Skip to main content

Sunan Daruquthni 4296

سنن الدارقطني 4296: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا عَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ التَّرْقُفِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ يَعْلَى , نا أَبِي , نا غَيْلَانُ بْنُ جَامِعٍ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ , عَنْ عَامِرٍ الشَّعْبِيِّ , قَالَ: شَهِدَ رَجُلَانِ مِنْ أَهْلِ دَقْوَقَاءَ نَصْرَانِيَّانِ عَلَى وَصِيَّةِ مُسْلِمٍ مَاتَ عِنْدَهُمْ فَارْتَابَ أَهْلُ الْوَصِيَّةِ , فَأَتَوْا بِهِمَا أَبَا مُوسَى الْأَشْعَرِيَّ فَاسْتَحْلَفَهُمَا بَعْدَ صَلَاةِ الْعَصْرِ: وَاللَّهِ مَا اشْتَرَيْنَا بِهِ ثَمَنًا وَلَا كَتَمْتُمَا شَهَادَةَ اللَّهِ إِنَّا إِذَا لِمَنْ الْآثِمِينَ , قَالَ عَامِرٌ: قَالَ أَبُو مُوسَى: «وَاللَّهِ إِنَّ هَذِهِ لَقَضِيَّةٌ مَا قُضِيَ بِهَا مُنْذُ مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ الْيَوْمِ»

Sunan Daruquthni 4296: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Abbas bin Abdullah AtTarqufi menceritakan kepada kami, Yahya bin Ya’la menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Ghailan bin Jami’ menceritakan kepada kami dari Ismail bin Abu Khalid, dari Amir Asy-Sya’bi, dia berkata, “Dua orang Nashrani warga Daquqa’ pernah bersaksi tentang wasiat seorang muslim yang meninggal di tempat mereka, namun para penerima wasiat meragukan, kemudian mereka membawa kedua orang tersebut kepada Abu Musa Al Asy’ari, maka dia pun meminta keduanya bersumpah setelah shalat Ashar, bahwa: ‘Demi Allah kalian berdua tidak membeli sesuatu dengannya dan kalian tidak menyembunyikan kesaksian Allah. Bila demikian maka kami termasuk orang-orang yang berdosa’.” Amir berkata: Abu Musa berkata, “Demi Allah, sesungguhnya ini adalah kasus yang belum pernah ditetapkan begitu semenjak meninggalnya Rasulullah SAW hingga sebelum hari ini.”

Sunan Daruquthni 4281

سنن الدارقطني 4281: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ مِدْرَارٍ , حَدَّثَنِي عَمِّي طَاهِرُ بْنُ مِدْرَارٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ عُمَارَةَ , عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , وَالزُّهْرِيِّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَبِي إِسْرَائِيلَ ثُمَّ ذَكَرَ مِثْلَهُ سَوَاءً , وَلَمْ يَذْكُرْ حَدِيثَ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ

Sunan Daruquthni 4281: Ahmad bin Muhammad bin Sa’id menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ja’far bin Midrar menceritakan kepada kami, pamanku, Thahir bin Midrar, menceritakan kepadaku, Al “Hasan bin Umarah menceritakan kepada kami dari Habib bin Abu Tsabit, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas. Dan Az-Zuhri dari Ubaidullah bin Abdullah dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Nabi SAW pernah melewati Abu Israil” Ia lalu menyebutkan redaksi yang sama persis, tanpa menyebutkan hadis Amru bin Dinar.

Sunan Daruquthni 4297

سنن الدارقطني 4297: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى الْمِصْرِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , أَنَّ أَبَا الزُّبَيْرِ حَدَّثَهُ , عَنْ عَدِيِّ بْنِ عَدِيٍّ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّهُ أَتَى رَجُلَانِ يَخْتَصِمَانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَرْضٍ فَقَالَ أَحَدُهُمَا: هِيَ لِي وَقَالَ الْآخَرُ: هِيَ لِي حُزْتُهَا وَقَبَضْتُهَا , فَقَالَ: «فِيهَا الْيَمِينُ لِلَّذِي بِيَدِهِ الْأَرْضُ» , فَلَمَّا تَفَوَّهَ لِيَحْلِفَ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمَا إِنَّهُ مَنْ حَلَفَ عَلَى مَالِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ» , قَالَ: «فَمَنْ تَرَكَهَا فَلَهُ الْجَنَّةُ».

Sunan Daruquthni 4297: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Ahmad bin Isa Al Mishri menceritakan kepada kami, Abdullah bin Wahb menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Bilal mengabarkan kepadaku, dari Yahya bin Sa’id, bahwa Abu Az Zubair menceritakan kepadanya, dari Adi bin Adi, dari ayahnya, bahwa Dua laki-laki yang bersengketa pernah mengadu kepada Rasulullah SAW tentang kasus tanah, salah seorang dari keduanya berkata, “(Tanah) itu milikku.” Yang lainnya berkata, “(Tanah) itu milikku. Telah dibatasi (seperti itu) untukku maka aku telah menerimanya.” Maka beliau berkata tentang ini, bahwa sumpah atas orang yang tanah itu di tangannya. Ketika orang itu telah siap-siap untuk bersumpah, Rasulullah SAW berkata kepadanya, “Ketahuilah, sesungguhnya, barangsiapa bersumpah untuk mendapatkan harta seorang muslim, maka dia akan berjumpa dengan Allah Azza wa Jalla dalam keadaan Dia murka terhadapnya.” Beliau juga bersabda, “Dan barangsiapa meninggalkannya, maka ia memperoleh surga.”

