Skip to main content

Sunan Daruquthni 4412

سنن الدارقطني 4412: نا ابْنُ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , نا فَرَجُ بْنُ فَضَالَةَ , عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ , عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ , إِلَّا أَنَّهُ جَعَلَ مَكَانَ الْأُجُورِ حَسَنَاتٍ

Sunan Daruquthni 4412: Abu Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Faraj bin Fadhalah menceritakan kepada kami dari Rabi’ah bin Yazid, dari Uqbah bin Amir, dari Nabi SAW, dengan redaksi yang sama, hanya saja dia menyebutkan “hasanaat” (kebaikan) pada posisi kalimat “al ujuur” (pahala).

Sunan Daruquthni 4413

سنن الدارقطني 4413: حَدَّثَنِي أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادُ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , نا بِشْرُ بْنُ مُوسَى , نا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ الْفَرَجِ بْنِ فَضَالَةَ , حَدَّثَنِي أَبِي الْفَرَجُ بْنُ فَضَالَةَ , عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ الدِّمَشْقِيِّ , عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ , قَالَ: جَاءَ خَصْمَانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْتَصِمَانِ فَقَالَ لِي: «قُمْ يَا عُقْبَةُ اقْضِ بَيْنَهُمَا» , قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْتَ أَوْلَى بِذَلِكَ مِنِّي , قَالَ: «وَإِنْ كَانَ اقْضِ بَيْنَهُمَا فَإِنِ اجْتَهَدْتَ فَأَصَبْتَ فَلَكَ عَشَرَةُ أُجُورٍ وَإِنِ اجْتَهَدْتَ فَأَخْطَأْتَ فَلَكَ أَجْرٌ وَاحِدٌ»

Sunan Daruquthni 4413: Abu ‘Sahl bin Ziyad Ahmad bin Muhammad bin Abdullah menceritakan kepadaku, Bisyr bin Musa menceritakan kepada kami, Abu Abdullah Muhammad bin Al Faraj bin Fadhalah menceritakan kepada kami, ayahku, Al Faraj bin Fadhalah, menceritakan kepadaku, dari Rabi’ah bin Yazid Ad-Dimasyqi, dari Uqbah bin Amir, dia berkata, “Dua orang bersengketa datang kepada Rasulullah SAW untuk mengajukan perkara mereka, lalu Rasulullah SAW berkata kepadaku, ‘Berdirilah wahai Uqbah, berilah keputusan untuk mereka berdua.’ Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, engkau lebih layak untuk itu daripada aku.’ Beliau bersabda, ‘Walaupun demikian. Putuskanlah untuk mereka berdua. Bila engkau berijtihad lalu engkau benar, maka bagimu sepuluh pahala, dan bila engkau berijtihad lalu salah, maka bagimu satu pahala’.”

Sunan Daruquthni 4414

سنن الدارقطني 4414: نا أَبُو عُبَيْدٍ الْقَاسِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْقَاسِمُ بْنُ هَاشِمٍ , نا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ , نا أَبُو مُطِيعٍ مُعَاوِيَةُ بْنُ يَحْيَى عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ , عَنْ أَبِي الْمُصْعَبِ الْمَعَافِرِيِّ , عَنْ مُحَرَّرِ بْنِ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا قَضَى الْقَاضِي فَاجْتَهَدَ فَأَصَابَ كَانَتْ لَهُ عَشَرَةُ أُجُورٍ , وَإِذَا قَضَى فَاجْتَهَدَ فَأَخْطَأَ كَانَ لَهُ أَجْرَانِ»

Sunan Daruquthni 4414: Abu Ubaid Al Qasim bin Ismail menceritakan kepada kami, Al Qasim bin Hisyam menceritakan kepada kami, Ali bin Ayyasy menceritakan kepada kami, Abu Muthi’ Mu’awiyah bin Yahya menceritakan kepada kami dari Ibnu Lahi’ah, dari Abu Al Mush’ab Al Ma’afiri, dari Muharrar bin Abu Hurairah, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Apabila seorang qadhi (hakim) memutuskan lalu berijtihad kemudian dia benar, maka baginya sepuluh pahala, dan bila dia memutuskan lalu berijtihad kemudian salah, maka baginya dua pahala.”

Sunan Daruquthni 4415

سنن الدارقطني 4415: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْخَطَّابِيُّ , نا الدَّرَاوَرْدِيُّ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدَ , عَنْ عُثْمَانَ بْنِ مُحَمَّدٍ الْأَخْنَسِيِّ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنِ اسْتُعْمِلَ عَلَى الْقَضَاءِ فَقَدْ ذُبِحَ بِغَيْرِ سِكِّينٍ»

Sunan Daruquthni 4415: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Abdullah bin Umar Al Khaththabi menceritakan kepada kami, Ad-Darawardi menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Sa’id bin Abu Hind, dari Utsman bin Muhammad Al Akhnasi, dari Sa’id bin Abu Sa’id Al Maqburi, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa ditugaskan menangani pengadilan, maka sungguh dia telah disembelih tanpa pisau.”

