Skip to main content

Sunan Daruquthni 4407

سنن الدارقطني 4407: نا مُحَمَّدُ بْنُ حَمْدَوَيْهِ الْمَرْوَزِيُّ , نا مَحْمُودُ بْنُ آدَمَ , نا سُفْيَانُ , عَنْ عَمْرٍو , سَمِعَ أَبَا بَكْرِ بْنَ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو , يُحَدِّثُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدٍ الَّذِي أُرِيَ النِّدَاءَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَهُ نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 4407: Muhammad bin Hamdawaih Al Marwazi menceritakan kepada kami, Mahmud bin Adam menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Amr, ia mendengar Abu Bakar bin Muhammad bin Amr menceritakan, bahwa Abdullah bin Zaid yang diperlihatkan adzan padanya (mimpi tentang adzan), datang kepada Nabi SAW. Lalu ia menyebutkan redaksi yang serupa.

Sunan Daruquthni 4408

سنن الدارقطني 4408: نا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا مُعَاذُ بْنُ الْمُثَنَّى , نا أَبُو مُسْلِمٍ الْمُسْتَمْلِي , نا سُفْيَانُ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَمْرٍو , وَيَحْيَى , وَحُمَيْدٍ , سَمِعُوا أَبَا بَكْرٍ , يُخْبِرُ عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ , أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدٍ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ رَبِّهِ الَّذِي أُرِيَ النِّدَاءَ جَعَلَ حَائِطًا لَهُ صَدَقَةً , فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: إِنِّي جَعَلْتُ حَائِطِي صَدَقَةً وَهُوَ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ , فَجَاءَ أَبَوَاهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَا لَهُ: لَمْ يَكُنْ لَنَا عَيْشٌ إِلَّا هَذَا الْحَائِطُ «فَرَدَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَبَوَيْهِ» , ثُمَّ مَاتَا فَوَرِثَهُمَا وَهَذَا أَيْضًا مُرْسَلٌ.

Sunan Daruquthni 4408: Abu Sahl bin Ziyad menceritakan kepada kami, Mu’adz bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, Abu Muslim Al Mustamli menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Abu Bakar bin Amr, Yahya dan Humaid, mereka mendengar Abu Bakar mengabarkan, dari Amr bin Sulaim, bahwa Abdullah bin Zaid, —yakni Ibnu Abdi Rabbih yang diperlihatkan adzan kepadanya (mimpi tentang adzan),— menetapkan kebun miliknya sebagai sedekah, kemudian dia mendatangi Rasulullah SAW lalu berkata, “Sesungguhnya aku telah menetapkan kebunku sebagai sedekah, yaitu kepada Allah dan kepada Rasul-Nya.” Kemudian kedua orang tuanya datang kepada Nabi SAW, lalu berkata, “Kami tidak mempunyai sumber penghidupan selain kebun itu.” Maka beliau pun mengembalikannya kepada kedua orang tuanya, lalu setelah mereka meninggal, Abdullah mewarisinya. Riwayat ini juga mursal.

Sunan Daruquthni 4409

سنن الدارقطني 4409: نا أَبُو سَهْلٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ غَالِبٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ بَشَّارٍ , نا ابْنُ عُيَيْنَةَ , حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَمْرٍو , وَحُمَيْدٍ , وَيَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , سَمِعُوا أَبَا بَكْرٍ , يُخْبِرُ عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ , أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدٍ جَعَلَ حَائِطَهُ صَدَقَةً , فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: إِنِّي جَعَلْتُ حَائِطِي صَدَقَةً لِآلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ لِآلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , ثُمَّ ذَكَرَ نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 4409: Abu Sahl menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ghalib menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Basysyar menceritakan kepada kami, Ibnu Uyainah menceritakan kepada kami, Abdullah bin Abu Bakar bin Amr, Humaid dan Yahya bin Sa’id mendengar Abu Bakar mengabarkan, dari Amr bin Sulaim, bahwa Abdullah bin Zaid menetapkan kebunnya sebagai sedekah, kemudian ia menemui Nabi SAW lalu berkata, “Sesungguhnya aku telah menetapkan kebunku sebagai sedekah untuk keluarga Nabi SAW” atau “keluarga Rasulullah SAW” kemudian ia menyebutkan redaksi yang serupa.

