Skip to main content

Sunan Daruquthni 4714

سنن الدارقطني 4714: حَدَّثَنَا الْقَاضِي أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ الْبُهْلُولِ نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يُونُسَ السَّرَّاجُ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيُّ , عَنْ رُبَيْحِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحَّى بِكَبْشٍ أَقْرَنَ ثُمَّ , قَالَ: «اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا عَنِّي وَعَنْ مَنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي»

Sunan Daruquthni 4714: Al Qadhi Ahmad bin Ishaq bin Al Buhlul menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Yunus As-Sarraj menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad AdDarawardi menceritakan kepada kami dari Rubaih bin Abdurrahman bin Abu Sa’id, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Abu Sa’id, bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan domba bertanduk, kemudian beliau mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya ini atas namaku dan atas nama orang yang tidak berkurban dari umatku.”

Sunan Daruquthni 4715

سنن الدارقطني 4715: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا يَحْيَى بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُكَيْرٍ , نا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْقَارِيُّ , عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو , عَنِ الْمُطَّلِبِ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنَ حَنْطَبٍ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَضْحَى بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا صَلَّى وَقَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ عَنْ مِنْبَرِهِ فَأُتِيَ بِكَبْشِهِ فَذَبَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ , وَقَالَ: «بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّي وَعَنْ مَنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي»

Sunan Daruquthni 4715: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq menceritakan kepada kami, Yahya bin Abdullah bin Bukair menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Abdurrahman Al Qari menceritakan kepada kami dari Amr bin Abu Amr, dari Al Muththalib, —yakni bin Abdullah bin Hanthab,— dari Jabir bin Abdullah, dia berkata, “Aku pernah mengikuti (shalat Idul) Adha bersama Rasulullah SAW di mushalla (lapangan terbuka untuk shalat). Selesai shalat dan setelah menyampaikan khutbahnya, beliau turun dari mimbarnya, lalu dibawakan dombanya, kemudian Rasulullah SAW menyembelihnya dengan tangannya sendiri sambil mengucapkan, ‘Bismillaahi wallaahu akbar. Haadza ‘annii wa ‘an man lam yudhahhi min ummatii {Dengan menyebut nama Allah. Allah Maha Besar. Ini atas namaku dan orang yang belum berkurban dari umatku)”

Sunan Daruquthni 4716

سنن الدارقطني 4716: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ بُهْلُولٍ , نا أَبِي , نا أَبُو سُحَيْمٍ الْمُبَارَكُ بْنُ سُحَيْمٍ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ صُهَيْبٍ , عَنْ أَنَسٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَنَّهُ ضَحَّى بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَحَدُهُمَا عَنْ أُمَّتِهِ وَالْآخَرُ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ»

Sunan Daruquthni 4716: Ahmad bin Ishaq bin Buhlul menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Abu Suhaim Al Mubarak bin Suhaim menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Shuhaib menceritakan kepada kami dari Anas, dari Nabi SAW, bahwa beliau berkurban dengan dua ekor domba berbulu putih campur hitam. Salah satunya atas nama umatnya dan satunya lagi atas nama dirinya serta ahli baitnya.

Sunan Daruquthni 4701

سنن الدارقطني 4701: حَدَّثَنَا أَبِي رَحِمَهُ اللَّهُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ , نا أَبُو كَامِلٍ , نا الْحَارِثُ بْنُ نَبْهَانَ , نا عُتْبَةُ بْنُ يَقْظَانَ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , عَنْ عَلِيٍّ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَحَىَ ذَبْحُ الْأَضَاحِيِّ كُلَّ ذَبْحٍ كَانَ قَبْلَهُ». وَذَكَرَ صَوْمَ رَمَضَانَ وَالزَّكَاةَ وَالْغُسْلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بِمِثْلِ ذَلِكَ

Sunan Daruquthni 4701: Ayahku —semoga Allah merahmatinya,— menceritakan kepada kami, Muhammad bin Harb menceritakan kepada kami, Abu Kamil menceritakan kepada kami, Al Harits bin Nabhan menceritakan kepada kami, Utbah bin Yaqzhan menceritakan kepada kami dari Asy-Sya’bi, dari Ali, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Kurban menghapuskan setiap sembelihan sebelumnya.” Beliau juga menyebutkan tentang puasa Ramadhan, zakat dan mandi junub dengan redaksi yang sama seperti itu.”

