Skip to main content

Sunan Daruquthni 4455

سنن الدارقطني 4455: نا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى بْنِ سَهْلِ الْبَرْبَهَارِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ , نا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ , عَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمُدَّعِي أَوْلَى بِالْبَيِّنَةِ».

Sunan Daruquthni 4455: Muhammad bin Musa bin Sahl Al Barbahari menceritakan kepada kami, Muhammad bin Mu’awiyah bin Shalih menceritakan kepada kami, Abbad bin Al Awwam menceritakan kepada kami dari Husain Al Mu’allim, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Pendakwa lebih berhak terhadap bukti (saksi).”

Sunan Daruquthni 4456

سنن الدارقطني 4456: نا رِضْوَانُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ إِسْحَاقَ الصَّيْدَلَانِيُّ , نا عَبْدُ الْكَرِيمِ بْنُ الْهَيْثَمِ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الرَّبِيعِ الْكَرْمَانِيُّ , نا عَبَّادٌ , عَنِ الْحُسَيْنِ يَعْنِي الْمُعَلِّمَ , بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 4456: Ridhwan bin Ahmad bin Ishaq Ash-Shaidalani menceritakan kepada kami, Abdul Karim bin Al Haitsam menceritakan kepada kami, Abdullah bin Muhammad bin Ar-Rabi’ Al Kirmani menceritakan kepada kami, Abbad menceritakan kepada kami dari Al Hasan —yakni Al Mu’allim,— dengan isnadnya dan redaksi yang sama.

Sunan Daruquthni 4441

سنن الدارقطني 4441: نا ابْنُ مَخْلَدٍ , نا عَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا شَبَابَةُ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , «قَضَى بِشَهَادَةِ شَاهِدٍ وَاحِدٍ وَيَمِينِ صَاحِبِ الْحَقِّ» , وَقَضَى بِهِ عَلِيٌّ بِالْعِرَاقِ

Sunan Daruquthni 4441: Ibnu Makhlad menceritakan kepada kami, Abbas bin Muhammad menceritakan kepada kami, Syababah menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Abu Salamah menceritakan kepada kami dari Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya, dari Ali RA, bahwa Nabi SAW memutuskan perkara berdasarkan kesaksian seorang saksi dan sumpah pendakwa, dan Ali pun memutuskan seperti itu di Irak.

Sunan Daruquthni 4457

سنن الدارقطني 4457: حَدَّثَنَا أَبُو الْقَاسِمِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مَنِيعٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ , نا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي سَمِينَةَ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى , نا إِسْرَائِيلُ , عَنْ عُثْمَانَ الشَّحَّامِ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: كَانَ رَجُلٌ لَهُ امْرَأَةٌ وَلَدَتْ مِنْهُ وَلَدَيْنِ , قَالَ: فَكَانَتْ تُؤْذِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَنْهَاهَا فَلَا تَنْتَهِي وَيَزْجُرُهَا فَلَا تَنْزَجِرُ , قَالَ: فَذَكَرَتْهُ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَامَ إِلَيْهَا بِمِعْوَلٍ فَوَضَعَهُ فِي بَطْنِهَا ثُمَّ اتَّكَأَ عَلَيْهَا حَتَّى أَنْفَذَهُ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلَا اشْهَدُوا أَنَّ دَمَهَا هَدَرٌ»

Sunan Daruquthni 4457: Abu Al Qasim Abdullah bin Muhammad bin Mani’ menceritakan kepada kami dengan cara dibacakan kepadanya: Abu Ja’far Muhammad bin Abu Saminah menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Musa menceritakan kepada kami, Israil menceritakan kepada kami dari Utsman Asy-Syahham, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ada seorang lelaki yang mempunyai seorang perempuan (budak) lalu perempuan itu melahirkan dua anak darinya (yakni menjadi ummul walad). Perempuan itu sering menyakiti (mencela) Rasulullah SAW, lelaki itu pun telah melarangnya namun dia tidak mau berhenti, bahkan lelaki itu telah mencegahnya namun wanita itu pun tidak jera juga. Lalu pada suatu hari, wanita itu menyebut-nyebut beliau (yakni menghina Nabi SAW), maka lelaki itu pun menghampirinya dengan membawa cangkul lalu ditempelkan pada perut perempuan itu, kemudian menekannya hingga membunuhnya. Setelah itu Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah. Saksikanlah, bahwa darahnya sia-sia (yakni tidak ada qishash maupun diyat. -pent.).”

