Skip to main content

Sunan Daruquthni 4442

سنن الدارقطني 4442: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي الرِّجَالِ , نا أَبُو أُمَيَّةَ مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ نا يَعْقُوبُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزُّهْرِيُّ , نا إِسْحَاقُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ , حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْكِنَانِيُّ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ فِي الْحَقِّ بِشَاهِدَيْنِ، إِنْ جَاءَ بِشَاهِدَيْنِ أَخَذَ حَقَّهُ , وَإِنْ جَاءَ بِشَاهِدٍ وَاحِدٍ حَلَفَ مَعَ شَاهِدِهِ»

Sunan Daruquthni 4442: Ahmad bin Muhammad bin Abu Ar-Rijal menceritakan kepada kami, Abu Umayyah Muhammad bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Muhammad Az-Zuhri menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ja’far bin Muhammad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah Al Kinani menceritakan kepadaku, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Abdullah bin Amr, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Allah dan Rasul-Nya memutuskan kebenaran dengan dua saksi. Bila (pendakwa) mendatangkan dua saksi, maka dia mengambil haknya, dan bila dia mendatangkan satu saksi, maka dia bersumpah bersama satu saksinya.

Sunan Daruquthni 4458

سنن الدارقطني 4458: نا عُمَرُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّرْبِيُّ , نا ابْنُ كَرَامَةَ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى , بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 4458: Umar bin Ahmad Ad-Darbi menceritakan kepada kami, Ibnu Karamah menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Musa menceritakan kepada kami, dengan isnadnya dengan redaksi serupa.

Sunan Daruquthni 4443

سنن الدارقطني 4443: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا صَلْتُ بْنُ مَسْعُودٍ ح وَنا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , قَالَا: نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا رَبِيعَةُ بْنُ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «قَضَى بِالْيَمِينِ مَعَ الشَّاهِدِ»

Sunan Daruquthni 4443: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Shalt bin Mas’ud menceritakan kepada kami (h) Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, Rabi’ah bin Abu Abdurrahman menceritakan kepada kami dari Suhail bin Abu Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW memutuskan perkara berdasarkan sumpah yang disertai satu saksi.

Sunan Daruquthni 4459

سنن الدارقطني 4459: نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ مِرْدَاسٍ , نا أَبُو دَاوُدَ , نا عَبَّادُ بْنُ مُوسَى , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ , نا إِسْرَائِيلُ , عَنْ عُثْمَانَ الشَّحَّامِ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , بِهَذَا وَقَالَ: فَلَمَّا كَانَ الْبَارِحَةَ جَعَلَتْ تَشْتُمُكَ وَتَقَعُ فِيكَ فَقَتَلْتُهَا , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلَا اشْهَدُوا أَنَّ دَمَهَا هَدَرٌ». قَالَ الدَّارَقُطْنِيُّ: فِيهِ سُنَّةٌ فِي الْأَصْلِ فِي إِشْهَادِ الْحَاكِمِ عَلَى نَفْسِهِ بِإِنْفَاذِ الْقَضَاءِ

Sunan Daruquthni 4459: Muhammad bin Yahya bin Mirdas menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Abbad bin Musa menceritakan kepada kami, Ismail bin Ja’far menceritakan kepada kami, Israil menceritakan kepada kami dari Utsman AsySyahham, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, seperti itu, dan dia menyebutkan, ‘”Namun tadi malam, dia kembali mencela dan menghinamu, maka aku pun membunuhnya.’ Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Ketahuilah, saksikanlah, bahwa darahnya sia-sia (yakni tidak ada qishash maupun diyat).” Ad-Daraquthni berkata, di dalamnya terkandung Sunnah tentang hukum pokok berkenaan dengan kesaksian hakim terhadap dirinya (yakni mengenai dirinya) untuk memutuskan suatu perkara.

Sunan Daruquthni 4444

سنن الدارقطني 4444: نا أَبُو هُرَيْرَةَ الْأَنْطَاكِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ حَمْزَةَ بْنِ صَالِحٍ , نا يَزِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مَسْرُوقٍ , عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ الْفُرَاتِ , عَنِ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «رَدَّ الْيَمِينَ عَلَى طَالِبِ الْحَقِّ»

Sunan Daruquthni 4444: Abu Hurairah Al Anthaki Muhammad bin Ali bin Hamzah bin Shalih menceritakan kepada kami, Yazid bin Muhammad menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, Muhammad bin Masruq menceritakan kepada kami dari Ishaq bin Al Furat, dari Al-Laits bin Sa’d, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa Nabi SAW mengembalikan sumpah kepada pendakwa.