Sunan Daruquthni 4717

سنن الدارقطني 4717: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ الْفَضْلِ الزَّيَّاتُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حَبَّانَ , نا عَمْرُو بْنُ الْحُصَيْنِ , نا ابْنُ عُلَاثَةَ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ , عَنِ الْأَعْرَجِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ وَجَدَ مِنْكُمْ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا»

Sunan Daruquthni 4717: Ahmad bin Ishaq bin Muhammad bin Al Fadhl Az-Zayyat menceritakan kepada kami, Muhammad bin Hibban menceritakan kepada kami, Imran bin Al Hushain menceritakan kepada kami, Ibnu Ulatsah menceritakan kepada kami dari Ubaidullah bin Abu Ja’far, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa di antara kalian mempunyai kelapangan namun tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami”

Sunan Daruquthni 4702

سنن الدارقطني 4702: نا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ بْنِ سُلَيْمَانَ الْخَلَّالُ , نا الْهَيْثَمُ بْنُ سَهْلٍ , نا الْمُسَيِّبُ بْنُ شَرِيكٍ , نا عُبَيْدٌ الْمُكْتِبُ , عَنْ عَامِرٍ , عَنْ مَسْرُوقٍ , عَنْ عَلِيٍّ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : «نَسَخَ الْأَضْحَى كُلَّ ذَبْحٍ , وَصَوْمُ رَمَضَانَ كُلَّ صَوْمٍ , وَالْغُسْلُ مِنَ الْجَنَابَةِ كُلَّ غُسْلٍ , وَالزَّكَاةُ كُلَّ صَدَقَةٍ». خَالَفَهُ الْمُسَيِّبُ بْنُ وَاضِحٍ , عَنِ الْمُسَيِّبِ هُوَ ابْنُ شَرِيكٍ وَكِلَاهُمَا ضَعِيفَانِ , وَالْمُسَيِّبُ بْنُ شَرِيكٍ مَتْرُوكٌ

Sunan Daruquthni 4702: Muhammad bin Yusuf bin Sulaiman Al Khallal menceritakan kepada kami, Al Haitsam bin Sahl menceritakan kepada kami, Al Musayyab bin Syarik menceritakan kepada kami, Ubaid Al Muktib menceritakan kepada kami dari Amir, dari Masruq, dari Ali, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Kurban menghapuskan setiap sembelihan. Puasa Ramadhan (menghapuskan) setiap puasa, mandi junub (menghapuskan) setiap mandi, dan zakat (menghapuskan) setiap sedekah’.” Al Musayyab bin Wadhih menyelisihinya, dari Al Musayyab —yaitu Ibnu Syarik,— keduanya adalah perawi dha‘if, sementara Al Musayyab bin Syarik riwayatnya ditinggalkan.

Sunan Daruquthni 4718

سنن الدارقطني 4718: نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْوَكِيلُ , نا حُمَيْدُ بْنُ الرَّبِيعِ , نا ابْنُ إِدْرِيسَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ كُلَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ , قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جِنَازَةٍ فَانْتَهَيْنَا إِلَى الْقَبْرِ , قَالَ: فَرَأَيْتُهُ يُوصِي الْحَافِرَ , قَالَ: «أَوْسِعْ مِنْ قِبَلِ رَأْسِهِ أَوْسِعْ مِنْ قِبَلِ رِجْلَيْهِ» , فَلَمَّا انْصَرَفَ تَلَقَّاهُ دَاعِي امْرَأَةٍ مِنْ قُرَيْشٍ , فَقَالَ: إِنَّ فُلَانَةَ تَدْعُوكَ وَأَصْحَابَكَ , قَالَ: فَأَتَاهَا فَلَمَّا جَلَسَ الْقَوْمُ أُتِيَ بِالطَّعَامِ فَوَضَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ وَوَضَعَ الْقَوْمُ فَبَيْنَا هُوَ يَأْكُلُ إِذْ كَفَّ يَدَهُ , قَالَ: وَقَدْ كُنَّا جَلَسْنَا بِمَجَالِسِ الْغِلْمَانِ مِنْ آبَائِهِمْ , قَالَ: فَنَظَرَ آبَاؤُنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَلُوكُ أَكَلْتُهُ فَجَعَلَ الرَّجُلُ يَضْرِبُ يَدَ ابْنِهِ حَتَّى يَرْمِيَ الْعِرْقَ مِنْ يَدِهِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَجِدُ لَحْمَ شَاةٍ أُخِذَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ أَهْلِهَا». قَالَ: فَأَرْسَلَتِ الْمَرْأَةُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ أَرْسَلْتُ إِلَى الْبَقِيعِ أَطْلُبُ شَاةً فَلَمْ أُصِبْ , فَبَلَغَنِي أَنَّ جَارًا لِي اشْتَرَى شَاةً فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ فَنَهَى , فَلَمْ نَقْدِرُ عَلَيْهِ فَبَعَثَتْ بِهَا امْرَأَتُهُ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَطْعِمُوهَا الْأُسَارَى»

