Skip to main content

Sunan Daruquthni 4166

سنن الدارقطني 4166: نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ , عَنِ ابْنِ عَوْنٍ , عَنْ عِيسَى بْنِ الْحَارِثِ , قَالَ: كَانَتْ أُمُّ وَلَدٍ لِأَخِي شُرَيْحِ بْنِ الْحَارِثِ وَلَدَتْ لَهُ جَارِيَةً فَزُوِّجَتْ فَوَلَدَتْ غُلَامًا ثُمَّ تُوُفِّيَتْ أُمُّ الْوَلَدِ , قَالَ: فَاخْتَصَمَ فِي مِيرَاثَهَا شُرَيْحُ بْنُ الْحَارِثِ وَابْنُ ابْنَتِهَا إِلَى شُرَيْحٍ , فَجَعَلَ شُرَيْحُ بْنُ الْحَارِثِ يَقُولُ لِشُرَيْحٍ: إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ مِيرَاثٌ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِنَّمَا هُوَ ابْنُ ابْنَتِهَا , قَالَ: فَقَضَى شُرَيْحٌ بِمِيرَاثِهَا لِابْنِ ابْنَتِهَا , وَقَالَ {وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ} [الأحزاب: 6] , فَرَكِبَ مَيْسَرَةُ بْنُ يَزِيدَ إِلَى ابْنِ الزُّبَيْرِ فَأَخْبَرَهُ بِالَّذِي كَانَ مِنْ شُرَيْحٍ , فَكَتَبَ ابْنُ الزُّبَيْرِ إِلَى شُرَيْحٍ: إِنَّ مَيْسَرَةَ بْنَ يَزِيدَ ذَكَرَ لِي كَذَا وَكَذَا وَإِنَّكَ قُلْتَ عِنْدَ ذَلِكَ {وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ} [الأحزاب: 6] , وَإِنَّمَا كَانَتْ تِلْكَ الْآيَةُ فِي شَأْنِ الْعَصَبَةِ كَانَ الرَّجُلُ يُعَاقِدُ الرَّجُلَ , فَيَقُولُ: تَرِثُنِي وَأَرِثُكَ فَلَمَّا نَزَلَتْ تُرِكَ ذَاكَ , فَجَاءَ مَيْسَرَةُ بْنُ يَزِيدَ بِالْكِتَابِ إِلَى شُرَيْحٍ , فَلَمَّا قَرَأَهُ أَبَى أَنْ يَرُدَّ قَضَاءَهُ , وَقَالَ: «فَإِنَّهُ إِنَّمَا أَعْتَقَهَا خَبَيَاتِ بَطْنِهَا»

Sunan Daruquthni 4166: Ya’qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, Ismail bin Ulayyah menceritakan kepada kami dari Ibnu Aim, dari Isa bin Al Harits, dia berkata: Ummu walad milik sudaraku, Syuraih bin Al Haris, melahirkan anak perempuan darinya. Lalu anak perempuan itu dinikahkan dan melahirkan anak laki-laki, lalu ummu walad itu meninggal. Ia lanjut berkata: Kemudian Syuraih bin Al Harits dan anak laki-laki dari putrinya itu berselisih tentang warisannya dan mengadukannya kepada Syuraih. Maka Syuraih bin Al Haris berkata kepada Syuraih, bahwa ia tidak mempunyai warisan menurut Kitabullah, karena ia adalah anak laki-laki dari anak perempuannya. Namun Syuraih menetapkan warisannya untuk anak laki-laki dari anak perempuannya, dan dia berkata, “Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. ” (Qs. Al Anfaal [8]: 75) Lalu Maisarah bin Yazid berangkat menemui Ibnu Az-Zubair, dan memberitahukan kepadanya tentang ketetapan Syuraih. Maka Ibnu Az-Zubair menulis surat kepada Syuraih (yang isinya), “Sesungguhnya Maisarah bin Yazid telah menyebutkan demikian dan demikian kepadaku, dan saat itu engkau berkata, ‘ Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam Kitab Allah’, padahal ayat ini mengenai ashabah. Yaitu seseorang yang menuntut tebusan pembunuhan, lalu dia berkata, ‘Engkau mewarisiku dan aku mewarisimu.’ Setelah turunnya ayat ini, maka hal itu ditinggalkan.” Kemudian Maisarah bin Yazid datang dengan membawakan surat itu kepada Syuraih. Setelah membacanya, ia enggan menarik kembali keputusannya, dan ia berkata, “Sebenarnya dia dimerdekakan oleh yang terlahir dari perutnya’.”

