Skip to main content

Sunan Daruquthni 4496

سنن الدارقطني 4496: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا أَبُو إِسْمَاعِيلَ التِّرْمِذِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ , قَالَ: أُرَاهُ قَالَ، عَنِ ابْنِ عَطَاءٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «لَا ضَرَرَ وَلَا ضَرَرَةَ وَلَا يَمْنَعَنَّ أَحَدُكُمْ جَارَهُ أَنْ يَضَعَ خَشَبَهُ عَلَى حَائِطِهِ»

Sunan Daruquthni 4496: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Abu Ismail AtTirmidzi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yunus menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Ayyasy menceritakan kepada kami, dia berkata: Menurutku dia berkata: Dari Ibnu Atha‘ dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidak boleh membahayakan (diri sendiri) dan tidak boleh menimbulkan bahaya (bagi yang lain). Janganlah seseorang di antara kalian melarang tetangganya menyandarkan kayunya pada dindingnya.”

Sunan Daruquthni 4481

سنن الدارقطني 4481: نا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ , نا سُفْيَانُ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مَيْسَرَةَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ , أَنَّ سَعْدًا سَاوَمَ أَبَا رَافِعٍ , أَوْ أَبُو رَافِعٍ سَاوَمَ سَعْدًا , فَقَالَ أَبُو رَافِعٍ: لَوْلَا أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «الْجَارُ أَحَقُّ بِسَقَبِهِ» مَا أَعْطَيْتُكَ

Sunan Daruquthni 4481: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, Abdurrahman menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Ibrahim bin Maisarah, dari Amr bin Asy-Syarid, bahwa Sa’d pernah menawar kepada Abu Rafi’, atau Abu Rafi’ menawar kepada Sa’d, lalu Abu Rafi’ berkata, “Seandainya aku tidak mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Tetangga lebih berhak karena kedekatannya,” tentu aku tidak akan memberikan kepadamu.”

Sunan Daruquthni 4497

سنن الدارقطني 4497: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ إِيَاسِ بْنِ مُعَاوِيَةَ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ , قَالَ: «إِذَا ادَّعَى الرَّجُلُ الْفَاجِرُ عَلَى الرَّجُلِ الصَّالِحِ الشَّيْءَ الَّذِي يَرَى النَّاسُ أَنَّهُ كَاذِبٌ وَأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ بَيْنَهُمَا مُعَامَلَةٌ لَمْ يُسْتَحْلَفْ لَهُ»

Sunan Daruquthni 4497: Ismail bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Muhammad menceritakan kepada kami, Yahya bin Abu Bukair menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Iyas bin Mu’awiyah, dari Al Qasim bin Muhammad, dia berkata, “Bila seorang yang jahat menuduh sesuatu terhadap orang yang shalih, yang menurut pandangan orang-orang ia berdusta, dan bahwa keduanya tidak pernah berinteraksi, maka ia tidak perlu dimintai sumpah.”

Sunan Daruquthni 4482

سنن الدارقطني 4482: نا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ حَكِيمٍ الْأَوْدِيُّ , نا بَكْرُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا قَيْسُ بْنُ الرَّبِيعِ , عَنْ بَكْرِ بْنِ وَائِلٍ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مَيْسَرَةَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ , قَالَ: أَقْبَلْتُ أَنَا وَأَبُو رَافِعٍ إِلَى سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ , فَقَالَ: اشْتَرِ نَصِيبِي فِي دَارِكَ , فَقَالَ سَعْدٌ: لَا أُرِيدُهُ , فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ: اشْتَرِهِ مِنْهُ , فَقَالَ: آخُذُهُ بِأَرْبَعِمِائَةٍ مُعَجَّلَةٍ أَوْ مُؤَخَّرَةٍ , فَقَالَ أَبُو رَافِعٍ: قَدْ أُعْطِيتُ خَمْسَةَ آلَافٍ مُعَجَّلَةً , فَقَالَ لَهُ سَعْدٌ: مَا أَنَا بِزَائِدِكَ , فَقَالَ أَبُو رَافِعٍ: لَوْلَا أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , يَقُولُ: «الْجَارُ أَحَقُّ بِسَقَبِهِ أَوْ نَصِيبِهِ» , مَا بِعْتُكَ بِأَرْبَعِمِائَةٍ وَتَرَكْتُ خَمْسَةَ آلَافٍ

