Skip to main content

Sunan Daruquthni 4553

سنن الدارقطني 4553: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى , نا مُحَمَّدُ بْنُ رَاشِدٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «رَدَّ شَهَادَةِ الْخَائِنِ وَالْخَائِنَةِ وَذِي الْغِمْرِ عَلَى أَخِيهِ , وَرَدَّ شَهَادَةَ الْقَانِعِ لِأَهْلِ الْبَيْتِ وَأَجَازَهَا عَلَى غَيْرِهِمْ»

Sunan Daruquthni 4553: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Musa menceritakan kepada kami, Muhammad bin Rasyid menceritakan kepada kami dari Sulaiman bin Musa, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Nabi SAW menolak kesaksian seorang laki-laki pengkhianat, kesaksian seorang wanita pengkhianat serta kesaksian orang yang mempunyai permusuhan terhadap saudaranya. Beliau juga menolak kesaksian seseorang terhadap keluarganya, namun dibolehkan untuk orang lain.’

Sunan Daruquthni 4554

سنن الدارقطني 4554: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عِيسَى بْنُ أَبِي حَرْبٍ , نا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ , نا أَبُو جَعْفَرٍ الرَّازِيُّ , عَنْ آدَمَ بْنِ فَائِدٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَجُوزُ شَهَادَةُ خَائِنٍ وَلَا خَائِنَةٍ وَلَا مَحْدُودٍ فِي الْإِسْلَامِ وَلَا مَحْدُودَةٍ وَلَا ذِي غِمْرٍ عَلَى أَخِيهِ»

Sunan Daruquthni 4554: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Isa bin Abu Harb menceritakan kepada kami, Yahya bin Abu Bukair menceritakan kepada kami, Abu Ja’far Ar-Razi menceritakan kepada kami dari Adam bin Faid, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak boleh diterima kesaksian seorang laki-laki pengkhianat, kesaksian seorang wanita pengkhianat, kesaksian lakilaki terhukum dalam Islam, kesaksian wanita terhukum, dan tidak pula kesaksian seseorang yang mempunyai permusuhan dengan saudaranya.'”

Sunan Daruquthni 4555

سنن الدارقطني 4555: نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ الْوَكِيلُ , نا أَبُو بَدْرٍ , وَعَبَّادُ بْنُ الْوَلِيدِ , قَالَا: نا حَبَّانُ بْنُ هِلَالٍ , نا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ , حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي زِيَادٍ الْقُرَشِيُّ , نا الزُّهْرِيُّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَرْفَعُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «لَا تَجُوزُ شَهَادَةُ خَائِنٍ وَلَا خَائِنَةٍ وَلَا مَجْلُودٍ حَدًّا وَلَا ذِي غِمْرٍ عَلَى أَخِيهِ وَلَا الْقَانِعِ مِنْ أَهْلِ الْبَيْتِ لَهُمْ». يَزِيدُ هَذَا ضَعِيفٌ لَا يُحْتَجُّ بِهِ

Sunan Daruquthni 4555: Ahmad bin Abdullah bin Muhammad Al Wakil menceritakan kepada kami, Abu Badr dan Abbad bin Al Walid menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Habban bin Hilal menceritakan kepada kami, Abdul Wahid bin Ziyad menceritakan kepada kami, Yazid bin Abu Ziyad Al Qurasyi menceritakan kepadaku, Az-Zuhri menceritakan kepada kami dari Urwah, dari Aisyah RA, dia menisbatkan ini kepada Nabi SAW, beliau bersabda, “Tidak boleh diterima kesaksian seorang laki-laki pengkhianat, kesaksian seorang wanita pengkhianat, kesaksian seseorang yang dicambuk sebagai hukuman, kesaksian seseorang yang mempunyai permusuhan dengan saudaranya, dan tidak pula kesaksian seseorang dengan keluarganya.” Yazid adalah perawi dha’if, dan riwayatnya tidak dapat dijadikan hujjah.

Sunan Daruquthni 4556

سنن الدارقطني 4556: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ خَلَفٍ الدِّمَشْقِيُّ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ مُحَمَّدٍ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , نا الزُّهْرِيُّ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ , فَقَالَ: «أَلَا لَا تَجُوزُ شَهَادَةُ الْخَائِنِ وَلَا الْخَائِنَةِ وَلَا ذِي غِمْرٍ عَلَى أَخِيهِ وَلَا الْمَوْقُوفِ عَلَى حَدٍّ». يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ هُوَ الفَارِسِيُّ مَتْرُوكٌ , وَعَبْدُ الْأَعْلَى ضَعِيفٌ

Sunan Daruquthni 4556: Muhammad bin Ismail Al Farisi menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ali bin Khalaf Ad-Dimasyqi menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, Abdul A’la bin Muhammad menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami, Az-Zuhri menceritakan kepada kami dari Sa’id bin Al Musayyab, dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW pernah berkhutbah, lalu beliau berkata, “Tidak boleh diterima kesaksian seorang laki-laki pengkhianat, kesaksian seorang wanita pengkhianat, kesaksian seseorang yang mempunyai permusuhan dan saudaranya, dan tidak pula kesaksian seseorang yang tengah menjalani hukuman.” Yahya bin Sa’id adalah Al Farisi, riwayatnya ditinggalkan, sedangkan Abdul A’la adalah perawi dha‘if.