Sunan Daruquthni 4167

سنن الدارقطني 4167: نا مُحَمَّدُ بْنُ حَمْدَوَيْهِ الْمَرْوَزِيُّ , نا مَحْمُودُ بْنُ آدَمَ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ مُطَرِّفٍ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , قَالَ: قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: «لَا يَرِثُ الْقَاتِلُ خَطَأً وَلَا عَمْدًا» وَاللَّهُ أَعْلَمُ

Sunan Daruquthni 4167: Muhammad bin Hamdawaih Al Marwazi menceritakan kepada kami, Mahmud bin Adam menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Ayyasy menceritakan kepada kami dari Mutharrif, dari Asy-Sya’bi, dia berkata, “Umar RA berkata, ‘Orang yang membunuh tidak mewarisi (orang yang dibunuhnya), baik tidak disengaja maupun disengaja’.” Wallahu a ‘lam.

Sunan Daruquthni 4168

سنن الدارقطني 4168: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ صَخْرٍ , نا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ , نا هَمَّامٌ , نا عَبَّاسٌ الْجُرَيْرِيُّ , نا عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «أَيُّمَا عَبْدٍ كَاتَبَ عَلَى مِائَةِ أُوقِيَّةٍ فَأَدَّاهَا إِلَّا عَشَرَةَ أَوَاقٍ فَهُوَ عَبْدٌ , وَأَيُّمَا عَبْدٍ كَاتَبَ عَلَى مِائَةِ دِينَارٍ فَأَدَّاهَا إِلَّا عَشَرَةَ دَنَانِيرَ فَهُوَ عَبْدٌ». وَقَالَ الْمُقْرِئُ , وَعَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ , عَنْ هَمَّامٍ , عَنْ عَبَّاسٍ الْجُرَيْرِيِّ

Sunan Daruquthni 4168: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sa’id bin Shakhr menceritakan kepada kami, Abdushshamad bin Abdul Warits menceritakan kepada kami, Hammam menceritakan kepada kami. Abbas Al Jurairi menceritakan kepada kami, Amr bin Syu’aib menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hamba sahaya mana pun yang mengadakan perjanjian merdeka dengan seratus uqiyah lalu dia telah memenuhinya kecuali sepuluh uqiyah, maka dia tetap sebagai hamba sahaya, dan hamba sahaya mana pun yang mengadakan perjanjian merdeka dengan seratus dinar lalu dia telah memenuhinya kecuali sepuluh dinar, maka dia tetap sebagai hamba sahaya.” Al Muqri dan Amr bin Ashim berkata “Diriwayatkan dari Hammam dari Abbas Al Jurairi.

Sunan Daruquthni 4169

سنن الدارقطني 4169: نا يَحْيَى بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَحْيَى الْعَطَّارُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ أَبِي مَذْعُورٍ , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا أَصَابَ الْمُكَاتَبُ حَدًّا أَوْ مِيرَاثًا وَرِثَ بِحِسَابِ مَا عُتِقَ مِنْهُ , وَأُقِيمَ عَلَيْهِ الْحَدُّ بِحِسَابِ مَا عُتِقَ مِنْهُ»

Sunan Daruquthni 4169: Yahya bin Abdullah bin Yahya Al Aththar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Amr bin Abu Madz’ur menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Bila seorang budak mukatab melakukan suatu pelanggaran atau menerima warisan, maka pewarisannya dihitung berdasarkan kadar yang telah merdeka darinya, dan pemberlakuan hukuman padanya disesuaikan dengan kadar yang telah merdeka darinya.”

Sunan Daruquthni 4170

سنن الدارقطني 4170: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو الزِّنْبَاعِ رَوْحُ بْنُ الْفَرَجِ , نا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ اللَّيْثِيُّ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ , أَنَّهُ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: اشْتَرَتْنِي امْرَأَةٌ مِنْ بَنِي لَيْثٍ بِسُوقِ ذِي الْمَجَازِ بِسَبْعِمِائَةِ دِرْهَمٍ , ثُمَّ قَدِمْتُ فَكَاتَبَتْنِي عَلَى أَرْبَعِينَ أَلْفِ دِرْهَمٍ فَأَدَّيْتُ إِلَيْهَا عَامَّةَ الْمَالِ ثُمَّ حَمَلْتُ مَا بَقِيَ إِلَيْهَا , فَقُلْتُ: هَذَا مَالُكِ فَاقْبِضِيهِ , قَالَتْ: لَا وَاللَّهِ حَتَّى أَجِدَهُ مِنْكَ شَهْرًا بِشَهْرٍ وَسَنَةً بِسَنَةٍ , فَخَرَجْتُ بِهِ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ , فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ: «ارْفَعْهُ إِلَى بَيْتِ الْمَالِ» ثُمَّ بَعَثَ إِلَيْهَا , فَقَالَ: «هَذَا مَالُكِ فِي بَيْتِ الْمَالِ وَقَدْ عُتِقَ أَبُو سَعِيدٍ , فَإِنْ شِئْتِ فَخِذِي شَهْرًا بِشَهْرٍ أَوْ سَنَةً بِسَنَةٍ» , قَالَ: فَأَرْسَلَتْ فَأَخَذَتْهُ