Sunan Daruquthni 4482: Al Qadhi Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ahmad bin Utsman bin Hakim Al Audi menceritakan kepada kami, Bakar bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, Qais bin Ar-Rabi’ menceritakan kepada kami dari Bakr bin Wail, dari Ibrahim bin Maisarah, dari Amr bin Asy-Syarid, dia berkata: Aku dan Abu Rafi’ pernah datang hingga ketika Sa’d bin Abu Waqqashtiba, dia lantas berkata, “Belilah bagianku di tanahmu.” Sa’d berkata, “Aku tidak menginginkannya.” Seseorang berkata kepadanya, “Belilah itu darinya.” Dia berkata, “Aku mengambilnya dengan empat ratus, baik tunai maupun tempo.” Abu Rafi’ berkata, “Aku telah ditawari lima ribu tunai.” Sa’d berkata, “Aku tidak akan menambahimu.” Abu Rafi’ berkata, “Seandainya aku tidak pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Tetangga lebih berhak karena kedekatannya,’ atau ‘bagiannya’, tentu aku tidak akan menjual kepadamu dengan empat ratus dan melewatkan yang lima ribu.”

Sunan Daruquthni 4498

سنن الدارقطني 4498: نا ابْنُ مَنِيعٍ , نا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ , نا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ , نا دَهْثَمُ بْنُ قُرَّانٍ , نا عَقِيلُ بْنُ دِينَارٍ مَوْلَى حَارِثَةَ بْنِ ظُفُرٍ , عَنْ حَارِثَةَ بْنِ ظُفُرٍ , أَنَّ دَارًا كَانَتْ بَيْنَ أَخَوَيْنِ فَحَظَرَا فِي وَسَطَهَا حَظَارًا ثُمَّ هَلَكَا وَتَرَكَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَقِبًا فَادَّعَى كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا أَنَّ الْحَظَارَ لَهُ مِنْ دُونِ صَاحِبِهِ , فَاخْتَصَمَ عَقَبَاهُمَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَأَرْسَلَ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ فَقَضَى بَيْنَهُمَا فَقَضَى بِالْحَظَارِ لِمَنْ وَجَدَ مَعَاقِدَ الْقُمُطِ تَلِيهِ ثُمَّ رَجَعَ فَأَخْبَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَصَبْتَ» , قَالَ دَهْثَمٌ أَوْ قَالَ: «أَحْسَنْتَ». خَالَفَهُ فِي الْإِسْنَادِ أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ

Sunan Daruquthni 4498: Ibnu Mani’ menceritakan kepada kami, Daud bin Rusyaid menceritakan kepada kami, Marwan bin Mu’awiyah menceritakan kepada kami, Dahtsam bin Qurran menceritakan kepada kami, Aqil bin Dinar maula Haritsah bin Zhafar menceritakan kepada kami dari Haritsah bin Zhafar, bahwa pernah suatu rumah dimiliki oleh dua orang bersaudara, lantas mereka membuat sebuah batas di tengahnya, lalu keduanya meninggal dan masing-masing meninggalkan keturunan. Kemudian masing-masing keturunan mereka mengklaim bahwa pembatas itu adalah miliknya tanpa dimiliki oleh yang lainnya, lalu mereka mengadu kepada Nabi SAW, maka beliau pun mengutus Hudzaifah bin Al Yaman untuk memutuskan perkara di antara mereka. Lalu Hudzaifah memutuskan bahwa pembatas itu milik pihak yang padanya ditemukan simpul-simpul tali pengikat (pembatas tersebut), lalu dia kembali dan memberitahukan hal itu kepada Nabi SAW, maka Nabi SAW pun bersabda, ‘Engkau benar” Dahtsam berkata: “atau beliau bersabda, ‘Bagus engkau.‘ Abu Bakar bin Ayyasy menyelisihi isnadnya.

Sunan Daruquthni 4483

سنن الدارقطني 4483: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , نا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا الْمُثَنَّى بْنُ الصَّبَّاحِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنِ الشَّرِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «الشَّرِيكُ أَحَقُّ بِشُفْعَتِهِ حَتَّى يَأْخُذَ أَوْ يَتْرُكَ»

Sunan Daruquthni 4483: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ismail bin Muhammad bin Abu Katsir menceritakan kepada kami, Makki bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Al Mutsanna bin Ash-Shabbah menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu’aib, dari Sa’id bin Al Musayyab, dari Asy-Syarid bin Suwaid, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Mitra lebih berhak karena hak syuf’ahnya hingga dia mengambil atau meninggalkan.”