Sunan Daruquthni 4541

سنن الدارقطني 4541: نا أَبُو بَكْرٍ , نا يُوسُفُ , نا حَجَّاجٌ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا مَسْرُورًا تَبْرُقُ أَسَارِيرُ وَجْهِهِ , فَقَالَ: «أَلَمْ تَسْمَعِي مَا قَالَ مُجَزِّزٌ الْمُدْلِجِيُّ لِزَيْدٍ وَأُسَامَةَ وَرَأَى أَقْدَامَهُمَا؟ , إِنَّ هَذِهِ الْأَقْدَامُ بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ»

Sunan Daruquthni 4541: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Yusuf menceritakan kepada kami, Hajjaj menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, Ibnu Syihab menceritakan kepadaku, dari Urwah, dari Aisyah, bahwa Rasulullah SAW pernah masuk ke tempatnya dengan riang gembira, tampak sinar kesenangan pada garis-garis wajahnya, lalu beliau berkata, “Apa engkau belum mendengar apa yang dikatakan oleh Mujazziz Al mudliji tentang Zaid dan Usamah ketika dia melihat Zaid dan Usamah, ‘Sesungguhnya kaki-kaki ini sebagiannya dari sebagian yang lain’.”

Sunan Daruquthni 4557

سنن الدارقطني 4557: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا يَحْيَى بْنُ الضُّرَيْسِ , أَخْبَرَنِي الْمُثَنَّى بْنُ الصَّبَّاحِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «لَا تَجُوزُ شَهَادَةُ خَائِنٍ وَلَا خَائِنَةٍ وَلَا مَوْقُوفٍ عَلَى حَدٍّ وَلَا ذِي غِمْرٍ عَلَى أَخِيهِ»

Sunan Daruquthni 4557: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Yahya bin Adh-Dhurais menceritakan kepada kami, Al Mutsanna bin AshShabbah menceritakan kepadaku, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidak boleh diterima kesaksian seorang laki-laki pengkhianat, kesaksian seorang wanita pengkhianat, kesaksian seseorang yang tengah menjalani hukuman, dan tidak pula kesaksian seseorang yang mempunyai permusuhan dengan saudaranya.”

Sunan Daruquthni 4542

سنن الدارقطني 4542: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ خُشَيْشٍ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا جَرِيرٌ , عَنْ مَنْصُورٍ , عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنْ يُوسُفَ بْنِ الزُّبَيْرِ مَوْلَى الزُّبَيْرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ , قَالَ: كَانَ لِزَمْعَةَ جَارِيَةٌ يَطَئُهَا وَكَانَتْ تُظَنُّ بِرَجُلٍ آخَرَ أَنَّهُ يَقَعُ عَلَيْهَا , فَمَاتَ زَمْعَةُ وَهِيَ حُبْلَى فَوَلَدَتْ غُلَامًا يُشْبِهُ الرَّجُلَ الَّذِي كَانَتْ تَظُنُّ بِهِ فَذَكَرَتْهُ سَوْدَةُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «أَمَّا الْمِيرَاثُ فَلَهُ , وَأَمَّا أَنْتِ فَاحْتَجِبِي مِنْهُ فَلَيْسَ لَكِ بِأَخٍ»

Sunan Daruquthni 4542: Abdullah bin Ja’far bin Khusyaisy menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan kepada kami dari Manshur, dari Mujahid, dari Yusuf bin Az-Zubair maula Az-Zubair, dari Abdullah bin Az-Zubair, dia berkata, “Zam’ah pernah mempunyai budak perempuan yang telah digaulinya, sementara budak perempuan itu mengira ada laki-laki lain yang telah menggaulinya. Kemudian Zam’ah meninggal, sementara budak perempuan itu hamil lalu melahirkan seorang anak yang menyerupai orang yang diduga telah menggaulinya. Kemudian Saudah (binti Zam’ah) menyampaikan hal itu kepada Rasulullah SAW, maka beliau pun bersabda, ‘Tentang warisan, ia memperolehnya tapi engkau, berhijablah darinya, karena dia bukan saudaramu.”