Sunan Daruquthni 4282

سنن الدارقطني 4282: نا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى الْخَوَّاصُ , نا سُفْيَانُ بْنُ زِيَادِ بْنِ آدَمَ , نا حَبَّانُ بْنُ هِلَالٍ , نا وُهَيْبٌ , نا أَيُّوبُ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ إِذْ رَأَى رَجُلًا قَائِمًا فِي الشَّمْسِ فَسَأَلَ عَنْهُ , فَقَالُوا: هَذَا أَبُو إِسْرَائِيلَ نَذَرَ أَنْ يَقُومَ وَلَا يَقْعُدَ وَلَا يَسْتَظِلَّ وَيَصُومَ وَلَا يَتَكَلَّمَ , فَقَالَ: «مُرُوهُ فَلْيَقْعُدْ وَلْيَسْتَظِلَّ وَلْيَتَكَلَّمْ وَلْيَصُمْ»

Sunan Daruquthni 4282: Ahmad bin Isa Al Khawwash menceritakan kepada kami, Sufyan bin Ziyad bin Adam menceritakan kepada kami, Habban bin Hilal menceritakan kepada kami, Wuhaib menceritakan kepada kami, Ayyub menceritakan kepada kami dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ketika Nabi SAW sedang berkhutbah, tiba-tiba beliau melihat seorang laki-laki tengah berdiri di bawah terik matahari, maka beliau menanyakan tentangnya. Orang-orang pun menjawab, ‘Ini Abu Israil, dia telah bernadzar untuk berdiri dan tidak duduk, tidak berteduh dan untuk berpuasa serta tidak berbicara.’ Beliau pun bersabda, ‘Suruhlah dia duduk, berteduh, berbicara dan berpuasa’.

Sunan Daruquthni 4298

سنن الدارقطني 4298: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الزُّهْرِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَهْضَمٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيِّ , أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ , أَنَّ عَدِيَّ بْنَ عَدِيٍّ أَخْبَرَهُ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 4298: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ubaidullah Az Zuhri menceritakan kepada kami, Muhammad bin Jahdham menceritakan kepada kami, Ismail bin Ja’far menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa’id Al Anshari, Abu Az Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa Adi bin Adi mengabarkan kepadanya, dari ayahnya, dari Nabi SAW, dengan redaksi yang serupa.

Sunan Daruquthni 4283

سنن الدارقطني 4283: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ , نا عَبْثَرٌ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ حَمَّادٍ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ عَلْقَمَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: ” الْأَيْمَانُ أَرْبَعَةٌ: يَمِينَانِ يُكَفَّرَانِ وَيَمِينَانِ لَا يُكَفَّرَانِ , فَالرَّجُلُ يَحْلِفُ: وَاللَّهِ لَا نَفْعَلُ كَذَا وَكَذَا فَيَفْعَلُ , وَالرَّجُلُ يَقُولُ: وَاللَّهِ لَأَفْعَلُ فَلَا يَفْعَلُ , وَأَمَّا الْيَمِينَانِ اللَّذَانِ لَا يُكَفَّرَانِ: فَالرَّجُلُ يَحْلِفُ مَا فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ فَعَلَهُ , وَالرَّجُلُ يَحْلِفُ لَقَدْ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا وَلَمْ يَفْعَلْهُ “

Sunan Daruquthni 4283: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Khalaf bin Hisyam menceritakan kepada kami, Abtsar menceritakan kepada kami dari Laits, dari Hammad, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah, dia berkata, “Sumpah itu ada empat macam: Dua sumpah harus ditebus dan dua sumpah tidak harus ditebus. Seseorang yang bersumpah ‘Demi Allah tidak akan melakukan ini dan itu tapi ternyata dia melakukannya, dan seseorang yang berkata ‘Demi Allah aku akan melakukan’ tapi ternyata tidak dilakukan. Adapun sumpah yang tidak harus ditebus: Seseorang bersumpah ‘Aku tidak melakukan ini’ padahal dia telah melakukannya, dan seseorang bersumpah ‘Aku telah melakukan ini dan itu padahal tidak melakukannya.”