Sunan Daruquthni 4460

سنن الدارقطني 4460: نا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى بْنِ عَلِيٍّ الْخَوَّاصُ , نا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ نَاصِحٍ , نا أَبُو دَاوُدَ , نا زَمْعَةُ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْبِلَادُ بِلَادُ اللَّهِ , وَالْعِبَادُ عِبَادُ اللَّهِ , وَمَنْ أَحْيَا مِنْ مَوَاتِ الْأَرْضِ شَيْئًا فَهُوَ لَهُ , وَلَيْسَ لِعِرْقٍ ظَالِمٍ حَقٌّ»

Sunan Daruquthni 4460: Ahmad bin Isa bin Ali Al Khawwash menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ubaid bin Nashih menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Zam’ah menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah SAW besabda, ‘Negri ini adalah negri Allah, dan para hamba ini adalah para hamba Allah. Barangsiapa menghidupkan suatu lahan yang mati maka lahan itu miliknya, dan tidak ada hak bagi yang menyerobotnya secara zhalim.’

Sunan Daruquthni 4445

سنن الدارقطني 4445: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ الْمُقْرِئُ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْعَبَّاسِ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ سَعِيدٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي يَحْيَى , عَنْ حُسَيْنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ ضُمَيْرَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنْ عَلِيٍّ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: «الْمُدَّعَى عَلَيْهِ أَوْلَى بِالْيَمِينِ , فَإِنْ نَكَلَ حَلَفَ صَاحِبُ الْحَقِّ وَأَخَذَ»

Sunan Daruquthni 4445: Muhammad bin Al Hasan Al Muqri menceritakan kepada kami, Ahmad bin Al Abbas menceritakan kepada kami, Ismail bin Sa’id menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Abu Yahya menceritakan kepada kami dari Husain bin Abdullah bin Dhumairah, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Ali RA, dia berkata, “Tertuduh (terdakwa) lebih berhak terhadap sumpah. Bila dia mundur (tidak mau bersumpah), pendakwa diminta bersumpah dan dia memenangkan (perkara).”

Sunan Daruquthni 4446

سنن الدارقطني 4446: نا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمَالِكِيُّ , نا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , نا أَبُو الْأَشْهَبِ , عَنِ الْحَسَنِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مِنْ دُعِيَ إِلَى حَاكِمٍ مِنْ حُكَّامِ الْمُسْلِمِينَ فَلَمْ يُجِبْ فَهُوَ ظَالِمٌ لَا حَقَّ لَهُ»

Sunan Daruquthni 4446: Muhammad bin Sulaiman Al Maliki menceritakan kepada kami, Amr bin Ali menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami, Abu Al Asyhab menceritakan kepada kami dari Al Hasan, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa dipanggil (menghadap) seorang hakim di antara hakim-hakim kaum muslimin namun tidak memenuhi, maka dia zhalim, tidak ada kebenaran padanya’.”

Sunan Daruquthni 4447

سنن الدارقطني 4447: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْقَاضِي , نا يَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ ح وَنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ إِمْلَاءً , نا صَلْتُ بْنُ مَسْعُودٍ , قَالَا: نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ , عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنِ ابْنٍ لِسَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ , قَالَ: وَجَدْنَا فِي كِتَابِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «قَضَى فِي الْيَمِينِ مَعَ الشَّاهِدِ» , لَفْظُ الصَّلْتِ “

Sunan Daruquthni 4447: Al Husain bin Ismail Al Qadhi menceritakan kepada kami, Ya’qub Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami (h) Abdullah bin Muhammad bin Abul Aziz menceritakan kepada kami dengan cara mendikte, Shalt bin Mas’ud menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Rabi’ah bin Abu Abdurrahman, dari seorang putra Sa’d bin Ubadah, dia berkata: Kami dapatkan di dalam kitab Sa’d bin Ubadah RA, bahwa Rasulullah SAW memutuskan perkara dengan sumpah yang disertai saksi. Ini adalah lafazh Ash-Shalt.

Sunan Daruquthni 4448

سنن الدارقطني 4448: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يُونُسَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ رَبِيعَةَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْيَمِينِ مَعَ الشَّاهِدِ الْوَاحِدِ». خَالَفَهُ عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَلَمْ يَذْكُرْ طَاوُسًا , وَكَذَلِكَ قَالَ سَيْفٌ , عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ

Sunan Daruquthni 4448: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdurrahman bin Yunus menceritakan kepada kami, Abdullah bin Muhammad bin Rabi’ah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Muslim menceritakan kepada kami dari Amr bin Dinar, dari Thawus, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah SAW memutuskan perkara berdasarkan sumpah dan seorang saksi.” Abdurrazzaq menyelisihinya, dan dia tidak menyebutkan Thawus. Demikian juga yang dikatakan oleh Saif dari Qais bin Sa’d, dari Amr bin Dinar, dari Ibnu Abbas.