Sunan Daruquthni 4442

سنن الدارقطني 4442: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي الرِّجَالِ , نا أَبُو أُمَيَّةَ مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ نا يَعْقُوبُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزُّهْرِيُّ , نا إِسْحَاقُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ , حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْكِنَانِيُّ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ فِي الْحَقِّ بِشَاهِدَيْنِ، إِنْ جَاءَ بِشَاهِدَيْنِ أَخَذَ حَقَّهُ , وَإِنْ جَاءَ بِشَاهِدٍ وَاحِدٍ حَلَفَ مَعَ شَاهِدِهِ»

Sunan Daruquthni 4442: Ahmad bin Muhammad bin Abu Ar-Rijal menceritakan kepada kami, Abu Umayyah Muhammad bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Muhammad Az-Zuhri menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ja’far bin Muhammad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah Al Kinani menceritakan kepadaku, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Abdullah bin Amr, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Allah dan Rasul-Nya memutuskan kebenaran dengan dua saksi. Bila (pendakwa) mendatangkan dua saksi, maka dia mengambil haknya, dan bila dia mendatangkan satu saksi, maka dia bersumpah bersama satu saksinya.

Sunan Daruquthni 4458

سنن الدارقطني 4458: نا عُمَرُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّرْبِيُّ , نا ابْنُ كَرَامَةَ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى , بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 4458: Umar bin Ahmad Ad-Darbi menceritakan kepada kami, Ibnu Karamah menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Musa menceritakan kepada kami, dengan isnadnya dengan redaksi serupa.

Sunan Daruquthni 4443

سنن الدارقطني 4443: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا صَلْتُ بْنُ مَسْعُودٍ ح وَنا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , قَالَا: نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا رَبِيعَةُ بْنُ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «قَضَى بِالْيَمِينِ مَعَ الشَّاهِدِ»

Sunan Daruquthni 4443: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Shalt bin Mas’ud menceritakan kepada kami (h) Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, Rabi’ah bin Abu Abdurrahman menceritakan kepada kami dari Suhail bin Abu Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW memutuskan perkara berdasarkan sumpah yang disertai satu saksi.

Sunan Daruquthni 4459

سنن الدارقطني 4459: نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ مِرْدَاسٍ , نا أَبُو دَاوُدَ , نا عَبَّادُ بْنُ مُوسَى , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ , نا إِسْرَائِيلُ , عَنْ عُثْمَانَ الشَّحَّامِ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , بِهَذَا وَقَالَ: فَلَمَّا كَانَ الْبَارِحَةَ جَعَلَتْ تَشْتُمُكَ وَتَقَعُ فِيكَ فَقَتَلْتُهَا , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلَا اشْهَدُوا أَنَّ دَمَهَا هَدَرٌ». قَالَ الدَّارَقُطْنِيُّ: فِيهِ سُنَّةٌ فِي الْأَصْلِ فِي إِشْهَادِ الْحَاكِمِ عَلَى نَفْسِهِ بِإِنْفَاذِ الْقَضَاءِ

Sunan Daruquthni 4459: Muhammad bin Yahya bin Mirdas menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Abbad bin Musa menceritakan kepada kami, Ismail bin Ja’far menceritakan kepada kami, Israil menceritakan kepada kami dari Utsman AsySyahham, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, seperti itu, dan dia menyebutkan, ‘”Namun tadi malam, dia kembali mencela dan menghinamu, maka aku pun membunuhnya.’ Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Ketahuilah, saksikanlah, bahwa darahnya sia-sia (yakni tidak ada qishash maupun diyat).” Ad-Daraquthni berkata, di dalamnya terkandung Sunnah tentang hukum pokok berkenaan dengan kesaksian hakim terhadap dirinya (yakni mengenai dirinya) untuk memutuskan suatu perkara.

Sunan Daruquthni 4444

سنن الدارقطني 4444: نا أَبُو هُرَيْرَةَ الْأَنْطَاكِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ حَمْزَةَ بْنِ صَالِحٍ , نا يَزِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مَسْرُوقٍ , عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ الْفُرَاتِ , عَنِ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «رَدَّ الْيَمِينَ عَلَى طَالِبِ الْحَقِّ»

Sunan Daruquthni 4444: Abu Hurairah Al Anthaki Muhammad bin Ali bin Hamzah bin Shalih menceritakan kepada kami, Yazid bin Muhammad menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, Muhammad bin Masruq menceritakan kepada kami dari Ishaq bin Al Furat, dari Al-Laits bin Sa’d, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa Nabi SAW mengembalikan sumpah kepada pendakwa.

Sunan Daruquthni 4460

سنن الدارقطني 4460: نا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى بْنِ عَلِيٍّ الْخَوَّاصُ , نا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ نَاصِحٍ , نا أَبُو دَاوُدَ , نا زَمْعَةُ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْبِلَادُ بِلَادُ اللَّهِ , وَالْعِبَادُ عِبَادُ اللَّهِ , وَمَنْ أَحْيَا مِنْ مَوَاتِ الْأَرْضِ شَيْئًا فَهُوَ لَهُ , وَلَيْسَ لِعِرْقٍ ظَالِمٍ حَقٌّ»

Sunan Daruquthni 4460: Ahmad bin Isa bin Ali Al Khawwash menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ubaid bin Nashih menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Zam’ah menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah SAW besabda, ‘Negri ini adalah negri Allah, dan para hamba ini adalah para hamba Allah. Barangsiapa menghidupkan suatu lahan yang mati maka lahan itu miliknya, dan tidak ada hak bagi yang menyerobotnya secara zhalim.’