Sunan Daruquthni 4170: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abu Az-Zinba’ Rauh bin Al Farah menceritakan kepada kami, Yahya bin Bukair menceritakan kepada kami, Abdullah bin Abdul Aziz Al-Laitsi menceritakan kepada kami dari Sa’id bin Abu Sa’id Al Maqburi, bahwa dia menceritakan kepadanya, dari ayahnya, dia berkata, “Seorang wanita dari bani Laits membeliku di pasar Dzul Majaz dengan harga tujuh ratus dirham. Kemudian aku datang, lalu dia membuat perjanjian kemerdekaanku dengan empat puluh ribu dirham. Aku kemudian membayar sebagian besar dari nilai tersebut kepadanya lalu sisanya aku bawa kepadanya sambil berkata, ‘Ini hartamu, terimalah.’ Dia berkata, ‘Tidak, demi Allah, sampai aku mengambilnya darimu bulan demi bulan dan tahun demi tahun.’ Aku lantas keluar membawa harta itu kepada Umar bin Khaththab RA, lalu aku ceritakan hal itu kepadanya, maka Umar pun berkata, ‘Bawakan ke baitul mal.’ Kemudian Umar mengirim utusan kepada wanita tersebut, lalu dia berkata, ‘Ini hartamu di baitul mal. Kini Abu Sa’id telah merdeka. Bila engkau ingin, silakan ambil bulan demi bulan atau tahun demi tahun.’ Maka wanita itu pun mengirim utusan dan mengambil harta tersebut.

Sunan Daruquthni 4171

سنن الدارقطني 4171: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ النَّرْسِيُّ , نا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ , حَدَّثَنِي أَبِي ح , وَنا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ زَاجٌ , نا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ , نا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يُودَى الْمُكَاتَبُ بِقَدْرِ مَا عَتَقَ مِنْهُ دِيَةَ الْحُرِّ , وَبِقَدْرِ مَا رُقَّ مِنْهُ دِيَةَ الْعَبْدِ»

Sunan Daruquthni 4171: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Al Walid An-Narsi menceritakan kepada kami, Mu’adz bin Hisyam menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku (h) Dan Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur Zaj menceritakan kepada kami, AnNadhr bin Syumail menceritakan kepada kami, Hisyam Ad-Dastawa’i menceritakan kepada kami dari Yahya bin Abu Katsir, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Diyat budak mukatab untuk kadar yang telah merdeka (pada dirinya) dinilai dengan ukuran diyat orang merdeka, sedangkan untuk kadar yang masih sebagai budak (pada dirinya) dinilai dengan diyat budak.”

Sunan Daruquthni 4172

سنن الدارقطني 4172: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الرَّبِيعِ , نا أَبُو فَرْوَةَ , نا يَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ , نا حَجَّاجٌ الصَّوَّافُ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمُكَاتَبِ يَقْتُلُ يُودِي مَا أَدَّى مِنْ مُكَاتَبَتِهِ دِيَةَ الْحُرِّ , وَمَا بَقِيَ دِيَةَ الْعَبْدِ»

Sunan Daruquthni 4172: Al Husan bin Ahmad bin Ar-Rabi’ menceritakan kepada kami, Abu Farwah menceritakan kepada kami, Ya’la bin Ubaid menceritakan kepada kami, Hajjaj AshShawwaf menceritakan kepada kami dari Yahya bin Abu Katsir, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah SAW memutuskan pada budak mukatab yang dibunuh, bahwa dia ditebus dengan ukuran diyat orang merdeka untuk kadar yang telah dimerdekakan dari dirinya, dan sisanya dengan ukuran diyat budak.”

Sunan Daruquthni 4173

سنن الدارقطني 4173: نا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ أَبُو نَشِيطٍ , نا أَبُو الْمُغِيرَةِ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ تَمِيمٍ , نا الزُّهْرِيُّ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ كَانَ لَهُ شَرِيكٌ فِي عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ فَأَعْتَقَ نَصِيبَهُ فَإِنَّ عَلَيْهِ عِتْقَ مَا بَقِيَ فِي الْعَبْدِ وَالْأَمَةِ مِنْ حِصَصِ شُرَكَائِهِ , يُقَامُ قِيمَةُ عَدْلٍ , وَيُودِي إِلَى شُرَكَائِهِ قِيمَةَ حِصَصِهِمْ , وَيَعْتِقُ الْعَبْدَ وَالْأَمَةَ إِنْ كَانَ فِي مَالِ الْمُعْتَقِ بِقِيمَةِ حِصَصِ شُرَكَائِهِ»