Sunan Daruquthni 4718: Ahmad bin Abdullah bin Muhammad Al Wakil menceritakan kepada kami, Humaid bin Ar-Rabi’ menceritakan kepada kami, Ibnu Idris menceritakan kepada kami dari Ashim bin Kulaib, dari ayahnya, dari seorang laki-laki golongan Anshar, dia berkata, “Kami pernah keluar bersama Rasulullah SAW untuk mengantar jenazah, lalu kami pun mencapai pekuburan, lalu aku melihat beliau berpesan kepada penggali, ‘Luaskan pada bagian kepalanya, dan luaskan pada bagian kakinya.’ Ketika kembali, beliau disambut oleh utusan seorang wanita Quraisy, lalu orang itu berkata, ‘Sesungguhnya Fulanah mengundangmu dan para sahabatmu.’ Beliau kemudian mendatanginya. Setelah orangorang duduk, makanan disuguhkan, lalu Rasulullah SAW mengulurkan tangannya dan orang-orang pun mengulurkan (tangan mereka). Ketika beliau sedang makan, tiba-tiba beliau menahan tangannya. Saat itu kami duduk di tempat anak-anak pada posisi bapak-bapak mereka. Bapak-bapak kami lalu melihat Rasulullah SAW mengemut makanan (tidak ditelan), kemudian ada orang yang menepuk tangan anaknya sehingga tulang terlempar dari tangannya, Rasulullah SAW lantas bersabda, ‘Aku rasakan daging kambing yang diambil tanpa seizin pemiliknya.’ Wanita itu lalu mengirim seseorang untuk menyampaikan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah mengirim orang ke Baqi’ untuk mencari kambing, namun dia tidak mendapatkannya. Lalu ada khabar yang sampai kepadaku bahwa tetanggaku telah membeli kambing, kemudian aku mengirim seseorang untuk menemuinya, namun dia melarang, lalu istrinya mengirimkannya.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Berikan makanan ini kepada para tawanan’.”

Sunan Daruquthni 4703

سنن الدارقطني 4703: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ تَمَامِ بْنِ صَالِحٍ النَّهْرَانِيُّ بِحِمْصَ , نا الْمُسَيِّبُ بْنُ وَاضِحٍ , نا الْمُسَيِّبُ بْنُ شَرِيكٍ , عَنْ عُتْبَةَ بْنِ يَقْظَانَ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , عَنْ مَسْرُوقٍ , عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «نَسَخَتِ الزَّكَاةُ كُلَّ صَدَقَةٍ فِي الْقُرْآنِ , وَنَسَخَ صَوْمُ رَمَضَانَ كُلَّ صَوْمٍ , وَنَسَخَ غُسْلُ الْجَنَابَةِ كُلَّ غُسْلٍ , وَنَسَخَتِ الْأَضَاحِيُّ كُلَّ ذَبْحٍ». عُقْبَةُ بْنُ يَقْظَانَ مَتْرُوكٌ أَيْضًا

Sunan Daruquthni 4703: Muhammad bin Abdullah bin Ibrahim Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Muhammad bin Tammam bin Shalih An-Nahrani menceritakan kepada kami di Himsh, Al Musayyab bin Wadhih menceritakan kepada kami, Al Musayyab bin Syarik menceritakan kepada kami dari Utbah bin Yaqzhan, dari Asy-Sya’bi, dari Masruq, dari Ali RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Zakat menghapuskan setiap sedekah di dalam Al Qur?an. Puasa Ramadhan menghapuskan setiap puasa. Mandi junub menghapuskan setiap mandi, dan kurban menghapuskan setiap sembelihan’.” Uqbah bin Yaqzhan juga riwayatnya ditinggalkan.