Sunan Daruquthni 4416

سنن الدارقطني 4416: قُرِئَ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدٍ وَأَنَا أَسْمَعُ: حَدَّثَكُمْ أَبُو كَامِلٍ , نا فُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ , نا عَمْرُو بْنُ أَبِي عَمْرٍو , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ وُلِّيَ الْقَضَاءَ فَقَدْ ذُبِحَ بِغَيْرِ سِكِّينٍ»

Sunan Daruquthni 4416: Dibacakan kepada Abdullah bin Muhammad dan aku mendengarkan: Abu Kamil menceritakan kepada kalian: Fudhail bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Amr bin Abu Amr menceritakan kepada kami dari Sa’id bin Abu Sa’id, dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menangani pengadilan, maka sungguh dia telah disembelih tanpa pisau.”

Sunan Daruquthni 4401

سنن الدارقطني 4401: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَأَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْعَلَاءِ , قَالَا: نا الْقَاسِمُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمَرْوَزِيُّ , نا عَبْدَانُ , نا أَبِي , نا شُعْبَةُ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ , أَنَّ عُثْمَانَ حِينَ حُصِرَ أَشْرَفَ عَلَيْهِمْ , فَقَالَ: أَنْشُدُكُمْ بِاللَّهِ وَلَا أَنْشُدُ إِلَّا أَصْحَابَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَسْتُمْ تَعْلَمُونَ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «مَنْ حَفَرَ بِئْرَ رُومَةَ فَلَهُ الْجَنَّةُ» , فَحَفَرْتُهَا , أَلَسْتُمْ تَعْلَمُونَ أَنَّهُ عَلَيْهِ السَّلَامُ قَالَ: «مَنْ جَهَّزَ جَيْشَ الْعُسْرَةِ فَلَهُ الْجَنَّةُ» , فَجَهَّزْتُهُمْ , فَصَدَّقُوهُ , قَالَ: وَقَالَ: إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ جَهَّزَ جَيْشَ الْعُسْرَةِ»

Sunan Daruquthni 4401: Al Husain bin Ismail dan Ahmad bin Ali bin Al Ala’ menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Al Qasim bin Muhammad Al Marwazi menceritakan kepada kami, Abdan menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Abu Abdurrahman As-Sulami, bahwa ketika Utsman dik’epung, dia muncul kepada mereka, lalu berkata, ‘Aku persaksikan kalian kepada Allah, dan aku tidak mempersaksikan kecuali para sahabat Rasulullah SAW, bukankah kalian mengetahui bahwa Nabiyullah SAW telah bersabda, „Siapa yang menggali sumur rumah maka surga baginya.’ Lalu aku menggalinya? Bukankah kalian mengetahui, bahwa beliau SAW telah bersabda, ‘Siapa yang menyiapkan tentara di masa sulit ini, maka surga baginya.’ Lalu aku mempersiapkan mereka?’.” Mereka pun membenarkan apa yang dikatakannya. Dia juga berkata, “Sesungguhnya Nabiyullah SAW berkata, ‘Siapa yang menyiapkan tentara di masa sulit.”

Sunan Daruquthni 4417

سنن الدارقطني 4417: نا عُمَرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَلِيٍّ الْجَوْهَرِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عِمْرَانَ بْنِ حَبِيبٍ , نا هِشَامُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ , عَنْ عُثْمَانَ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنِ الْأَعْرَجِ , وَالْمَقْبُرِيِّ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ جُعِلَ قَاضِيًا فَقَدْ ذُبِحَ بِغَيْرِ سِكِّينٍ»

Sunan Daruquthni 4417: Umar bin Ahmad bin Ali Al Jauhari menceritakan kepada kami, Muhammad bin Imran bin Habib menceritakan kepada kami, Hisyam bin Ubaidullah menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ja’far bin Abdurrahman bin Al Miswar bin Makhramah menceritakan kepada kami dari Utsman bin Muhammad, dari Al A’raj dan Al Maqburi, dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa diangkat menjadi qadhi (hakim), maka sungguh dia telah disembelih tanpa pisau.”

