Skip to main content

Sunan Daruquthni 4751

سنن الدارقطني 4751: حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ الْأَصْبَهَانِيُّ , نا الْحَسَنُ بْنُ أَبِي الرَّبِيعِ , نا وَهْبُ بْنُ جَرِيرِ بْنِ حَازِمٍ , نا أَبِي , قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ أَبِي نَجِيحٍ , يُحَدِّثُ عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى , أَنَّ حُذَيْفَةَ اسْتَسْقَى , فَأَتَاهُ دِهْقَانُ بِإِنَاءٍ مِنْ فِضَّةٍ فَأَخَذَهُ فَرَمَاهُ بِهِ , وَقَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَانَا «أَنْ نَشْرَبَ فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ , وَأَنْ نَأْكُلَ فِيهِمَا , وَعَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ , وَأَنْ نَجْلِسَ عَلَيْهِ»

Sunan Daruquthni 4751: Abu Shalih Al Ashbahani menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Abu Ar-Rabi’ menceritakan kepada kami, Wahb bin Jarir bin Hazim menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Ibnu Abu Najih menceritakan, dari Mujahid, dari Ibnu Abu Laila, bahwa Hudzaifah pernah minta minum, lalu Dihqan menghampirinya dengan membawakan bejana yang terbuat dari perak, maka Hudzaifah mengambilnya lalu melemparkannya sambil berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah melarang kami minum dengan menggunakan bejana emas dan perak, melarang kami makan dengan menggunakan itu, melarang mengenakan sutera halus dan kasar, serta duduk di atasnya.”

Sunan Daruquthni 4752

سنن الدارقطني 4752: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا أَبُو الْأَشْعَثِ أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ نا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ , نا حَبِيبٌ الْمُعَلِّمُ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَالُ لَهُ: أَبُو ثَعْلَبَةَ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي كِلَابًا مُكَلَّبَةً فَأَفْتِنِي فِي صَيْدِهَا , فَقَالَ: «إِنْ كَانَتْ لَكَ كِلَابٌ مُكَلَّبَةٌ فَكُلْ مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكَ ذَكِيُّ وَغَيْرَ ذَكِيٍّ» , قَالَ: وَإِنْ أَكَلَ مِنْهُ؟ , قَالَ: «وَإِنْ أَكَلَ مِنْهُ» , قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفْتِنِي فِي قَوْسِي , قَالَ: «كُلْ مَا رَدَّتْ عَلَيْكَ قَوْسُكَ» , قَالَ: ذَكِيُّ وَغَيْرَ ذَكِيٍّ؟ , قَالَ: «ذَكِيُّ وَغَيْرَ ذَكِيٍّ». قَالَ: وَإِنْ تَغِيبَ عَنِّي؟ , قَالَ: «وَإِنْ تَغِيبَ عَنْكَ مَا لَمْ تَضِلَّ أَوْ تَجِدْ فِيهِ أَثَرًا غَيْرَ أَثَرِ سَهْمِكَ». قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفْتِنِي فِي آنِيَةِ الْمَجُوسِ إِذَا اضْطُرِرْنَا إِلَيْهَا , قَالَ: «اغْسِلْهَا ثُمَّ كُلْ فِيهَا»

Sunan Daruquthni 4752: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Abu Al Asy’ats Ahmad bin Al Miqdam menceritakan kepada kami, Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami, Habib Al Mu’allim menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa seorang laki-laki yang biasa dipanggil Abu Tsa’labah datang kepada Nabi SAW lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai sejumlah anjing terlatih (untuk berburu), maka berilah aku fatwa tentang hasil buruannya.” Beliau bersabda, “Bila itu anjing yang terlatih, maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, baik disembelih maupun tidak disembelih.'” Dia bertanya lagi, “Bila anjing itu makan darinya?” Beliau menjawab, “Walaupun dia makan darinya.” Dia berkata lagi, “Wahai Rasulullah, berilah aku fatwa tentang panahku.” Beliau bersabda, “Makanlah apa yang diperoleh oleh panahmu.” Dia bertanya lagi, “Baik disembelih maupun tidak disembelih?” Beliau menjawab, “Baik disembelih atau pun tidak disembelih.” Dia bertanya lagi, “Bila (binatang buruan) itu sempat lepas dariku?” Beliau menjawab, “Walaupun sempat lepas darimu selama tidak hilang atau engkau tidak menemukan selain bekas panahmu.” Dia berkata lagi, “Wahai Rasulullah, berilah aku fatwa tentang bejana-bejana orang Majusi bila terpaksa kami menggunakannya.” Beliau bersabda, “Cucilah terlebih dahulu, lalu makanlah dengan menggunakannya.”