Sunan Daruquthni 4719

سنن الدارقطني 4719: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَحَامِلِيُّ , وَحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ الْجُنَيْدِ , قَالَا: نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا جَرِيرٌ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ كُلَيْبٍ الْجَرْمِيِّ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ رَجُلٍ مِنْ مُزَيْنَةَ , قَالَ: صَنَعَتِ امْرَأَةٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قُرَيْشٍ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا فَدَعَتْهُ وَأَصْحَابَهُ , قَالَ: فَذَهَبَ بِي أَبِي مَعَهُ , قَالَ: فَجَلَسْنَا بَيْنَ يَدَيْ آبَائِنَا مَجَالِسَ الْأَبْنَاءِ مِنْ آبَائِهِمْ , قَالَ: فَلَمْ يَأْكُلُوا حَتَّى رَأَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَكَلَ فَلَمَّا أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لُقْمَتَهُ رَمَى بِهَا , ثُمَّ قَالَ: «إِنِّي لَأَجِدُ طَعْمَ لَحْمِ شَاةٍ ذُبِحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ صَاحِبَتِهَا» , فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخِي وَأَنَا مِنْ أَعَزِّ النَّاسِ عَلَيْهِ وَلَوْ كَانَ خَيْرًا مِنْهَا لَمْ يُغَبِّرْ عَلَيَّ , وَعَلَيَّ أَنْ أُرْضِيَهُ بِأَفْضَلَ مِنْهَا , فَأَبَى أَنْ يَأْكُلَ مِنْهَا وَأَمَرَ بِالطَّعَامِ لِلْأُسَارَى.

Sunan Daruquthni 4719: Al Husain bin Ismail Al Mahamili menceritakan kepada kami, dan Ahmad bin Al Husain bin Al Junaid menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan kepada kami dari Ashim bin Kulaib Al Jarmi, dari ayahnya, dari seorang laki-laki dari suku Muzainah, dia berkata, “Seorang wanita kaum muslimin dari golongan Quraisy pernah membuat makanan untuk Rasulullah SAW, lalu dia mengundangnya bersama para sahabatnya. Aku pun turut berangkat- bersama ayahku, kemudian kami (anak-anak) duduk di depan bapak-bapak kami, yaitu tempat duduk anak di dekat bapaknya. Saat itu mereka tidak langsung makan hingga melihat Rasulullah SAW telah makan. Ketika Rasulullah SAW mengambil suapannya, beliau meletakkannya lagi, lalu berkata, ‘Sesungguhnya aku mendapat rasa daging kambing yang disembelih tanpa seizin pemiliknya.’ Maka wanita itu berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku dan saudaraku pantang melakukan itu. Seandainya ada kebaikan darinya semestinya itu tidak luput dariku, dan aku akan meminta kerelaannya dengan yang lebih baik daripadanya.’ Namun beliau enggan memakannya dan menyuruh agar diberikan kepada para tawanan.”

Sunan Daruquthni 4704

سنن الدارقطني 4704: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى , نا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَيَّاشٍ , وَسَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ , أَنَّ عَيَّاشَ بْنَ عَبَّاسٍ حَدَّثَهُمْ , عَنْ عِيسَى بْنِ هِلَالٍ الصَّدَفِيِّ , حَدَّثَهُمْ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ , أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أُمِرْتُ بِيَوْمِ الْأَضْحَى عِيدًا جَعَلَهُ اللَّهُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ» , فَقَالَ الرَّجُلُ: فَإِنْ لَمْ أَجِدْ إِلَّا مَنِيحَةَ أَبِي أَوْ شَاةَ أَبِي وَأَهْلِي وَمَنِيحَتَهُمْ أَذْبَحُهَا؟ , قَالَ: «لَا وَلَكِنْ قَلِّمْ أَظْفَارَكَ وَقُصَّ شَارِبَكَ وَاحْلِقَ عَانَتَكَ فَذَلِكَ تَمَامُ أُضْحِيَّتِكَ عِنْدَ اللَّهِ»

Sunan Daruquthni 4704: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, Amr bin Al Harits, Abdullah bin Ayyasy dan Sa’id bin Ayyub mengabarkan kepadaku, bahwa Asyyah bin Ayyasy menceritakan kepada mereka, dari Isa bin Hilal Ash-Shadafi, dia menceritakan kepada mereka, dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, bahwa pernah seorang laki-laki mendatangi Nabi SAW, lalu Rasulullah SAW berkata kepadanya, “Aku diperintahkan untuk melaksanakan Id pada hari Adha. Allah telah menetapkannya untuk umat ini.” Laki-laki itu berkata, “Bila aku tidak menemukan kecuali mainan anakku atau domba ayahku atau keluargaku dan mainan mereka, apa aku haras menyembelihnya?” Beliau menjawab, “Tidak. Akan tetapi, potonglah kukumu, guntinglah kumismu, dan cukurlah bulu kemaluanmu. Itu adalah penyempurna kurbanmu di sisi Allah.”