Skip to main content

Sunan Daruquthni 4722

سنن الدارقطني 4722: نا أَبُو حَامِدٍ الْحَضْرَمِيُّ , نا بُنْدَارٌ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , نا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ , حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ جَابِرٍ , عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ قَالَ: حَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشْيَاءَ يَوْمَ خَيْبَرَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” يُوشِكُ الرَّجُلُ يَتَّكِئُ عَلَى أَرِيكَتِهِ يُحَدِّثُ بِحَدِيثِي فَيَقُولُ: بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ كِتَابُ اللَّهِ فَمَا وَجَدْنَا فِيهِ حَلَالًا اسْتَحْلَلْنَاهُ وَمَا كَانَ فِيهِ حَرَامًا حَرَّمْنَاهُ , وَإِنَّ مَا حَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا حَرَّمَ اللَّهُ “

Sunan Daruquthni 4722: Abu Hamid Al Hadhrami menceritakan kepada kami, Bundar menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, Mu’awiyah bin Shalih menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Jabir menceritakan kepadaku, dari Al Miqdam bin Ma’dikarib, dia berkata, “Para hari Khaibar Rasulullah SAW mengharamkan beberapa hal, Rasulullah SAW bersabda, ‘Hampir saja seseorang bersandar pada dipannya (yakni bersikap santai), dia menceritakan hadisku lalu berkata, ‘Antara aku dan kalian ada Kitabullah. Apa yang kami temukan halal padanya maka kami menghalalkannya, dan apa yang kami dapati haram padanya maka kami mengharamkannya.’ Sesungguhnya, apa yang diharamkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang diharamkan Allah’.”

Sunan Daruquthni 4738

سنن الدارقطني 4738: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرِ بْنِ الْحَكَمِ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , حَدَّثَتْنِي فَاطِمَةُ بِنْتُ الْمُنْذِرِ , عَنْ أَسْمَاءَ , قَالَتْ: «ذَبَحْنَا فَرَسًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكَلْنَا مِنْهُ»

Sunan Daruquthni 4738: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Bisyr bin Al Hakam menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, Fathimah binti Al Mundzir menceritakan kepadaku, dari Asma‘ dia berkata, “Kami menyembelih kuda pada masa Rasulullah SAW, lalu kami pernah memakan darinya.”

Sunan Daruquthni 4723

سنن الدارقطني 4723: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ النُّعْمَانِيُّ , نا أَبُو عُتْبَةَ أَحْمَدُ بْنُ الْفَرَجِ , نا بَقِيَّةُ , نا الزُّبَيْدِيُّ , عَنْ مَرْوَانَ بْنِ رُؤْبَةَ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَوْفٍ الْجُرَشِيِّ , عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: ” إِنِّي قَدْ أُوتِيتُ الْكِتَابَ وَمَا يَعْدِلُهُ , يُوشِكُ شَبْعَانُ عَلَى أَرِيكَتِهِ يَقُولُ: بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْكِتَابُ فَمَا كَانَ فِيهِ مِنْ حَلَالٍ أَحْلَلْنَاهُ , وَمَا كَانَ فِيهِ مِنْ حَرَامٍ حَرَّمْنَاهُ وَإِنَّهُ لَيْسَ كَذَلِكَ , لَا يَحِلُّ أَكْلُ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ , وَلَا الْحِمَارِ الْأَهْلِيِّ , وَلَا اللُّقَطَةِ مِنْ مَالِ مُعَاهَدٍ إِلَّا أَنْ يُسْتَغْنِيَ عَنْهَا , وَأَيُّمَا رَجُلٍ ضَافَ قَوْمًا فَلَمْ يَقْرُوهُ فَإِنَّ لَهُ أَنْ يُغْصِبَهُمْ بِمِثْلِ قِرَاهُ “.

Sunan Daruquthni 4723: Muhammad bin Sulaiman An-Nu’mani menceritakan kepada kami, Abu Utbah Ahmad bin Al Faraj menceritakan kepada kami, Baqiyyah menceritakan kepada kami, Az-Zubaidi menceritakan kepada kami dari Marwan bin Ru’bah, dari Abdurrahman bin Abu Auf Al Jurasyi, dari Al Miqdam bin Ma’dikarib, bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya aku telah diberi Al Kitab dan yang setara dengannya. Hampir saja seorang yang kenyang bersandar pada dipannya sambil berkata, ‘Antara kami dan kalian ada Kitabullah. Apa yang dinyatakan halal di dalamnya maka kami menghalalkannya, dan apa yang dinyatakan haram di dalamnya maka kami mengharamkannya. ‘ Padahal sesungguhnya tidak demikian, karena tidak dihalalkan memakan binatang buas yang bertaring, keledai peliharaan dan tidakpula barang temuan dari harta orang yang telah mengadakan perjanjian damai, kecuali bila dia tidak memerlukannya. Dan laki-laki mana pun yang bertamu kepada suatu kaum namun mereka tidak menerimanya sebagai tamu, maka dia berhak mengambil dari mereka sekadar yang diperlukan saat bertamu.”