Sunan Daruquthni 4753

سنن الدارقطني 4753: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , وَمُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ هَارُونَ الْعَسْكَرِيُّ , وَالْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الرَّبِيعِ الْأَنْمَاطِيُّ , قَالُوا: أنا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا عَبَّادُ بْنُ عَبَّادٍ الْمُهَلَّبِيُّ , عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ , أَنَّهُ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: أَرْمِي بِسَهْمِي فَأُصِيبُ فَلَا أَقْدِرُ عَلَيْهِ إِلَّا بَعْدَ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ , فَقَالَ: «إِذَا قَدَرْتَ عَلَيْهِ وَلَيْسَ فِيهِ أَثَرٌ وَلَا خَدْشٌ إِلَّا رَمْيَتُكَ فَكُلْ , وَإِنْ وَجَدْتَ فِيهِ أَثَرَ غَيْرِ رَمْيَتِكَ فَلَا تَأْكُلْهُ» , أَوْ قَالَ: «لَا تَطْعَمْهُ فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي أَنْتَ فَعَلْتَهُ أَوْ غَيْرُكَ وَإِذَا أَرْسَلْتَ كَلْبَكَ فَأَخَذَ فَأَدْرَكْتَهُ فَذَكِّهِ وَإِنْ وَجَدْتَهُ قَدْ أَخَذَ وَلَمْ يَأْكُلْ شَيْئًا مِنْهُ فَكُلْهُ , وَإِنْ وَجَدْتَهُ قَدْ قَتَلَهُ فَأَكَلَ مِنْهُ فَلَا تَأْكُلْ مِنْهُ شَيْئًا» , أَوْ قَالَ: «لَا تَأْكُلْهُ فَإِنَّمَا أَمْسَكَ عَلَى نَفْسِهِ» , قَالَ عَدِيُّ: فَإِنِّي أَرْسَلُ كِلَابِي وَأَذْكُرُ اسْمَ اللَّهِ فَتَخْتَلِطُ بِكِلَابِ غَيْرِي فَيَأْخُذْنَ الصَّيْدَ فَيَقْتُلْنَهُ , قَالَ: «لَا تَأْكُلْهُ فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي أَكِلَابُكَ قَتَلَتْهُ أَوْ كِلَابُ غَيْرِكَ»

Sunan Daruquthni 4753: Ya’qub bin Ibrahim Al Bazzaz, Muhammad bin Ahmad bin Harun Al Askari dan Al Hasan bin Ahmad bin Ar-Rabi’ Al Anmathi menceritakan kepada kami, mereka berkata: Al Hasan bin Arafah mengabarkan kepada kami, Abbad bin Abbad Al Muhallabi menceritakan kepada kami dari Ashim Al Ahwal, dari Asy-Sya’bi, dari Adi bin Hatim, bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW, dia berkata, “Aku melepaskan anak panahku lalu mengenai sasaran namun aku tidak dapat mengambilnya kecuali setelah sehari atau dua hari.” Beliau menjawab, “Bila engkau berhasil mengenainya dan tidak ada bekas lain serta tidak ada bekas gigitan (binatang buas) selain bekas panahmu, maka makanlah. Tapi bila engkau temukan selain bekas panahmu, maka janganlah dimakan” atau beliau berkata “janganlah engkau menyantapnya, karena sesungguhnya engkau tidak tahu, apakah engkau yang membunuhnya atau selainmu. Bila engkau melepaskan anjingmu, lalu dia berhasil menangkap (buruannya) dan engkau sempat menangkapnya, maka sembelihlah, dan bila engkau mendapatinya telah ditangkapnya dan anjingmu belum makan darinya, maka makanlah. Tapi bila engkau mendapatinya telah dibunuh (oleh anjingmu) dan dia memakan darinya, maka janganlah engkau memakan darinya” atau beliau berkata “janganlah engkau memakannya, karena sebenarnya dia telah menangkapnya untuk dirinya sendiri.” Adi berkata, “Aku melepaskan anjing-anjingku dan menyebutkan nama Allah, lalu anjing-anjingku berbaur dengan anjing-anjing lainnya, kemudian mereka menangkap binatang buruan dan membunuhnya.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau memakannya, karena engkau tidak tahu, apakah anjing-anjingmu yang telah membunuhnya atau anjing-anjing yang lain.