Sunan Daruquthni 4173: Abu Abdullah Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Harun Abu Nasyith menceritakan kepada kami, Abu Al Mughirah menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Yazid bin Tamim menceritakan kepada kami, Az-Zuhri menceritakan kepada kami dari Nafl’, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa mempunyai mitra dalam kepemilikan seorang budak, baik budak laki-laki maupun budak perempuan, lalu ia memerdekakan bagian miliknya, maka ia menanggung sisa kepemilikan terhadap budak laki-laki atau budak perempuan tersebut yang merupakan bagian para mitranya, yaitu diperhitungkan dengan nilai yang adil, dan diserahkan kepada para mitranya itu nilai kepemilikan mereka, serta budak tersebut dimerdekakan bila harta orang yang memerdekakan itu mencukupi sisa nilai para mitranya’.”

Sunan Daruquthni 4174

سنن الدارقطني 4174: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مَرْزُوقٍ الْكَعْبِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , وَإِسْمَاعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ , وَيَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ أَعْتَقَ شِرْكًا لَهُ فِي عَبْدٍ أُقِيمِ عَلَيْهِ قِيمَةُ عَدْلٍ فَأَعْطَى شُرَكَاءَهُ , وَعَتَقَ عَلَيْهِ الْعَبْدُ إِنْ كَانَ مُوسِرًا وَإِلَّا عَتَقَ مِنْهُ مَا عَتَقَ وَرَقَّ مَا بَقِيَ»

Sunan Daruquthni 4174: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakim menceritakan kepada kami, Ismail bin Marzuq Al Ka’bi menceritakan kepada kami, Yahya bin Ayyub menceritakan kepada kami dari Ubaidullah bin Umar, Ismail bin Umayyah dan Yahya bin Sa’d, dari Nafi’, jdari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa memerdekakan kemitraannya pada kepemilikan seorang budak, maka nilai yang adil diperhitungkan padanya, lalu ia memberikan (nilai tersebut) kepada para mitranya, dan budak itu dimerdekakan atas tanggungannya bila ia memiliki harta yang cukup, dan bila tidak, maka budak tersebut dimerdekakan bagian yang bisa dimerdekakan, dan sisanya masih berstatus sebagai budak.’

Sunan Daruquthni 4175

سنن الدارقطني 4175: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ صَخْرٍ , نا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ , نا شُعْبَةُ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنِ النَّضْرِ بْنِ أَنَسٍ , عَنْ بَشِيرِ بْنِ نَهِيكٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْمَمْلُوكِ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ يُعْتِقُ أَحَدُهُمَا نَصِيبَهُ , قَالَ: «يَضْمَنُ». وَافَقَهُ هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ فَلَمْ يَذْكُرِ الِاسْتِسْعَاءَ , وَشُعْبَةُ وَهِشَامٌ أَحْفَظُ مَنْ رَوَاهُ عَنْ قَتَادَةَ. وَرَوَاهُ هَمَّامٌ فَجَعَلَ الِاسْتِسْعَاءَ مِنْ قَوْلِ قَتَادَةَ , وَفَصَلَهُ مِنْ كَلَامِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَرَوَاهُ ابْنُ أَبِي عَرُوبَةَ , وَجَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ , عَنْ قَتَادَةَ , فَجَعَلَ الِاسْتِسْعَاءَ مِنْ قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَأَحْسَبُهُمَا وَهِمَا فِيهِ لِمُخَالَفَةِ شُعْبَةَ , وَهِشَامٍ , وَهَمَّامٍ إِيَّاهُمَا.

Sunan Daruquthni 4175: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sa’id bin Shakhr menceritakan kepada kami, An-Nadhr bin Syumail menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari An-Nadhr bin Anas, dari Basyir bin Nahik, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang hamba sahaya yang dimiliki oleh dua orang, yang salah satunya memerdekakan bagian miliknya, beliau bersabda, “Dia menanggung.” Hisyam Ad-Dastawa’i menyepakatinya namun tidak menyebutkan tentang “mengusahakan” (yakni mengusahakan memenuhi sisa nilai budak tersebut yang belum merdeka agar bisa merdeka secara utuh), sementara Syu’bah dan Hisyam adalah yang paling terpelihara di antara yang meriwayatkannya dari Qatadah. Diriwayatkan juga oleh Hammam dan menyatakan bahwa “mengusahakan” itu dari ucapan Qatadah dan dipisahkan dari ucapan Nabi SAW. Diriwayatkan juga oleh Ibnu Abu Arubah dan Jarir bin Hazim dari Qatadah, dan menyatakan bahwa “mengusahakan” itu dari ucapan Nabi SAW. Aku menduga bahwa keduanya hanya mengira-ngira hal itu, karena tampak dari perbedaan riwayat mereka terhadap riwayat Syu’bah, Hisyam dan Hammam.