Sunan Daruquthni 4410

سنن الدارقطني 4410: ثنا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عُمَرَ الْوَكِيعِيُّ , نا شَيْبَانُ , نا أَبُو أُمَيَّةَ بْنُ يَعْلَى , نا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ , عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ يَحْيَى , عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ , أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ فُلَانٍ – نَسِيَ شَيْبَانُ اسْمَهُ – أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كُلُّ شَيْءٍ هُوَ لِي فَهُوَ صَدَقَةٌ إِلَّا فَرَسِي وَسِلَاحِي , قَالَ: وَكَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَقَبَضَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَهَا فِي الْأَوْفَاضِ أَوِ الْأَوْقَاصِ , فَجَاءَ أَبَوَاهُ فَقَالَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَطْعِمْنَا مِنْ صَدَقَةِ ابْنِنَا فَوَاللَّهِ مَا لَنَا شَيْءٌ وَإِنَّا لَنَطُوفُ مَعَ الْأَوْفَاضِ , فَأَخَذَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَفَعَهَا إِلَيْهِمَا فَمَاتَا فَوَرِثَهَا ابْنُهُمَا الَّذِي كَانَ تَصَدَّقَ بِهَا , فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ صَدَقَتِي الَّتِي كُنْتُ تَصَدَّقْتُ بِهَا فَدَفَعْتَهَا إِلَى وَالِدِيَّ فَمَاتَا أَفَحَلَالٌ هِيَ لِي؟ , قَالَ: «نَعَمْ فَكُلْهَا هَنِيئًا مَرِيئًا». وَهَذَا أَيْضًا مُرْسَلٌ. إِسْحَاقُ بْنُ يَحْيَى ضَعِيفٌ , وَلَمْ يُدْرِكْ عُبَادَةَ , وَأَبُو أُمَيَّةَ بْنُ يَعْلَى مَتْرُوكٌ وَاللَّهُ أَعْلَمُ

Sunan Daruquthni 4410: Abu Sahl bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ahmad bin Umar Al Waki’i menceritakan kepada kami, Syaiban menceritakan kepada kami, Abu Umayyah bin Ya’la menceritakan kepada kami, Musa bin Uqbah menceritakan kepada kami dari Ishaq bin Yahya, dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Abdullah bin Fulan —Syaiban lupa namanya— datang kepada Nabi SAW lalu berkata, “Wahai Rasulullah, segala sesuatu milikku adalah sedekah kecuali kudaku dan senjataku.” Dia berkata: Dia mempunyai kebun, lalu Rasulullah SAW menerimanya dan mengalokasikannya untuk banyak orang atau untuk menutupi kekurangan, kemudian kedua orang tuanya datang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, berilah kami makan dari sedekah anak kami. Demi Allah, kami tidak mempunyai apa-apa, bahkan kami berkeliling bersama banyak orang.” Maka beliau pun menyerahkan kebun itu kepada mereka berdua. Setelah keduanya meninggal, kebun itu diwarisi oleh anaknya yang dulu pernah menyedekahkannya, kemudian ia datang kepada Nabi SAW, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sedekahku yang dulu aku sedekahkan, dan engkau menyerahkannya kepada kedua orang tuaku, lalu kedua orang tuaku meninggal, apakah itu halal untukku?” Beliau menjawab, “Ya, makanlah tanpa dosa maupun penyakit.” Riwayat ini juga mursal. Hadis Ishaq bin Yahya dha’if dan dia tidak pernah berjumpa dengan Ubadah, sementara Abu Umayyah bin Ya’la riwayatnya ditinggalkan. Wallahu a’lam.

Sunan Daruquthni 4411

سنن الدارقطني 4411: حَدَّثَنَا أَبُو الْحَسَنِ عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ الْقَطَّانُ , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , عَنْ فَرَجِ بْنِ فَضَالَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْأَعْلَى بْنِ عَدِيٍّ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , قَالَ: جَاءَ رَجُلَانِ يَخْتَصِمَانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَمْرِو بْنِ الْعَاصِ: «اقْضِ بَيْنَهُمَا» , قَالَ: وَأَنْتَ هَاهُنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ , قَالَ: «نَعَمْ» , قَالَ: عَلَى مَا أَقْضِي؟ , قَالَ: «إِنِ اجْتَهَدْتَ فَأَصَبْتَ لَكَ عَشَرَةُ أُجُورٍ , وَإِنِ اجْتَهَدْتَ فَأَخْطَأْتَ فَلَكَ أَجْرٌ وَاحِدٌ».

Sunan Daruquthni 4411: Abu Al Hasan Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan Al Qaththan menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami dari Faraj bin Fadhalah, dari Muhammad bin Abdul A’la bin Adi, dari ayahnya, dari Abdullah bin Amr, dia berkata, “Dua laki-laki bersengketa datang kepada Rasulullah SAW, lalu Rasulullah SAW berkata kapada Amr bin Al Ash, ‘Berilah keputusan untuk keduanya.’ Amr berkata, ‘Engkau kan ada di sini Wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘ya.’ Amr berkata lagi, ‘Aku akan menanggung apa yang aku putuskan.’ Beliau menjawab, ‘Bila engkau berijtihad dan benar, maka bagimu sepuluh pahala, dan bila engkau berijtihad lalu salah, maka bagimu satu pahala.”

Sunan Daruquthni 4412

سنن الدارقطني 4412: نا ابْنُ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , نا فَرَجُ بْنُ فَضَالَةَ , عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ , عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ , إِلَّا أَنَّهُ جَعَلَ مَكَانَ الْأُجُورِ حَسَنَاتٍ

Sunan Daruquthni 4412: Abu Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Faraj bin Fadhalah menceritakan kepada kami dari Rabi’ah bin Yazid, dari Uqbah bin Amir, dari Nabi SAW, dengan redaksi yang sama, hanya saja dia menyebutkan “hasanaat” (kebaikan) pada posisi kalimat “al ujuur” (pahala).