Sunan Daruquthni 4739

سنن الدارقطني 4739: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا حَاجِبُ بْنُ سُلَيْمَانَ , نا مُؤَمَّلٌ , نا سُفْيَانُ , وَوُهَيْبُ بْنُ خَالِدٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ , عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ , قَالَتْ: «كَانَ لَنَا فَرَسٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَرَادَتْ أَنْ تَمُوتَ فَذَبَحْنَاهَا فَأَكَلْنَاهَا»

Sunan Daruquthni 4739: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Hajib bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Mu’ammal menceritakan kepada kami, Sufyan dan Wuhaib Ibnu Khalid menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari Fathimah binti Al Mundzir, dari Asma’ binti Abu Bakar, dia berkata, “Kami pernah punya kuda di masa Rasulullah SAW, lalu kuda itu hampir mati, maka kami menyembelihnya lalu memakannya.”

Sunan Daruquthni 4724

سنن الدارقطني 4724: حَدَّثَنَا ابْنُ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ الْقَطَّانُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ الْوَاقِدِيُّ , نا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ , عَنْ صَالِحِ بْنِ يَحْيَى بْنِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنْ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «نَهَى يَوْمَ خَيْبَرَ عَنْ أَكْلِ لُحُومِ الْخَيْلِ وَالْبِغَالِ وَالْحُمُرِ وَكُلِّ ذِي نَابٍ مِنَ السُّبُعِ , أَوْ مِخْلَبٍ مِنَ الطَّيْرِ»

Sunan Daruquthni 4724: Ibnu Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan Al Qaththan menceritakan kepada kami, Muhammad bin Umar Al Waqidi menceritakan kepada kami, Tsaur bin Yazid menceritakan kepada kami dari Shalih bin Yahya bin Al Miqdam bin Ma’dikarib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Khalid bin Al Walid, bahwa pada hari Khaibar, Rasulullah SAW melarang memakan daging kuda, bighal (peranakan kuda dengan keledai), keledai, setiap binatang buas (pemangsa) yang bertaring dan setiap burung yang bercakar tajam.

Sunan Daruquthni 4740

سنن الدارقطني 4740: نا أَبُو بَكْرٍ , نا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ , نا أَبُو مُعَاوِيَةَ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ , وَعَبَّادِ بْنِ حَمْزَةَ , عَنْ أَسْمَاءَ , قَالَتْ: «أَنْحَرْنَا فَرَسًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكَلْنَاهُ»

Sunan Daruquthni 4740: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ali bin Harb menceritakan kepada kami, Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari Fathimah binti Al Mundzir dan Abbad bin Hamzah, dari Asma‘ dia berkata, “Kami pernah menyembelih kuda pada masa Rasulullah SAW lalu memakannya.”

Sunan Daruquthni 4725

سنن الدارقطني 4725: نا عَبْدُ الْغَافِرِ بْنُ سَلَامَةَ الْحِمْصِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ عُثْمَانَ الْحِمْصِيُّ , نا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ , نا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ , عَنْ صَالِحِ بْنِ يَحْيَى بْنِ الْمِقْدَامِ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنْ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ , قَالَ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لُحُومِ الْخَيْلِ وَالْبِغَالِ وَالْحَمِيرِ وَكُلِّ ذِي نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ».

Sunan Daruquthni 4725: Abdul Ghafir bin Salamah Al Himshi menceritakan kepada kami, Yahya bin Utsman Al Himshi menceritakan kepada kami, Baqyiyyah bin Al Walid menceritakan kepada kami, Tsaur bin Yazid menceritakan kepada kami dari Shalih bin Yahya bin Al Miqdam, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Khalid bin Al Walid, dia berkata, “Rasulullah SAW melarang (memakan) daging kuda, bighal (peranakan kuda dengan keledai), keledai dan setiap binatang buas yang bertaring.”

Sunan Daruquthni 4726

سنن الدارقطني 4726: نا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , قَالَ: سَمِعْتُ مُوسَى بْنَ هَارُونَ , يَقُولُ: لَا يُعْرَفُ صَالِحُ بْنُ يَحْيَى وَلَا أَبُوهُ إِلَّا بِجَدِّهِ , وَهَذَا حَدِيثٌ ضَعِيفٌ , وَزَعَمَ الْوَاقِدِيُّ أَنَّ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ أَسْلَمَ بَعْدَ فَتْحِ خَيْبَرَ

Sunan Daruquthni 4726: Abu Sahl bin Ziyad menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Musa bin Harun berkata, “Shalih bin Yahya tidak dikenal, tidak pula ayahnya, kecuali karena kakeknya. Hadis ini dha‘if Al Waqidi menyatakan bahwa Khalid bin Al Walid memeluk Islam setelah penaklukkan Khaibar.”