Sunan Daruquthni 4402

سنن الدارقطني 4402: نا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ صَاعِدٍ , نا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , نا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ عِيسَى بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ: ” فُرِغَ مِنْ أَرْبَعٍ: الْخَلْقِ وَالْخُلُقِ وَالرِّزْقِ وَالْأَجَلِ , فَلَيْسَ أَحَدٌ اكْتَسَبَ مِنْ أَحَدٍ , وَالصَّدَقَةُ جَائِزَةٌ قُبِضَتْ أَوْ لَمْ تُقْبَضْ “

Sunan Daruquthni 4402: Yahya bin Muhammad bin Sha’id menceritakan kepada kami, Amr bin Ali menceritakan kepada kami, Mu’tamir bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Isa bin Al Musayyab, dari Al Qasim bin Abdurrahman, dari ayahnya, dia berkata: Abdullah bin Mas’ud berkata, “Telah selesai (penetapan) empat hal: bentuk fisik, akhlak, rezeki dan ajal. Maka tidak ada orang yang lebih menghasilkan daripada orang lain. Dan sedekah itu dibolehkan, baik sudah diterima atau pun belum.”

Sunan Daruquthni 4418

سنن الدارقطني 4418: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , وَأَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ السُّلَمِيُّ ح وَنا ابْنُ صَاعِدٍ , وَإِسْمَاعِيلُ الْوَرَّاقُ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ زَنْجُوَيْهِ , قَالُوا: نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , نا مَعْمَرٌ , عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ فَأَصَابَ كَانَ لَهُ أَجْرَانِ , وَإِذَا اجْتَهَدَ فَأَخْطَأَ كَانَ لَهُ أَجْرٌ». هَذَا لَفْظُ النَّيْسَابُورِيِّ , وَقَالَ ابْنُ صَاعِدٍ: «وَإِذَا قَضَى الْقَاضِي فَاجْتَهَدَ فَأَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ , وَإِذَا قَضَى فَأَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ»

Sunan Daruquthni 4418: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya dan Ahmad bin Yusuf As-Sulami menceritakan kepada kami (h) Ibnu Sha’id dan Ismail Al Warraq menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Muhammad bin Abdul Malik bin Zanjawaih menceritakan kepada kami, mereka berkata: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ma’mar menceritakan kepada kami dari Sufyan Ats-Tsauri, dari Yahya bin Sa’id, dari Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Bila seorang hakim memutuskan lalu berijtihad kemudian dia benar, baginya dua pahala, dan bila dia berijtihad lalu salah, maka baginya satu pahala” Ini lafazh An-Naisaburi, sedangkan Ibnu Sha’id berkata, “Dan bila seorang qadhi (hakim) menetapkan (memutuskan) lalu berijtihad kemudian dia benar, maka baginya dua pahala, dan bila dia berijtihad lalu salah, maka baginya satu pahala:”

Sunan Daruquthni 4403

سنن الدارقطني 4403: نا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , وَيَزْدَادُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْكَاتِبُ , قَالَا: نا أَبُو مُوسَى مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى , نا عَبْدُ الْوَهَّابِ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , عَنْ بَشِيرِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ , أَنَّهُ تَصَدَّقَ بِحَائِطٍ لَهُ فَأَتَى أَبَوَاهُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا كَانَتْ قَيِّمَ وُجُوهِنَا وَلَمْ يَكُنْ لَنَا مَالٌ غَيْرُهُ , فَدَعَا عَبْدَ اللَّهِ فَقَالَ: «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ قَبِلَ مِنْكَ صَدَقَتَكَ , وَرُدَّهَا عَلَى أَبَوَيْكَ» , قَالَ: فَتَوَارَثْنَاهَا بَعْدَ ذَلِكَ. هَذَا مُرْسَلٌ بَشِيرُ بْنُ مُحَمَّدٍ لَمْ يُدْرِكْ جَدَّهُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدٍ. وَرَوَاهُ يَحْيَى الْقَطَّانُ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ , فَبَيَّنَ إِرْسَالَهُ فِي رِوَايَتِهِ إِيَّاهُ

Sunan Daruquthni 4403: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir dan Yazdad bin Abdurrahman Al Katib menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abu Musa Muhammad bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar menceritakan kepada kami dari Basyir bin Muhammad, dari Abdullah bin Zaid, bahwa ia pernah menyedekahkan kebun miliknya, lalu kedua orang tuanya menemui Nabi SAW, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya itu adalah harta utama kami dan kami tidak memiliki harta selain itu.” Beliau lalu memanggil Abdullah kemudian bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menerima sedekahmu, dan mengembalikannya kepada kedua orang tuamu.” Lalu kami mewarisinya setelah itu. Ini riwayat mursal, karena Basyir bin Muhammad tidak pernah berjumpa dengan kakeknya, Abdullah bin Zaid. Diriwayatkan juga oleh Yahya Al Qaththan dan Ubaidullah, lalu dia menjelaskan kemursalannya dalam periwayatan hadis ini kepadanya.