Sunan Daruquthni 4754

سنن الدارقطني 4754: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , وَيَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , قَالَا: نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ , عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الصَّيْدِ , قَالَ: «إِذَا رَمَيْتَ بِسَهْمِكَ فَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ , فَإِنْ وَجَدْتَهُ قَدْ قُتِلَ فَكُلْهُ إِلَّا أَنْ تَجِدَهُ قَدْ وَقَعَ فِي مَاءٍ فَمَاتَ , فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي الْمَاءُ قَتَلَهُ أَمْ سَهْمُكَ»

Sunan Daruquthni 4754: Muhammad bin Makhlad dan Ya’qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al Mubarak menceritakan kepada kami dari Ashim Al Ahwal, dari Asy-Sya’bi, dari Adi bin Hatim RA, dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Nabi SAW tentang binatang buruan, beliau pun bersabda, ‘Jika engkau melepaskan anak panahmu, maka sebutlah nama Allah. Bila engkau mendapatinya telah mati, maka makanlah, kecuali bila engkau mendapatinya terjatuh ke dalam air lalu mati, karena engkau tidak tahu, apakah air itu yang telah membunuhnya ataukah anak panahmu.”

Sunan Daruquthni 4755

سنن الدارقطني 4755: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ الْحَرَّانِيُّ , نا شَاذَانُ , نا شَرِيكٌ , عَنِ الْحَجَّاجِ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ أَبِي بَزَّةَ , وَأَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ سُلَيْمَانَ الْيَشْكُرِيُّ , عَنْ جَابِرٍ , قَالَ: «نُهِيَ عَنْ ذَبِيحَةِ الْمَجُوسِيِّ , وَصَيْدِ كَلْبِهِ وَطَائِرِهِ»

Sunan Daruquthni 4755: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Hasan Al Harrani menceritakan kepada kami, Syadzan menceritakan kepada kami, Syarik menceritakan kepada kami dari Al Hajjaj, dari Al Qasim bin Abu Bazzah dan Abu Az-Zubair, dari Sulaiman Al Yasykuri, dari Jabir, dia berkata, “Telah dilarang (memakan) sembelihan orang Majusi dan hasil buruan anjingnya dan burungnya.”

Sunan Daruquthni 4756

سنن الدارقطني 4756: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى الْأُمَوِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ , عَنْ مَكْحُولٍ , عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ , عَنِ الْخُشَنِيِّ , قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نُخَالِطُ الْمُشْرِكِينَ وَلَيْسَ لَنَا قُدُورٌ وَلَا آنِيَةٌ غَيْرُ آنِيَتِهِمْ , قَالَ: فَقَالَ: «اسْتَغْنُوا عَنْهَا مَا اسْتَطَعْتُمْ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَارْحَضُوهَا بِالْمَاءِ فَإِنَّ الْمَاءَ طَهُورُهَا ثُمَّ اطْبُخُوا فِيهَا»

Sunan Daruquthni 4756: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Sa’id bin Yahya Al Umawi menceritakan kepada kami, Abdurrahim bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Al Hajjaj bin Arthah, dari Makhul, dari Abu Idris, dari Al Khusyani, dia berkata, “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, kami berbaur dengan orang-orang musyrik, dan kami tidak memiliki periuk dan tidak pula bejana selain bejana mereka.’ Beliau bersabda, ‘Jangan kalian gunakan itu bila bisa. Tapi bila kalian tidak menemukan (yang lain) maka cucilah dengan air, karena air dapat menyucikannya, lalu memasaklah dengannya’.”