Sunan Daruquthni 4413

سنن الدارقطني 4413: حَدَّثَنِي أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادُ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , نا بِشْرُ بْنُ مُوسَى , نا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ الْفَرَجِ بْنِ فَضَالَةَ , حَدَّثَنِي أَبِي الْفَرَجُ بْنُ فَضَالَةَ , عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ الدِّمَشْقِيِّ , عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ , قَالَ: جَاءَ خَصْمَانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْتَصِمَانِ فَقَالَ لِي: «قُمْ يَا عُقْبَةُ اقْضِ بَيْنَهُمَا» , قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْتَ أَوْلَى بِذَلِكَ مِنِّي , قَالَ: «وَإِنْ كَانَ اقْضِ بَيْنَهُمَا فَإِنِ اجْتَهَدْتَ فَأَصَبْتَ فَلَكَ عَشَرَةُ أُجُورٍ وَإِنِ اجْتَهَدْتَ فَأَخْطَأْتَ فَلَكَ أَجْرٌ وَاحِدٌ»

Sunan Daruquthni 4413: Abu ‘Sahl bin Ziyad Ahmad bin Muhammad bin Abdullah menceritakan kepadaku, Bisyr bin Musa menceritakan kepada kami, Abu Abdullah Muhammad bin Al Faraj bin Fadhalah menceritakan kepada kami, ayahku, Al Faraj bin Fadhalah, menceritakan kepadaku, dari Rabi’ah bin Yazid Ad-Dimasyqi, dari Uqbah bin Amir, dia berkata, “Dua orang bersengketa datang kepada Rasulullah SAW untuk mengajukan perkara mereka, lalu Rasulullah SAW berkata kepadaku, ‘Berdirilah wahai Uqbah, berilah keputusan untuk mereka berdua.’ Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, engkau lebih layak untuk itu daripada aku.’ Beliau bersabda, ‘Walaupun demikian. Putuskanlah untuk mereka berdua. Bila engkau berijtihad lalu engkau benar, maka bagimu sepuluh pahala, dan bila engkau berijtihad lalu salah, maka bagimu satu pahala’.”

Sunan Daruquthni 4414

سنن الدارقطني 4414: نا أَبُو عُبَيْدٍ الْقَاسِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْقَاسِمُ بْنُ هَاشِمٍ , نا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ , نا أَبُو مُطِيعٍ مُعَاوِيَةُ بْنُ يَحْيَى عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ , عَنْ أَبِي الْمُصْعَبِ الْمَعَافِرِيِّ , عَنْ مُحَرَّرِ بْنِ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا قَضَى الْقَاضِي فَاجْتَهَدَ فَأَصَابَ كَانَتْ لَهُ عَشَرَةُ أُجُورٍ , وَإِذَا قَضَى فَاجْتَهَدَ فَأَخْطَأَ كَانَ لَهُ أَجْرَانِ»

Sunan Daruquthni 4414: Abu Ubaid Al Qasim bin Ismail menceritakan kepada kami, Al Qasim bin Hisyam menceritakan kepada kami, Ali bin Ayyasy menceritakan kepada kami, Abu Muthi’ Mu’awiyah bin Yahya menceritakan kepada kami dari Ibnu Lahi’ah, dari Abu Al Mush’ab Al Ma’afiri, dari Muharrar bin Abu Hurairah, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Apabila seorang qadhi (hakim) memutuskan lalu berijtihad kemudian dia benar, maka baginya sepuluh pahala, dan bila dia memutuskan lalu berijtihad kemudian salah, maka baginya dua pahala.”

Sunan Daruquthni 4415

سنن الدارقطني 4415: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْخَطَّابِيُّ , نا الدَّرَاوَرْدِيُّ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدَ , عَنْ عُثْمَانَ بْنِ مُحَمَّدٍ الْأَخْنَسِيِّ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنِ اسْتُعْمِلَ عَلَى الْقَضَاءِ فَقَدْ ذُبِحَ بِغَيْرِ سِكِّينٍ»

Sunan Daruquthni 4415: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Abdullah bin Umar Al Khaththabi menceritakan kepada kami, Ad-Darawardi menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Sa’id bin Abu Hind, dari Utsman bin Muhammad Al Akhnasi, dari Sa’id bin Abu Sa’id Al Maqburi, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa ditugaskan menangani pengadilan, maka sungguh dia telah disembelih tanpa pisau.”

Sunan Daruquthni 4416

سنن الدارقطني 4416: قُرِئَ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدٍ وَأَنَا أَسْمَعُ: حَدَّثَكُمْ أَبُو كَامِلٍ , نا فُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ , نا عَمْرُو بْنُ أَبِي عَمْرٍو , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ وُلِّيَ الْقَضَاءَ فَقَدْ ذُبِحَ بِغَيْرِ سِكِّينٍ»

Sunan Daruquthni 4416: Dibacakan kepada Abdullah bin Muhammad dan aku mendengarkan: Abu Kamil menceritakan kepada kalian: Fudhail bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Amr bin Abu Amr menceritakan kepada kami dari Sa’id bin Abu Sa’id, dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menangani pengadilan, maka sungguh dia telah disembelih tanpa pisau.”