Sunan Daruquthni 4299

سنن الدارقطني 4299: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا عَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ بِشْرٍ , نا الْحَكَمُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ: ” أَمَّنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ إِلَّا أَرْبَعَةَ نَفَرٍ: عَبْدُ الْعُزَّى بْنُ خَطَلٍ , وَمَقِيسُ بْنُ ضَبَابَةَ الْكِنَانِيُّ , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعْدِ بْنِ أَبِي سَرْحٍ , وَأُمُّ سَارَةَ , فَأَمَّا عَبْدُ الْعُزَّى فَقُتِلَ وَهُوَ آخِذٌ بِأَسْتَارِ الْكَعْبَةِ ” وَذَكَرَ بَاقِيَ الْحَدِيثِ

Sunan Daruquthni 4299: Ismail bin Muhammad bin Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Abbas bin Muhammad menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Bisyr menceritakan kepada kami, Al Hakam bin Abdul Malik menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Anas bin Malik, dia berkata, “Rasulullah SAW memberikan perlindungan kepada semua orang pada saat penaklukkan Makkah, kecuali empat orang: Abdul Uzza bin Khathal, Miqyas bin Dhubabah Al Kinani, Abdullah bin Sa’d bin Abu Sarh dan Ummu Sarah. Adapun Abdul Uzza, dia dibunuh, saat bergelantungan pada tirai Ka’bah.” Lalu ia menyebutkan sisa redaksi hadis.

Sunan Daruquthni 4284

سنن الدارقطني 4284: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا عُمَرُ بْنُ مُدْرِكٍ , نا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ سَالِمٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: «كُلُّ اسْتِثْنَاءٍ غَيْرِ مَوْصُولٍ فَصَاحِبُهُ حَانِثٌ»

Sunan Daruquthni 4284: Ismail bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Umar bin Mudrik menceritakan kepada kami, Said bin Manshur menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Az Zinad menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Salim, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Semua pengecualian yang tidak terkait, berarti pelakunya bersumpah palsu.”

Sunan Daruquthni 4300

سنن الدارقطني 4300: نا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُغَلِّسِ , نا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ قَمِيرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْمُفَضَّلِ , نا أَسْبَاطُ بْنُ نَصْرٍ , قَالَ: زَعَمَ السُّدِّيُّ , عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: لَمَّا كَانَ يَوْمُ فَتْحِ مَكَّةَ أَمَّنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ إِلَّا أَرْبَعَةَ نَفَرٍ وَامْرَأَتَيْنِ , وَقَالَ: ” اقْتُلُوهُمْ وَإِنَّ وَجَدْتُمُوهُمْ مُتَعَلِّقِينَ بِأَسْتَارِ الْكَعْبَةِ: عِكْرِمَةُ بْنُ أَبِي جَهْلٍ , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ خَطَلٍ , وَمَقِيسُ بْنُ ضَبَابَةَ , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعْدِ بْنِ أَبِي سَرْحٍ ” وَذَكَرَ بَاقِيَ الْحَدِيثِ.

Sunan Daruquthni 4300: Abu Abdullah Ahmad bin Muhammad Al Mughallas menceritakan kepada kami, Zuhair bin Muhammad bin Qumair menceritakan kepada kami, Ahmad Ibnu Al Mufadhdhal menceritakan kepada kami, Asbath bin Nashr menceritakan kepada kami, dia berkata: As-Suddi menyatakan dari Mush’ab bin Sa’d, dari ayahnya, dia berkata, “Pada saat penaklukkan Makkah, Rasulullah SAW memberikan perlindungan kepada orang-orang kecuali empat orang dan dua wanita, dan beliau berkata, ‘Bunuhlah mereka, walaupun kalian mendapati mereka bergelantungan dengan tirai Ka’bah; Ikrimah bin Abu Jahl, Abdullah bin Khathal, Miqyas bin Dhubabah, Abdullah bin Sa’d bin Abu Sarh’.” Lalu ia menyebutkan sisa redaksi hadis.

Sunan Daruquthni 4285

سنن الدارقطني 4285: نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ , نا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْحَارِثِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , قَالَ: جَاءَتِ امْرَأَةُ أَبِي ذَرٍّ عَلَى رَاحِلَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقَصْوَاءِ حِينَ أُغِيرَ عَلَى لِقَاحِهِ حَتَّى أَنَاخَتْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَتْ: إِنِّي نَذَرْتُ إِنْ نَجَّانِيَ اللَّهُ عَلَيْهَا لَآكُلَنَّ مِنْ كَبِدِهَا وَسَنَامِهَا , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَبِئْسَمَا جَزَيْتِهَا لَيْسَ هَذَا نَذْرًا , إِنَّمَا النَّذْرُ مَا ابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُ اللَّهِ»

Sunan Daruquthni 4285: Ya’qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Ali bin Muslim menceritakan kepada kami, Khalid bin Makhlad menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Bilal menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Al Harits menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, “Istrinya Abu Dzar pernah datang dengan mengendarai unta Rasulullah SAW, Al Qashwa‘ yaitu setelah terjadi penyergapan terhadap ternak (Madinah), hingga akhirnya dia merundukkannya di dekat Rasulullah SAW, lalu berkata, ‘Sesungguhnya aku telah bernadzar, bila Allah menyelamatkanku, niscaya aku akan memakan hati dan punuknya.’ Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Buruk sekali balasanmu padanya. Ini bukan nadzar. Sesungguhnya nadzar itu untuk mendapat keridhaan Allah’.’