Sunan Daruquthni 4741

سنن الدارقطني 4741: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَسَنِ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي حَسَّانَ , نا أَبُو مَرْوَانَ هِشَامُ بْنُ خَالِدٍ , نا أَبُو خُلَيْدٍ عُتْبَةُ بْنُ حَمَّادٍ الْمُقْرِيُّ , نا ابْنُ ثَوْبَانَ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ أَسْمَاءَ , قَالَتْ: «ذَبَحْنَا فَرَسًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكَلْنَا نَحْنُ وَأَهْلُ بَيْتِهِ»

Sunan Daruquthni 4741: Muhammad bin Ahmad bin Al Hasan menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim bin Abu Hassan menceritakan kepada kami, Abu Marwan Hisyam bin Khalid menceritakan kepada kami, Abu Khulaid Utbah bin Hammad Al Muqri menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Asma‘ dia berkata, “Kami pernah menyembelih kuda pada masa Rasulullah SAW, lalu kami dan ahli bait beliau, memakannya.”

Sunan Daruquthni 4757

سنن الدارقطني 4757: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ , عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «إِذَا رَمَيْتَ بِسَهْمِكَ فَغَابَ عَنْكَ ثَلَاثًا فَأَدْرَكْتَهُ فَكُلْهُ مَا لَمْ يُنْتِنْ»

Sunan Daruquthni 4757: Ya’qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, Hammad bin Khalid menceritakan kepada kami dari Mu’awiyah bin Shalih, dari Abdurrahman bin Jubair bin Nufair, dari ayahnya, dari Tsa’labah Al Khusyani RA, dari Nabi SAW, “Bila engkau melepaskan anak panahmu, lalu (binatang buruan) itu luput darimu selama tiga hari kemudian engkau menemukannya, maka makanlah selama belum membusuk.”

Sunan Daruquthni 4742

سنن الدارقطني 4742: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ زَنْجُوَيْهِ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , عَنْ عُمَرَ بْنِ زَيْدٍ مِنْ أَهْلِ صَنْعَاءَ , نا أَبُو الزُّبَيْرِ , أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ , يَقُولُ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْلِ الْهِرَّةِ وَأَكْلِ ثَمَنِهَا»

Sunan Daruquthni 4742: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdul Malik bin Zanjawaih menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami dari Umar bin Zaid salah seorang warga Shan’a, Abu Az-Zubair menceritakan kepada kami, bahwa ia mendengar Jabir bin Abdullah berkata, “Rasulullah SAW melarang memakan kucing dan memakan harganya (hasil penjualannya).

Sunan Daruquthni 4758

سنن الدارقطني 4758: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ نُوحٍ الْعَسْكَرِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ يَزِيدَ الْأَهْوَازِيُّ , نا أَبُو هِشَامٍ الْأَهْوَازِيُّ ح وَنا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ بِمِصْرَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مُوسَى , نا الْحَسَنُ بْنُ الْحَارِثِ , وَيَحْيَى بْنُ يَزِيدَ الْأَهْوَازِيُّ , قَالُوا: نا أَبُو هَمَّامٍ الْأَهْوَازِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ الزِّبْرِقَانِ , عَنْ مَرْوَانَ بْنِ سَالِمٍ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ الرَّجُلَ مِنَّا يَذْبَحُ وَيَنْسَى أَنْ يُسَمِّيَ اللَّهَ؟ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اسْمُ اللَّهِ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ». مَرْوَانُ بْنُ سَالِمٍ ضَعِيفٌ , وَقَالَ ابْنُ قَانِعٍ: «اسْمُ اللَّهِ عَلَى فَمِ كُلِّ مُسْلِمٍ»

Sunan Daruquthni 4758: Abdul Baqi bin Qani’ menceritakan kepada kami, Muhammad bin Nuh Al Askari menceritakan kepada kami, Yahya bin Yazid Al Ahwazi menceritakan kepada kami, Abu Hisyam Al Ahwazi menceritakan kepada kami (h) Ali bin Abdullah bin Al Fadhl menceritakan kepada kami di Mesir, Abdullah bin Ahmad bin Musa menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Al Harits dan Yahya bin Yazid Al Ahwazi menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abu Hammam Al Ahwazi Muhammad bin Az-Zabriqan menceritakan kepada kami dari Marwan bin Salim, dari Al Auza’i, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu tentang seseorang diantara kami yang menyembelih dan lupa menyebut nama Allan?’ Nabi SAW menjawab, ‘Nama Allah ada pada setiap Muslim’.” Marwan bin Salim adalah seorang perawi dha’if. Ibnu Qani’ menyebutkan (dalam riwayat yang dikemukakannya), “Nama Allah ada pada mulut setiap Muslim.”