata; “Ia pun datang sambil menuntun kedua puteranya, setiap salah seorang diantara mereka berdua memegang tangannya dan Ali berjalan di belakang mereka berdua hingga mereka masuk menemui Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam dan beliau mendudukkan mereka berdua di pangkuannya. Sementara Ali duduk di samping kanannya dan Fathimah duduk di samping kirinya.” Ummu Salamah berkata; “Kemudian beliau mengambil kain yang terbuat dari Khaibar yang berada di bawahku, kain tersebut masih tergelar di atas tempat tidur di Madinah. Lantas Nabi shalallahu’alaihi wa sallam menutupkan kain tersebut kepada mereka semua. Lalu beliau mengambil kedua ujung kain tersebut dengan tangan kirinya dan mengenadahkan tangan kanannya kepada Tuhan-Nya Azzawajalla sambil berdo’a: ALLAHUMMA AHLI ADZHIB ‘ANHUMURRIJSA WA THAHIRHUM TATH HIRAA (Ya Allah, ini adalah keluargaku, hilangkanlah kotoran dari diri mereka dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya).” Saya bertanya; “Wahai Rasulullah! Bukankah aku termasuk di antara keluargamu?” beliau menjawab: “Benar, maka masuklah ke dalam kain tersebut.” Ia berkata; “Aku pun masuk ke dalam kain tersebut setelah beliau selesai berdo’a untuk anak pamannya, Ali, kedua cucunya, dan puterinya, Fathimah radliaallahu’anhum.”

Musnad Ahmad 25308

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ وَرَمَضَانَ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Manshur] dari [Salim bin Abi Al Ja’d] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari [Ummu Salamah] bahwa Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam berpuasa Sya’ban dan Ramadlan.

Musnad Ahmad 25309

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا هَارُونُ النَّحْوِيُّ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَهَا { إِنَّهُ عَمِلَ غَيْرَ صَالِحٍ }

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Harun Annahwi] dari [Tsabit Al Bunani] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Ummu Salamah] bahwa Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam membaca: Sesungguhnya ia adalah perbuatan yang tidak baik.

Musnad Ahmad 25310

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ بَهْرَامَ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] dari [Abdul Hamid bin Bahram] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Ummu Salamah] bahwa Nabi shallahu’alaihi wa sallam membaca do’a: “YA MUQALLIBAL QULUUB TSABBIT QALBI ‘ALA DIINIK (Wahai yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

Musnad Ahmad 25311

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ الْفَضْلِ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَجُّ جِهَادُ كُلِّ ضَعِيفٍ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] telah menceritakan kepada kami [Al Qasim bin Al Fadhl] dari [Abi Ja’far Muhammad bin Ali] dari [Ummu Salamah] berkata; Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Haji adalah jihadnya setiap orang yang lemah.”

Musnad Ahmad 25312

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ عَنْ مَوْلًى لِأُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي دُبُرِ الْفَجْرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا وَرِزْقًا طَيِّبًا

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Musa bin Abi Aisyah] dari [bekas budak Ummu Salamah] dari [Ummu Salamah], pada akhir waktu fajar, Nabi shallahu’alaihi wa sallam berdo’a: ALLHUMMA INNI AS ALUKA ‘ILMAN NAFI’AN WA AMALAN MUTAQABBALAN WA RIZQAN THAYYIBAN (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, amalan yang diterima, dan rezeki yang baik).

Musnad Ahmad 25313

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبٍ يَعْنِي ابْنَ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ وَهْبٍ مَوْلَى أَبِي أَحْمَدَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا وَلَمْ تَخْتَمِرْ فَقَالَ لَيَّةً لَا لَيَّتَيْنِ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] dan [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Habib, yaitu Ibnu Abi Tsabit] dari [Wahab, pembantu Abu Ahmad] dari [Ummu Salamah] bahwa Nabi shallahu’alaihi wa sallam pernah menemuinya sementara ia belum memakai jilbab. Rasulullah pun lantas bersabda: “Ikatlah dengan satu ikatan, tidak dengan dua ikatan.”

Musnad Ahmad 25314

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ أُمِّهِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي حُجْرَةِ أُمِّ سَلَمَةَ فَمَرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ عَبْدُ اللَّهِ أَوْ عُمَرُ فَقَالَ بِيَدِهِ هَكَذَا قَالَ فَرَجَعَ قَالَ فَمَرَّتْ ابْنَةُ أُمِّ سَلَمَةَ فَقَالَ بِيَدِهِ هَكَذَا قَالَ فَمَضَتْ فَلَمَّا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ هُنَّ أَغْلَبُ

Telah menceritakan kepada kami [Waki’] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Usamah bin Zaid] dari [Muhammad bin Qais] dari [Ibunya] dari [Ummu Salamah] berkata; “Ketika Nabi shallahu’alaihi wa sallam shalat di kamarnya Ummu Salamah, Abdullah atau Umar melintas di depannya. Beliaupun lantas menuturkan dengan isyarat tangannya, begini.” Ia berkata; “Ia pun lantas kembali.” Lalu Anak perempuan Ummu Salamah melintas di depannya, beliau pun menuturkan dengan isyarat tangannya, begini. Ia berkata; “Peristiwa itupun telah berlalu dan ketika beliau telah selesai shalat, beliau bersabda: ‘Mereka adalah mayoritas’.”