Sunan Daruquthni 4558

سنن الدارقطني 4558: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُبَشِّرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَادَةَ , نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ , قَالَ: سَمِعْتُ مُجَالِدًا , يَذْكُرُ عَنِ الشَّعْبِيِّ , قَالَ: كَانَ شُرَيْحٌ «يُجِيزُ شَهَادَةَ كُلِّ مِلَّةٍ عَلَى مِلَّتِهَا , وَلَا يُجِيزُ شَهَادَةَ الْيَهُودِيِّ عَلَى النَّصْرَانِيِّ وَلَا النَّصْرَانِيِّ عَلَى الْيَهُودِيِّ إِلَّا الْمُسْلِمِينَ فَإِنَّهُ كَانَ يُجِيزُ شَهَادَتَهُمْ عَلَى الْمِلَلِ كُلِّهَا»

Sunan Daruquthni 4558: Ali bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ubadah menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami dari Abdul Wahid, dia berkata: Aku mendengar Mujalid menyebutkan dari Asy-Sya’bi, dia berkata, “Syuraih membolehkan kesaksian setiap pemeluk agama terhadap pemeluk agama yang sama dan tidak membolehkan kesaksian orang Yahudi terhadap orang Nashrani, dan tidak pula kesaksian orang Nashrani terhadap orang Yahudi, kecuali kaum muslimin, dia membolehkan kesaksian mereka untuk pemeluk agama lainnya.”

Sunan Daruquthni 4543

سنن الدارقطني 4543: قُرِئَ عَلَى أَبِي مُحَمَّدِ بْنِ صَاعِدٍ وَأَنَا أَسْمَعُ: حَدَّثَكُمْ عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ , وَأَبُو عُبَيْدِ اللَّهِ الْمَخْزُومِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِئُ , وَاللَّفْظُ لِعَبْدِ الْجَبَّارِ: نا سُفْيَانُ , نا الزُّهْرِيُّ , وَسَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ , يُخْبِرُ عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتِ: اخْتَصَمَ سَعْدٌ وَعَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ سَعْدٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْصَانِي أَخِي عُتْبَةُ فَقَالَ: إِذَا دَخَلْتَ مَكَّةَ فَانْظُرِ ابْنَ أَمَةِ زَمْعَةَ فَاقْبِضْهُ فَإِنَّهُ ابْنِي , فَقَالَ عَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخِي، ابْنُ أَمَةِ أَبِي، وُلِدَ عَلَى فِرَاشِ أَبِي , فَرَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَبَهًا بَيِّنًا بِعُتْبَةَ , فَقَالَ: «هُوَ لَكَ يَا عَبْدُ بْنَ زَمْعَةَ الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ , وَاحْتَجِبِي مِنْهُ يَا سَوْدَةُ»

Sunan Daruquthni 4543: Dibacakan kepada Abu Muhammad bin Sha’id dan aku mendengarkan: Abdul Jabbar bin Al Ala‘ Abu Ubaidulah Al Makhzumi dan Muhammad bin Abu Abdurrahman Al Muqri menceritakan kepada kalian —lafazhnya dari Abdul Jabbar—, Sufyan menceritakan kepada kami, Az-Zuhri menceritakan kepada kami, dan aku mendengar Az-Zuhri mengabarkan, dari Urwah, dari Aisyah, dia berkata, “Sa’d (bin Abu Waqqash) dan Abd bin Zam’ah berselisih di hadapan Rasulullah SAW (tentang anak dari budak perempuan Zam’ah). Sa’d berkata, ‘Wahai Rasulullah, saudaraku, Utbah (yakni Utbah bin Abu Waqqash) telah berwasiat kepadaku, dia berkata, ‘Bila engkau memasuki Makkah, maka lihatlah anaknya budak perempuan Zam’ah, lalu ambillah dia, karena sesungguhnya dia itu anakku.’ Abd bin Zam’ah berkata, ‘Wahai Rasulullah, dia (anak dari budak perempuan Zam’ah) itu adalah saudaraku, anak budak perempuan ayahku, dia lahir di atas tempat tidur ayahku.’ Lalu Rasulullah SAW melihat kemiripan yang nyata dengan Utbah, namun beliau bersabda, “Dia milikmu wahai Abd bin Zam ‘ah. Anak itu hak si pemilik tempat tidur. Berhijablah engkau darinya wahai Saudah’.”

Sunan Daruquthni 4559

سنن الدارقطني 4559: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا أَبُو قَبِيصَةَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ , نا دَاوُدُ بْنُ عَمْرٍو , نا صَالِحُ بْنُ مُوسَى , عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ , عَنْ أَبِي صَالِحٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” خَلَّفْتُ فِيكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا: كِتَابُ اللَّهِ وَسُنَّتِي , وَلَنْ يَفْتَرِقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ “

Sunan Daruquthni 4559: Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Abu Qabishah Muhammad bin Abdurrahman bin Umarah bin Al Qa’qa’ menceritakan kepada kami, Daud bin Amr menceritakan kepada kami, Shalih bin Musa menceritakan kepada kami dari Abdul Aziz bin Rufai’, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku telah meninggalkan pada kalian dua perkara, yang tidak akan membuat kalian tersesat setelah (berpedoman) pada keduanya, yaitu: Kitabullah dan sunnahku. Dan keduanya tidak akan terpisah sehingga keduanya datang kepadaku di telaga.”