Sunan Daruquthni 4499

سنن الدارقطني 4499: نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي الثَّلْجِ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ , نا دَهْثَمُ بْنُ قُرَّانٍ , عَنْ نِمْرَانَ بْنِ جَارِيَةَ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ قَوْمًا اخْتَصَمُوا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي خُصٍّ كَانَ بَيْنَهُمْ , فَبَعَثَ حُذَيْفَةَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ فَقَضَى لِلَّذِينَ يَلِيهِمُ الْقُمُطُ , فَلَمَّا رَجَعَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَهُ , فَقَالَ: «أَصَبْتَ» أَوْ «أَحْسَنْتَ». لَمْ يَرْوِهِ غَيْرُ دَهْثَمِ بْنِ قُرَّانٍ وَهُوَ ضَعِيفٌ وَقَدِ اخْتُلِفَ فِي إِسْنَادِهِ

Sunan Daruquthni 4499: Muhammad bin Ahmad bin Abu Ats-Tsalj menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Ayyasy menceritakan kepada kami, Dahtsam bin Qurran menceritakan kepada kami dari Nimran bin Haritsah, dari ayahnya, bahwa beberapa orang mengadukan persengketaan kepada Rasulullah SAW tentang sebuah pondokan (gubuk) yang ada di antara mereka. Maka beliau mengutus Hudzaifah untuk memberi keputusan di antara mereka, lalu dia pun memutuskan bahwa (pondokan itu) milik mereka yang padanya terdapat simpul-simpul tali pengikat (pondokan tersebut). Ketika Hudzaifah kembali kepada Nabi SAW, dia memberitahukan beliau (tentang keputusannya), maka beliau pun bersabda, ‘Engkau benar’ atau ‘Bagus engkau’.” Tidak ada yang meriwayatkannya selain Dahtsam bin Qurran, sementara dia ini perawi dha‘if, dan isnadnya diperselisihkan.

Sunan Daruquthni 4484

سنن الدارقطني 4484: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ حُصَيْنِ الْجُبَيْلِيُّ , نا عَمْرُو بْنُ هَاشِمٍ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّهُ بَاعَ مِنْ رَجُلٍ نَصِيبًا لَهُ مِنْ دَارٍ لَهُ فِيهَا شَرِيكٌ , فَقَالَ شَرِيكُهُ: أَنَا أَحَقُّ بِالْبَيْعِ مِنْ غَيْرِي , فَرُفِعَ ذَلِكَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «الْجَارُ أَحَقُّ بِسَقَبِهِ»

Sunan Daruquthni 4484: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ismail bin Hushain Al Jubaili menceritakan kepada kami, Amr bin Hasyim menceritakan kepada kami dari Al Auza’i, Amr bin Syu’aib menceritakan kepadaku, dari Amr bin Asy-Syarid, dari ayahnya, bahwa dia pernah menjual kepada seseorang bagian miliknya dari suatu rumah yang dimiliki bersama seorang mitra, lalu mitranya itu berkata, ‘Aku lebih berhak terhadap penjualan itu daripada selainku.’ Hal itu kemudian diadukan kepada Nabi SAW, maka beliau pun bersabda, ‘Tetangga lebih berhak karena kedekatannya’.”

Sunan Daruquthni 4500

سنن الدارقطني 4500: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا الْحَسَنُ بْنُ أَبِي الرَّبِيعِ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , عَنْ مَعْمَرٍ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ يَحْيَى , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «إِذَا أَفْلَسَ الرَّجُلُ فَوَجَدَ الْبَائِعُ سِلْعَتَهُ بِعَيْنِهَا فَهُوَ أَحَقُّ بِهَا مِنَ الْغُرَمَاءِ»

Sunan Daruquthni 4500: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Abu Ar-Rabi’ menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami dari Ma’mar, dari Ayyub, dari Amr bin Dinar, dari Hisyam bin Yahya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bila seseorang bangkrut, lalu penjual mendapati barangnya masih utuh (pada orang yang bangkrut itu), maka dia lebih berhak terhadapnya daripada para pemberi utang.”

Sunan Daruquthni 4485

سنن الدارقطني 4485: نا صَاعِدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَلِيٍّ، نا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الثَّقَفِيُّ , حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ الشَّرِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْجَارُ أَحَقُّ بِسَقَبِهِ» , قِيلَ: مَا السَّقَبُ؟ , قَالَ: «الْجِوَارُ»

Sunan Daruquthni 4485: Ibnu Sha’id menceritakan kepada kami, Amr bin Ali menceritakan kepada kami, Al Mu’tamir bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Abdullah bin Abdurrahman AtsTsaqafi menceritakan kepada kami, Amr bin Asy-Syarid bin Suwaid menceritakan kepadaku, dari ayahnya, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tetangga lebih berhak karena saqab (kedekatan)nya.” Ditanyakan, ‘Apa itu saqab?’. Beliau menjawab, ‘Bersebelahan’.”