Sunan Daruquthni 4727

سنن الدارقطني 4727: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْغَافِرِ بْنُ سَلَامَةَ , نا يَحْيَى بْنُ عُثْمَانَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حِمْيَرَ , حَدَّثَنِي ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ , عَنْ صَالِحِ بْنِ يَحْيَى بْنِ الْمِقْدَامِ , أَنَّهُ سَمِعَ جَدَّهُ الْمِقْدَامَ , يَقُولُ: أَقَمْتُ أَنَا وَبِضْعَةَ عَشَرَ رَجُلًا مِنْ قَوْمِي يَوْمَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً لَمْ نَذُقْ طَعَامًا وَقَدْ رَبَطُوا بُرْذُونَةً لِيَذْبَحُوهَا , فَأَتَيْتُ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ فَأَعْلَمْتُهُ الَّذِي كَانَ مِنَّا فِي أَمْرِ الْبِرْذُونَةِ , فَقَالَ: لَوْ ذَبَحُوهَا لَسُؤْتُكَ , ثُمَّ قَالَ: «حَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ خَيْبَرَ أَمْوَالَ الْمُعَاهَدِينَ , وَحُمُرَ الْإِنْسِ وَخَيْلَهَا وَبِغَالَهَا» , ثُمَّ أَمَرَ بِمُدَّيْنِ أَوْ مُدٍّ مِنْ طَعَامٍ – الشَّكُّ مِنْ يَحْيَى – وَقَالَ: إِذَا أَتَتْنَا سَرِيَّةٌ فَاطَّلَعْنَا , لَمْ يَذْكُرْ أَبَاهُ

Sunan Daruquthni 4727: Abdul Ghafir bin Salamah menceritakan kepada kami, Yahya bin Utsman menceritakan kepada kami, Muhammad bin Himyar menceritakan kepada kami, Tsaur bin Yazid menceritakan kepadaku, dari Shalih bin Yahya bin Al Miqdam, bahwa dia mendengar kakeknya, Al Miqdam, berkata, “Aku dan sekian belas orang dari kaumku pernah menetap selama dua atau tiga hari tanpa merasakan makanan, sementara mereka telah menambat seekor kuda untuk disembelih, lalu aku menemui Khalid bin Walid, kemudian aku beritahukan kepadanya tentang apa yang akan kami lakukan terhadap kuda tersebut, maka dia pun berkata, ‘Bila mereka menyembelihnya, aku pasti bertindak buruk terhadapmu.’ Kemudian dia berkata, ‘Pada hari Khaibar, Rasulullah SAW telah mengharamkan harta orang-orang yang telah mengadakan perjanjian damai, keledai jinak, kuda jinak dan bighal jinak.’ Dia lalu memerintahkan untuk memberikan satu atau dua mud makanan. —Keraguan ini dari Yahya— dia berkata,” Saat datang peperangan kepada kami, kami pun muncul.” Dia tidak menyebutkan ayahnya.

Sunan Daruquthni 4728

سنن الدارقطني 4728: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا عُمَرُ بْنُ هَارُونَ الْبَلْخِيُّ , نا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ , عَنْ يَحْيَى بْنِ الْمِقْدَامِ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ , قَالَ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْلِ الْحِمَارِ الْإِنْسِيِّ وَعَنْ خَيْلِهَا وَبِغَالِهَا». لَمْ يَذْكُرْ فِي إِسْنَادِهِ صَالِحًا وَهَذَا إِسْنَادٌ مُضْطَرِبٌ. وَقَالَ الْوَاقِدِيُّ: لَا يَصِحُّ هَذَا لِأَنَّ خَالِدًا أَسْلَمَ بَعْدَ فَتْحِ خَيْبَرَ

Sunan Daruquthni 4728: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Umar bin Harun Al Balkhi menceritakan kepada kami, Tsaur bin Yazid menceritakan kepada kami dari Yahya bin Al Miqdam, dari ayahnya, dari Khalid bin Al Walid, dia berkata, “Rasulullah SAW melarang memakan daging keledai peliharaan, juga kuda dan bighal-nya.” Di dalam sanad ini dia tidak menyebutkan Shalih. Ini isnad yang kacau. Al Waqidi berkata, “Ini tidak shahih, karena Khalid memeluk Islam setelah penaklukkan Khaibar.”